
Di sebuah rumah yang cukup megah dan mewah terdapat beberapa buah mobil di depan rumah itu. Beberapa orang sudah masuk ke dalam mobil dan tinggal beberapa orang yang masih berada di depan rumah itu.
"Kak, buruan berangkat, udah siang tahu." Ucap Hendro, adik kandungnya Hendry.
"Bentar Ndro, gue nanti aja berangkatnya. Loe sama mamah duluan aja sana." Jawab Hendry seraya menekuk lengan kemeja berwarna hitamnya sampai ke siku.
"Mah, kak Hendry nggak mau berangkat tuh." Tutur Hendro kepada mamahnya itu.
"Kenapa Hen, kok nggak mau berangkat?" Tanya mamah seraya mengusap-usap rambut anaknya.
"Ntar aja mah. Hendry mau pake motor aja berangkatnya. Hendry masih belum siap aja buat ketemu sama papah. Mamah sama Hendro duluan aja." Suruh Hendry halus.
"Ya udah deh sayang. Empat jam lagi proses perceraian mamah akan berlangsung. Jangan sampai telat yah sayang." Saran mamah Hendry.
"Pasti mah. Mamah hati-hati ya di jalan. Jagain Mamah Ndro." Ucap Hendry setelah mamah dan adiknya masuk ke dalam mobil.
"Sippp kak. Jangan lama-lama loe berangkatnya." Ucap Hendro sebelum mobilnya meninggalkan rumahnya.
"Gue emang nggak sanggup buat ketemu sama bokap. Tapi gue mesti sanggup buat membela mamah di pengadilan nanti." Gumam Hendry seraya menaiki motornya dan pergi.
***
Seorang cewe' nampak cantik dengan memakai gaun berwarna merah hati setinggi lutut dan di lengkapi dengan belt di pinggangnya berwarna hitam dan menggunakan wedges berwarna hitam, dengan rambut tetap di gerai dengan di lengkapi dengan jepitan rambut bermotif gambar bunga mawar berwarna merah sedang berdiri di depan mobilnya menunggu seseorang.
Beberapa saat kemudian, seseorang menggunakan motor melintas di hadapannya. Dengan gerakan cepat cewe' ini menghampiri orang itu yang sedang memarkirkan motornya.
"Zahra, ngapain disini?" Tanya cowo' itu kaget setelah membalikan tubuhnya dan tiba-tiba seorang cewe' telah berdiri di hadapannya.
"Maaf...!" Ucap Zahra tiba-tiba.
"Ngapain minta maaf? Emang salah elo apaan?" Tanya cowo' itu agak heran.
"Hen, gue udah banyak banget salah sama elo. Gue sadar selama ini gue egois, gue nggak peka sama perasaan elo. Gue nggak tahu kalau elo ternyata punya masalah yang berat banget kaya gini. Maafin gue ya Hen, gue selalu jadiin elo pelampiasan emosi gue." Ucap Zahra lirih seraya menunduk dan memainkan gaun roknya.
"Ssstttt, nggak usah di terusin Ra. Kok nangis sih?" Ucap Hendry lirih sembari menghapus air mata Zahra menggunakan ibu jarinya dengan lembut. "Jangan nangis dong. Gue udah maafin elo kok. Gue mau tanya boleh?" Ucap Hendry.
"Boleh, Tanya apa?" Balas Zahra.
"Gue masih jadi cowo' elo nggak. Atau jangan-jangan elo udah ……..!" Lanjut Hendry terputus.
__ADS_1
"Sssssttttt, elo masih jadi cowo' gue. Gue nggak pernah mutusin elo. Gue juga masih sayang dan cinta banget sama elo. Please, jangan pernah nyuruh gue buat mutusin elo lagi." Pinta Zahra seraya menggenggam tangan Hendry.
"Makasih yah sayang. Gue sayang sama elo. Maafin gue atas tingkah gue selama ini." Ucap Hendry memeluk Zahra.
"Gue yang salah sama elo. Gur yang punya salah besar sama elo Hen." Balas Zahra.
"Kita berdua sama-sama salah . Ooo ya, ngapain elo di sini? Tahu dari mana gue ada disini?" Tanya Hendry seraya melepaskan pelukan dan menatap Zahra lembut.
"Nggak penting gue tahu elo di sini dari siapa yang kasih tahu Hen...! Yang jelas gue di sini mau mendampingi elo buat menghadapi masalah elo. Sekarang elo nggak sendirian, ada gue di samping elo. Elo bisa berbagi kesedihan elo sama gue." Terang Zahra.
"Makasih yah sayang. Tapi harusnya elo nggak usah ngelakuin ini buat gue. Elo bela-belain bolos sekolah buat dateng ke sini doang?" Lanjut Hendry.
"Iya, juga buat ketemu sama cowo' gue. Gue kangen sama elo.” Ucap Zahra manja.
"Gue juga kangen banget sama elo. Ya udah masuk yuk, bentar lagi mau di mulai." Balas Hendry.
