
Seorang cowo' tampak sedang membereskan map yang berserakan di atas meja ruanganya. Sepertinya sedari tadi cowo' ini sibuk mengurusi urusan yang menjadi tanggung jawabnya sebagai Ketua OSIS. Rencana yang telah rancang dan direncanakan oleh dirinya dan pengurus lainnya semakin dekat mulai di depan mata. Sebentar lagi Ulang Tahun Sekolah Menengah Pertama Kotabumi akan tiba dan anggota OSIS Cuma membutuhkan waktu beberapa bulan untuk membuat konsepnya dan mempersiapkan segala sesuatu yang akan dibutuhkan.
"Bro, loe baik-baik aja kan?" Tanya seorang cowo' yang sedari tadi sedang membereskan kursi yang habis dibuat untuk melaksanakan rapat.
"Baik-baik aja kok, emangnya kenapa?" Tanya sang Ketua OSIS kepada sahabatnya.
"Ya nggak, gue lihat loe kaya kelelahan gitu...! kalo capek istirahat aja Hen." Ucap Fakih.
"Ya Fakih Alfarizi, thanks banget loe udah perhatian sama gue... tapi gue lagi banyak kerjaan sekarang, kalo gue tinggal, nih kerjaan nggak bakalan selesai." Ucap Hendry tersenyum.
"Ya udah terserah loe. gue ikut bantuin biar cepet selesai." Ucap Fakih lagi.
"Sippt, thanks bro." Balas Hendry.
"Apa cerita kisah elo ma Ocha, Kih? Gue perhatiin cuma elo ma Ocha aja yang santai banget ngejalanin kisah cinta dua hati yang berbeda?!" Tanya Hendry ingin tahu.
"Ya seperti yang elo lihat Hen, gue ma Ocha menjalani semuanya seperti apa adanya, ndak ada kata pisah, hati tetap nggak berubah sampai saat waktunya tiba!" Jelas Fakih.
"Enak banget dengernya Kih!" Balas Hendry.
"Ya mau gimana Hen, perjalanan gue ma Ocha masih jauh, semua keluarga udah pada setuju, tinggal kita berdua jalanin aja seperti air mengalir!" Lanjut Fakih menjelaskan. "Saling menjaga kepercayaan dan hati aja Hen! Itu yang kita lakuin kok! Ibaratnya seperti Berdaun Rindu Berbunga Sunyi...!" Lanjut Fakih.
Membuat Hendry terdiam dan lanjut tersenyum "Kisah cinta yang Indah!" Batin Hendry dalam hati.
Mereka sedang sibuk membereskan map dan menyusun map nya sesuai perintah sang Pembina OSIS, Pak Budi Waluyo. Di sela-sela kegiatan mereka, mereka sempatkan untuk mengobrol masalah pribadi mereka yang akhir-akhir ini selalu mengusik kehidupan mereka masing-masing.
"Gue denger, kemarin si Zahra ke rumah loe ya, Hen. Udah ketemu belum sama dia?" Tanya Fakih tiba-tiba yang membuat sahabatnya menghentikan kegiatanya dan menatapnya.
"Gue ketemu sama dia." Jawab Hendry seraya melanjutkan kegiatanya.
"Terus gimana? Dia ngerasa khawatir nggak sama loe? Akhir-akhir ini gue lihat si Zahra happy mulu Hen, loe berdua udah jadian yah?" Tanya Fakih melanjutkan.
"Jadian? Mana mungkin dia jadian sama gue. Si Fadly mau dikemanain? Lagian tuh anak happy kaya gituh karena baru di kasih kejutan kali sama Fadly...!" Jawab Hendry.
__ADS_1
"Apa mungkin seperti itu Hen? Siapa tahu aja Zahra cuma ………..!" Ucap Fakih terhenti.
"Ya Kih… Cuma sayang sama Fadly? Emang." Lanjut Hendry.
"Ish, emang elo dah yakin kalau Zahra sudah jadian dengan Fadly? Kalau menurut apa yang gue tahu ya Hen, loe salah paham dengan Zahra. Zahra itu nggak sayang sama Fadly. Dia Cuma suka sama loe." Jelas Fakih.
"Mana mungkin Kih. Jelas-jelas gue tahu kalo dia udah jadian sama Fadly. Dia sendiri yang ngaku. Jadi bohong banget kalo loe ngomong kaya gitu." Balas Hendry.
"Ya kalau masalah pengakuan Zahra seperti apa gue nggak paham Hen, yang gue lihat kenyataan di depan mata dan yang gue tahu aja!" Jelas Fakih. "Huft, terus masalah prom night nanti gimana? Loe udah dapet pasangannya belum...?" Lanjut Fakih mengalihkan pembicaraan.
