
Tidak butuh waktu lama untuk sampai di restoran tempat mereka akan dinner. Fero sudah memarkirkan mobil mewahnya di depan restoran bintang lima itu. Tidak lupa di buka kan nya pintu mobil untuk Aliyah.
Aliyah hanya membalas tindakan Fero dengan senyum tipis.
Sesampainya di dalam rekan kerja dan klien Fero sudah menyambut kedatangan Fero.
"wah..pak bos gandeng calon istrinya ya,, cantik banget" ucap salah satu orang.
"hahaha, bisa aja kamu del" jawab Fero.
Mendengar ucapan itu Aliyah merasa risih dan tidak nyaman dibilang sebagai calon istri Fero. Aliyah pun pergi ke luar dan lebih memilih duduk di teras restoran, Fero yang sibuk dengan teman-teman nya tidak sadar Aliyah pergi.
Aliyah terlihat sangat bosan, bersama Fero tidak senyaman saat bersama Jack. Fero orang yang terlalu formal dan cukup sombong, tidak seperti Jack yang humble dan humoris membuat Aliyah nyaman.
"huf aku mau pulang saja" ucap Aliyah sambil melirik ke dalam, terlihat Fero masih belum menyadari kepergiannya.
"kak Lia" terdengar seseorang memanggil Aliyah dari arah depan, dan ternyata itu Anya.
"hai Anya, kamu dari mana?" tanya Lia melihat anya yang membawa kantong besar itu.
"oh ini aku habis belanja di supermarket depan sana kak, kak Lia sendiri ngapain?" ucap Anya.
"eh iya, kakak cuma..itu.." Aliyah bingung harus jawab apa, gak mungkin dong dia bilang makan malam sama Fero, nanti Anya bilang ke Jack lagi.
Belum sempat menjawab pertanyaan Anya, Fero sudah menyadari bahwa Aliyah sedang di luar, Fero langsung menghampiri Aliyah yang sedang berbincang dengan Anya itu.
"Aliyah..kok malah di luar si, ayo masuk aku kenalin sama teman teman abang" ucap Fero
"kak Lia cowok ini siapa?" tanya Anya bingung.
"dia..bang Fero teman kakak" ucap Aliyah.
__ADS_1
"kok cuma teman sih Lia, aku kan cal.." Fero berusaha menjawab namun langsung di potong oleh Aliyah.
"Anya..kak Lia masuk dulu ya..sampai ketemu lagi Anya" ucap Lia yang langsung mengajak Fero masuk.
"Kak Lia aneh banget, dia juga lagi sama cowok lain, jangan jangan itu pacarnya" ucap Anya di perjalanan pulang.
"cowok itu sepertinya juga orang kaya seperti kak Lia, kalau memang benar kasihan bang Jack" tambah Anya.
"tapi cowok tadi agak familiar deh, dimana ya aku pernah ketemu dia, aku yakin pernah melihat wajahnya" ucap Anya.
.
Aliyah meminta Fero untuk mengantarnya pulang karena sudah hampir pukul sembilan malam. Aliyah tidak ingin ayah khawatir jika pulang terlalu malam. Dan pesta ini juga sangat membosankan bagi Aliyah.
"kapan kapan kita dinner lagi ya, tapi hanya berdua" ucap Fero di atas mobil.
Aliyah hanya tersenyum kecut dan kembali fokus menatap ke luar jendela.
"kakak dan adik sama saja, sok jual mahal" ucap Fero berbisik, namun terdengar oleh Aliyah.
"apa? bang Fero ngomong apa tadi?" tanya Aliyah.
"bukan apa apa" jawab Fero.
Setibanya di rumah Aliyah langsung menuju kamar tidurnya dan merebahkan tubuhnya di ranjang, malam yang melelahkan dan membosankan bagi Aliyah.
"jack sedang apa ya?" ucap Aliyah yang tiba tiba kepikiran sama Jack.
"dia besok janji akan ngajak aku keluar, aku jadi tidak sabar" ucap Lia.
Sementara itu di rumah Jack sedang heboh karena mama jack kembali down, kondisi mama Juita memburuk, mama yang sudah lama mengidap penyakit ginjal itu kondisinya sangat mengkhawatirkan.
__ADS_1
Dokter berkata bahwa mama Jack harus segera mendapatkan donor ginjal dan di operasi, namun karena kondisi ekonomi keluarga Jack yang pas pasan membuat mereka kesulitan, belum lagi untuk mencari donor ginjal.
Mama terbaring di tempat tidurnya, Jack menggenggam tangan mamanya dan menciumi tangan itu.
"ma..mama jangan sakit terus, mama harus cepat sembuh ma..hanya mama yang Jack punya ma" ucap Jack yang sudah menitikkan air mata.
Mama membuka perlahan matanya dan mengusap pipi Jack.
"jagoan mama gak boleh nangis gini" ucap mama
"ma..aku sangat mencintai mama, mama harus sembuh" ucap Jack lagi.
"Jeffry dengerin mama ya, lebih baik kamu segera berbaikan dengan papa kamu nak, pergilah ke rumahnya, kunjungi dia" ucap Mama.
"enggak ma..sampai kapanpun jef gak akan kesana" ucap Jack tegas.
"kamu jangan begitu nak, bagaimanapun dia papa kandungmu, setelah mama tiada hanya papa yang kamu punya" ucap mamanya.
"kalau begitu kenapa bukan dia yang mencari kita ma, kenapa? dia sudah mencampakkan kita ma, biarlah dia bahagia dengan anak sulungnya itu, mereka tidak peduli dengan kita" ucap Jack.
Mama sudah sangat sering menasehati Jack untuk kembali ke Papanya yang berada di Jakarta. Ya..Jack dulu tinggal di Jakarta, namun setelah papanya menceraikan mama, mereka berdua pindah ke Padang, kota asal mama Jack.
Tidak pernah sedikitpun terlintas di benak Jack untuk menemui papa kandungnya itu, bahkan dia tidak peduli sama sekali, begitu juga dengan saudara tirinya yang begitu membenci Jack dari kecil, hidup Jack hanya di penuhi dendam dan amarah jika mengingat masa lalu bersama keluarga itu.
Jack sudah berpisah dengan papa Kandungnya sejak umur enam tahun, saat dia kelas 1 SD. Awalnya jack sangat merindukan papanya dan berharap papa akan datang Menjemputnya dan mama kembali, namun apa kenyataannya tidak pernah sekalipun papanya datang mencarinya, bahkan jack tidak tahu apakah papanya itu masih hidup, dan mungkin papa juga tidak akan mengenali jack kerena dia sudah tumbuh dewasa.
Bertahun tahun merindukan papanya yang tak kunjung datang, kini perasaan itu berubah menjadi dendam dan amarah, tidak ada lagi rasa rindu dan sayang untuk papanya, bahkan jack tidak sudi lagi untuk memikirkan papanya, jack benar benar sudah tidak peduli.
Kini hidup sederhana berdua dengan mama sudah membuat Jack senang dan bersyukur, di tambah lagi dengan pertemuan nya dengan Aliyah membuat hidupnya berwarna dan lebih ceria.
"maaf ma..berapa kali pun mama meminta, Jack tidak akan pernah memaafkan mereka apalagi harus kembali hidup dengan mereka, Jack hanya butuh mama" ucap Jack dalam hatinya.
__ADS_1