
Aku yang memikirkan namun aku tak banyak berharap...!
Kau membuat waktuku tersita dengan angan tentangmu...!
***
Nur masih memperhatikan cowo' yang selama ini ada di pikirannya, cowo' yang membuatnya galau setiap malam dan juga cowo' yang membuatnya mati gaya kalau berpapasan.
“Bagas lagi Nur?” Tanya seseorang di telinga Nur dan dia hanya mengangguk tanpa mengalihkan pandangan.
“Bagas…! sampe kapan?” Tanya orang itu lagi.
Nur hanya menggeleng dan masih tak pindah pandangan.
“Nggak bosen?” Tanya orang itu lagi.
“Ah Bambang berisik ahhh…. Sana sanaaa!” usir Nur.
“Oke yaa gitu lo sama gue….” Balas Bambang belagak pergi.
“Abisnya lo sih…!” ujar Nur.
“Hehehe maaf deh maaf…” ujar Bambang. “ke kelas yuk?” lanjutnya.
“Hmm ayo deh…” balas Nur lesu.
Bambang berjalan samb merangkul Nur ke kelas.
***
Nur terduduk di meja kantin mengaduk-ngaduk minuman yang ada dihadapannya. Memikirkan Bagas. Ya, Bagas yang telah resmi pacaran dengan Ayu.
"Bodoh lo Nur. Bodohh!!! Ngapain lo mikirin Bagas yang jelas-jelas jauh beda sama lo. Lo sama dia bagai langit bumi dan air minyak! Lupain dia, lupain." Batin Nur.
“DORRR!” Bambang mengagetkan Nur.
Nur tidak kaget sama sekali. “Mau ngapain??” Tanyanya datar.
“Lo kenapa sih? Setiap gue perhatiin lagi ngelamun terus” balas Bambang.
“Nggak tau” balas Nur singkat.
“Nur ayolahhh… kita sahabat kan?” sahut Bambang lagi.
“Iya kita sahabat.” Balas Nur.
“Terus kenapa lo ga pernah mau cerita sama gue?” tanya Bambang kemudian.
“Ya karena emang ga ada apa-apa yang mau gue ceritain.” Jawab Nur.
“Iya terserah.” Lanjut Bambang.
Hening…
“Bang?” panggil Nur.
“Ya?” balas Bambang.
“Kenapa cinta suka dateng di orang yang gak tepat ya?” Tanya Nur.
“Cinta tuh emang misterius. Tapi gue yakin cinta ga pernah salah.” Balas Bambang.
“Tapi kenapa gue cinta sama Bagas? Sama orang yang nggak akan pernah bisa gue raih. Orang yang cuma bisa gue amatin dari jauh.” Isak Nur.
“Nur… kenapa nangis?” ujar Bambang menatap Nur. Menghapus airmatanya.
“Kalo jodoh, ga akan kemana kok.” Balas Bambang tersenyum.
“Nggak akan pernah jodoh kok.” Sahut Nur.
“Pulang yuk?” balas Bambang.
“Yuk..” Sahut Nur.
***
“Nur tuh Bagas…” kata Bambang sambil menunjuk Bagas bersama teman-temannya.
“Trus?” tanya Nur.
“Jadi mau sampe kapan lo jadi bumi dan dia jadi langit? Datangi sana.” Jawab Bambang.
“Gue gak pede..” balas Nur.
“Nur… ga pede kenapa? Lo cantik gini kok..” ucap Bambang meyakinkan.
“Tapi…” Nur terlihat ragu.
“Udah sana..” Bambang mendorong Nur yang masih terlihat penuh keraguan berjalan pelan dan sesekali menoleh ke Bambang.
***
Tuhan, apa wanita sepertiku tidak pantas mendapatkan seseorang lelaki satupun? Apa aku ditakdirkan hanya sendiri? Apa aku harus terus menerus tenggelam di lautan kegelisahan ini Tuhan? Nur masih dalam lamunannya menatap langit. Langit sore dengan sinar matahari oranye yang sesekali menyapanya.
BYURRR...!!!
