
Sekelompok orang sedang berada di lapangan dekat dengan sekolah mereka dulu. Langit begitu cerah seakan-akan menggambarkan perasaan sekelompok cowo' ini. Mereka asyik tertawa bersama berbagi cerita-cerita menarik satu sama lain. Setelah sebelumnya mereka menjadi musuh yang selalu memperebutkan hal yang tidak penting, sekarang mereka resmi menjadi sahabat.
"Bro, gue minta maaf ya! buat kesalahan gue selama ini. Gue sadar gue salah, nggak seharusnya gue benci sama loe semua. Gue terlalu egois buat tahu masalah loe semua. Gue minta maaf guys." Ucap Rano.
"Tenang aja sob, kita udah maafin kok. Ya nggak guys." Ucap Hendry yang langsung di jawab ‘Ya’ oleh teman-temannya yang lain.
"Gue juga minta maaf ya! sama loe semua, karena sebelumnya gue selalu ngremehin kalian dan selalu menyebut kalian dengan pecundang. Sekarang gue sadar siapa yang pecundang di antara kita semua." Ucap Septa sahabatnya Rano dengan nada bersalah.
"Di antara kita nggak ada yang pecundang kok. Kita semua tetep jadi The Winner. Cuma, cara kita aja yang salah. Mulai sekarang, kita semua mesti berjanji. Nggak ada yang namanya musuh, nggak ada yang namanya pecundang dan nggak ada yang namanya The Winner. Kita semua tuh friendship. Always and Forever." Ucap Fakih yang langsung di angguki oleh teman-temannya yang lain.
"Ya. Always and Forever." Teriak mereka bersama sama kemudian mereka tertawa secara bersama sama penuh persahabatan.
***
Langit sore waktu itu cukup gelap tanda sebentar lagi akan turun hujan. Tetapi cuaca yang sangat dingin itu tidak membuat dua pasang cowo' dan cewe' ini beranjak dari pantai yang sangat indah pada sore itu. Karena air lautnya yang selalu bisa membuat semua orang yang melihatnya terpesona. dua pasang cowo' dan cewe' itu duduk di pinggir pantai seraya melihat pemandangan yang sangat indah mempesona.
"Gue sangat seneng deh Hen. Akhirnya loe bisa baikan sama Rano." Ucap cewe' cantik yang pada sore itu memakai celana jeans dan baju berlengan pendek bergambar Micky Mouse.
"Gue juga seneng!. Loe nggak kedinginan Ra?" Tanya cowo' tampan yang berada di sebelah cewe' cantik itu.
"Aduh Hendry, loe kan ketua OSIS. Masa nggak bisa ngebedain cuaca dingin sama panas sih." Balas Zahra.
"Yeee, gue kan cuma basa-basi. Malah di tanggepin kaya gitu sama loe." Sungut Hendry pura-pura ngambek.
"Hehehe... Bercanda Hen. Gitu aja marah. Nggak asyik banget ish." Jawab cewe' itu sekenanya.
"Ya lagian loe gitu. dingin nggak?" Tanya Hendry lagi.
"Iyah dingin banget. emang kenapa?" Tanya cewe' itu seperti berharap sesuatu.
"Nggak apa-apa sih cuma tanya aja." jawaban cowo' itu membuat cewe' cantik itu melotor kaget.
"Ihh, kirain mau minjemin jaket loe gitu. Nggak asyik banget deh." Gerutu cewe' itu.
"Ngarep. Lagian loe tadi bikin gue bad mood sih, jadi gue males minjemin jaket gue buat loe." Ucap Hendry dan membuat cewe' cantik itu manyun.
"Iya... iya bercanda, gue nggak akan tega ngebiarin loe kedinginan gitu sementara gue malah keangetan. Nih...!" Ucap Hendry seraya memakaikan jaketnya ke badan cewe' cantik itu.
"Makasih...!" Jawab Zahra.
"Sama-sama manis. Loe itu kalo dilihat-lihat mirip sama kucing deh. Gue panggil manis aja ya! panggilan khusus dari gue buat loe gitu." Ujar Hendry yang langsung di sambut toyoran oleh Zahra. Sedangkan Zahra langsung cemberut mendengar celotehan Hendry.
"Apaan sih...! Cantik-cantik gini di bilang mirip kucing. Elo tuh yang mirip Serigala. Sama-sama ganas, cepet marah dan suka makan. Hahaha...!!!" Balas Zahra seraya tertawa terpingkal.
"Masa gue di samain sama Serigala. Jelas-jelas ganteng gini. Serigala kan jelek Ra...? Tega banget loe sama gue." Ucap Hendry seraya memanyunkan bibirnya.
"Hehehe...! Bercanda, makanya loe jangan panggil gue manis dong. Gue nggak suka sama kucing, ngapain loe manggil gue manis." Cemberut Zahra.
"Iya... iya. Oooo ya Ra!?" Ucap Hendry.
"Kenapa?" Tanya Zahra seraya menatap Hendry dengan tatapan lembutnya.
__ADS_1
"Nggak apa-apa sih, gue cuma mau bilang, loe cantik banget hari ini." Ujar Hendry dan langsung membuat pipi Zahra merona merah.
