Bidadari Untuk Preman

Bidadari Untuk Preman
Hari berpisah semakin dekat


__ADS_3

Pagi yang cerah seperti yang di harapkan oleh Aliyah, hari ini ia akan pergi bersama Jack, Aliyah jadi tidak sabar kemana mereka akan bersenang senang hari ini.


Aliyah sudah selesai berkemas, rapi, cantik dan sempurna di balut gamis bermotif bunga bunga.


Saking semangat nya aliyah sudah di depan rumah menunggu Jack, padahal masih pukul 7.15 pagi, ayah dan umi saja baru berangkat kerja 😂 Aliyah menunggu sambil membaca buku pemberian Fero kemarin, ya..walaupun dia kurang suka dengan sifat Fero, namun pemberian yang bermanfaat seperti buku ini tentu tidak mungkin Aliyah sia siakan, lebih lagi buku favorit nya.


Tidak terasa sudah hampir dua jam Aliyah menunggu Jack, namun jack belum juga datang. Tidak mungkin dong Jack lupa akan janjinya hari ini.


Tidak lama ponsel Aliyah berdering dari dalam tasnya.


"Assalamualaikum, ini siapa?" ucap Aliyah karena nomor yang masuk tidak di kenal.


"waalaikumsalam kak, ini aku Anya"


"eh Anya, ada apa dek? kamu dapat nomer kakak dari siapa?" ucap Lia yang dari dulu memang kurang suka nomernya tersebar ke orang lain. Hanya orang-orang tertentu yang tau nomer ponselnya itu.


"Anya minta ke kak Windy, maaf ya kak Lia, soalnya ini penting" ucap Anya yang terdengar panik


"ada apa Anya? kok suara kamu panik gitu" tanya Lia.


"kak Lia jangan nunggu bang Jack kak, bang Jack sekarang di rumah sakit, mamanya drop lagi, jadi tadi bang jack minta tolong anya kabarin kak Lia, karena bang Jack gak punya nomor ponsel kak Lia" Ucap Anya.


"astagfirullah..mama Jack di rumah sakit mana Anya? kak Lia mau ke sana" ucap Lia.


"di rumah sakit xxx kak, Anya juga mau ke sana, kita ketemu di sana aja ya kak" jawab Anya.


"baiklah Anya, makasih udah kasih tau kakak, assalamualaikum" ucap Aliyah buru buru dan segera memesan taksi online ke rumah sakit itu.


Tiga puluh menit kemudian.


Aliyah sampai di rumah sakit, tepat setelah Aliyah anya pun datang dengan mengendarai motor sendiri.


"Anya" ucap Aliyah sambil melambaikan tangan


"kak Lia, udah sampai juga, ayok kak kita masuk tadi bang Jack udah kasih tau nomor kamarnya" ucap Anya sambil mengiring tangan Aliyah.

__ADS_1


Mereka menyusuri lorong-lorong rumah sakit dengan sedikit berlari kecil. Langkah keduanya terhenti melihat Jack yang mondar mandir di depan pintu ruangan itu.


"Aliyah..Anya" ucap Jack


Mulut Anya menganga hendak bicara tapi ke duluan oleh Aliyah.


"Jack, bagaimana kondisi mama kamu jack" tanya Aliyah khawatir.


"dokter masih di dalam Aliyah, tadi mama udah siuman tapi tiba tiba drop lagi, aku khawatir sekali" ucap Jack yang ekspresi mukanya sudah bercampur campur, sedih khawatir cemas takut.


"Jack..kamu tenang ya..yang bisa kita lakukan hanya berdoa kepada Allah, semoga Allah menyembuhkan mama" ucap Aliyah mencoba menenangkan Jack dan mengajak Jack duduk di bangku karena dari tadi Jack mondar mandir di depan pintu.


"Iya Aliyah, makasih kamu udah datang ke sini, aku minta maaf.."


"udah Jack..jangan pikirin yang lain dulu, mama kamu yabg terpenting sekarang Jack" ucap Aliyah


Sedari tadi Jack hanya menatap ke Aliyah, anya yang tepat di samping Aliyah seperti angin lalu, mungkin jika Anya pergi mereka berdua tidak akan sadar saking konsentrasi nya.


