Bidadari Untuk Preman

Bidadari Untuk Preman
Berpisah?


__ADS_3

Aliyah sangat sedih di kamarnya, ia mengurung diri dan terus menangis. Perkataan Jack tadi sangat menyayat hatinya. Jack bahkan mengakhiri hubungan mereka.


Ponsel Aliyah bergetar getar dari tadi. Pesan dari grup dosennya sudah membeludak. Dan Abdullah juga sudah spam chat Aliyah dari tadi.


Abdullah mengabari Aliyah bahwa besok pagi ada seminar di kampus dan semua dosen harus datang. Sedangkan Aliyah masih Di jakarta.


Aliyah juga melihat chat di grup dosen, ternyata seminar itu sangat penting dan memang harus di hadiri. Sebagai dosen Aliyah harus profesional dan hadir, mengingat dirinya sudah cuti hampir 5 hari.


Aliyah mengusap pipinya yang basah karena air mata. Lalu ia mengambil tas dan memasukkan beberapa baju dan barang barang lainnya.


"Baiklah Jack, aku akan pergi dan tidak akan muncul lagi di hadapanmu" ucap Aliyah dan terisak kembali.


"Ya Allah...kenapa rasanya sesakit ini? ampunilah hamba ya Allah, maafkan hamba, kuatkan hamba ya Allah" ucap Aliyah yang terisak isak.


Aliyah mencoba sekuat hati untuk kuat, saat ini Lia hanya berpasrah pada sang pencipta, Lia ikhlas menerima semua yang Allah takdir kan.


Setelah selesai sholat malam dan berzikir, Aliyah pun beranjak tidur, masih dengan mukenah dan tasbih digital di jari telunjuknya. Pipinya masih basah dan matanya sudah lebam. Aliyah akhirnya tertidur.


.


Sementara itu Jack masih berada di kamar rawat inap, menunggu sang papa sadar dari komanya, Jack terlihat sedih dan frustasi. Bayangan Mama masih memenuhi benak Jack.


"Mama..." rintih Jack diiringi dengan tetesan air mata.


Jack merebahkan punggungnya di atas sofa. Ruangan VVIP yang mewah, dan nyaman. Jack bisa leluasa istirahat sambil menjaga sang Papa.


Jack kembali merenung, kali ini ia memikirkan Aliyah.


"Apa tadi aku berlebihan terhadap Aliyah? Lia keliatan sangat sedih tadi" gumam Jack.


"Tapi..tetap saja, Aliyah tega kepadaku, dan semua yang aku katakan tadi adalah fakta" ucap Jack lagi.


Akibat kecelakaan yang menewaskan mamanya, Jack kini menjadi sensitif, ia bahkan menyalahkan Aliyah. Jack berasumsi semua itu karena Aliyah. Aliyah egois yang selalu menggantung hubungan mereka.


Entah apa yang Jack rasakan saat ini, apakah masih ada cinta untuk Aliyah? atau benar benar ia ingin mengakhiri hubungannya dengan Aliyah, wanita yang sangat ia damba damba sejak awal pertemuan.

__ADS_1


...----------------...


Kota Bandung


Aliyah yang subuh subuh sudah otw dari Jakarta sekarang sudah tiba di Bandung, sekarang Aliyah sudah di kampus dan bersiap untuk menghadiri seminar tersebut.


Aliyah tampak pucat dan tidak bersemangat. Tapi tetap terlihat cantik dan elegan dengan balutan gamis syar'i nya.


Seminar berlangsung dengan kondusif dan lancar, pematerinya adalah ustadz sekaligus profesor lulusan S3 Mesir, dan moderator adalah ustadz Abdullah.


Seminar itu dihadiri oleh mahasiswa dan mahasiswi serta dosen dosen di jurusan. Seminar ini sebenarnya juga merupakan kuliah umum bagi mahasiswa/i.


Sudah 60 menit pemaparan materi dari narasumber.


"Masya Allah...luar biasa sekali materi yang telah di sampaikan oleh al ustadz kita, baiklah untuk hadirin sekalian dipersilahkan untuk bertanya" ucap Abdullah sebagai moderator.


