Bidadari Untuk Preman

Bidadari Untuk Preman
Memulai hari tanpa Aliyah


__ADS_3

Satu minggu kemudian...


Jack menjaga mama yang baru selesai operasi, dan alhamdulillah operasi mama Jack berjalan dengan lancar, kini hanya menunggu pemulihan dan mama boleh pulang setelah itu. Jack mengupas apel untuk mama dan menyuapi mamanya dengan penuh kasih sayang. Sementara tante Susan sedang di bagian administrasi mengurus semua keperluan dan biaya rumah sakit.


"Enak ma?" ucap Jack


"iya nak enak, makasih jagoan" ucap mama.


"mama cepat sembuh ya, supaya kita bisa segera pulang" ucap Jack lagi


Dan mama hanya membalasnya dengan senyuman yang tulus penuh cinta kasih.


Ponsel Jack berdering, panggilan masuk dari Anya.


"ma..jack angkat dulu ya, ini Anya" ucap Jack


Kemudian Jack keluar ruangan dan duduk di kursi koridor rumah sakit.


"assalamualaikum Anya, apa kabar?" ucap Jack melambaikan tangannya pada Anya, mereka sedang video call ternyata.


"abang...aku kangen tau" rengek Anya


"gimana kondisi Tante Juita bang?"


"alhamdulillah mama udah siap operasi sekarang tunggu pemulihan dulu" jawab Jack.


"alhamdulillah..berarti sebentar lagi abang pulang kan" tanya Anya lagi


"iya..kamu doakan ya semoga mama abang cepat pulih, abang juga udah kangen sama kota Padang" jawab Jack.


"ya udah kamu gak kuliah apa?" tanya Jack.


"he'em, kalau gitu udah dulu ya bang, besok Anya call lagi, bye assalamualaikum" ucap Anya


"walaikumsalam"


Jack menghela napas panjang, sekarang rasa rindu kepada Aliyah menghantui hatinya. Padahal baru seminggu berpisah namun tetap saja rasa rindu ini sudah menggunung di hati Jack.


Setelah selesai dari meja administrasi Tante Susan hendak pergi ke ruangan mama Jack, Tante sibuk dengan ponselnya, mungkin membalas chat klien di restoran hingga tanpa sadar Tante menabrak seorang pria yang lebih tua sedikit darinya.


"maaf pak, maaf saya tidak lihat jalan" ucap Tante Susan, saat mengangkat kepalanya Susan terkejut melihat orang itu.


"Mas Tomo?" ucap Tante Susan


"Susan" jawab pria dengan stelan jas mewah itu.


"kamu ngapain di sini? siapa yang sakit? Panji?" ucap Tomo.


"oh itu..gak bukan suami aku yang sakit..aku ke sini jenguk teman aku" ucap Tante Susan.


"kamu sendiri ngapain ke sini? siapa yang sakit?" tanya Susan basa basi.

__ADS_1


"sama dengan kamu, menjenguk teman sakit" jawab Tomo.


Keduanya terdiam untuk sesaat.


"kita sudah lama tidak bertemu ya? terakhir saat Anak ku Elang meninggal, dan kamu pergi melayat bersama Panji dan Andin" ucap Tomo.


"iya..kita kan sama sama sibuk, terlebih lagi kamu yang sangat sibuk jadi wajar" ucap Susan.


"Tante..!!" teriak Jack dari ujung koridor, pada saat itu posisi Tante susan menghadap ke arah Jack sehingga wajah Jack terlihat jelas oleh Susan, dan Jack juga melihat wajah Tante susan, namun pria itu membelakangi Jack sehingga yang terlihat oleh Jack hanya punggungnya saja.


Saat Tomo hendak menoleh ke arah Jack Susan mencegah nya. "eh..mas tomo aku pergi dulu ya.." ucap Susan yang segera berlari ke arah Jack dan membawa Jack pergi menjauh.


"ada apa si Tan buru buru sekali" tanya Jack yang sedikit heran melihat tingkah Tante Susan.


"ayo kita ke ruangan mama kamu aja" ucap Tante


"Tante tadi ngobrol sama siapa?" tanya Jack.


"oh. itu bukan siapa siapa, teman lama Tante tadi kebetulan ketemu dan kami ngobrol sebentar"


Sementara itu Tomo masih di koridor tadi. Ternyata Tomo sempat melihat wajah Jack dari samping tapi tidak begitu jelas.


"Siapa laki laki itu? Susan kan tidak punya anak laki laki, laki laki itu juga terlihat masih muda" ucap Tomo yang masih merasa penasaran.


"ah sudahlah,bukan urusan aku juga" ucap tomo yang bergegas pergi.


Tomo Albintara adalah seorang jendral senior TNI AD sekaligus seorang pengusaha kaya raya di Jakarta. Tomo adalah ayah kandung dari Elang, calon suami dari Anisa (kakak Aliyah) yang meninggal setahun silam.


.


Seorang nenek duduk di atas kursi roda, tampak nenek itu tengah menelpon.


"bagaimana? kalian sudah dapat info tentang mereka? kalian menemukan mereka kan?" ucap nenek itu.


"maaf buk, kami tidak berhasil melacak keberadaan mereka, berdasarkan info yang kami terima, mereka sudah tidak tinggal di kota ini lagi buk" ucap pria yang di telpon itu.


