
Pesawat Aliyah telah landing di bandara internasional Soekarno Hatta Jakarta, Aliyah di jemput oleh tante Mira, sepupu umi Aliyah yang sekaligus mengelola butik milik umi di Jakarta.
"Aliyah!!sini.." panggil wanita paruh baya yang hampir seumuran dengan umi Aliyah itu, gaya dan fashion nya juga mirip seperti umi Aliyah.
"Tante Mira,,assalamualaikum tan apa kabar?"ucap Aliyah sambil menyalami tante Maya.
"alhamdulillah tante sehat, kamu sendiri apa kabar? eh umi ayah kami sehat kan? ih kamu makin cantik aja deh Aliyah..aduh..kok malah ngobrol di sini sih, ayok kita ke rumah tante, di sana baru kita ngobrol sepuasnya" ucap tante Mira yang sedari tadi nyerocos tanpa rem.
"Haryo..bawain koper Aliyah ke mobil ya..cus..hurry up" seru tante Mira ke sopir pribadi nya itu.
"siap tante" ucap haryo dengan tegas dan tangan kanan di pelipis mata layaknya orang hormat.
"ih kamu hormat hormat apaan sih, di suruh angkat koper bukan upacara bendera" cerocos tante Mira.
"asiap tan" Haryo mengangkat koper koper dan barang milik Aliyah.
"Supir tante lucu juga ya" ucap Aliyah
"ih dia emang begitu, maklumin aja ya" jawab tante
Setelah setengah jam perjalanan ketiganya sampai di rumah tante Mira, mereka masuk dan duduk berbincang di ruang tamu rumah tante Mira, rumah yabg cukup besar namun sunyi karena rumah itu hanya di huni oleh tante Mira, Haryo dan bi Tuti asisten rumah tangga tante Mira.
Aliyah melihat sekeliling rumah yang cantik dan indah itu "rumah tante sepi sama seperti rumah aku,ya Allah..belum apa apa udah kangen sama umi dan ayah" ucap Aliyah dalam hatinya yang teringat akan rumahnya.
"eh Aliyah, tante seneng banget loh kamu di sini tante jadi ada temen di rumah, gak sama Haryo dan bik Tuti terus" ucap tante Mira.
Memang terlihat jelas raut wajah tante yang sangat gembira akan kedatangan Aliyah, ya Aliyah jarang berkunjung walaupun ia kuliah di jakarta dulunya, karena tante Mira yang cukup sibuk dan Aliyah sendiri juga sibuk kuliah.
"iya tante maaf ya Lia dulu jarang main ke sini" ucap Lia.
__ADS_1
"iya gak apa apa tante ngerti kok"
"sekarang kamu istirahat aja ya, barang kamu udah di masukin ke kamar sama bik Tuti tuh, istirahat nanti malam kita makan malam yang enak" ucap Tante
"iya tante makasih tan, makasih bik Tuti" ucap Aliyah, yang kebetulan buk Tuti berdiri di samping kursinya.
Aliyah memasuki kamar dan segera merebahkan badannya di kasur "jangan capek Lia..huff" ucap Lia menghembuskan nafasnya.
Tidak lama berbaring Aliyah pun tertidur, melihat Aliyah tertidur tanpa menutup pintu tante Mira masuk dan mengecek Aliyah, tante Mira memandangi wajah cantik Aliyah dan raut wajahnya menunjukkan kesedihan.
"kamu cantik sekali ya Aliyah, pintar, baik, sholehah, Rani dan mas Bakhri beruntung memiliki kamu, andai.. Kirana masih hidup, pasti sekarang dia sudah sebesar kamu juga nak" ucap tante Mira membelai wajah Aliyah dan tanpa sadar air matanya menetes. Tante mira segera keluar dari kamar dan menutup pintu.
Haryo dan bi Tuti melihat nyonya nya bersedih lagi "pasti nyonya ke ingat lagi sama anak dan suaminya ya yo" ucap bi Tuti.
"iya bi Tut, kasihan nyonya hidup sendirian, pasti berat" balas Haryo.
Sementara itu Jack dan mamanya kini berada di rumah sakit terbaik di kota Jakarta bersama tante Susan. Ya.. Jack juga di Jakarta sekarang, bersama mamanya, tante Susan meminta jack dan mamanya ke Jakarta untuk merawat mama dan membantu biaya operasi mama Jack.
