
Sudah dua minggu penuh liburan sebagai bonus bagi Sekolah Menengah Pertama (SMP) 01 Kotabumi, Kepala Sekolah dan Para Dewan Guru terutama makhluk-makhluk manis sekolah bergelar siswa dan siswi yang sangat haus sebuah kata liburan atas proses pembelajaran semester yang telah berlalu.
Hari ini buru-buru bersiap semua siswa dan siswi masuk ke sekolah dengan sandangan tas baru, penampilan lebih rapi dan terkhusus sepatu hitam tanpa campur warna lain. Lengkap dengan dasi dan rok yang belum ganti jadi abu-abu.
"Ha...!!!, rasanya pada engga sabar aja untuk menyelesaikan semester-semester selanjutnya!". Ucapku bersemangat, akan tetapi setelah dipikir-pikir kemudian, sangat menyakitkan pastinya jika wajib berpisah sekolah dengan sahabat-sahabat paling tersayang dan terkasih yang sudah cukup lama menghabiskan waktu bersama, dalam segala hal yang penuh rasa gembira, sedih, penuh tantangan dengan kegiatan yang menumpuk yang satu per satu harus di jalani bukan untuk terpikirkan.
Namun kami semua selalu berdoa untuk satu sekolah agar supaya nantinya dengan tujuan yang di cita-citakan bisa menuju sebuah pilihan dan impian yang sengaja di harapkan oleh diri pribadi masing-masing.
Dengan pagi yang ceria berjalan melenggang menuju ke arah keberadaan Majalah Dinding (Mading) sekolah, walau bibir ini hanya berdiam diri yang tidak menampilkan senyuman tetapi hati dari tadi telah berseri-seri ceria selalu tersenyum bahkan dengan senyuman yang termanis.
Amazing banget...!!!
"Ah, pengen banget teriak sambil melompat-lompat, tapi jangan deh lagi sangat rame anak-anak soalnya!".
"Nelly sini, Haaii…! Kangen berat banget gue ma elo, tau gak sih?!." Ucap Rosa kepada salah satu sahabatnya yang sangat dekat.
"Iya gue juga sama Cha!, lagian elo ngapain sih pake acara pulang kampung selama dua minggu penuh, pada hal kita-kita pada mau main ke rumah elo, ya nggak jadi deh!" kata Nelly kegirangan sambil duduk di kursi sampingnya Rosa.
"Iya mau gimana lagi yah, kalo gue nggak ikut orang tua pulang kampung, artinya gue sendiri dong di rumah, ngeri banget kalo di bayangin, apalagi malam Nel, iiiiihh...! ogah banget kalau di bayangin mah!." ujar Rosa sambil membayangkan jika hal tersebut terjadi.
"Kan bisa Cha, elo nginep di rumah gue.!" Balas Nelly lagi.
Dengan sedikit rasa sebel Rosa berkicau menjawab!. "Yaaaa...!!!, elo mah enak aja bilang kayak gituan, yang segan mah gue nya kali Nel. Masa selama dua minggu, empat belas hari sampai empat belas malam numpang hidup sama keluarga elo. Orang tua elo emang bener, pasti emang nggak masalahinnya...! tapi elo pasti tau sendirilah kalau Rosa Pratiwi ini terlalu peka terhadap perasaannya jadi ya gimana ya!" ujar Rosa membela diri, membanggakan diri dengan sedikit pesona yang di lebih-lebihkan.
"Elo itu ya Cha gue bilangin! sock malu, sock segan, sock santun, masih banyak lagi deh teramat banyak untuk di sebutkan pokoknya!" ucap Nelly bercanda.
"Hiiiihh...!!!, Nelly...!!!" teriak Rosa sembari tertawa lepas.
"Iya hadir dong Cha...!, udahan dulu ya, yuk ke lapangan dah pada kumpul tuh semua murid-murid di sana, ntar kita lanjutin lagi ngobrolnya ya!." bujuk Nelly sebelum emosi Rosa memuncak menggunung dan menuruni lembah, sehubungan juga sebentar lagi sudah jam tujuh tepat Waktu Indonesia Barat.