"Belum, gue masih nggak mau ngurusin itu. Lagian gue kan Ketua OSIS nya. Jadi gue kira nggak apa-apa lah kalo gue datengnya sendirian? Aturan ituh cuma berlaku buat siswa siswi Sekolah Menengah Pertama Kotabumi pengecualian buat gue kan? Jadia fine-fine aja kalo gue nggak bawa pasangan nanti." Terang Hendry.
"Heee, loe nggak denger keputusan Pembina kemarin. Semua siswa maupun siswi wajib dateng sama pasangannya. Soalnya bakalan ada acara yang khusus buat pasangan muda-mudi. Juga bakalan ada pemilihan prince and princess buat tahun ini. Jadi buat loe, gue atau pun anggota OSIS lainnya wajib dateng sama pasangannya. Ngerti...!" Terang Fakih.
"Ya... Ya... Ya...! Tapi loe juga mesti inget Kih. Gue itu yang bikin acaranya, gue yang ngatur acaranya. Jadi nggak mungkin dong gue sama pasangan gue terus?" Jawab Hendry terlihat ngotot.
"Heh, loe, gue dan semua siswa siswi Sekolah Menengah Pertama Kotabumi sebagai panitia itu kerja cuma sebelum ulang tahun sekolah terlaksanakan. Pada saat acara ulang tahun sekolah itu semuanya menjadi siswa dan siswi
Sekolah Menengah Pertama Kotabumi. Nggak ada kedudukan disana. Ya mungkin buat organisasi kaya OSIS sama Pramuka bakalan punya acara khusus nanti. Tapi tugas kita bener-bener free pada saat acara prom night nanti." Jelas Fakih panjang kali lebar.
"Siapa yang bilang? Makanya, kalo lagi rapat itu di dengerin. Pikiran loe jangan ke zahra mulu. Jadi nggak ngerti kan acaranya apa aja." Ledek Fakih.
"Kenapa jadi bawa-bawa Zahra lagi. Denger ya Tuan Fakih Alfarizi yang terhormat. Gue itu selalu focus sama rapat OSIS kita setiap dilaksanain. Jangan asal deh kalo ngomong." Balas Hendry nggak terima.
"Denger juga ya Tuan Hendry yang terhormat. Kalo loe emang dengerin dan ngikutin rapatnya dengan sungguh-sungguh, loe pasti ngerti semua isi rapatnya." Balas Fakih.
"Gue ngerti kok." Jawab Hendry.
"Ooooyah? Sekarang gue tanya, siapa yang nanya sama gue tentang acara pemilihan prince and princess di Acara Ulang Tahun Sekolah nanti. Dan siapa juga yang tanya sama gue tentang tema yang akan ditampilkan? Terus siapa yang nanya sama gue tentang keputusan terkahir di rapat-rapat yang udah dilaksanain. Hah...!" Tantang Fakih.
"Ya itu karena gue lagi nggak focus aja. Bukan karena Zahra. Loe apaan deh Kih. Kenapa sekarang malah gue yang dipojokkin sama loe...?" Balas Hendry.
"Ya lagian loe. sama sahabat sendiri aja nggak mau ngaku." Balas Fakih.
__ADS_1
"Ngaku apaan?" Tanya Hendry.
"Nggak usah pura-pura bego deh Hen. Masalah loe sama Zahra lah." Balas Fakih.
"Emang apa yang harus gue akuin?" Tanya Hendry sok nggak ngerti.
"Ya perasaan loe lah, perasaan loe yang sebenarnya ke Zahra itu kaya gimana?" Jawab Fakih singkat.
"Akh udah Kih. Gue lagi males bahas tuh anak. Thanks loe udah mau bantuin gue." Balas Hendry.
"Mengalihkan pembicaraan emang bisa yah loe. ya udah, mau ke kantin bareng nggak?" Ajak Fakih.
"Nggak usah deh, gue mau ke lapangan indoor. Loe duluan aja. kalo gue udah selesai gue pasti nyusul kok. Oke bro, bye." Ucap Hendry seraya berlari keluar ruangan.
"Dasar...! Gengsinya masih tinggi ajah. Gue berharap loe cepet-cepet nyatain perasaan loe ke Zahra, Hen. Sebelum Zahra bener-bener suka sama Fadly." Gumam Fakih seraya berjalan menuju ke kentin.
***
Kamu langit...
Aku bintang...
Dia bulan...
Jadi wajar kamu sering melihat ke arahnya ketimbang ke arahku...!
Karna aku hanyalah salah satu dari berjuta bintang di sekitarmu...!
Sedangkan dia hanya ada satu di langit dan mempunyai cahaya yg paling terang di malam hari...!
Dan aku hanyalah kebalikannya, kecil, redup dan tidak terlihat.
Ada orang yang mengakhiri hubungannya karena satu kesalahan.
__ADS_1
Dan ada orang yang mempertahankan hubungannya karena satu kebaikan.