Bidadari Untuk Preman

Bidadari Untuk Preman
Siapa itu Tomo?


__ADS_3

Jack sampai di rumah Tante Susan, saat hendak menuju kamarnya di lantai dua Jack tidak sengaja mendengar percakapan antara Tante Susan dan suaminya di ruang tengah.


"mas..tadi aku ketemu Tomo di rumah sakit" ucap Susan


"oh ya? terus apa yang terjadi? kalian ngomong apa?" tanya Panji terkejut.


"ya kami gak sempat ngobrol lama, dia juga kelihatan nya buru buru" jawab Susan.


"wajarlah dia kan orang kaya pasti sibuk" balas Panji.


"seharusnya kamu pertemukan dia dengan Jeffry" ucap Panji lagi.


"untuk apa?! kamu jangan mulai lagi ya, dia aja gak pernah nanyain Jeffry ke kita" jawab Susan.


"kamu keras kepala" geram Panji.


"kok aku sih? ini semua salah kamu ya mas, karena ketamakan dan keserakahan kamu itu, nasib adik dan ponakan ku jadi begini" ucap Susan marah


"loh kenapa kamu nyalahin aku ha?! aku ngelakuin itu juga demi kamu dan anak kita, adik kamu itu yang bodoh!!" ucap Panji lagi.


"kamu sekarang nyalahin Juita?! kamu yang salah, karena kamu terlalu serakah dan gila harta begini jadinya!!" ucap Susan lagi.


"udah ya! aku malas berantem terus sama kamu! kalau kamu gak mau temui Tomo, biar aku saja!" ucap Panji


"jangan mas, kamu jangan ikut campur lagi!!" balas Susan.


Tomo pergi meninggalkan Susan, saat hendak keluar ia melihat Jack tengah berdiri di depan ruangan mereka berantem tadi.


"eh..Jeffry..ka..kamu udah lama berdiri di sini?" tanya Panji gagap.


Jack tidak menjawab, sorot matanya menggambarkan ia sedang marah sekali, kedua tangannya mengepal, Jack sangat emosional, dia sedih, kecewa dan marah. Tidak ingin memperburuk suasana Jack pergi ke kamarnya, dan membanting pintu hingga terdengar ke bawah.


"jangan jangan dia dengar omongan kita tadi mas" ucap Susan gelisah.


"hah anak itu, keras kepala juga,udah lah biarkan saja" jawab Panji.


Sementara itu Jack berada di kamar mandi dengan air dari shower yang mengalir di atas kepalanya. Di basuh nya wajah sedihnya, air dari shower itu berhasil menutupi air matanya. namun tidak hatinya yang masih menangisi. Jack yang masih tidak percaya dengan apa yang ia lalui hari ini.


Jack sudah siap mandi, ia pun mengobati luka di tangan nya tadi. Untung lukanya tidak begitu dalam, jadi Jack bisa mengobati sendiri. Jika Jack terluka parah pastinya mama akan sedih.


Jack melamun untuk sesaat, mengingat kejadian yang ia lewati hari ini.


"kenapa aku harus bertemu dengan dia lagi? aku tidak ingin lagi melihat wajahnya, dia bahkan tidak mengenali aku" ucap Jack.


"dan apa maksud ucapan Tante Susan tadi? apa yang sebenarnya pernah terjadi..hah...!!" Teriak Jack yang mulai frustasi.


Jack meraih ponselnya dan mengecek instagram, hanya ig yang Jack punya untuk berkomunikasi dengan Aliyah. Tapi sejak Aliyah pergi tidak pernah ada pesan masuk darimu, padahal Jack sudah banyak mengirim pesan. Bahkan instagram Aliyah tidak pernah aktif, apakah Aliyah menonaktifkan instagram nya? entahlah..mungkin iya.


"Aliyah..kenapa tidak pernah membalas pesan ku, bah akan kamu tidak membacanya" ucap Jack.

__ADS_1


"aku rindu Aliyah, sangat rindu" ucap Jack lagi.


.


Sementara itu om Tomo sudah berada di rumah mewahnya sekarang dengan muka lesu dan memar memar.


Elva, ibu kandung Tomo terkejut dengan kedatangan anaknya dalam kondisi seperti itu.


"Tomo..kamu kenapa? apa yang terjadi sama kamu?" tanya Elva.


"oh ini ma..tadi aku di todong sama sekelompok preman ma.." jawabnya


"apa!!? terus kamu gak terluka parah kan nak? apa yang mereka curi? uang? mobil?" apa!!" ucap Elva sangat cemas.


"untung saja mereka tidak berhasil merampok apapun dariku ma, dan aku tidak terluka parah, hanya memar ini saja, mama gak perlu khawatir" jawab Tomo.


"oh ya..aku berhasil selamat dari penodong itu karena tadi ada anak muda yang menolong ku ma" tambah Tomo.


"begitu...siapa dia? kamu sudah beri dia imbalan?" tanya Elva.


