Bidadari Untuk Preman

Bidadari Untuk Preman
Aliyah Ragu


__ADS_3

Jam dinding di kamar Aliyah sudah menunjukkan pukul 21.30 wib. Namun Aliyah masih saja mondar mandir di balkon teras kamarnya. Entah apa yang di pikirkan oleh Aliyah. Dia merasa gelisah dari tadi.


"ya Allah..kenapa hamba kepikiran terus sama omongan preman tadi? apa hamba sebaiknya menuruti keinginan dia ya Allah hamba bingung" gumam Aliyah dalam hatinya.


Aliyah sebenarnya tipe orang yang tidak enakan, dia selalu berusaha berbuat baik kepada orang apalagi jika orang itu berbuat baik dan menolong dia duluan. Aliyah pasti akan berusaha untuk membalas kebaikannya. Namun Aliyah ragu, apakah dia bisa mempercayai preman pasar seperti Jack? ya memang si, yang baru Aliyah lihat sisi baiknya Jack, tapi jika itu semua hanya tipuan bagaimana? karena yang namanya kejahatan banyak modusnya. Perasaan ini membuat Aliyah bimbang antara iya dan tidak.


dring dring...ponsel Aliyah bergetar, ternyata itu panggilan dari Windy.


"Assalamualaikum wind" jawab Aliyah.


"waalaikumsalam Lia...besok kamu sibuk gak Li? temenin aku ke suatu tempat yok. plisss" ucap Windy sahabatnya itu.


"oh aku besok free kok Win, besok kamu datang aja ya ke rumah aku" jawab Aliyah


"uhhh thank you so much bestie..lope you assalamualaikum" tutup Windy


"Waalaikumsalam" balas Aliyah.


"Alhamdulillah aku besok ada kesibukan, berarti aku gak usah ketemu sama si Jack itu besok. udah ya Lia...lupain dan tenang" ucap Aliyah sambil menghela napas panjang lalu menghembuskan nya...


Matahari sudah menampakkan silaunya. Aliyah sudah rapi dengan gamis abu abu coklat dan pasmina membalut kepalanya. Hari ini dia janji menemani windy ke suatu tempat.


"Pagi anak cantik. ayok sarapan" seru umi Aliyah.


"umi..ayah..hari ini Aliyah pergi sama windy yaa..bolehkan mi ya..? tanya Aliyah.


"boleh..asal jangan ketemu cowok ya" goda ayah Aliyah dengan senyuman.


"astagfirullah ayah..Aliyah mana ada cowok yah.. tapi kalau windy si punya. tapi ga mungkin donk Aliyah jadi obat nyamuk windy sama pacarnya. mending Aliyah gak usah pergi. hehe" jawab Aliyah.


"iya ayah tahu kok anak ayah mana mungkin pacaran, ayah bercanda sayang" balas ayah Aliyah sambil tertawa.

__ADS_1


"Ayah..kalau Aliyah gak boleh pacaran nantik gimana mau dapat suami ih..ayah ini" sahut umi sambil tertawa pula..


"gak lucu deh..masak pagi pagi udah di ketawain anaknya" jawab Aliyah dengan wajah cemberut.


"jangan ngambek donk cantik, nantik cantiknya berkurang loh" goda umi sambil mencubit halus pipi Aliyah.


...


Windy datang dengan mobil merahnya. Aliyah yang sudah stay di teras rumah langsung membuka pintu mobil dan duduk di sebelah Windy.


"assalamualaikum ukhti cantikk..mau kemana rapi banget" goda Windy kepada Aliyah.


"waalaikumsakam.. kamu sebenarnya mau di temanin apa enggak nih?" jawab Aliyah yang balik menggoda.


"iya iya iya..sensi amat si hahah" balas Windy.


"bye the way Kita mau kemana win?" tanya Aliyah.


"terus..kenapa kamu ajak aku?" tanya Lia..(windy manggil Aliyah dengan sebutan Lia/Li)


"gini loh Li,, aku pernah dulu ngajak temanku ketemu dia, terus dia bilang kalau mau ngajak teman jangan yang se frekuensi, bikin aku makin ilfeel. Dia bilang gitu sama aku. Nah..kamu kan beda banget ni sama aku, kamu itu calm, tenang, berwibawa,pinter, pokok nya dewasa lah..jadi aku mau coba bawa kamu" jelas windy.


"okey..aku jadi penasaran sama calon adik ipar kamu itu" balas Aliyah.


"Sekarang gantian cerita, aku kemarin kena musibah" kata Aliyah memulai sesi curhatnya.


"oh ya..apa tu..ayo buruan cerita" balas windy yang ga sabar mendengarkan.


Aliyah menjelaskan dengan detail kejadian yang menimpa dirinya kemarin, tidak ada satu momen pun yang terlewatkan olehnya saat bercerita kepada Windy.


"oh my god Aliyah..kamu serius?" reaksi windy setelah mendengar cerita Aliyah.

__ADS_1


"bisa bisanya seorang Aliyah sang ukhty bidadari bertemu seorang preman pasar. oh my god...." tambah windy dengan nada bicara lebay Seperi cewek menye-menye jaman sekarang. 😂😂😂


"eh tapi aku penasaran deh sama preman yang nolong kamu itu, gimana penampilannya? nyeremin, banyak tato, bertindik, banyak anting atau gimana ihhh..." tanya windy kepanjangan.


Aliyah membayangkan wajah Jack. Jack tidak seperti yang di gambarkan oleh windy. Aliyah sedikit berfikir sebelum menjawab pertanyaan Windy.


Belum lama berfikir ternyata mereka kini sudah memasuki area pasar raya. Aliyah pun heran kenapa mereka kesini.


"Windy kok ke pasar raya?" tanya Aliyah penasaran sekali.


"oh iya..rumah pacar aku itu di dekat pasar raya ini Lia. orang tuanya punya toko di pasar ini" jawab Windy.


Aliyah celingak celinguk melihat ke luar kaca mobil. Firasat nya mengatakan ia akan bertemu dengan Jack. dan ternyata benar Aliyah melihat Jack sedang duduk di tempat mereka berpisah kemaren.


"win wind...itu dia wind preman yang aku ceritain tadi" seru Aliyah menunjuk ke arah Jack.


"whattt..!!? kamu serius itu orangnya Li?" tanya windy dengan nada terkejut dan histeris.


.


.


.


.



(style Aliyah)


__ADS_1


(visual Windy)


__ADS_2