BERDAUN RINDU BERBUNGA SUNYI

BERDAUN RINDU BERBUNGA SUNYI
BAB 53 : TANTANGAN PECUNDANG


__ADS_3

Saat Pulang sekolah siswa siswi Sekolah Menengah Pertama Kotabumi berlomba-lomba untuk keluar kelas karena mereka sudah cukup sulit menerima beban pelajaran dari pagi hingga menjelang siang hari. Sedangkan terlihat lima cewe' manis masih betah berada di dalam kelasnya. Mereka masih sibuk menata buku yang lumayan berantakan di meja. Sedangkan kedua cewe' lainnya itu asyik melihat ketiga cewe' temannya yang lain di karenakan mereka berdua sedari tadi bukunya sudah masuk dengan rapi ke dalam tasnya.


"Eh, hari ini kita jadi nggak belajar kelompok di tempat gue sembari buat acara petisan yuk!" Ucap Nelly kepada sahabatnya.


"Ah, boleh juga tuh Nel. Yuk guys." Ucap Nur menyetujui ucapan sahabatnya.


"Elo orang aja ya, gue nggak ikutan deh. Hari ini gue ada janji sama fakih mau battle basket. Nggak papa kan?" Tanya Intan merasa nggak enak hati untuk menolak.


"Nggak papa deh Tab, loe sendiri bisa nggak Ra?" Tanya Nelly kepada Zahra.


"Mmmm, gimana yah. Gue gue ……..!" Ucap Zahra.


"Udah ikut ajah, seru seruan tahu nanti!" Ucap Ayu memohon.


"Iya deh." Balas Zahra.


"Ya udah guys. Gue cabut duluan yah. Fakih udah di depan tuh. Cha izin ya cowo' elo gue ajak battle basket dulu ni hari!" Ucap Intan meminta izin dengan Rosa tentunya, agar tidak timbul kesalah pahaman di antara mereka.


"Lanjut aja Tan, Fakih juga dah bilang ke gue kok tadi!" Balas Rosa tersenyum.


"Have fun ya! Tanks ya Cha!" Ucap Intan seraya berlari keluar kelas dan menuju ke gerbang sekolah. “Maaf yah Kih, lama. Nggak papa kan?" Tanya Intan kepada Fakih yang sedari tadi berdiri di pintu gerbang sekolah.


"Ya nggak papa lah. loe kaya sama siapa aja. biasanya juga loe lama kalo sama gue mah. Dan ujung-ujungnya gue di suruh nungguin loe." Ucap Fakih yang membuat Intan tersenyum.


"Malah senyum-senyum lagi. Huh." Ucap Fakih seraya mengacak acak rambut Intan sahabat setianya sedari Sekolah Dasar itu.


"Kih. Berantakan kan. Rese loe." Ucap Intan sebal seraya membenarkan rambutnya.


"Hahaha. Sorry deh. Yuk cabut. Keburu sore lagi. Ntar gue di omelin sama nyokap loe. buruan...!" Ucap Fakih seraya menggandeng tangan Intan menuju ke parkiran.


Tanpa mereka sadari, ada sepasang mata yang melihat apa yang mereka lakukan tadi. Bercanda dan tertawa bersama. Tetapi pemilik sepasang mata ini tiba-tiba seakan tidak terima dengan perlakuan cowo' yang mengacak-acak rambut cewe' itu. Entah mengapa, dadanya merasa sakit melihat adegan tadi. Tanpa ia sangka tangannya sudah terkepal kuat.


***


Bagas dan Ayu sekarang lagi berada di rumah Ayu. Setelah mereka puas berjalan-jalan berdua mereka akhirnya pulang dan Bagas memutuskan untuk singgah sebentar di rumah Ayu.


"Gie pulang yah Yu. Udah sore nie." Ujar Bagas seraya beranjak dari duduknya di ruang tamu.


"Jangan dong, Jahat banget sih. Masa mau ninggalin gue sendirian di sini." Ucap Ayu manyun seraya mengapit lengan Bagas supaya tidak pergi.


"Terus sampe kapan gue disini? Dari tadi kan kita udah jalan-jalan. Masa belum puas." Balas Bagas.

__ADS_1


"Udah puas banget, tapi gue lagi sendirian nie di rumah. Elo nggak kasihan sama gue? temenin bentar doang aja nggak mau. Yau dah deh, sana pergi, pulang sana." Usir Ayu ngambek.


"Jangan ngambek dong. Gue cuma nggak enak sama mamah. Ya udah deh gue temenin elo disini, jangan ngambek lagi ya!" Lanjut Bagas.


"Asyik, gitu dong, gue tambah sayang deh sama elo, Gas." Ucap Ayu seraya mengapit lengan Bagas dan merebahkan kepala di bahunya.


***


Keesokan paginya, siswa siswi Sekolah Menengah Pertama Kotabumi telah menjalankan kegiatanya sebagai seorang siswa siswi seperti biasanya. Seorang cowo' dan seorang cewe' tengah berjalan bersama menuju ke koridor sekolah. Akan tetapi langkahnya terhenti melihat di koridor sekolah telah ramai oleh seluruh murid-murid Sekolah Menengah Pertama Kotabumi ini. Banyak siswa siswi yang berdatangan menuju kearah kerumunan itu. Kedua mahluk yang baru datang itu pun bingung melihat semua teman-temannya berkumpul di koridor sekolah.


