
Abdullah memperhatikan Aliyah dari jauh, Aliyah tampak sedang menulis sesuatu di buku diary nya itu.
"sulit sekali memenangkan hatimu Aliyah" ucap Abdullah dalam hatinya.
Abdullah diam diam menaruh rasa cinta pada Aliyah, mereka sejak awal saling kenal karena sama sama berasal dari Indonesia, dan mereka juga sempat kursus bahasa di tempat yang sama saat di Jakarta. Setelah lama memendam rasa suka Abdullah memberikan diri untuk menyatakan cintanya pada Aliyah, karena dari yang Abdullah lihat Aliyah tidak memiliki pacar.
Flashback sebulan yang lalu.
Aliyah dan Abdullah sedang membuat tugas kelompok di perpustakaan. Mereka yang semula berbicara dengan bahasa Arab beralih ke bahasa Indonesia, sehingga dua rekan kelompok Aliyah tidak paham apa yang mereka berdua bicarakan.
"Aliyah..ada yang ingin aku katakan" ucap Abdullah
"ada apa Abdullah? bab berapa yang ingin kamu tanyakan?" ucap Aliyah.
"bukan tugas Aliyah, tapi hal lain, setelah ini selesai kamu mau kan bicara sebentar denganku di luar" ucap Abdullah.
"baiklah..nanti kita bicara"
Setelah selesai dari perpustakaan, mereka duduk di taman samping perpus dan mulai mengobrol.
"Aliyah..bagaimana tanggapan mu tentang menikah muda atau menikah saat kuliah?" ucap Abdullah.
Aliyah sedikit loading sebelum menjawab pertanyaan Abdullah.
"menikah itu hukumnya banyak, jika kedua orang itu sudah memenuhi syarat dan sanggup lahir dan batin, maka wajib bagi mereka untuk menikah, jadi..kalau ada orang yang memutuskan untuk menikah muda karena ia sanggup dan sudah memenuhi syarat maka wajar wajar saja, dan sekarang aku lihat juga banyak orang yang menikah muda atau sambil kuliah, ya karena mereka sanggup kan. Intinya jika siap dan sanggup silahkan, tapi jika belum jangan coba coba" ucap Aliyah.
"Terimakasih jawaban nya Lia, apa kamu pernah pacaran?" tanya Abdullah.
Aliyah menggeleng "belum"
"Aku juga belum pernah Aliyah" jawab Abdullah tersenyum
"ada lagi?" ucap Aliyah
"kamu sendiri apa sudah siap untuk menikah sekarang Aliyah?" ucap Abdullah.
Aliyah tertawa kecil "ya jelas belum karena gak ada juga kan yang ngajakin aku nikah" ucap Aliyah bergurau.
"kalau ada yang ngajak kamu nikah gimana?" tanya Abdullah.
"pertanyaan kamu aneh ya, gimana caranya aku menjawab kalau pertanyaan kamu tidak spesifik begitu" ucap Aliyah.
"oke..aku ganti, kalau aku melamar kamu sekarang apa kamu mau menikah denganku?" tanya Abdullah.
Seketika Aliyah kaget mendengar ucapan Abdullah, ekspresi aliyah seperti orang tak percaya.
__ADS_1
"Aliyah menikahlah denganku, aku mencintaimu" ucap Abdullah lagi.
Aliyah semakin tidak percaya dengan apa yang ia dengar, inilah alasan mengapa Aliyah tidak memiliki teman lawan jenis. Hanya Abdullah lawan jenis yang Aliyah anggap sebagai teman di Mesir, karena mereka sudah kenal sejak di tempat kursus dan kembali bertemu di Mesir dengan jurusan yang sama, Abdullah juga pria baik dan di kenal sebagai ustadz muda di Bandung kota asalnya.
"kamu lagi bercanda kan? Abdullah..kita itu teman" ucap Aliyah
"Tidak Aliyah! aku serius, aku benar benar meminang kamu sekarang, jika kami iyakan maka aku akan segera mendatangi orang tua mu dan meminta restu" ucap Abdullah dengan raut wajah yang memang sangat serius.
"maaf..aku tidak bisa! aku tidak bisa menikah dengan kamu, karena aku tidak mencintai kamu, dan sudah ada hati yang harus aku jaga!" ucap Aliyah tegas.
Abdullah mematung setelah mendengar pengakuan dan penolakan Aliyah.
"aku harus pergi, sekali lagi aku katakan bahwa aku benar benar sudah mencintai pria lain" ucap Aliyah yang langsung pergi.
#flash back off..
