
BAB 54 : SUNSET
Sang Surya cukup menampakkan dirinya di langit yang paling tinggi, siang itu cuaca sangat panas, tidak ada tanda-tandanya jika siang itu akan turun hujan. Mengiringi langkah para remaja cowo' yang sedang merencanakan menuju ke tempat favorit mereka, mungkin cuaca yang sangat panas akhirnya membuat semua orang enggan untuk melakukan aktifitasnya dan lebih memilih berdiam diri di rumahnya.
Mereka telah sampai di tempat biasa mereka berkumpul, tempat berbagi cerita yang paling nyaman dan tempat mereka mencurahkan isi hati mereka satu sama lain. Sebuah taman kota dekat dengan kafe yang memang tersedia sekedar bersantai atau melepas lelah setelah mereka menghabiskan waktu mereka di sekolah.
"Personil kita kurang satu nie!" Ucap Bagas setelah mereka duduk di sebuah kursi taman dengan di bawah pohon yang rindang.
"Iya, Fakih lagi asyik tuh tadi sama intan, rese banget emang si Fakih dah ada cewe' juga masih janjian ma Intan!" Manyun Nazaruddin cemburu. "Haaa, tadi aja mesra banget gitu, pake ngacak-ngacak rambut Intan segala lagi, sempet-sempetnya bercanda lagi. Udah kaya orang pacaran aja." Lanjut Nazaruddin kesal.
"Haiyoooo...!, tadi elo ngintipin Intan sama Fakih ya? Ketahuan juga kalo Nazaruddin cemburu. Benci jadi cinta nie ye." Ledek Ari.
"Nazaruddin mah biasa, depan aja selalu berantem. Belakangnya girang banget bisa deket sama Intan." Timpal Hendry seraya memakan martabak telor yang dipesannya.
"Kaya loe gak ajah sama si Zahra." Ledek Nazaruddin yang langsung membuat Hendry tersedak ketika meminum jus Alpokat kesukaannya.
"Rese loe sipit. Udah ah, bahas yang lain ajah. Hooo...iya guys. Gimana sama pemilihan anggota osis yang baru. Udah prepare belum?" Tanya Hendry mengalihkan pembicaraan.
"Udah beres dong. Gue jamin bakalan sukses." Ucap Bagas.
"Yoi bro, pesertanya juga banyak banget. Tumben banget siswa siswi tahun ini pada berminat ikut OSIS." Ucap Ari.
"Mungkin karena seniornya membuktikan kalau kepengurusan OSIS sekolah kita terbukti menjadi yang terbaik kali!" Balas Nazaruddin.
"Ya, keaktifan OSIS kita terkenal lo, nggak hanya di sekolah sendiri bahkan di sekolah-sekolah lainnya!" Ucap Ari nggak mau kalah menjelaskan.
"Eh iya, gimana mengenai tantangan anak-anak Sekolah Menengah Pertama Xavirius kayanya nggak suka gitu sama kita, apa lagi ma Hendry!" Tanya Bagas.
"Intinya itu anak-anak Sekolah Menengah Pertama Xavirius ngajakkin battle Sekolah Menengah Pertama Kotabumi dalam hal apapun. Mereka itu pengin menang banget dari Sekolah Menengah Pertama Kotabumi. Tapi itu semua Cuma harapan...! Lomba apapun, Sekolah Menengah Pertama Kotabumi mesti menang. Dan anak-anak Sekolah Menengah Pertama Xavirius selalu jadi pecundang. Tadi mau ngajakkin battle buat basket. intinya mereka mau berusaha menang dari kita." Terang Ari.
"Dari awal, mereka itu pengin banget kalo semua orang itu nganggep mereka sebagai The Winner. Dan mereka pengin banget bikin Sekolah Menengah Pertama Kotabumi jadi kalah dan nggak bagus di mata masyarakat. Yah, tapi mungkin takdir berkata lain kali yah. Sekolah Menengah Pertama Kotabumi selalu jadi yang terbaik dan malah Sekolah Menengah Pertama Xavirius yang kelihatan jelek di kalangan masyarakat." Tambah Bagas.