"Eh, ada apaan sih. Rame bener." Tanya Hendry kepada temannya yang sedang asyik melihat-lihat apa yang sedang terjadi di hadapannya, karena dirinya juga baru datang dan berada di bagian belakang.


"Nggak tau nie. Tapi sih katanya ada murid Sekolah Menengah Pertama Xavirius yang datang ke sini Hen. Gue juga baru dateng soalnya. Nggak kelihatan." Ucap cowo' itu masih tetap sama, melihat apa yang sedang terjadi.


"Sekolah Menengah Pertama Xavirius!" Gumam Hendry.


"Kenapa Hen. Ada apaan sih sebenernya, kok rame gitu?" Tanya Zahra yang sedari tadi bingung melihat Hendry dan yang siswa lainnya sedang bercengkrama.


"Nanti gue jelasin. Mendingan loe sekarang gabung sama temen-temen cewe' dulu deh. Tapi inget loe jangan muncul di antara gue sama temen-temen cowo' yang lain. Gue nggak pengin loe kenapa-kenapa. Ok...! Udah sana!." Ucap Hendry masih dengan nada santai.


"Tapi Hen. Itu...!" Ucap Zahra terhenti.


"Ya udah deh. Gue ke sana dulu ya!" Ucap cewe' itu disertai anggukan dari hendry seraya menuju ke depan madding, bergabung dengan cewe'-cewe' lainnya dan masih sama berada di koridor sekolah.


Sementara itu, Hendry hanya berdiri bingung. Entah kenapa Murid Sekolah Menengah Pertama Xavirius itu datang ke sekolahnya. Setelah ada kejadian yang tidak enak terjadi beberapa bulan yang lalu. Mau apa mereka ke sini? Ada masalah apa? mereka akan berbuat ulah apa lagi? Itulah yang menjadi pertanyaan Hendry di fikirannya.


Hendry lantas menerobos kerumunan teman-temannya, dia berusaha agar sampai ke tujuan dengan melewati beberapa siswa cowo' lainnya yang sedang berdesak-desakkan.


Setelah sampai di tengah kerumunan.


Prok... Prok... Prok...!!!


"Ini dia ketua osis yang sok itu. Hahaha...! Baru datang rupanya, lama bener. Harusnya ketua osis itu memberikan contoh yang baik buat yang lain. Ketua osis kok datengnya jam segini. Gimana sama anggota yang lainnya." Ucap salah satu siswa Sekolah Menengah Pertama Xavirius dengan nada meremehkan.


"Mau apa loe kesini." Ucap hendry tanpa memperdulikan ucapan cowo' itu barusan.


"Wow, santai bro!" Ucap cowo' dari Sekolah Menengah Pertama Xavirius, seraya menyingkirkan bagian pundak Hendry dan langsung di tepis kasar oleh Hendry. "Wow, masih sama aja loe kaya dulu. Masih sok belagu dan masih jadi pahlawan kesiangan. Gue kesini dengan maksud baik kok bro. loe tenang aja!. Gue nggak akan berbuat ulah seperti dulu lagi. Tanya aja tuh sama keempat temen loe yang pecundang itu." Ucap cowo' dari Sekolah Menengah Pertama Xavirius itu.


"Apa loe bilang, gue pecundang?, loe apa ha. Bukannya semua yang ada di diri loe itu lebih buruk dari gue sama temen-temen gue. Bahkan loe itu bukan cuma pecundang tapi loe bad boy." Ucap Nazaruddin emosi mendengar ucapan siswa Sekolah Menengah Pertama Xavirius itu.


"Heh, jaga omongan loe. gue bakal buktiin sama loe semua. Siapa yang pecundang sebenarnya!" Ucap cowo' yang berdiri di samping cowo' yang berbicara dengan Hendry tadi.

__ADS_1


"Dan yang gue tahu. selamanya Sekolah Menengah Pertama Xavirius akan tetap pecundang. Ngerti loe." Ucap Bagas yang juga ikut emosi.


"Jaga omongan loe bro. mentang-mentang sekarang lagi ada di sekolah loe, loe bisa gitu ngomong seenak jidat loe. loe pikir loe siapa. Lihat tuh kapten yang selama loe semua banggain. Dia Cuma bisa diem. Tanya tuh sama kapten loe, takut apa emang dirinnya ngaku pecundang!" Ucap cowo' lainnya.


"Diem loe semua. Gue diem karena gue tahu, orang yang selalu nyindir orang lain tuh berarti dia ngaku pecundang. Denger yah loe semua, gue nggak pernah mengijinkan loe semua untuk datang ke sekolah gue, sekolah gue tuh khusus buat orang-orang yang baik dan bukan orang-orang pecundang kaya loe semua." Ucap hendry yang juga ikut berbicara karena menahan emosinya sedari tadi.


"Wow, bisa ngomong juga loe." balas cowo' Sekolah Menengah Pertama Xavirius itu.