"aku juga tidak tau ma, dia langsung pergi aku tidak sempat beri dia apa apa, bahkan terimakasih pun tidak" jawab Tomo.


"yah..mungkin lain waktu kalian bisa bertemu lagi, dan jangan lupa beri dia imbalan yang setimpal" jawab Elva.


"pasti ma..aku sangat ingin bertemu lagi dengan dia, semoga aku bisa bertemu dengan dia lagi" jawab Tomo.


.


Suasana itu, di rumah sakit tempat Anisa di rawat tampak sedang terjadi keributan antara seorang pria dan suster yang menjaga Nisa.


"Maaf pak, bapak tidak di izinkan untuk menjenguk ibu Nisa, silahkan bapak pergi" ucap suster itu.


"Loh kenapa begitu sus, saya ini kerabat nya Anisa, saya mau bertemu dengan Nisa sekarang juga" ucap Fero.


"Tidak bisa pak, kami tahu betul bahwa bapak orang yang kemarin membuat ibu Nisa mengamuk, jadi bapak tidak boleh lagi bertemu buk Nisa" jawab suster.


"Saya bikin dia ngamuk? Eh sus, emang dia aja yang makin gila, udah saya mau masuk sebentar!!" ucap Fero yang mulai emosi.


"Ada apa ini sus?" ucap dokter muda yang tampan itu.


"Ini dok, bapak ini bersikeras untuk bertemu dengan pasien Anisa dok" kemudian dosen berbisik ke telinga dokter itu "orang ini yang kemarin membuat buk Nisa mengamuk dok" ucap suster.


"Hem..maaf ya mas, untuk sementara waktu ini ibu Nisa belum bisa di kunjungi, silahkan kembali lain waktu" usir dokter dengan ramah.


"Hah..terserah kalian!!" bentak Fero yang langsung pergi dengan wajah kesal.


Fero sebenarnya sangat peduli dengan Anisa, karena Fero menyukai Anisa sejak dulu, bahkan Fero sangat mencintai Anisa. Mereka berteman dari kecil, bahkan satu SMA dan satu kampus tapi beda jurusan.


#Flashback 3 tahun lalu

__ADS_1


Fero menunggu Anisa yang baru saja keluar kelas.


"Hai Nisa, udah siap kuliah? Makan siang bareng yuk, aku yang traktir" ucap Fero.


"Hai..ayok kebetulan aku emang lagi laper" ucap Nisa.


Setibanya di restoran mereka pun makan bersama, Anisa dari tadi sibuk dengan ponselnya sehingga tidak memperhatikan Fero.


"Sibuk banget sih, makan aja dulu baru chattingan" ucap Fero.


Anisa hanya tersenyum dan menaruh ponsel nya itu.


"Nis..aku mau bilang sesuatu sama kamu" ucap Fero serius.


"Ngomong apa?" jawab Nisa santai.


"Aku..aku..aku udah gak bisa lagi mendam rasa ini Nis, aku suka sama kamu" ucap Fero.


Anisa mengerutkan keningnya "suka?" tanya Nisa.


"Iya..aku suka sama kamu dari dulu, aku cinta nis sama kamu" ucapnya lagi


Anisa menggelengkan kepalanya "kamu kan udah punya pacar Ro, dan aku juga udah punya pacar, aku baru jadian dengan Elang" ucap Nisa.


"Aku gak cinta sama pacar aku itu, dia aja yang ngejar aku terus dan ya kamu taulah"


"Eh tunggu..apa? Kamu jadian sama Elang?" tanya Fero.


"Iya..udah ya..yang ada kamu merusak mood aku dengan nyatain cinta kayak gini" cetus Nisa.


"Tapi nis, aku beneran tulus sama kamu nis" ucap Fero lagi.


"Aku gak cinta sama kamu, kamu juga bukan tipe aku, udah lah lupain aja" ucap Nisa yang beranjak dari tempat duduknya.


Fero mencegat Nisa pergi dan memegang tangan Nisa.


"Aku akan bilang ke orang tua kita untuk menjodohkan kita berdua, kamu liat aja nanti" ucap Fero.


Anisa menyentak kan tangan Fero itu.


"Awas ya kalau sampai kamu ngelakuin itu" ancam Nisa balik.


Dan ternyata benar, Fero meminta orang tuanya untuk menjodohkan dia dengan Anisa. Karena keluarga Nisa dan Fero cukup dekat dan kedua orang tua mereka partner bisnis, tentunya mereka mengiyakan perjodohan itu.


Namun, Nisa tidak ingin di jodohkan dengan Fero, karena Nisa sangat mencintai Elang. Di saat ia meminta restu umi dan ayah, umi Nisa tidak setuju dan mendukung Nisa dengan Fero. Tapi karena Anisa bersikeras akhirnya umi mengalah dan mengizinkan mereka menikah.


Dan kejadian malang itu akhirnya menimpa Elang, hingga akhirnya Elang meninggal dan kini Anisa menjadi gila.


#Flashback Off

__ADS_1


.


__ADS_2