
Seminggu setelah Elva di makamkan. Jack dan mama masih berada di Jakarta tepatnya di rumah Tomo yang merupakan rumah mereka dulu.
Ketiga nya duduk di ruang keluarga. Tampak pembicaraan serius berlangsung.
"Pa..Ma..aku harus kembali ke Padang, ada orang yang harus aku tunggu di sana" ucap Jack.
"tapi nak..mama kamu sudah setuju untuk tinggal bersama papa, kenapa kamu tidak?" ucap Tomo.
"iya pa..tapi Jeff harus ke Padang pa"
"kamu menunggu siapa nak? Aliyah?" ucap Mama.
jack mengangguk pelan.
"hm..bukan nya kamu bilang dia S2 di luar negeri, dan belum kembali" ucap Mama
"iya ma..tapi tidak lama lagi Aliyah pasti pulang ma, dan dia pasti akan ke padang ma" ucap Jack.
"papa janji..saat wanita yang kamu tunggu itu kembali ke Padang, kamu boleh ke sana dan temui dia, bahkan papa bersedia melamar dia untuk kamu, papa akan temui keluarga nya" ucap Tomo.
"papa janji sama kamu" jelas Tomo.
Jack pun tidak bisa menolak lagi, ia akan mengikuti saran papanya, dan sebentar lagi Jack kuliah dan mulai belajar mengurus perusahaan. Sementara hatinya masih sangat merindukan Aliyah bahkan tidak tau kabar Aliyah. Jack masih setia dengan perasaannya terhadap Aliyah dan tidak melupakan janji mereka.
Keesokan harinya Jack bersantai di tepi kolam renang di rumah mewahnya itu. Jack mengecek ponselnya dan menelpon Anya untuk memberitahu kepindahannya ke Jakarta.
"Halo Anya.."
"Halo..abang kemana aja si, di rumah gak ada di wa gak balas, sibuk deh!"
"iya maaf..aku di jakarta bersama Mama dan papa kandung ku nya"
"hah? abang serius?"
"iya lah masa nipu kamu siang siang begini bikin dosa aja"
"terus kapan abang ke padang lagi?"
"belum tau, untuk sementara ini aku di Jakarta dengan mama dan papaku, sampaikan salam sama orang tua kamu ya, sama bang Riyan juga, dan kalau windy main ke rumah bilang juga ke dia" ucap Jack.
"hemm oke bang nanti Anya sampaikan, kalau kak windy juga di Jakarta sekarang bang, coba saja abang temui dia" ucap Anya
"oh ya? boleh abang minta nomer dia?"
"boleh bang, nanti Anya kirim ke wa abang"
"makasih Anya..."
"sama sama bang, i will miss you" ucap Anya.
Setelah selesai menelepon Anya Jack langsung menghubungi Windy. Jack berhasil mengajak windy bertemu dengannya nanti malam di restoran.
Jam 19.00 mereka bertemu di restoran dan makan bersama, Jack tidak menceritakan tentang kepindahannya ke Jakarta dan tidak bercerita tentang papanya.
__ADS_1
"Jadi..kamu mau kuliah di sini Jack?" tanya Windy
"iya wind..aku kuliah sekalian cari kerja juga"
"hem..bagus itu Jack, oh ya Aliyah ada hubungi kamu kan, dia aku telpon susah banget..." Windy berhenti mengoceh saat melihat ekspresi wajah Jack yang murung.
"tunggu tunggu..kamu juga gak kontekan sama Lia?"
Jack mengangguk pelan
"what!!? kok bisa?" ucap Windy kaget.
"ya mau gimana aku gak ada nomer Aliyah wind.."
"hah!?? gak punya? jadi selama ini kalian gak tukaran nomer hp gitu?" tanya Windy kembali kaget
"enggak wind.." jawab Jack.
"OMG..bisa bisanya ya..wkwkwk" Windy tertawa.
"kamu kenapa ketawa sih, kan aku lagi sedih ni" ucap Jack
"ya kalian lucu banget, saling cinta tapi gak saling tukeran nomer hp" ucap Windy
"iya sih..tapi ini menjadi tantangan di dalam hubungan kami, walaupun kami gak komunikasi, tapi kami selalu komunikasi lewat doa" ucap Jack dengan bangga
"halah..banyak gaya kamu ya..kalau Aliyah di sana dekat sama cowok lain gimana hayo?" ucap Windy bercanda.
"Gak..gak mungkin Aliyah selingkuh"
"wind..kamu kok mancing aku buat suudzon sih, dosa lo kamu windy" ucap Jack.
"bercanda bercanda..enggak mungkin juga kok Aliyah begitu, aku tau dia sulit di dapatkan"
"jadi..kamu adalah cowok yang sangat beruntung dapetin Aliyah, jangan pernah sakiti dia..oke" ucap Windy
"kamu tenang aja wind..Aliyah adalah kebahagiaan aku, gak mungkin aku kecewain dia" ucap Jack.
"kamu mau nomer Aliyah? aku kasih deh kalau gitu" ucap Windy.
"aku..aku..aku mau aja wind, tapi sepertinya gak perlu" ucap Jack ragu ragu
"beneran ni enggak? ntar nyesel lo, tahun depan masih lama lo" ucap Windy
"iya wind. gak usah, aku pasti bisa kok" ucap Jack.