Ternyata malam saat tante Susan menelpon Jack untuk mengajak Jack dan mamanya ke Jakarta, mengobati mama Jack, Tante Susan termasuk orang berada karena pekerjaan suaminya yang seorang dosen dan petinggi universitas serta dirinya sendiri seorang pengusaha kuliner di Jakarta, dan baiknya tante Susan juga dermawan sehingga ia akan menanggung biaya operasi mama Jack hingga sembuh.
"Jeff, semoga mama kamu segera sembuh ya nak" ucap tante Susan yang duduk di samping Jack menunggu dokter keluar ruangan.
"amin tante, makasih banyak tan, Jeff gak tau lagi mau ngomong.."
"udah udah..tante paham Jeff, ini udah tugas tante sebagai saudara mama kamu dan sebagai tante kamu juga, seharusnya dari dulu tante bantu kamu Jeff, maafin tante ya" ucap tante Susan.
"Tante jangan minta maaf, aku sangat berterimakasih untuk bantuan Tante, makasih tan,, makasih banyak" ucap Jack.
Tante susan memang baik dan dermawan tapi lain dengan suaminya yang pelit dan agak sombong, sebenarnya dua tahun lalu saat tahu mama Jack sakit, tante sudah berniat untuk membantu biaya pengobatan tapi di larang keras oleh suaminya, karena alasan tersendiri. Namun, karena ini sudah lama dan sakit mama Juita semakin parah akhirnya tante Susan memutuskan untuk tetap membantu adik dan ponakan nya itu, meskipun harus berdebat keras dengan suaminya.
__ADS_1
Flashback on
(di rumah tante Susan semalam sebelum Jack berangkat ke Jakarta)
"Mas..aku mohon izinkan aku bantu adik dan keponakanku mas, Juita, Juita lagi sakit keras, aku harus bantu dia, dia satu satunya saudara aku, tolonglah mas buka hati kamu" ucap Susan pada suaminya itu.
"hah kamu masih aja pedulikan dia? setelah apa yang dia lakukan ke kita? kita terkena sial karena ulah dia, kita bangkrut dan jatuh miskin karena ulah nya itu, kalau bukan karena itu mungkin kita udah lebih kaya dari ini sekarang, kamu ingat kan" ucap Panji suami Susan yang sangat marah apabila nama Juita di sebut sebut.
"itu kan masa lalu mas, sekarang kita udah gak susah lagi kan, kita udah kembali sukses, dan itu udah 15 tahun yang lalu mas..dan kejadian itu gak sepenuhnya salah Juita, kamu juga yang salah kan, kenapa kamu jodohkan dia dengan teman kamu itu, padahal Juita masih kuliah dan sangat muda tapi kamu.." belum selesai bicara Panji memukul meja makan dengan sangat marah.
"oh jadi itu salah aku juga?!! oke!! silahkan kamu bantu dia, tapi ingat setelah dia sembuh, kirim dia kembali ke Padang, aku gak mau kalau sampai dia tinggal di sini" ucap Panji.
"kamu serius kan mas? aku boleh bantu mereka kan? makasih mas makasih" tante Susan mencium tangan suaminya.
"iya boleh, aku sebenarnya juga gak tega sama Juita dan Jeffry, dan aku gak mau liat kamu sedih Susan, tapi janji setelah Juita sembuh mereka harus kembali ke Padang, aku gak mau mereka di sini, karena jujur aku masih belum bisa memaafkan adik kamu itu" ucap Panji yang sudah tidak emosi lagi.
Karena permasalahan masa lalu yang cukup rumit membuat Panji membenci adik ipar yang awalnya sangat dia banggakan itu. Sampai menyuruh istrinya untuk berhenti berkomunikasi dengan Juita, dan sempat mengancam Susan jika masih membatu Jack dan Juita maka akan di ceraikan oleh Panji, dan mengambil hak asuh anak mereka.
Dengan berat hati Susan memutuskan hubungan dengan adiknya Juita, dan mereka jarang berkomunikasi, namun saat tahu Baron (ayah tiri jack) meninggal dunia, Susan memberanikan diri untuk berhubungan lagi dengan Jack dan Juita, karena Susan tau tidak ada lagi yang menjaga dan melindungi Jack dan Juita setelah Baron meninggal.
flashback off
Tidak lama kemudian dokter keluar dari dalam ruangan mama Jack.
"gimana kondisi mama saya dok?" ucap Jack
"untuk sementara ini buk Juita dalam kondisi yang stabil, dan minggu depan kami akan segera menjadwalkan operasi untuk buk Juita" ucap dokter.
"alhamdulillah..." ucap tante Susan dan Jack.
__ADS_1