
Hujan masih deras, jack dan Aliyah duduk berteduh di teras toko. Raut wajah Jack sangat gelisah sepertinya ada hal serius yang ingin dia utarakan.
Jack mengepal tangannya dan memukul mukul pahanya, kakinya tidak berhenti bergerak. Melihat tingkah jack yang aneh Aliyah pun bertanya.
"kamu kenapa Jack, gelisah begitu" tanya Aliyah
"kalau kamu kedinginan pakai aja jaket ini, aku gak apa apa kok" tambah nya
"kamu aja yang pakai Aliyah, aku gak dingin kok" jawab Jack tersenyum.
"Aliyah..ada sesuatu yang ingin aku bicarakan" ucap Jack lagi.
Aliyah melihat ke arah Jack seakan ingin menyimak pembicaraan Jack itu.
"Aliyah...seperti apa aku di mata mu?" tanya Jack
Aliyah mengerutkan keningnya lagi.
"maksud kamu?" jawab Aliyah.
"iya menurut kamu aku bagaimana?" jelas Jack.
"Aliyah..di mata aku kamu gadis yang sangat sempurna, kamu gadis yang berani, baik hati, sholehah, dan cantik, kamu seperti bidadari impianku Aliyah" ucap Jack
"Aliyah..aku jatuh cinta padamu..." tambah Jack
Aliyah terdiam dan kaget mendengar ucapan Jack barusan, Aliyah tidak tahu mau jawab apa, dirinya sendiri juga bingung dengan perasaannya pada Jack, Aliyah belum menaruh rasa suka pada Jack.
"Jack maaf aku gak bisa terima cinta kamu jack, dan aku gak mau pacaran atau punya hubungan spesial dengan laki laki" jawab Aliyah.
__ADS_1
"Aku tau ini terlalu cepat tapi aku benar-benar jatuh hati padamu, bahkan sejak pertama bertemu aku tidak bisa berhenti memikirkan mu Aliyah" ucap Jack lagi.
"stop Jack, aku gak mau dengar lagi, yang jelas aku gak ada rasa apapun sama kamu" tegas Aliyah.
"Aliyah aku harus apa supaya kamu membalas perasaanku, beri tahu aku Aliyah" balas Jack.
Aliyah hanya diam wajahnya berubah seakan ingin marah pada Jack.
"Jack kamu gak boleh suka sama aku, kamu harus lupain perasaan kamu dan lupain kalau kamu suka sama aku" jawab Aliyah.
"kenapa Aliyah kenapa??? apa aku seburuk itu di matamu?" tanya Jack sedikit histeris
Aliyah yang tidak tahan mendengar ucapan Jack pun pergi, meninggalkan Jack, hujan pun juga sudah reda.
"Aliyah jangan pergi dulu Aliyah..jawab aku Aliyah..!!" teriak Jack. namun Aliyah semakin mempercepat langkahnya.
.
Aliyah merebahkan badannya di kasur empuk miliknya, dia ingin tidur tapi ada yang mengganjal di hatinya, ia teringat ucapan Jack tadi sore. Sejujurnya Aliyah gembira bertemu Jack hari ini, namun entah kenapa dia juga merasa kesal karena ungkapan perasaan Jack itu.
"kenapa dia menyukaiku?" tanya Aliyah.
Aliyah duduk di meja rias nya, di tatap nya wajah cantik nya itu.
"dia menyebut ku bidadari impiannya" ucap Aliyah sembari menyentuh wajahnya.
dring dring...ponsel Aliyah bergetar, membuatnya sedikit kaget.
"astagfirullah...bikin kaget aja, siapa si yang nelpon malam malam gini, pasti Windy" gumam Aliyah
__ADS_1
dan benar saja panggilan itu berasal dari Windy.
"Assalamualaikum wind, kenapa telpon malam malam?" ucap Aliyah.
"waalaikumsalam..." balas Windy..
Windy bercerita panjang lebar di telvon.
"hah...menikah? kamu serius wind?" tanya Aliyah terkejut.
"iya Lia..biasa aja dong reaksinya" balas Windy.
Windy cerita bahwa dirinya di lamar oleh Riyan hari ini, Riyan melamar nya dan ingin mereka segera menikah, Windy yang begitu happy menelpon sahabatnya itu, windy ingin berbagi kebahagiaan nya dengan Aliyah.
Aliyah terdiam...hari ini dia juga mendapat pengakuan cinta dari Jack, namun hatinya tidak tenang, berbeda dengan windy yang begitu gembira.
"halo...Lia...kamu masih dengar kan?" tanya Windy.
"oh eh, iya Windy, selamat ya..jadi kapan kalian akan menikah?" tanya Aliyah dengan nada agak layu.
"kamu kenapa si Lia, pasti lagi ada masalah, kamu cerita dong sama aku" balas Windy.
Aliyah sebenarnya ingin sekali bercerita dengan Windy, tapi tidak lewat telpon begini.
"besok kita ketemu ya wind, aku mau curhat" pinta Aliyah.
"oke oke, besok aku ke rumah kamu ya" balas Windy.
"oke wind, bye assalamualaikum" tutup Aliyah.
__ADS_1
.
next ya...pantengin terus perjuangan Jack sebentar lagi akan di mulai..