Semua siswa dan siswi Sekolah Menengah Pertama (SMP) 01 Kotabumi, berbaris dengan teratur dan sangat rapihnya, posisi siap dan tegap dalam menunjukkan sikap paling sempurna untuk mengikuti dengan ikhmat Acara Pengibaran Sang Saka Merah Putih "Upacara Bendera" kata-kata kerennya yang masih ngetren, di lakukan oleh para pengurus-pengurus Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) di pagi hari ini.
Seusai pelaksanaan Upacara Bendera dengan sedikit sangat sedikit susah diatur bagi siswa-siswi senior yang terlalu terbawa egoistisme untuk di atur karena merasa diri senior pake habis di bandingkan siswa dan siswi baru yang masih terbawa sikap menurut bin polos yang telah seminggu lebih sedikit menyelesaikan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah atau singkatnya MPLS.
Seperti yang sudah-sudah terbiasa dan di biasakan pada sekolah tercinta ini, diawal masuk pasti bersama wali kelas dan tidak luput dari pengenalan diri.
Berhubung kami telah dua tahun bersama tentu tidak ada yang tidak kenal lagi, ada yang satu organisasi, ada yang satu ekstrakulikuler, ada yang satu kegiatan, ada yang satu jenis cewe' ma cewe' atau cowo' ma cowo', ada yang beda jenis cewe' ma cowo', yang pasti banyak yang beda rumah dan tempat tinggal tetap, sesuai dengan kartu keluarganya masing-masing dan dikenalkan dari teman satu kelas dulu dan lainnya.
"Baiklah untuk semuanya...!!! Kita sudah sepakat dan menyepakati perangkat kelas tanpa debat, sebagai ketua kelas yang baru tapi orang lama Fakih Alfarizi, Wakilnya Rosa Pratiwi bagaimana serasikan?!" Tanya Wali Kelas A, Pak Sigit Suparman kepada anak-anak lainnya.
"Ahaaaaaaa...!!! Pake banget pak!" Jawab anak-anak sekelas dengan serempak dan berteriak kenceng-kencengan suara. Hanya rona wajah Fakih dan Rosa saja yang tiada bentuknya, warnanya sudah mirip bunglon bisa berubah-ubah sesuai dengan keadaan dan kondisi di mana dia berada.
"Berhubung lima menit lagi istirahat, kita cukupkan sampai disini. Pesan Bapak tolong patuhi semua kesepakatan dengan guru mata pelajaran kalian, kesepakatan dengan ketua kelas dan wakilnya, dan satu lagi patuhi juga kesepakatan pada pacar masing-masing ya! Buat yang sudah punya pacar ini lo!. Kalau yang masih jomblo ya maaf Sendal atau sepatu saja sepasang dan berpasang-pasangan masak iya kalain sendirian?". Bapak pamit dulu dan silahkan setelah ini istirahat dan makan di kantin pakai uang sendiri-sendiri ya! Terima Kasih!." penyampaian arahan berwibawa dan kocak habis dari wali kelas Pak Sigit Suparman, yang biasa di panggil Pak Permen mengajar pelajaran Pendidikan Sejarah Perjuangan Bangsa (PSPB) kalau dulu, tapi saat sekarang sepertinya pelajaran tersebut sudah punah di telan masa.
"Baik pak, siap pak, oke pak!." berbagai jawaban dari anak-anak di kelas dengan arah tujuan yang sama.
__ADS_1
"Bawa bekal kan Cha?" tanya Nelly kemudian.
"Yooii bawalah, mau makan di kelas aja atau gazebo belakang sekolah Nel?" Tanya Rosa.
"Kelas aja deh...!" Jawab Nelly kemudian mereka pun makan sambil berbincang-bincang.
"Hei Cha, Nel nggak ke kantin?" Sapa Fakih dengan senyuman.
"Ngak lah Kih, kita-kita pada bawa bekal dari rumah kok, he elo kalau mau gabung aja Kih masih cukup kok!" Tawar Rosa kemudian.
"Makasih deh Cha, next ya! Gue juga masih ada yang gue urus masalah pramuka nih!" Jelas Fakih kemudian.