"Makasih. tapi elo kok hari ini jelek banget. Hahahaha...!" Bales Zahra seraya melarikan diri dan berlari menjauhi Hendry sebelum di kejar dan di bales.
"Rese loe Ra...! Tadi kan gue muji loe. bukanya muji balik malah di ejek kaya gituh. Awas yah...!" Jawab Hendry kesal seraya mengejar Zahra.
"Coba aja kalo bisa ngejar gue!" Teriak Zahra.
Dan terjadilah kejar-kejaran dan mereka berdua menikmati cuaca sore yang sangat romantic. Dengan warna langit yang kegelapan dan suara burung yang terbang dengan indahnya di atas mereka dan pemandangan alam yang sangat indah di hadapan mereka.
Mereka seperti sepasang kekasih sore itu. Jika ada orang yang tidak kenal mereka dan melihat mereka seperti yang terjadi saat ini, pasti mereka akan langsung menyatakan bahwa mereka memang benar-benar sepasang kekasih. Tapi ternyata bukan, mereka hanya sebatas teman, bahkan sahabat.
Mungkinkah suatu saat nanti mereka benar-benar menjadi seorang sepasang kekasih?
***
Keesokan harinya. Hari ini para guru sedang sibuk untuk mempersiapkan bahan ujian untuk kelas tiga. Maka dari itu, kelas satu dan kelas dua di pulangkan lebih awal karena ada acara mendadak seperti itu.
Para siswa siswi Sekolah Menengah Pertama Kotabumi segera mungkin langsung keluar dari gerbang sekolah. Ada yang lebih menghabiskan waktunya di kantin yang tepat berada di depan sekolah tercinta mereka, ada yang memilih untuk pulang ke rumah dan melanjutkan tidurnya yang sempat tertunda, ada juga yang menghabiskan waktunya untuk berduaan di tempat yang romantis.
Berbeda dengan ke sepuluh siswa siswi ini. Mereka lebih memilih untuk berdiam diri di kantin sekolah dari pada keluar dari sekolah tercinta mereka. Mereka sedang menjalankan aksi persahabatan di kantin sekolah mereka sendiri. Dua pasangan kekasih lebih memilih untuk bergombal-gombalan dan memasang aksi paling romantis-romantisan dan saling memuji satu sama lain.
Berbeda dengan cowo' dan cewe' yang duduk paling pojok di meja favoritnya itu. Mereka berdua hanya memasang tampang kesal dan marah melihat sahabat-sahabatnya yang sedang dilanda cinta buta. Mereka berdua hanya menggerutu kesal karena sedari tadi sahabatnya tidak ada yang menyadari jika cuma dirinya yang belum mempunyai pasangan.
"Kacang Woy. Kacang kacang kacang." Teriak Hendry karena kesal.
"Berisik banget sih loe. loe mau minta kacang? Pesen aja noh di ibu kantin kalo ada." Ucap Bambang seenaknya dan kembali melanjutkan aksi gombal-gombalannya bersama Nur.
"Makanya Hen, tembak Zahra dong. Daripada loe ngiri terus sama kita. Betul gak guys?" Respon Bagas seraya meminta pendapat sahabat-sahabatnya.
"Setuju banget...! Tembak aja sekarang. Kita semua jadi saksi deh." Ucap Ari yang langsung mendapat toyoran dari Hendry.
"Sembarangan aja loe ngomong. Pikir dulu kalau mau ngomong...!" Ucap Hendry.
"Sakit Yo." Ari mengeluh. “Alaaaa...! loe berdua sok-sokan banget jadi orang. Sama-sama suka aja ribet banget. Kalau salah satu kalian ada yang udah jadian sama yang lain aja baru nyadar nanti." Terang Bagas.
"Udah ah, loe semua makin gila aja ngomongnya. Gue ke Ruang OSIS dulu yah. Mau ngambil berkas dulu." Ucap Hendry langsung ngacir menuju ke ruang OSIS.
"Ckckck, udah Ra. Sebenernya Hendry itu cinta banget sama loe kok. Jadi loe tenang ajah. suatu saat nanti loe juga bakalan di tembak sama Hendry." Ucap Nazaruddin.
"Apaan sih Zar. Ngarang banget ngomongnya." Balas Zahra.
"Ra, gue punya ide nih. Biar Hendry cepet-cepet nyatain perasaannya sama loe." Ucap Ari tiba-tiba.
"Apaan Ri emangnya?" Tanya Nelly penasaran.
"Jangan yang aneh-aneh Ri. Ntar menimbulkan dampak yang tidak baik tau." Tambah Intan.
"Ya nggak lah. tenang ajah, rencana gue pasti berhasil." Ucap Ari pasti.
"Semoga aja deh...!" Respon Intan diikuti oleh yang anggukan dari yang lainnya.
__ADS_1
Di dalam hati Zahra. Dia juga sesungguhnya ingin sekali Hendry mengutarakan isi hatinya kepadanya. Tetapi semakin hubungan mereka semakin dekat, Hendry malah tidak pernah mengutarakan kata-kata romantis untuknya, apa lagi mengucapkan jika dirinya mencintai Zahra. Semoga saja, ide Ari itu berhasil dan Hendry akan cepat mengutarakan isi hatinya kepada dirinnya.
