
Aliyah masuk ke kamarnya dengan mata yang berlinang air mata, pipi merah sembab dan hidung merah, tangisnya sangat membuncah malam ini saat umi mengatakan bahwa ia akan di jodohkan dengan Fero, pria yang tidak ia sukai.
Rasa kecewa Aliyah semakin dalam karena ayah tidak membelanya dan ayah lupa akan janjinya itu, Aliyah sangat sedih dan kecewa malam ini.
Anisa yang dari tadi melihat kesedihan Aliyah pun mendekati Aliyah di kamar nya.
tok tok tok
"dek..kakak boleh masuk?" pinta Nisa lembut
Tidak ada jawaban dari dalam.
"Aliyah..dek.." ucap Nisa lagi.
Akhirnya Nisa memutuskan untuk masuk karena pintu kamar Lia tidak di kunci.
Anisa melihat Aliyah yang terbaring di kasur memeluk bantal dan menyembunyikan tangisnya di balik bantal.
"dek..sudah..jangan nangis terus..menangis hanya akan bikin kamu makin lelah dan sedih" ucap Nisa.
"dengerin kakak, kamu harus kuat, kamu harus lawan keputusan umi jika kamu gak setuju, dan kamu harus bawa pria yang ingin kamu nikahi ke umi dan ayah, dengan begitu umi akan sadar" ucap Nisa.
"percaya sama kakak, umi itu sayang sama kamu, umi pasti ingin kamu bahagia"
"kak..aku ingin sendiri dulu kak.." ucap Lia sedih
"ya udah dek, kakak keluar, jangan menangis lagi" ucap Nisa yang langsung menutup pintu kamar Aliyah.
Flashback sekitar setahun lalu...
Ayah dan umi tertimpa musibah, nasib malang menghampiri ayah. Ayah di tipu oleh salah satu karyawannya, dan membawa uang kantor dan uang pesantren milyaran rupiah. Akibatnya ayah harus menutupi semua kerugian yang di sebabkan oleh karyawannya itu jika tidak, perusahaan dan pesantren elit milik ayah yang berada di kota padang tersebut akan di gadaikan dan di ambil oleh pihak bank. Ayah dan umi mengupayakan berbagai macam hal untuk mengganti kerugian yang sangat banyak itu.
"jika seluruh saham perusahaan kita jual maka uangnya masih kurang banyak mi" ucap ayah berunding dengan umi di ruang tamu.
"yah..kita jual juga rumah kita yang di padang, dan kita akan pindah ke Jakarta dan menetap" ucap umi
"iya mi..harga rumah kita paling tidak 8-9 Miliar, dan itu masih kurang juga jika di tambah uang saham" ucap ayah.
"ayah..umi akan jual semua butik umi yang berada di Padang, dan umi akan fokus ke butik di jakarta saja" ucap umi lagi.
"asalkan pesantren dan semua siswa tidak terganggu" tambah umi
"umi yakin menjual butik?" tanya ayah
"iya yah..mungkin tidak akan sampai untuk menutup semua kekurangan nya, tapi setidaknya bisa membantu" jawab umi.
Akhirnya ayah dan umi menjual seluruh asetnya yang berada di kota padang kecuali pesantren. Pesantren itu sangat bagus dan siswanya adalah siswa unggulan. Karena penipuan itu ayah juga harus ganti rugi uang wali murid di pesantren yang totalnya ratusan juta rupiah, ya..karena pesantren elit jadi yang sekolah di sana juga orang kaya.
Hanya pesantren yang di pertahankan oleh ayah dan umi karena pesantren itu susah payah di bangun dan sangat berjasa bagi keluarga mereka. Namun kini ayah bukan lagi pemegang pesantren, pesantren harus di bagi dua dengan rekan kerja ayah untuk mengganti kerugian itu.
Tapi tetap saja,, uang untuk menutupi kerugian masih kurang, hingga akhirnya Fero dan keluarga nya datang menawarkan bantuan, dengan syarat menikahkan putri mereka dengan Fero. Karena tidak ada pilihan lain ayah dan umi menerima itu dan sepakat menjodohkan Aliyah dengan Fero, jika tidak keluarga Fero akan menuntut ganti rugi uang mereka yang nominalnya milyaran rupiah.
flashback off
__ADS_1
Pagi ini Jack pergi ke kantor papa. Jack akan mengikuti presentasi dan meeting di kantor hari ini mewakili papanya. Ruangan Jack tidak jauh dari ruang papanya.
Jack duduk di kursi kerjanya dan membuka laptop, ia memahami dan membaca materi meeting untuk nanti.
tok tok tok bunyi ketukan pintu.
"masuk" ucap Jack
Shela pun masuk ke ruangan Jack dengan beberapa map.
"permisi pak Jeffry, ini produk produk yang akan kita tawarkan nanti ya pak" ucap Shela.