Genangan air telah terciprat ke baju Nur. Kini baju Nur yang semula putih menjadi cokelat. Sepeda motor yang membuat baju Nur berubah warna pun berhenti, “Nggak ada gunanya lo ngelamun di pinggir jalan abis hujan-hujan gini! Bukan salah gue.” Ujar Bagas lalu pergi begitu saja.
Nur berjalan gontai menuju rumahnya dengan baju seadanya. Tak peduli orang orang memandang jijik atau apa pun kepadanya, yang jelas ia ingin cepat sampai rumah! Cepat membersihkan semuanya! Membersihkan baju dan juga hatinya yang hari ini sudah dua kali dibikin dongkol oleh Bagas! Arghhhhh Bodoh!
***
“Ndai gue ada kabar bagus!” Bambang mengagetkan Nur.
“Hm..” balas Nur malas.
“Ih gue serius!!” ucap Bambang lagi.
__ADS_1
“Iya gue tau. Ya terus apa kabarnya?” tanya Nur.
“Ada salon kecantikan terkenal baru buka cabang di deket rumah gue.” Ujar Bambang.
“Terus? Lo mau gue kerja disana gitu? Heeeiii lo aja kali.” Nur memotong omongan Bambang.
“Ih elo ya! Bukan gitu. Kali aja nih ya kalo lo vermak penampilan lo, Bagas bakal suka. Gimana?” Ujar Bambang. Ada sedikit ketidak ikhlasan dalam hati Bambang pastinya namun bukankah cinta sebenarnya adalah melihat orang yang di sayanginya bahagia?
"Gue kenapa? Hati gue kenapa kaya nggak ikhlas gini ngejodoh-jodohin Nur sama Bagas?" Batin Bambang.
“Lo ngerendahin gue Bang?!” Nur bangkit dari tempat duduknya dan pergi.
“Eehh bukan Nur…. Nur tungguuu” teriak Bambang, namun sia sia, Nur sudah pergi jauh.
***
Bambang mencari-cari Nur ke mana-mana tapi tidak menemukan sedikit pun batang hidung Nur. Kemana nih anak?! Eh tunggu tunggu…. Itu dia!
DORRR...!!!
“Selalu datang buat ngagetin?” Tanya Nur datar.
“Nggak kaget?” Tanya Bambang balik.
“Nggak dah biasa” balas Nur datar.
“Kok cuek?” Tanya Bambang.
"Au ah gelap" balas Nur.
“Maaf ya.” Kata Bambang.
“Untuk?” tanya Nur.
“Kalo kata-kata gue tadi tentang salon nyakitin hati lo.” ucap Bambang.
“Nggak apa-apa!” ucap Nur.
“Tapi bener loh, kalo lo mau memperbaiki semuanya, gue yakin Bagas mau sama lo.” Bambang tersenyum kecut.
Nur menoleh sinis kepada Bambang, membuang muka dan hendak berdiri dan pergi. Akan tetapi, tangannya ditahan oleh Bambang.
“Mau kemana?” Tanya Bambang.
“Lepas” ujar Nur.
“Nggak mau” ucap Bambang.
“Gue bilang lepas!” bentak Nur.
“Nggak akan!” Bambang semakin keras menggenggam tangan Nur.
“Lo nyakitin gue!!” gubris tangan Nur lalu lari menjauh dari Bambang.
“GUE NGELAKUIN INI SEMUA KARENA GUE SAYANG NUR SAMA LO! GUE MAU LO DIANGGAP ADA SAMA MEREKA, GUE MAU MEREKA TAU KALO LO NGGAK SEBURUK YANG MEREKA KIRA. BUKAN MAKSUD LAIN! TAPI KALO EMANG MAKSUD GUE INI BUAT LO SAKIT, MAAF. GUE MINTA MAAF! INTINYA GUE SAYANG NUR SAMA LO. LEBIH DARI SAHABAT!!!” Bambang teriak sekencang kencangnya kepada Nur yang sudah diam mematung sejak tadi.
Bambang bilang apa?! Kembali mengutarakan perasaannya?!
Nur menoleh...! Bambang udah nggak ada.
