
Satu setengah tahun kemudian--
Kairo, Mesir.
Hari ini adalah hari kepulangan Aliyah ke Indonesia tepat setelah 2,5 tahun ia berkuliah di Kairo. Aliyah sangat senang akhirnya hari ini datang juga, hari dimana ia akan kembali ke Indonesia bertemu ayah umi kak Nisa, sahabatnya dan tentu saja Jack sang pujaan hati.
Aliyah sampai di bandara Jakarta bersama rombongan mahasiswa Indonesia lainnya, termasuk Abdullah.
"siapa yang jemput kamu Aliyah?" tanya Abdullah
"Ayah" ucap Lia singkat
"kamu?" tanya Lia balik
"tidak ada, aku akan langsung ke Bandung sendirian" ucap Abdullah
Aliyah tersenyum kecil mendengar jawaban Abdullah.
Tepat di Lobi bandara ayah Aliyah sedang menunggu nya, Aliyah pun mendekati ayah dan memeluk ayahnya untuk melepas rindu. Saat itu Abdullah masih mengikuti Aliyah.
"ayah..." ucap Aliyah
"anak ayah sudah pulang, ayah sangat rindu"
"iya yah..Lia juga rindu ayah"
"selamat ya nak sekarang kamu sudah jadi master lulusan luar negeri" ucap Ayah
"terimakasih ayah..ini semua berkat doa ayah dan umi" balas Lia.
"ini siapa nak?" tanya ayah yang sudah sadar ada Abdullah di dekatnya
"eh ini..Abdullah yah, teman sekampus Aliyah di Kairo, dia juga sudah lulus sama seperti Aliyah" ucap Lia.
Abdullah mengulurkan tangannya dan berkenalan dengan ayah Aliyah.
"assalamualaikum om, saya Abdullah" ucapnya
"wa'alaikumsalam saya Bakhri ayah Aliyah"
"senang bisa bertemu om Bakhri" ucap Abdullah.
"ayah..umi, kak Nisa mana?" tanya Aliyah
"umi dan kakak mu tidak bisa ikut, mereka sudah menunggu di rumah" ucap ayah
"ayo ayah kita pulang" ajak Aliyah.
"tunggu..ada seseorang yang ingin bertemu dengan kamu nak" ucap ayah
"siapa yah?" tanya Lia heran.
Kemudian Jack datang "Aliyah..." sapa Jack.
Aliyah seperti tidak percaya bahwa ada Jack juga di bandara, wajah Aliyah terlihat sangat senang.
"Jack? kamu.." ucap Lia.
"iya..aku di sini.." Jack tersenyum
Abdullah menyadari dan yakin bahwa Jack adalah pria yang Aliyah maksud itu, pria yang ia cintai.
"aku senang sekali akhirnya kita bertemu setelah sekian lama" ucap Jack
"aku juga Jack, terimakasih sudah datang" ucap Aliyah
"om..apa aku boleh ikut mengantar Aliyah pulang?" tanya Jack.
"tentu saja, ayo" ucap ayah.
__ADS_1
"Abdullah..aku pulang dulu..assalamualaikum" ucap Aliyah yang di ikuti oleh ayah Aliyah.
"iya Aliyah, om..hati hati..wa'alaikumsalam" jawab Abdullah.
Mereka bertiga pergi meninggalkan Abdullah sendiri, Abdullah masih merasakan sakit di hati nya saat ia melihat Jack dan Aliyah tadi.
"aku belum pernah melihat kamu se bahagia tadi Lia" ucap Abdullah
"sepertinya kamu memang sangat mencintai pria bernama Jack itu" ucap Abdullah sedih.
***
Ayah, Aliyah dan Jack tiba di rumah Aliyah yang di Jakarta, keluarga Aliyah telah resmi pindah ke Jakarta karena suatu masalah hingga orang tua Lia memutuskan untuk pindah ke Jakarta.
"ayah..apa Jack tidak apa apa masuk, Aliyah takut umi marah" ucap Lia
"Aliyah,om..aku ngantar sampai sini saja, silahkan masuk Aliyah aku juga harus pergi, nanti kita harus bertemu lagi" ucap Jack.
"iya Jack.." balas Lia
"assalamualaikum om, Lia" ucap Jack yang meninggalkan halaman rumah Aliyah.
"wa'alaikumsalam"
Aliyah dan ayah masuk ke rumah mewah mereka, dan di dalam rumah sudah ada umi dan kak Nisa yang telah siap menyambut Aliyah.
Begitu banyak makanan dan kue di atas meja makan, mereka sepertinya akan berpesta untuk kepulangan Aliyah.
"umi..kak Nisa" Aliyah memeluk keduanya sekaligus.
"sayang.." ucap umi
"anak cantik umi akhirnya pulang, kamu sehat kan sayang? kamu makin kurus sepertinya" ucap umi
"Aliyah sehat mi..umi sehat kan? kak Nisa" ucap Aliyah.
"Aliyah senang kak Nisa udah kembali seperti dulu" ucap Aliyah.
"iya dek..ini berkat doa kamu, ayah dan umi" ucap Nisa.
"ayo kita makan, ini semua buat kamu sayang" ucap umi.
Dan keluarga Aliyah kini telah lengkap, mereka makan bersama dengan rasa syukur kepada Allah karena telah di persatu kan kembali dalam kebahagiaan.