"Eh... Emang dah mau mengadakan perkemahan apa Kih!" Tanya Nelly.
"Ya, harusnya baru-baru ini di adakan saja, karena pramuka tanpa perkemahan nggak mungkin buat murid-murid lainnya tertarik untuk mengikutinya kan!" Jelas Fakih.
"Oh ya, ingetin gue ma Nelly ya kalau udah positif mengadakan Perkemahan ya, Kih!" Pinta Rosa.
"Hmmm... Yakin Cha mau ikutan!?" Tanya Fakih.
"Iya serius gue lah!" Rosa menjawab sambil tersenyum.
"Iya, kapan lagi juga kalian berdua bisa bareng-bareng kan!" Canda Nelly dengan kedua sahabat karibnya itu yang Nelly sangat mengerti ada sesuatu rasa yang tidak bisa di katakan dan di ungkapkan dalam hati akan hubungan mereka berdua, biarkanlah mereka berdua saja yang menyadari akan keterlibatan hati masing-masing dalam menggapai asa dan citanya.
"Jangan memulai lagi ya Nell! Kasihan tuh Fakih nggak jadi berangkat-berangkat dia!" Ucap Rosa tersenyum manis.
"Cie...cie yang perhatian dan cinta banget! Siap Cha! Oh Iya...Iyalah, inget Cha kita bukan musuh bukan saingan ya, gue nggak akan merebut Fakih dari tangan elo, yang paling terpenting persahabatan. Jadi harus saling menguatkan terutama kerjasama yang legal.” ujar Nelly.
"Contohin dong yang ilegal tuh kayak mana?." canda Rosa.
"Yaelah, kerja sama waktu ujian, kerja sama membully orang, dan ada lagi yang penting Cha, kerja sama merebut Fakih dari elo Cha!" ujar Nelly sock serius ujung-ujungnya zonk.
“Enak aja, jangan sembarangan kalau ngomong, ntar ada yang denger jadi gosib?" Ucap Rosa mulai merona.
"Tuh kan Cha, elo itu kalau gue dah sangkut pautin elo ma Fakih, wajah elo itu ampuh deh! Ngetarain banget kalau elo suka ma dia kan! Udah move on ya dengan Ivan!?" ujar Nelly sambil tertawa dan Rosa beneran mikir dia berhubungan dengan Ivan kebanyakan hanya keingintahuan seperti apa jika mempunyai seuatu hubungan yang lebih dari sahabat, tetapi buat Rosa hubungannya dengan Ivan itu salah besar.
Namun jika Nelly menyangkut pautkan dengan Fakih "Tidak ini hubungan yang sebenarnya, gue tahu kalau Fakih suka ma gue walau pun dia tidak pernah berterus terang langsung, gue kira Fakih sebenarnya sudah faham dengan hati gue, karena setelah tahu kalau Fakih suka gue, sikap gue biasa aja ke dia kok! Tapi apa Fakih peka akan sikap gue ma dia ya? Kalau cinta harus di ucapkan secara langsung artinya kami berdua tidak ada hubungan apa-apa karena banyak yang di lakukan secara bukti dan perbuatan pernyataan cinta kami tersebut!" Batin Rosa dalam diamnya.
"Hey... Malah ngelamun!" Kata-kata Nelly membuyarkan lamunan Rosa.
"Udah-udah ah! kita berdua berjanji dulu, akan terus saling menguatkan, membantu dan bekerjasama sesuai kemampuan!" kata Rosa serius.
"Iya, janji... janji... janji...!" ucap kami mode serius saling menautkan kelingking dan serentak mengucapkan "SAH' lalu tertawa bersama.
***
__ADS_1
Sekian lama ini telah berlangsung kegiatan seperti biasa, selalu bersama antara Rosa dan Nelly, kemana-mana bareng seakan-akan tidak pernah ada salah satu dari mereka berdua yang terlihat sendirian.
Tiba-tiba Intan sebagai seorang sahabat dan teman satu kelas mereka menegur keduanya. "Cha, Nel, Kalian berdua kenapa sih selalu aja berdua?" interogasi Intan.