"bang Jack udah sarapan?" tanya Anya yang melihat wajah Jack pucat dan berkeringat.


"Kalau gitu anya belikan makanan dulu ya, abang harus makan biar abang gak sakit" ucap Anya yang langsung pergi.


Anya menyeka air matanya yang hampir jatuh itu, ia sedih melihat Jack yang terpuruk dan juga sedih dirinya seakan tidak berarti bagi Jack karena yang Jack sayang adalah Aliyah. Hati Anya tentu remuk jika mengingat kisah cinta bertepuk sebelah tangan yang sudah bertahun tahun di pendam nya itu.


Beralih ke Jack dan Aliyah.


Jack tampak sangat sedih bahkan ia sudah tidak bisa lagi menahan air matanya. Aliyah juga ikut sedih melihat Jack.


"Jack..aku tau rasanya ketika orang yang amat kita sayang harus berjuang di dalam ruangan rumah sakit, aku tau ini berat untuk kamu, tapi Jack..jangan larut dalam sedih mu, ingat kita masih punya Allah..tempat kita bergantung, aku mohon buang air mata kamu dan beristigfar kepada Allah, minta pertolongan dari yang maha kuasa Jack" ucap Aliyah..


"astagfirullah..." ucap Jack sambil menyapu wajahnya dengan kedua telapak tangannya.


"ini..ambil tasbih aku, perbanyak dzikir jack" ucap Aliyah mengeluarkan tasbih kecil dari dalam tasnya, Ya Aliyah selalu membawa tasbih di dalam tasnya itu.


"aku mau ke musholla dulu, kamu tunggu mama kamu disini ya, aku gak lama" tambah Aliyah.

__ADS_1


"iya Lia..makasih" balas jack.


15 menit kemudian Anya datang bersamaan dengan Aliyah.


"Dokter masih belum keluar bang?" tanya Anya.


Jack menggeleng.


"bang ini makanan, abang harus makan dulu" ucap Anya menyodorkan makanan di dalam plastik putih, sejenis nasi goreng dan bubur lah.


Kemudian pintu terbuka dan dokter keluar. Jack langsung berdiri dan menanyakan kondisi mama


"dok, mama saya gimana dok? mama saya baik baik aja kan dok" tanya Jack yang kembali panik.


"tenang dulu mas, ibu mas sudah kami tangani, kondisinya cukup mengkhawatirkan, beliau harus segera di operasi, jika tidak.." ucap dokter yang tidak sanggup melanjutkan perkataan nya.


"Ya Allah..mama" ucap Jack


"kalau begitu saya tinggal dulu mas, jika ingin masuk sebaiknya bergantian" ucap dokter.


Jack langsung masuk melihat mamanya itu, sedangkan Aliyah dan anya menunggu di luar seperti saran dokter.


"kak Lia..Anya dulu pulang ya" ucap Anya


"loh kok udah mau pulang, apa Anya ada kuliah" tanya Lia.


"enggak kok kak, gak apa apa kak, Anya pulang aja, kan udah ada kak Lia di sini nemenin bang Jack, assalamualaikum" Anya langsung berbalik dan meninggalkan Aliyah.


.


Next ya...


(yang di rasakan oleh Aliyah dan Jack adalah hal yang author yakin sering terjadi di diri kita semua, di saat kita begitu tidak sabar menunggu sesuatu dan sudah berekspektasi lebih pasti akhirnya tidak sesuai. Aliyah yang sudah tidak sabar ingin pergi bersama Jack malah tidak jadi pergi karena Jack sedang bersedih, begitu juga Jack yang sudah tidak sabar ingin main bersama Aliyah ternyata malah harus menerima kenyataan pahit mama yang di rawat. Kita harus selalu ingat jangan berlebihan dan jangan pernah mendahului Allah, jika berencana maka jangan terlalu bersemangat hingga lupa bahwa rencana Allah lah yang terbaik untuk kita)


Sekian pesan singkat dari author terimakasih 🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2