***
Diam diam Nur mencoba ke salon dekat rumah Bambang untuk mengubah semuanya!
***
Keesokan harinya disekolah, hari senin, hari paling dibenci oleh semua murid! Bagaimana tidak, karenanya kami harus masuk kembali ke sekolah!!!
Nur berjalan santai ke kelas dan semua cowo'-cowo' melihatnya terpesona, jangankan makhluk yang berjudul cowo', cewe' pun juga bengong. Iri kali ya?
Menyusuri koridor, menuju kelas, duduk disamping Bambang.
“Hai Bang...!” sapa Nur saat menemukan Bambang sedang membaca komik.
“Hai Nur…!” balas Bambang tanpa menoleh sedikit pun.
“Ehmm…” Nur memberikan kode. Bambang diam masih dengan komiknya.
“Ehmmm…..” makin keras kodenya ke Bambang akan tetapi dia tetap diam.
“EHHMMM!!!” makin keras.
“Berisik…” Bambang reflex menoleh karena Nur gaduh sekali. “Nuuuuur…???” Bambang melongo dan langsung berdiri.
“Hehehe… makasih ya Bang… berkat lo!” ujar Nur memeluk Bambang.
“Eeehh iya sama sama Nur… lo cantik” kata Bambang malu-malu.
“Emang…!” balas Nur.
“Hmm Nur, gue mau… gue mau…” Bambang gugup.
“Mau apa?” potong Nur.
“Gue mau…” omongan Bambang terpotong Nur lagi.
“Oh iya Bang… gue mau menemui Bagas, gue mau ngajak dia buat jadi pasangan prom gue.. daah!” kata Nur senang lalu ngacir ke kelas.
“Gue mau…… lo jadi pasangan prom gue Nur….” Ujar Bambang lalu meneruskan membaca komiknya.
***
"Pasti Bagas bakal suka sama gue. Yeah gue kan cantik!" Batin Nur saat menuju kelas. “Bagas..” panggil Nur.
Bagas terdiam, menoleh “Nuuuuur...?”
Nur terdiam sambil menunduk malu. Bagas menghampirinya.
__ADS_1
“Nur.. lo cantik banget” ujar Bagas sambil mengelus rambut Nur.
"Apa? Bagas ngelus rambut gue? Ini ga seperti yang gue bayangin! Ternyata segampang ini naklukkin Bagas kalo gue cantik!!!" Pikir Nur mengawang-awang di angkasa raya.
“Nur.. helooww!!” Bagas menggoyang-goyangkan tangannya di depan muka Nur.
“Eh nggak apa-apa Gas...! gue mau ngomong, apa lo mau jadi… jadi…. Pasangan prom gue?” Tanya Nur gugup.
“Aduh… gimana yaa… nanti gue kabarin lagi deh Nur.” ucap Bagas.
“Gue ke kelas dulu ya Gas. Bye” balas Nur lalu kembali ke kelas.
***
“Bang...!!! Gue udah ngajak Bagas ke prom.” Ujar Nur girang di kelas.
“Terus?” Tanya Bambang.
“Tapi dia belum jawab mau atau ngganya...!” balas Nur.
“Ya udah...! lo kan udah gini, pasti dia mau kok...!” ujar Bambang menyemangati Nur.
“Thanks ya Bang…!” Nur menoleh ke arah Bambang dan Bambang membalas menoleh dan mengedipkan mata.
***
Nur sedang mengintip dari balik lokernya, terlihat jelas Bagas yang sedang bersama gengnya. Seandainya gue bisa gabung sama mereka… tunggu tunggu!! Cewe' itu siapa?
Nur memasang kupingnya, mendekatkan ke mereka supaya terdengar jelas.
DEGG!!!
Cukup!!! Nur keluar dari balik loker yang sedari tadi menjadi tempat persembunyiannya.
“Maksud lo apa udah janjian ke prom sama Ayu? Maksud lo apa Gas?! Hahh!!” Nur emosi.
“Lo apa apaan sih?! Gue ga pernah bilang apa-apa ya sama lo!” balas Bagas.