"Emang kenapa lo, Tan? Apa ada yang merasa terganggu? Yang lain membuat menjadi masalah juga kah?." tanya Rosa masih bersabar.
"Apa pernah kalian dengar kami gibahin kalian, trus apa dong masalah buat kalian?" Tanya Nelly.
"Ya nggak sih Cha, Nel! Cuma gue juga sahabat kalian sudah lama dan soal mau Ocha dekat siapa aja, atau Nelly mau berteman dengan siapa aja gue nggak pernah urusin itu. Tapi gue nggak suka aja kalau kalian jadi bahan omongan orang, kesel tahu! Makanya ini gue katakan dengan kalian berdua!" Jelas Intan.
"Udah Tan! biarkan saja, enggak semua orang yang bisa kita percayai untuk menyimpan rahasia setiap kegiatan kita, jadi perlu seseorang yang benar-benar paham akan kita kan!" Jelas Nelly. "Gue juga nggak tau apa kalian ini ember pecah atau apa bukan? apa kalian peduli dengan cerita gue yang mungkin nggak se frekuensi dengan kalian?" Lanjut Nelly kembali masih dalam intonasi kata yang di tekan.
"Sebentar ada lagi, privasi gue hanya orang tertentu yang boleh tau. Jadi tolong mengerti aja, kita satu kelas, kita semua teman, jadi mending kita saling memberi kesan yang baik aja yah!" jelas Rosa yang memang gak pengen bikin masalah dan biar tidak ada yang merasa di diskriminasi.
***
Keesokan pagi Fakih bertanya langsung dengan Rosa soal permasalahan antara Dia, Nelly dan Intan kemarin,
"Gue dapat cerita dari kawan-kawan yang lain katanya kalian kemarin sempat rada setegangan urat syaraf ya, Cha?" Tanya Fakih.
"Nggak segitunya juga lah Kih!" Jelas Rosa.
"Haaa... Biasanya elo santai orang Cha, kenapa bisa emosi gitu coba! Ma Nelly dan Intan lagi!" Jelas Fakih.
"Heeee... Gue nggak mau coment semenarnya Kih, Intan ma Nelly kok!" Ucap Rosa merasa tidak enak.
"Boleh gue tahu dari elo sendiri Cha, apa permasalahan kemarin!?" Tanya Fakih.
Setelah mendengar penjelasan dari Rosa secara panjang lebar, Fakih tersenyum.
"Kok malah senyum gitu Kih? Curiga gue jadinya!" Tanya Rosa.
"Ya nggak apa-apa sih Cha, gue mau tanya nih! Apa bedanya elo cerita dengan Nelly, cerita dengan Intan dan sekarang elo malah jujur cerita ma gue kan!" Jelas Fakih.
"Ya kalau ceritanya sama-sama cerita, tapi judul dan isi ceritanya yang mungkin berbeda!" Jawab Rosa.
"Setuju gue sangat ma elo Cha, sebenarnya setiap individu harus bersosialisasi antara satu sama lainnya, ngumpul bareng kayak dulu lagi... Ngobrol bareng dan kadang makan pun bareng. Apa lagi elo, Intan, Nelly dan Nur termasuk gue nih! Kita berlima lo dari kelas satu sampai sekarang yang selalu bersama dan dengan kelas yang sama kan! Intan dan Nur mungkin ingin merasakan masa itu kembali lagi lo Cha, akrab dengan elo ma Nelly lagi!" Jelas Ilham.
"Iya juga sih Kih!" Jawab Rosa singkat sambil memikirkan perkataan Fakih barusan.
"Cha, masalah pribadi tentukan sendiri ke siapa yang akan elo ceritakan, kalau dengan yang lain ya cukup becanda dan tertawa bareng aja mereka dah seneng banget, apa lagi kalau ada elo, Cha!" Sindir Fakih fokus ke Rosa.
"Bener juga kata elo Kih! Tumben elo pinter banget soal hati... Tapi tetap aja nggak peka dengan perasaan elo sendiri!" Balas Rosa balik menyindir.
Fakih terdiam, Rosa tersenyum...!!!
__ADS_1