Bidadari Untuk Preman

Bidadari Untuk Preman
Pulang


__ADS_3

Satu bulan kemudian--


Jack duduk di samping ranjang mamanya, sambil memegang tangan mama. Hari hari yang Jack lalui hanyalah menjaga mama di rumah sakit, lalu kembali ke rumah Tante Susan. Tidak ada ke tempat lain selain rumah sakit dan rumah Tante Susan. Dan semenjak kejadian yang mempertemukan nya dengan Tomo, Jack tidak lagi menyetir sendiri, ia memilih naik kendaraan umum. Jack begitu hati hati selama ia di jakarta, ia tak ingin bertemu dengan orang yang menyakiti nya di masa lalu.


"jagoan.." ucap mama membuyarkan lamunan Jack.


"hah iya ma.."jawab Jack sedikit terkejut


"jagoan mama kenapa melamun si? mikirin apa?" tanya Mama.


"gak kok ma, Jack gak melamun kok ma" ucap Jack senyum


"jangan bohong, mama lihat jelas kamu dari tadi melamun, ada apa si? gak mau cerita sama mama?" ucap mama dengan nada lembut sekali. Mama Jack memang orang yang sangat lembut dan penyayang.


Jack membuang nafasnya "Jack rindu Padang ma, Jack lebih suka Padang dari pada Jakarta" jawab Jack.


"oh ya?..hemm..mama juga nak, ayo kita segera pulang, mama sudah merasa sehat" jawab mama


"iya ma..besok Jack akan konsultasi ke dokter, kapan mama bisa pulang" balas Jack.


"iya jagoan" jawab mama sambil mengelus kepala anak kesayangan nya itu.


.


Di kediaman keluarga Albintara.


Nyonya Elva duduk di balkon rumah nya, kini ia tidak menggunakan kursi rodanya lagi karena kondisi kakinya sudah membaik. Wanita tua yang usianya sudah hampir 70 tahun itu adalah nenek dari Elang. Nyonya Elva wanita tua yang bergelimang harta itu kini harus hidup dalam kesepian dan rasa sakit yang membuat nya menderita, bahkan seluruh hartanya tidak mampu membeli kebahagiaan untuk Elva, karena kebahagiaan terbesarnya sudah tiada dari dunia ini yaitu Elang Albintara. Setelah kepergian Elang kondisi Elva menjadi lebih buruk, ia sering sakit.


Dan kini misi Elva adalah untuk menemukan cucu nya yang terakhir. Yaitu adik tiri dari Elang.


"jika Oma bisa memutar waktu, Oma akan memperlakukan kamu dengan baik dan akan menyayangi kamu seperti Elang" rintih Elva yang memeluk baju anak laki laki itu.

__ADS_1


"Maafkan Oma...Ya tuhan..izinkan aku bertemu dengan cucuku lagi.." ucap Elva yang kini telah berlinang air mata.


Kesalahan terbesar di masa lalu telah membuat Elva kehilangan cucunya itu, dan kini ia harus meratapi nasib malangnya, karena cucu yang dari dulu ia bangga kan sudah tiada (Elang). Sementara kini ia setengah mati ingin menemukan adik Elang.


Terdengar langkah kaki mendekati Elva dari belakang.


"Mama.." ucap Tomo


"Mama ngapain?" tanya Tomo.


Tomo mendekati mamanya dan melihat mamanya sedang mengusap air matanya.


"Mama nangis? ada apa ma?" tanya Tomo risau.


"sudah setahun lebih!!" ucap Elva sedikit berteriak, sontak membuat Tomo kaget.


"sudah setahun kita mencari dia, kenapa sulit sekali menemukannya?!!" ucap Elva kembali menangis.


"mama sudah sakit sakitan..mama tidak mau meninggal sebelum bertemu cucu mama" ucap Elva tersedu.


"ma..mama jangan ngomong begitu. Kita pasti akan menemukan dia ma" ucap Tomo.


"mama gak peduli, kalau perlu kamu suruh orang untuk mencarinya ke seluruh Indonesia ini, bahkan ke luar negeri jika dia tidak ada di Negera ini!!" ucap Elva lagi.


"iya ma..iya..tomo akan terus mencari dia, mama sabar ya,,berdoa..." jawab Tomo.


.


Pukul 22.00 WIB.


Jack berusaha memejamkan matanya, hari ini sudah hampir berakhir, hari yang kosong dan membosankan bagi Jack.

__ADS_1


"ayo tidur mata..! semakin cepat lo tidur maka semakin cepat rasanya esok pagi, gue udah gak tahan lagi di sini! gue mau pulang! gue mau kerja! Padang!!" teriak Jack dari balik bantal.


Jack mulai terhanyut ke alam mimpi--


Jack menyadari dirinya berdiri di ujung lorong yang sangat gelap, entah kenapa ia merasa sangat ketakutan. Tiba tiba suara seorang pria terdengar memanggil nama Jack.


"Jeffry...Jeffry..ini papa nak..ayo ke sini ikut dengan papa" bunyi suara yang tidak jelas dari mana, karena sekarang Jack benar benar sendirian.


"papa..papa dimana pa?" Jack ketakutan


"sini nak..sini..papa ada di sebelah sini"


Kemudian Jack melihat tangan muncul di ujung lorong yang gelap itu.


"pegang tangan papa nak, kamu takut kan, ayo ikut dengan papa sayang" bunyi suara tak bertuan itu.


"pa..kaki Jeff gak bisa di gerakkan pa..! pa! pa!"


Jack melihat tangan yang ingin meraih nya itu perlahan-lahan mulai menghilang.


"cepat Jeffry..papa tidak bisa menunggu lama! ayo cepat raih tangan papa"


Jack makin ketakutan mendengar ucapan itu "pa!! jangan tinggalin aku lagi pa!! tunggu pa!! kaki aku gak bisa di gerakin pa!! tunggu pa!!"


Sssttt...


Jack terbangun dari tidurnya, bola matanya terbuka lebar seperti akan melompat keluar, tubuhnya penuh dengan keringat, kaki dan tangannya gemetar, nafasnya sangat tidak beraturan. Ternyata Jack tadi mimpi buruk.


Jack segera duduk dan berusaha menenangkan dirinya sendiri.


"mimpi itu lagi" ucap Jack menutup wajah dengan kedua tangannya.

__ADS_1


.


__ADS_2