Sementara itu Jack juga sudah sampai di rumah mewahnya. Jack masuk dan menuju kamar tidurnya. Jack merebahkan badannya di kasur empuk dan memeluk guling di sampingnya.
"Aliyah....akhirnya aku melihat wajah cantikmu lagi" ucap Jack mencium guling itu. lalu Jack tersadar dengan tindakannya yang mulai traveling.
"astagfirullah.." Jack langsung membuang guling itu dan beranjak dari kasur nya. Jack berjalan menuju balkon kamarnya.
"apa aku harus melamar kamu sekarang Aliyah?"
"aku sangat mencintai kamu, dan aku mau kamu menjadi milikku seutuhnya" ucap Jack
"tapi...hah sudah lah yang penting sekarang kamu sudah di sini" ucap Jack.
Jack mengetahui kepulangan Aliyah dari Windy, windy bilang ke jack bahwa Aliyah pulang hari ini, tapi Windy tidak bisa hadir menemui Aliyah kerena dia masih di Padang. Kemudian saat Jack sampai di parkiran bandara Jack bertemu dengan ayah Aliyah, jack sebelumnya pernah melihat ayah saat ayah menjemput Aliyah dulu, dan Jack masih mengingat wajah ayah. Akhirnya jack meminta kepada ayah untuk ikut menjemput Aliyah di dalam bandara, dan ayah pun setuju.
Jack mendengar notifikasi masuk dari ponselnya. Sebuah pesan dari instagram.
"Assalamualaikum
nanti kita bertemu di kafe ya
kafe yang pernah kita kunjungi dulu
kamu masih ingat kan" isi pesan itu yang tak lain dari Aliyah.
Jack tersenyum dan senang akhirnya Aliyah membalas pesannya.
__ADS_1
"tentu saja Lia
aku akan ke sana, jam 7 malam nanti" balas Jack
***
Jam 7 malam...
Aliyah bergegas pergi ke kafe itu, saat ingin meminta izin ke ayah dan umi Aliyah tidak sengaja mendengar percakapan ayah dan umi dari luar ruangan, tampaknya ayah dan umi sedang berseteru lagi.
"ayah...!! Aliyah itu harus menikah dengan Fero" ucap umi dengan nada agak tinggi.
"tapi mi..Aliyah tidak cinta dengan fero, dia mencintai pria lain mi jangan memaksa kasihan Aliyah" jawab ayah pelan
"ayah ingat kan apa yang sudah Fero lakukan ke keluarga kita?? dan jika kita tidak memenuhi permintaan Fero dan keluarga ayah tau kan konsekuensi nya untuk kita apa!??" bentak umi
"umi..semua bisa di carikan solusinya tidak harus mengorbankan perasaan Aliyah" jawab ayah.
"Ayah!! Aliyah akan hidup senang bila jadi istri Fero" ucap umi lagi.
"itu kan menurut umi, tapi kenyataan Aliyah saja tidak cinta dengan Fero" ucap ayah yang terus membela Aliyah.
"cinta cinta cinta..bisa apa sih dengan cinta itu ayah keras kepala!! jika terjadi sesuatu tanggung sama ayah sendiri!!" ucap umi yang langsung keluar dari ruang keluarga itu, umi kaget melihat Aliyah ternyata berdiri di depan pintu.
"sayang..kamu udah lama di sini?" tanya umi panik
"hah? enggak mi. Aliyah baru kok, Aliyah mau minta izin keluar sebentar ya mi" ucap Aliyah, padahal Aliyah mendengar semua percakapan umi dan ayah tadi.
"iya nak, jangan pulang kemalaman ya sayang, hati hati"
"iya umi, assalamualaikum" Aliyah mencium tangan uminya.
Aliyah pergi dengan perasaan yang tidak tenang, apalagi saat mendengar bahwa dia akan menikah dengan Fero, Aliyah sangat tidak senang dan kecewa.
Aliyah pun sampai di kafe, Jack sudah sampai duluan dan menunggu Lia dari tadi, Aliyah mengusap pipinya dan berusaha menutupi kesedihan nya di depan Jack.
"maaf aku terlambat" ucap Lia
"iya..aku juga belum lama kok" ucap Jack
"mau pesan?" tanya Jack
Aliyah mengangguk dan mereka makan bersama di kafe itu. Setelah makan mereka bercerita.
Jack menceritakan tentang kepindahannya ke Jakarta, tapi belum bilang bahwa papa kandungnya orang kaya.
"alhamdulillah..aku ikut senang Jack, akhirnya kamu kembali bersama papa kamu" ucap Aliyah
"iya..aku juga senang Lia.. sekarang aku kuliah karena permintaan papa ku" ucap Jack.
"itu bagus Jack, kamu pasti bisa" ucap Lia
"tunggu aku sebentar lagi ya Lia..aku akan menyelesaikan kuliah ku dulu, bekerja dan aku akan melamar kamu" ucap Jack.
Aliyah tersenyum "iya Jack, aku juga akan mencari kerjaan di Jakarta, aku ingin meraih cita cita ku dulu, dan..menikah" ucap Aliyah malu malu.
"oh iya..setelah ini kamu mau melamar kerja apa?" tanya Jack
"aku sudah mendapat tawaran jadi dosen di kampus aku kuliah dulu Jack" ucap Aliyah
"wah bagus..selamat ya Lia semoga kamu menjadi dosen yang hebat" ucap Jack
"makasih Jack..amin"
.
.
.
__ADS_1