Beberapa hari setelah penolakan Aliyah, Abdullah sempat menjauh tapi hanya sebentar saja. Kemudian Abdullah kembali mendekati Aliyah dan berusaha untuk membuat Aliyah membalas perasaan. Namun usaha Abdullah tidak membuahkan hasil. Aliyah tetap sama, tidak menaruh rasa padanya.
Tapi, sampai detik ini Abdullah masih berjuang walaupun sudah sering mendapat penolakan pedih dari Aliyah seperti tadi. "berhenti lah atau kamu akan menyakiti dirimu sendiri" kata kata Aliyah untuk Abdullah hari ini.
Tomo mengunjungi rumah Jack hari ini tapi Jack tidak ada di rumah karena ia belum pulang bekerja. Kemudian Tomo hendak menunggu Jack hingga pulang, tapi Juita melarang karena Jack sudah bilang kalau dia tidak akan pulang malam ini.
"lebih baik mas Tomo pulang saja, karena Jeffry tadi pagi sudah berpesan kalau dia akan pergi ke luar kota" ucap Juita.
"baik mas, nanti saya bilang ya ke dia" balas Juita.
"Juita.." ucap Tomo lagi, ia menghentikan langkahnya dan kembali memasuki rumah Juita.
"iya ada apa lagi mas?" ucap Juita.
Tomo menatap wajah Juita dan bibirnya bergetar seperti ingin bicara. Namun ia tidak berani.
"tidak jadi..aku pamit, assalamualaikum" ucap Tomo.
"wa'alaikumsalam"
Sementara itu, Elva akan kembali ke Jakarta. Sepulang dari rumah Jack Tomo langsung mengantarkan mama nya ke Bandara Internasional Minangkabau. Wajah Elva tampak kurang sehat, karena memang kondisi nya memburuk sejak kemarin, kakinya kembali sakit dan sulit untuk berjalan. Oleh sebab itu Elva kembali ke Jakarta untuk melakukan pengobatan seperti biasa.
Di dalam mobil Elva mengajak Tomo bicara.
"bagaimana? kamu sudah bilang ke Jeffry" tanya Elva.
"belum ma, dia pergi ke luar kota jadi tidak pulang hari ini, besok aku akan mengunjungi dia lagi ma" ucap Tomo.
__ADS_1
"baik..tapi kamu harus berhasil ya nak, mama mau kamu kembali ke Jakarta bersama Jeffry" ucap Elva.
"iya ma, aku akan berusaha untuk membawa Jeffry pulang" ucap Tomo.
"apa kamu sudah bilang ke Juita mengenai niat kamu ini" tanya Elva.
"belum ma" ucap Tomo.
"aku akan bicarakan langsung di depan Juita dan Jeffry nanti ma" tambah Tomo.
***
(Jakarta)
Fero duduk termenung di meja kantornya. Fero menopang dagu dengan tangan kanannya sedangkan tangan kirinya mengetuk ngetuk meja, tatapan nya kosong, tapi otaknya di penuhi kegelisahan.
"jadi..Anisa berkemungkinan sembuh?" gumam Fero.
"aku sangat berharap kamu benar benar sembuh Nis, dan melupakan Elang" tambah Fero.
ponsel Fero berdering...
"halo sayang kamu kemana aja si dari kemarin gak ada kabar, aku kan kangen sama kamu baby" ucap suara dari ponsel Fero.
"aku kemarin banyak kerjaan, udah lah jangan n untuk banyak, yang penting aku selalu transfer uang buat kamu, gak usah sok sok kangen sama aku deh" ujar Fero sedikit kasar
"kamu kasarnya gak berubah ya, aku tu beneran pengen ketemu kamu honey" ucap cewek itu.
"kamu tau gak sih, aku udah bosen sama kamu, apalagi tipekal cewek kayak kamu itu sangat mudah sekali di dapatkan, mending kamu cari aja deh cowok lain, dam stop telpon aku lagi!" ujar Fero.
Wanita itu langsung mematikan telpon nya.
"hah dasar cewek murah!" ucap Fero setelah tau telpon terputus.
** Keesokan harinya.
Jack benar benar mengosongkan jadwalnya hari ini karena permintaan Mama. dan Mama juga sudah bilang bahwa papa akan mengunjungi mereka.
Sekitar jam 8 pagi Tomo datang. Mereka pun segera memulai percakapan serius itu.
Tomo mengatakan semua yang di katakan oleh Elva kemarin bahwa Jack akan menjadi pewaris tunggal keluarga nya.
"apa?! ke Jakarta? perusahaan?" ucap Jack terkejut
"iya nak, hanya kamu penerus yang papa punya" ucap Tomo.
__ADS_1
.
.