"baik, terimakasih" ucap Jack tanpa melihat ke arah Shela.
Tanpa berlama lama Shela melangkah keluar.
"tunggu!" ucap Jack menghentikan langkah Shela.
Shela berbalik badan "iya ada apa lagi pak?"
"kamu..cewek itu kan? yang dulu aku tabrak dengan sepeda" ucap Jack. Jack akhirnya mengingat kejadian itu.
Shela terdiam dan tampak bingung, ia takut salah bicara. Namun, Shela jujur.
"iya saya" ucap Shela.
"oh ya sudah silahkan keluar" jawab Jack tidak peduli.
"dasar manusia aneh" ucap Shela dalam hatinya meninggalkan ruangan Jack.
Jack dan Shela masih duduk di ruangan meeting.
"kerja bagus, terimakasih" ucap Jack kepada Shela. Shela sedikit tidak percaya Jack berterima kasih.
"sama sama pak, sudah tugas saya" ucap Shela.
"pak? saya gak setua itu" ucap Jack sinis lagi.
"saya hanya menghargai anda sebagai anak bos" ucap Shela.
"hem..kamu lulusan Universitas xxx juga?" tanya Jack
"iya betul" ucap Shela
"kita satu almamater, bahkan kita se jurusan juga" ucap Jack.
Shela hanya mengangguk kecil dan senyum tipis.
"boleh saya minta tolong?" ucap Jack
"iya tolong apa?" tanya Shela
Jack menceritakan masalah kuliahnya dengan Shela, Jack memiliki kendala dengan salah satu dosen yang sangat killer di jurusannya. Jack hampir memasuki semester akhir dan dia harus segera lulus mata kuliah dengan dosen killer itu. Dosen killer itu sering menyebut nama mahasiswa cerdas favorit nya, yaitu Shela Mahardika Putri yang tak lain adalah gadis yang duduk di depan Jack sekarang.
__ADS_1
"oh..jadi kamu ada masalah sama bapak itu" ucap shela tertawa kecil.
"oke aku akan bantu, nanti aku kasih deh file file tugas kuliah dengan bapak itu ke kamu" ucap Shela yang seketika menjadi santai dengan Jack.
"makasih Shela, eh kak Shela..?" ucap Jack
"tapi aku gak mau free aja ya, kamu harus traktir aku makan enak, hari ini aku ultah" ucap Shela dengan sangat enjoy.
"kapan lagi gue ngerjain anak direktur yang songong ini" ucap Shela dalam hati
"oke oke..aku traktir makan siang, ayo" ucap Jack
"setelah itu langsung kirim semua tugasnya ke aku ya" ucap Jack
"oke ayo" ucap Shela
Kemudian mereka pergi ke restoran favorit di kota Jakarta, Shela memesan banyak makanan.
"mari makan" ucap Shela melahap makanan lezat di depan matanya.
Jack hanya tersenyum kecil. Setelah selesai makan Shela mengeluarkan flashdisk dari dalam tasnya.
"ini..semua tugas kuliah aku dulu ada di sini, kamu bisa ambil apapun yang bisa membantu kamu" ucap Shela
"makasih ya, dan..happy birthday juga buat kamu" ucap Jack
"hem..aku merasa kita seumuran deh, aku 24 tahun hari ini" ucap Shela.
"oh kalau begitu sama, aku juga sudah 24 tahun" ucap Jack.
"sekali lagi thanks ya, kalau gitu aku langsung pulang, kamu mau balik ke kantor kan?" ucap Jack
"iya..aku juga makasih traktiran" ucap Shela.
Lalu keduanya berpisah di depan restoran.
Jack sampai di rumah, ia langsung masuk ke kamar dan mengerjakan tugas kuliahnya, Jack bersemangat mencari tugas tugas yang ada di flashdisk Shela.
"wah..keren..si shela emang pinter ternyata, laporannya bagus gini, mana sama persis lagi dengan yang di minta dosen killer itu" ucap Jack girang.
Jack membuka folder tugas Shela yang lain dan tidak sengaja ia melihat folder sekolah Shela dulu, yang berisi foto foto masa lalunya.
"loh..ini..?" ucap Jack kaget
"ini kan SD aku dulu, dan dia.." Jack kaget begitu melihat foto sekolah Shela, ternyata shela dulu satu sekolah dengan Jack, dan Shela adalah anak perempuan yang menjadi pahlawan Jack dulu. Anak perempuan pertama yang menjadi teman sekolahnya dulu.
"gak mungkin..Shela anak itu??" ucap Jack
"tapi emang mirip banget" Jack masih mengingat wajah anak perempuan itu.
"entah kebetulan macam apa ini, tapi dunia memang sempit" ucap Jack.
"dia banyak berubah hingga aku gak mengenali nya lagi" ucap Jack tersenyum.
__ADS_1
.
.