"okeh..oh iya..bulan depan kamu ke Padang ya..aku nikah sama Riyan bulan depan" ucap Windy.
"oke wind..pasti..bang riyan udah kayak abang kandung bagi aku, dan..selamat ya...semoga kalian jadi.."
"eh udah udah..besok aja semoga semoga nya pas aku udah nikah" ucap Windy memotong ucapan Jack.
Dan begitulah percakapan keduanya berlangsung.
__ADS_1
*berbulan bulan kemudian...
Jack kini sudah memiliki kehidupan baru yang lebih baik, ia sekarang seorang mahasiswa jurusan bisnis di universitas swasta terkenal dan mahal di Jakarta, ia juga mulai mempelajari cara mengurus perusahaan bersama papanya. Jack memang anak yang pintar, jadi papanya sangat yakin bahwa ia bisa menjadi CEO yang hebat.
Pagi ini weekend, Jack pergi bersepeda bersama papanya.
"kita harus sering sering sepedaan Jeff, asik juga" ucap papa.
"iya pa..pasti" ucap Jack yang kini sangat dekat dengan papa. Akhirnya jack benar benar merasakan kasih sayang lengkap dari kedua orang tuanya, Jack sangat bersyukur dan bahagia.
Jack dan papanya berlomba mengayuh sepeda mereka, tiba tiba seorang gadis melintas ke tengah jalan, tanpa melihat kiri kanan dan gadis itu memakai earphone sehingga tidak mendengar suara Jack yang menyuruhnya minggir. Akhirnya Jack menabrak gadis itu.
"arghhh...sakit..bisa naik sepeda ga sih!!" ucap gadis itu marah. Tubuhnya tersenggol sepeda Jack dan ia terjatuh ke pinggir trotoar.
"eh tadi saya udah teriak ya, makanya jalan tu liat kiri kanan jangan main nyebrang aja, bahaya kan" ucap Jack yang juga kesal.
"eh Jeffry..jangan marah gitu, kamu harusnya minta maaf udah nabrak gadis ini" ucap papa.
"nah betul..gak sopan banget sama cewek" ucap gadis itu.
"iya udah. aku minta maaf" ucap Jack yang kembali menaiki sepedanya.
"ayo pa" ucap Jack yang mulai mengayuh lagi sepedanya. Mereka pun pergi meninggalkan gadis itu.
Gadis yang memakai baju kemeja putih dan rok pendek hitam, serta membawa map di tangannya seperti orang yang sedang mencari kerja. Tiba tiba ia bicara sendiri.
"dasar cowok brengsk, udah nabrak malah main pergi aja, baju aku jadi kotor kan ini, untung ganteng kalau gak gue gampar juga tadi" ucapnya masih kesal.
"eh tunggu, itu dia tadi sepedaan sama bokap nya, emang sekarang hari apa ya kok orang pada rame sepedaan?" ucapnya lagi. Lalu ia melihat kalender ponselnya dan menyadari bahwa ini hari minggu.
"hah..minggu? begok banget si gue ga sadar kalau ini hari minggu, gimana mau cari kerja kalau hari minggu, mana ada kantor yang buka, haaahh begok begok" ucapnya kesal dan memukul mukul kepalanya dengan map yang ia bawa tadi.
***
Kairo, Mesir.
Aliyah memasuki kelas dan memilih duduk berjauhan dari Abdullah, sadar Aliyah terus menghindari nya Abdullah pun mendekati tempat duduk Aliyah.
"boleh pinjam kitab syeh Al-Bukhari?" ucap Abdullah.
"Abdullah..kitab aku yang kemarin aja belum kamu balikin, bahkan kitab kitab aku yang kemarin kemarin juga belum kamu balikin, udah 4 kita aku sama kamu, dan sekarang mau pinjam lagi?" ucap Aliyah.
"hehehe..maaf Aliyah..aku belum selesai membacanya, ini aku sudah bawa 3 kitab kamu kemarin, ini..terimakasih" ucap Abdullah.
"baiklah. Sama sama" ucap Aliyah
"jadi aku boleh pinjam kitab Syeh Bukhari?" tanya Abdullah
Aliyah tidak menjawab dan cuek seperti biasanya.
"andai aku punya banyak uang seperti kamu, aku pasti beli sendiri kitab kitab yang harganya mahal itu, tapi kamu tau kan aku.."
"iya iya..aku pinjam kan, jangan banyak drama lagi" ucap Aliyah.
__ADS_1
"syukron Aliyah..kamu memang baik hati" ucap Abdullah girang.
Abdullah itu baik, ceria dan juga ganteng, dia juga pintar hingga mendapatkan beasiswa S2 di Mesir. Keluarga nya tidak kaya seperti Aliyah, dia kuliah di Mesir karena beasiswa dan dia juga bekerja paruh waktu untuk mencukupi biaya hidup. Keluarga Abdullah sederhana, Ayahnya seorang guru PNS biasa, ibunya pemilik laundry kecil, dan ia memiliki 2 orang adik yang masih bersekolah. Jadi Abdullah harus bekerja untuk mencari uang tambahan, Abdullah membuka laundry pribadi di asrama laki laki, jadi jika ada temannya yang malas mencuci baju, maka Abdullah akan mencuci kan baju teman temannya. Banyak yang suka dengan hasil laundry Abdullah, sehingga Abdullah sering mendapat order cucian.