"Dan anak-anak Sekolah Menengah Pertama Xavirius itu peling sebel sama Fakih dan Hendry!" Ucap Nazaruddin seraya menunjuk Hendry yang kebetulan ada di antaranya.
"Awal mulanya kenapa ya Hen?" Tanya Bagas ingin lebih tahu detailnya.
__ADS_1
"Ought, waktu itu gue, Fakih dan Rano pernah satu tempat latihan basket yang sama dan kebetulan kita bertiga menjadi kandidat calon kapten basket. Saat itu Rano kapten basket Sekolah Menengah Pertama Xavirius sekarang ini berusaha sekuat tenaga biar dia yang terpilih diantara gue dan Fakih. Tapi waktu battle pemilihan kapten basket di mulai, Fakih absen. Fakih ada kegiatan mendadak dari sekolah yang lebih penting dari hanya menjadi kapten basket. Jadi akhirnya gue dengan Rano yang merebutkan gelar kapten tersebut dan Rano kalah telak sama gue. Dan akhirnya gue yang jadi kapten basket. Semenjak itu dia benci banget sama gue, nggak mau latihan bareng, nggak mau kerja bareng. Pokoknya semua yang berhubungan sama gue, Rano nggak mau." Terang Hendry.
***
Sepasang muda mudi sedang berada di sebuah pantai di sore hari yang sangat indah menjadikan pantai tersebut menjadi menawan dengan pemandangan pantai yang sangat apik membuat semua orang betah menikmati pemandangan pantai tersebut. Sedangkan dua orang muda mudi tersebut sedang berjalan di sisi air laut.
"Zar, ngapain ngajakkin gue kesini." Ucap sang cewe' seraya tetap berjalan di sisi air laut.
"Gue mau nunjukkin sesuatu sama loe. gue juga mau bicara penting sama loe." Ucap sang cowo'.
"Ya udah. Sekarang ajah. lagian ini juga udah mau malam!" Balas cewe' tersebut.
"Ehm...! Sebelum gue mau bilang sesuatu sama loe. gue mau nunjukkin pemandangan yang sangat indah dulu sama loe." Ucap sang cowo' seraya menunjuk ke air laut yang langitnya sedang kekuning-kuningan.
"Waw indah banget sunsetnya." Pekin sang cewe' setelah melihat sunset yang ditunjuk oleh sang cowo'.
Matahari perlahan-lahan tapi pasti mulai terbenam, membuat air laut di pantai tersebut menjadi kuning akibat pengaruh dari cahaya sunset tersebut. Air yang bergelombang di tambah dengan terbenamnya matahari membuat semuannya berdecak kagum. Termasuk seorang cewe' yang tadi diberitahu oleh sang cowo' jika ada sunset di pantai itu tentunya dengan keistimewaannya.
"Keren...! Indah banget lautnya." Ucap sang cewe' lagi.
Percikan kembang api terdapat di langit pantai sore itu yang tiba-tiba dan yang membuat sang cewe' kaget adalah kata-kata sakral yang terdapat di langit pantai setelah percikan kembang api tadi menghilang.
I LOVE YOU INTAN PUTRI
Itu adalah kalimat yang terdapat di langit pantai sore itu. Kalimat itu membuat sang cewe' kaget karena nama dirinnya terdapat di langit itu.
"Itu maksudnya apa Zar?" Tanya sang cewe' tanpa mengalihkan penglihatannya dari tulisan sakral itu.