“Maksud lo nanti akan mengabari gue apa? Itu biar kita makin deket kan? Terus lo mau hubungin gue kan? Mau jadi pasangan prom gue kan Gas?! Iya kann?! Tapi kenapa…” omongan Nur terpotong.
“HAH?! Gue? Mau jadi pasangan prom cewe' kaya lo? Nggak usah mimpi!! Udahlah sana.!” Cibir Bagas.
“Gue udah ngubah penampilan gue cuma buat lo Gas, buat lo!” bentak Nur.
“Gue ga pernah nyuruh lo kan? Gue ga pernah bayar lo kan? Lo nya aja yang kegeeran! Pede lo. Cewe' gue jauh lebih cantik mau lo ngubah kaya gimanapun!” kata-kata Bagas mengujam jantung Nur dan merobek hatinya yang paling dalam.
“Jahat lo Gas!” ujar Nur sambil menghapus air matanya dan pergi.
***
Nyesel gue dengerin mereka! Nyesel gue ngerubah penampilan gue buat Bagas yang jelas jelas nggak pernah nganggep gue!!! Teriak Nur.
GUE NYESEL!!!! Teriaknya makin kencang
“Kenapa lo?” Tanya Bambang.
“Eh Bambang.. Ngak apa-apa...!” Nur menghapus air matanya.
“Nggak usah bo'ong” pandangan Bambang menerobos relung hati Nur yang paling dalam.
Nur tiba tiba memeluk Bambang. “Gue nyesel Bang, nunggu Bagas sampe segininya. Gue nyesel ngerubah penampilan gue cuma buat cowok kaya dia.” Ucap Nur di pelukkan Bambang dan dia melepas pelukan Nur.
“Hei.. dengerin gue. Gue nyuruh lo buat ngerubah semuanya emang buat Bagas, tapi asal lo tau. Dengan adanya diri lo yang kaya gini, pasti ga cuma Bagas yang suka sama lo! Banyak Nur. Banyak!!”
“…...............” Nur terdiam menunduk.
“Gue salah satunya…! Elo dah tahu itu kan!” lanjut Bambang.
Nur kaget dan menatap Bambang. “El..el..elo?”
Bambang mengangguk. “Iya gue suka sama lo dan kemarin sampai sekarang nggak berubah Nur!” lanjut Bambang.
“Tapi Bang….” ucap Nur.
“Gue tau lo nggak akan suka sama gue.” balas Bambang.
"Lo salah! Gue juga suka sama lo. Gue suka sama lo udah lama! Tapi mungkin karena gue terlalu mikirin tentang persahabatan kita, jadi gue nutup nutupin semuanya." Batin Nur.
“Nur...!” ucap Bambang lagi.
“Ehh apa Bang?” balas Nur.
Hening…!!!
“Lo.. lo mau jadi pasangan prom gue?” Tanya Nur ragu.
Bambang reflex menoleh. “hah? Tapi Nur…”
“Oh gue tau.. lo udah punya pasangan prom ya? Maaf kalo gitu..” Nur menunduk.
“Bukan gitu. Gue gak mau jadi pasangan prom night lo!” ujar Bambang.
“Karena lo udah punya pasangan kan?” Nur masih kikuk.
“Lo masih belom ngerti juga. Gue belom punya pasangan prom! Tapi gue nggak mau juga jadi pasangan prom lo!” Bambang agak membentak.
Nur menoleh “Kalo lo gamau jadi pasangan gue, ya udah. Nggak usah ngebentak! Gue gak suka dibentak!” Nur bangun dan berlari menjauh dari Bambang.
“GUE GAK MAU CUMA JADI PASANGAN PROM NIGHT LO NUR! GUE MAU NYA LO BUKAN CUMA PASANGAN PROM GUE, TAPI LO JUGA JADI PASANGAN HIDUP GUE NUR! GUE CINTA SAMA LO.?!” teriak Bambang.
Nur mematung...!!!
***
Nur berbalik dan berlari menuju Bambang.
Berpelukan...! Semoga tak sekedar harapan…!!!
__ADS_1