"Yuk." Ucap Zahra seraya mengapit lengan Hendry dan masuk ke dalam ruang pengadilan.
***
Masalah yang dihadapi cowo' ini sudah selesai dan hubungan dengan kekasihnya kini sudah kembali semakin lengket saja. Mereka selalu bersama-sama kemana pun mereka pergi. Beberapa hari lagi acara prom night akan segera berlangsung. Dan dua insan ini sekarang sedang berada di mall terbesar di Lampung Utara untuk mencari baju yang akan mereka kenakan untuk Prom Night nanti.
Sudah berjam-jam Hendry dengan Zahra keliling mall guna mencari bajunya, tetapi tidak ada satu pun yang cocok untuk Zahra. Sedangkan Hendry sudah menemukan baju yang cocok. Sekarang mereka sedang berada di sebuah toko.
"Kalau yang ini gimana?" Tanya Zahra seraya keluar dari ruang ganti dengan menggunakan dress berwarna biru untuk meminta pendapat kekasihnya.
"That’s look bad baby. I don’t like with that colour. Substitude beb." Ucap Hendry seenaknya.
"Huft. Iya deh." Jawab Zahra seraya memasuki ruang ganti dengan langkah gontai.
Beberapa saat kemudian...!!!
"Kalau yang ini?" Tanya Zahra keluar dengan menggunakan gaun berwarna Ungu terong seraya memutar tubuhnya untuk memperlihatkannya kepada Hendry.
"Nggak cocok banget sama tubuh elo." Ucap Hendry.
"Huft, terus yang mana? Sudah berpuluh kali baju yang gue cobain tapi elo selalu aja nggak suka. Terus yang mana dong? Tanya Zahra manyun.
"Sabar sayang. Lagian baju yang elo pilih nggak ada yang cocok sama selera gue. juga nggak ada yang nyambung sama pakian gue. jangan manyun gitu dong. Jelek tahu." Ucap Hendry seraya mencubit hidung Zahra gemas.
__ADS_1
"Sakiiiitt Hendry. Selalu aja deh nyubit hidung gue seenaknya gitu. Terus gue pakai apa ke Prom night ntar?" Tanya Zahra pasrah.
"Hehehe...! Maaf sayang. Udah ah jangan manyun. Janji deh nggak akan nyubit hidung elo lagi. Maaf...!" Ucap Hendey menatap mata Zahra.
"Tahu, gue ngambek sama elo." Ucap Zahra seraya mengalihkan wajahnya.
"Ngambek kok pengumuman?" Balas Hendry.
"Nggak apa-apa dong. Biar elo rayu gue." Balas Zahra.
"Maunya." Ucap Hendry seraya memegang kedua pipi Zahra.
"Mau dong. Ayo dong. Gue kangen sama rayuan elo." Ucap Zahra manja.
"Iya... Iya...! Zahra yang cantik pacarnya Hendry jangan ngambek dong. Ntar cantiknya ilang loh." Ucap Hendry memasang wajah termanis tepat di depan wajah Zahra.
"Gue pengin ketawa tahu nggak lihat muka elo yang kaya gitu." Ucap Zahra nahan ketawa.
"Hahaha. Lagian elo gitu pake ngambek segala. Udah yuk, kita cari lagi. Udah mau sore nie. Gue ada janji." Balas Hendry.
"Hah. Janji sama siapa? Selingkuh yah. Hayooooo...!" Tuding Zahra.
"Nuduh sembarangan. Nggak lah, lagian kalau selingkuh juga nggak akan ngomong-ngomong sama elo." Jawab Hendry sekenanya.
"Apa? Jadi elo beneran selingkuh tanpa gue tahu?" Balas Zahra.
"Heh enggak sayang. Kan gue udah bilang gue itu terlalu cinta sama elo. I’m yours deh pokoknya." Ucap Hendry menggenggam tangan Zahra.
"Awas aja kalau elo selingkuh. Gue bakal marah besar sama elo." Ancam Zahra.
"Iya.. Iya...! Ya udah cari lagi yuk. Habis ini kita ke kedai ica cream. Habis itu gue bakal nurutin kemana elo mau. Gimana?" Tawar Hendry.
"Iya mau banget. Akh ayo cepet cari lagi. Mmm tapi, pilihan gue kata elo jelek semua." Balas Zahra.
"Siapa yang mau pake pilihan elo. Pake pilihan gue dong. Selama ini pilihan gue juga nggak pernah salah kan?" Bangga Hendry menaikkan kerah bajunya.
"Ihhh, PeDe banget. Contohnya apa coba. Buktinya?" Balas Zahra.
"Buktinya gue nggak salah milih elo buat jadiin elo cewe' gue." Goda Hendry yang langsung membuat pipi Zahra merah merona.
__ADS_1
"Apaan sih. Udah yuk cari." Ucap Zahra seraya kembali ke kamar ganti untuk mengganti baju mall dengan baju dirinya setelah itu menarik tangan Hendry menuju ke sebuah toko.