"Mmmm, sebenernya dari pertama gue kenal loe gue udah suka sama loe, bahkan gue udah mulai sayang sama loe pas kita berantem setiap hari. Nggak tau kenapa rasa ini muncul Tan...! Tapi satu yang harus loe tau, gue itu selalu ngajak loe ribut soalnya gue pengin selalu deket loe, walau pun caranya norak banget, tapi cuma dengan cara itu gue bisa deket sama loe. itu semua karena gue itu cinta sama loe, gue sayang sama loe. loe mau nggak jadi cewe gue?" Terang Nazaruddin seraya menatap dalam mata Intan.
"Gue gue ………!!!" Intan tampak gugup dengan segala hal serba tak di duga ini.
"Gue nggak butuh jawaban loe sekarang, gue cuma butuh jawaban ‘Iya’ dari loe. terserah loe mau jawab kapan. Yang jelas gue nggak pengin denger kata ‘Nggak Mau’ dari loe." Ucap Nazaruddin lagi.
"Ihh, pemaksaan banget sih. Berarti intinya gue harus jadi pacar loe dong...!" Ucap Intan seraya memanyunkan bibirnya merasa tidak terima dengan perkataan cowo' tampan di hadapannya.
__ADS_1
"Iya dan itu terserah loe mau jawab kapan."
"Ya udah, gue jawabnya empat tahun lagi. Setelah itu gue bakalan jawab Ya." Balas Intan tersenyum.
"Yahhh, kelamaan dong." Balas Nazariddin.
"Ya habisnya loe pemaksaan gitu." Ucap Intan seraya melipat tangannya di dadannya.
"Iya deh nggak. Gue bakalan terima semua jawaban loe, akan tetapi gue berharap sih loe mau jawab Iya. Tapi jawabnya sekarang." Balas Nazaruddin mengharap.
"Mhmm... gimana ya!. Apa jaminannya kalo loe beneran sayang sama gue?" Tanya Intan.
"Gue rela di bunuh loe, kalo gue ketahuan selingkuh, kalo gue nyakitin loe dan kalo gue ngingkarin omongan gue tadi." Ucap Nazaruddin tegas.
"Ok. Gue pegang kata-kata loe!" Balas Intan.
"Jadi loe mau?" Tanya Nazaruddin dengan wajah berseri seri.
"Iya. Tapi awas kalo loe masih tebar pesona sama cewe' lain. Gue bakalan bener-bener bunuh loe." Lanjut Intan.
"Iya Tan, gue janji. Makasih yah. Gue sayang banget sama loe." Ucap Nazaruddin seraya memeluk Intan erat. "Hoo... ya Tan, gue boleh tanya sama loe nggak?" Tanya Nazaruddin tiba-tiba
"Tanya apaan?" Jawab Intan.
"Mmmm, ada hubungan apa elo ma Fakih?" Tanya Nazaruddin tiba-tiba.
"Ough, Fakih. Kenapa kak emangnya?" Tanya Intan memastikan.
"Fakih bukan suka ma elo juga kan Tan?" Tanya Nazaruddin.
"Fakih itu emang sekarang sudah jadi cowo' gue ……………?!" Jawab Intan.
"Apa? jadi Fakih sudah jadi cowo' loe, terus loe terima gue maksudnya apa?" Pekik Nazaruddin histeris dan langsung memotong ucapan Intan tadi.
"Makanya dengerin gue dulu. Fakih itu emang cowo' gue. Tapi, gue cuma, cuma … cuma bercanda. Hahaha...! Masa di bohongin mau sih?!" Ucap Intan seraya berlari setelah sebelumnya menjulurkan lidahnya kearah Nazaruddin yang masih bengong. "Dia itu cuma sahabat gue kok. Dan gue cuma nganggep dia seperti kakak gue sendiri. Nggak mingkinlah gue jadi pacar dia sedangkan gue tahu kalau pacarnya adalah Rosa sahabat gue sendiri!" Jelas Intan.
__ADS_1
"Intan...! Tunggu loe. gue bakalan bales. Sini loe." Teriak Nazaruddin seraya mengejar Intan yang sudah berada jauh di depanya.