"Diem loe. apa sih yang bisa di banggain dari loe semua. Emang sekolah loe pernah menang lomba apa aja sih? Sok banget jadi orang. Loe semua itu nggak ada gunannya tahu nggak. Bisanya cuma nyari ribut dan ngaku kalo loe semua hebat. Tapi apa buktinya? hebat dalam hal apa dulu. Kecurangan!" Ucap Ari yang juga sekarang menjadi emosi mendengar semua perkataan yang keluar dari mulut siswa Sekolah Menengah Pertama Xavirius itu.


"STOP...!"


Sebuah suara yang mengagetkan semuanya yang sedang asyik menonton adegan antara team Basket Sekolah Menengah Pertama Kotabumi dengan Sekolah Menengah Pertama Xavirius. Seketika juga semuanya mencari sumber suara yang membuat pertunjukkan seru itu selesai. Dan di belakang mereka tengah berdiri Fakih Alfarizi dengan bola basket yang asyik bertengger antara tangan kirinya dan pinggangnya.


"Kalian semua mau jadi preman sekolah... Kalian nggak denger bel masuk udah berbunyi sepuluh menit yang lalu. Adu mulut kalian pikir perbuatan yang baik? Sudah pada merasa hebat?" Ucap Fakih Alfarizi seraya mendekat ke tengah kerumunan itu. "Kalau kalian merasa hebat dan bukan pecundang, sekarang ikut gue ke lapangan kita selesaikan disana!" Balas Fakih dengan nada keras dan berwibawa.


Mereka pun terdiam, mengikuti Fakih Alfarizi dengan berjalan di belakangnya. Fakih Alfarizi yang notabenne adalah siswa yang cukup di kenal oleh siswa-siswi tidak hanya di sekolahnya sendiri tapi di sekolah-sekolah lainnya karena terlalu aktif dalam setiap kegiatan tidak terima dengan perlakuan anak-anak Sekolah Menengah Pertama Xavirius pada sekolahnya.


Entah mengapa mereka bisa berbuat seberani ini?


"Maksud kalian apa? Pada bertengkar di tengah kerumunan kaya gitu. Mau adu kekuatan? Kalo mau adu kekuatan sekarang aja lanjutin disini. Gue juga mau lihat siapa yang menang di antara kalian? Kenapa semuannya pada diem?" Bentak Fakih sengit.


"Kita Cuma pengin ngajakkin Adu Basket kok Kih!, nggak mau ngajakin elo ribut. Kita semua nggak terima di katain pecundang dan di pertandingan nanti gue akan buktikan kalo yang pecundang itu bukan kita tapi anak Sekolah Menengah Pertama Kotabumi yang pada belagu itu." Ucap salah satu cowo' Sekolah Menengah Pertama Xavirius itu.


"Oohh, jadi kalian pengin ngajakkin Adu Basket? di suruh siapa kalian melakukan itu. Apa di suruh sama ketua Osis kalian? Bilang sama ketua Osis kalian itu, gue Fakih Alfarizi mewakili Sekolah Menengah Pertama Kotabumi menerima dengan senang hati tawaran tantangannya. Kapan pertandingan itu di mulai?" Lanjut Fakih masih dengan nada keras.


"Dua minggu lagi. Kalau kalian nggak dateng. Berarti yang pecundang bukan kita tapi kalian. Oooo... ya! tempatnya di lapangan basket Sekolah Menengah Pertama Xavirius jam delapan pertandingan di mulai. Kami permisi pamit Kih!" Ucap salah satu cowo' Sekolah Menengah Pertama Xavirius itu.


Setelah mereka pergi, Fakih pun ikut pergi seraya merbicara kepada sahabat-sahabatnya "Pecundang atau bukan semua layak untuk membuktikannya dengan cara yang benar!". Kemudian merekapun membubarkan diri dengan pergi ke kantin. Karena mereka di jam pertama sudah membuat surat dispensasi tentang ketidak masukan mereka ke dalam kelas.


"Gue masih emosi nie sama perkataan anak-anak Sekolah Menengah Pertama Xavirius itu. Mereka maunya apa sih." Ucap bagas emosi.


"Sabar Gas! mereka itu nggak akan bisa luluh sama ucapan kita. Sekalipun kita emosi, jadi biarin aja mereka bertindak sesuka hati mereka." Lanjut Fakih.


"Gue bingung nie mau ngehadepin pertandingan nanti kaya gimana." Ucap Hendry dengan nada masih terlihat emosi karena tadi.


"Tenang aja Hen. Kita pasti menang kok. Gue yakin banget akan itu. Loe tenang ajah, selama dua minggu ini kita bakalan latihan supaya kita bisa menang dari mereka." Ucap Nazaruddin optimis.


"Setuju gue sama loe Zar. Bahkan nie yah, tanpa kita latihan pun kita bakalan menang dari Sekolah Menengah Pertama Xavirius yang sok itu. Yah gak guys." Ucap Ari.


Kemudian mereka menghabiskan waktu dispensasi mereka dengan melanjutkan bercanda di kantin.

__ADS_1


__ADS_2