"apa?!! masih belum juga? kalian bisa kerja atau tidak? saya bisa cari orang suruhan lain jika kalian tidak becus kerja!" bentak nenek tua itu.


"iya buk, kami akan terus mencari buk, kami tidak akan mengecewakan ibu Elva" ucap pria tadi.


nenek itu segera menutup telpon dan mendorong kursi rodanya sendiri. Wajahnya begitu murung dan matanya berbinar binar. ia meraih bingkai foto yang terpampang di meja dan mengusap wajah orang di foto itu.


.


Hari sudah mulai sore, mama Juita meminta Jack untuk pulang dulu mandi dan lain sebagainya, karena Jack sudah dua hari tidak pulang ke rumah Tante Susan.


"mama gak apa apa kalau Jack tinggal?" tanya jack.


"gapapa jagoan, mama udah mendingan kok, dan kalau ada apa apa disini kan banyak dokter dan suster juga, lebih baik kamu pulang dan mandi, udah bau nih" ucap mama.


Jack mencium kening mamanya dan pergi.

__ADS_1


Selama di Jakarta Jack di pinjami mobil oleh Tante Susan, Jack mengendarai mobilnya pulang, hari mulai gelap karena awan begitu mendung sepertinya akan turun hujan deras hari ini.


Jack sepertinya salah jalan lagi, Jack masih canggung dengan jalanan di kota Jakarta, dia kerap kesasar apabila berkendara sendiri, dan Jack paling malas melihat google maps karena menurut nya google map itu penipu (author sering kesal kalau pakai google maps, sering di ajak jalan jalan alias nyasar)


"hah..sepertinya aku salah jalan lagi" gerutu Jack yang menatap jalan sepi di depannya. Namun, pandangan Jack terfokus pada mobil di ujung jalan sana, terlihat banyak sepeda motor yang menghadang jalan mobil itu, dan sekelompok pria sepertinya sedang menodong pemilik mobil.


"sepertinya ada masalah di depan sana, gak bisa di biarin ni, jalanan sepi, aku harus tolong" ucap Jack yang segera menelpon polisi terlebih dahulu.


"halo kantor polisi? saya ingin membuat laporan, sepertinya terjadi penodongan oleh sekelompok preman di jalan xxx mohon kirim bantu.." tit tit tit..telpon terputus ternyata baterai hp Jack habis, maklum saja Jack tidak pernah mengecas hp nya selama di rumah sakit.


"ya Allah..semoga polisi segera datang" ucap Jack.


Kemudian para penodong itu kini berhasil menyeret pria dari dalam mobil dan mulai memukuli pria paruh baya itu.


Melihat hal itu Jack tidak bisa tinggal diam, Jack turun dari mobil dan menolongnya.


Tanpa ragu ragu Jack menghadapi 4 komplotan penodong itu. Pertarungan sengit terjadi, Jack yang mahir berantem menunjukkannya hari ini, sudah lama Jack tidak berkelahi lagi. Pukulan dan tendangan melesat di tubuh para penodong itu, Jack terlihat begitu ahli dan sulit di kalahkan. Namun, karena kalah jumlah Jack sedikit kewalahan dan mulai melemah.


Pukulan yang keras melayang di perut Jack membuat ia terjatuh ke jalan, lalu seorang komplotan itu mengambil pisau dari jok motornya dan berniat menikam Jack, melihat hal itu pria yang menjadi korban penodongan mencoba menghentikan preman itu, Jack yang masih berusaha berjuang melawannya dan lengan kanan Jack terkena goresan pisau dari preman itu.


Pucuk di cinta ulam pun tiba, pertolongan datang dari polisi. Polisi yang berjumlah cukup banyak itu segera menangkap para pelaku yang hendak melarikan diri. Beruntung polisi berhasil menangkap semua pelaku itu.


"bapak dan mas tidak apa apa?" tanya seorang polisi.


"saya gak apa apa pak, tapu sepertinya adek ini terluka" ucap pria yang tak lain adalah Tomo tadi.


"saya gak apa apa juga pak, lebih baik pak polisi segera bawa pergi preman preman itu" ucap Jack.


Kemudian polisi pun pergi.


Om Tomo membantu Jack berdiri dan mengiring Jack duduk di tepi jalan.


"saya sangat berterimakasih atas pertolongan kamu, kamu jadi terluka karena saya" ucap om Tomo.


Jack yang sedari tadi belum melihat wajah om tomo dengan seksama langsung kaget dan membisu saat melihat wajah om tomo dari dekat dan jelas.


Melihat Jack yang diam dan terlihat kaget pucat, om tomo jadi khawatir.


"kamu beneran gak apa apa? ayo saya bantu kamu kita ke rumah sakit" ucap om Tomo.


Jack masih memandangi wajah om Tomo dan masih membisu.


"anak muda" ucap Tomo membuyarkan lamunan Jack.


"maaf pak, saya tidak apa apa, saya permisi pak" ucap Jack terburu buru dan segera pergi ke mobilnya tadi.


"tunggu nak, nama kamu siapa?" tanya om Tomo


"bagaimana saya membalas kebaikan kamu? tunggu.." ucap Tomo, namun Jack tidak mendengarkan dan segera masuk mobil lalu pergi.


.

__ADS_1


__ADS_2