Beberapa jam kemudian. Ke sepuluh siswa siswi ini berencana untuk menghabiskan waktu mereka di Ratu Supermarket. Mereka sudah merencanakan jika mereka akan pergi ke Ratu Supermarket. Setelah mereka berkumpul di tempat parkiran motor, mereka segera bergegas ke motor masing-masing, tentu saja para cewe' membonceng di belakangnya.
"Hen, Zahra sama loe yah. Nggak mungkin juga gue yang sama dia, yang ada ntar malah loe mukulin gue lagi." Canda Bagas yang membuat Ayu menoyor kepala Bagas.
"Sembarangan aja kalau ngomong. Gue mau di kemanain?" Ucap Ayu pura-pura marah.
"Sorry beib, tadi kan aku cuma bercanda. Udah naik." Suruh Bagas yang membuat Ayu membonceng di belakangnya dan masih memasang ekspresi kesal.
Sedangkan enam pasangan di belakangnya hanya berdiam diri dan sibuk dengan urusannya sendiri. Dan mereka sudah stand bye di motornya., tinggal menunggu empat orang di hadapannya menyelesaikan debatnya. Sedangkan empat orang di hadapannya hanya memperlihatkan gigi putihnya menyadari jika mereka sedang diperhatikan oleh sahabatnya dengan muka garang.
"Mau sampai kapan loe semua berantem? kalo gini caranya kita gak berangkat-berangkat nih." Ucap Nazaruddin yang sebal dengan perlakuan sahabatnya.
"Tau nih. Lama banget sih...; Buruan napa...?" Tambah Intan.
"Iyah kak. Udah siang nih. Buruan. Zahra sama Hendry deh. Gak ada lagi soalnya." Ucap Nelly yang membuat Ari menganggukan kepalannya tanda ia setuju dengan kekasihnya.
"Iya iya, sorry guys. Ya udah Ra. Naik sekarang." Suruh Hendry dan Zahra langsung membonceng di belakangnya.
***
Setelah sampai di Ratu Supermarket, mereka langsung memarkirkan motornya dan langsung masuk ke dalam mall. Tujuan pertama mereka adalah ke time zone. Mereka langsung bergegas ke tempat time zone dan langsung membeli tiket supaya mereka bisa bermain sepuasnya di tempat itu. Hendry, Bagas, Ari dan Nazaruddin langsung menuju ke permainan basket. mereka langsung bermain di sana sepuasnya.
Sedangkan para cewe' langsung menuju ke tempat dance yang ada di tempat time zone. Mereka langsung menunjukkan bakat dance di tempat itu. Setelah merasa puas mereka semua langsung bergegas ke tempat karaoke. Mereka langsung bernyanyi gila-gilaan di tempat karaoke. Permainan mereka di selingi canda dan tawa membuat hari ini terasa menyenangkan untuk mereka. Setelah merasa lelah, mereka langsung beristirahat di bangku panjang yang letaknya di depan tempat karaoke.
"Huft, capek banget gue. Tapi gue seneng banget hari ini." Ucap Ari.
"Setuju banget. Terus habis ini kita kemana nih." Tanya Bagas yang membuat yang lain berfikir.
"Habis ini kita belanja aja gimana. Shopping...!" Usul Nelly yang membuat para gadis yang lain mengangguk setuju sedangkan para cowo' itu hanya memasang tampang bengong mendengar ucapan para cewe' itu.
"Kenapa sih. Mukanya pada aneh gitu. ada yang salah emang?" Tanya Zahra.
"Salah lah. Shopping kan emang hoby kalian. Sedangkan kita? masa di suruh shopping juga sih...?!" Jawab Hendry yang langsung di sambut anggukan dari yang lain.
"Siapa yang suruh kalian ikut Shopping. Kita nggak nyuruh." Ucap Nelly dan langsung membuat para cowo' itu bernafas lega.
"Kalian itu nggak ikut shoppingnya, tapi kalian bantuin kita bawain barang-barangnya nanti." Ucap Nur yang membuat kelima cowo' itu kaget.
"What...!!!"
"Nggak... Nggak... Nggak, gue nggak mau, enak ajah, emangnya kita apaab di suruh bawain barang-barang loe semua." Ucap Ari mewakili yang lain.
"Ought. Jadi kalian nggak mau. Ok. Tapi jangan harap kita mau baikan sama kalian." Ancam Ayu.
"Jangan dong, iya deh gue mau bawain barang-barang elo." Ucap Bagas yang langsung membuat Ayu tersenyum lebar.
"Gitu dong. Kalian gimana? Masih mau nggak mau bawain barang-barang kita?" Tanya Intan lagi.
"Iya deh." Jawab mereka pasrah.
__ADS_1
"Ya udah, Ayo kita Shopping." Ucap para cewe' dan langsung menggandeng tangan para cowo' itu supaya mau mengikuti dirinya menuju ke tempat shopping.