Pertanyaan demi pertanyaan dilontarkan oleh mahasiswa/i yang sangat antusias. Diskusi terasa sangat menyenangkan.


"Baiklah, masih ada sisa satu pertanyaan lagi, apakah masih ada yang ingin bertanya" ucap Abdullah lagi.


"Baiklah, dipersilahkan" jawab Abdullah.


"Iman menjadi kekuatan kita untuk mencintai Allah, semakin kuat iman kita maka akan semakin cinta kita kepada Allah, begitulah yang saya tangkap ustadz, dan pertanyaan saya, ada kalanya rasa cinta membuat iman seseorang bertambah kuat, rasa cinta kepada manusia, tapi melekatkan iman kita kepada Allah, saya memang belum pernah merasakan cinta seperti itu ustadz, namun saya pernah mendengar hal seperti itu dulu. Bagaimana menurut pandangan ustadz tentang definisi cinta itu, apakah benar ada cinta yang seperti itu? saya ingin jawaban dari ustadz-ustadz yang ada di depan" ucap mahasiswa itu.


"pertanyaan yang sangat menarik, baiklah kepada ustadz Ja'far dipersilahkan untuk menjawab" ucap Abdullah.


"bagaimana jika ustadz Abdullah duluan yang menjawabnya" lempar ustadz Ja'far.


Tidak bisa menolak, Abdullah pun menjawab pertanyaan tersebut.


"Saya akan menjawab definisi cinta, menurut saya Cinta itu fitrah yang datangnya dari sang pencipta, cinta tak dapat hadir dengan sendirinya, jika bukan atas kehendak-Nya, cinta itu akan indah jika disambut oleh hati yang sama sama mencintai, Namun, cinta dapat menjadi duri yang siap melukai jika hati telah kecewa. Bagi saya cinta memang kekuatan untuk lebih dekat pada sang pencipta, saat saya jatuh cinta, dan meyakini cinta ini datang dari Allah, tidak pernah saya ragu, walaupun cinta saya tak di sambut. Mungkin sebagian orang akan menyerah dan kecewa jika cintanya di tolak berkali kali, tapi tidak dengan hati saya, karena saya yakini cinta ini memang dari Allah, berkali kali saya ditolak, tapi hati saya tak pernah berubah, justru semakin kuat rasa yang saya punya, setiap saya meminta Allah mencabut rasa cinta saya, yang saya dapatkan adalah rasa yang terus bertambah. Dan seperti itulah cinta, jika kita yakini datangnya dari Allah, maka Allah yang akan menuntun cinta kita"


jawaban Abdullah membuat seisi ruangan speechless. Mahasiswa yang bertanya tadi menjadi ternganga mendengar jawaban Abdullah.


Begitu juga dengan Aliyah yang dengan seksama menyimak Abdullah.

__ADS_1


"Masya Allah, sepertinya al ustadz Abdullah sudah sangat berpengalaman tentang cinta" canda ustad Ja'far.


"Jawaban yang sangat indah ustadz, terima kasih ustadz, semoga cinta ustadz segera terbalasakan" ucap mahasiswa secara spontan.


Abdullah hanya tersenyum mendengarnya.


"apakah Abdullah masih menaruh hati padaku?" ucap Aliyah dalam hati.


Dan acara seminar berakhir.


.


Saat hendak pulang Abdullah menghampiri Aliyah.


"Aliyah, saya dengar kemarin kamu sakit" ucap Abdullah.


"iya Abdullah" jawab Aliyah singkat


"sepertinya kamu masih belum pulih total, wajah kamu terlihat pucat dan lesu" ucap Abdullah.


Aliyah menggeleng "saya sudah sehat kok" jawab Aliyah.


"ini Aliyah, saya ingin mengembalikan kitab ini" ucap Abdullah menyodorkan kitab kepada Aliyah.


"pantesan gak ada, ternyata ada sama kamu" ucap Aliyah.


"Maaf, karena kelamaan saya sampai lupa mengembalikan ke kamu" ucap Abdullah senyum manis.


"iya gak apa, terima kasih Abdullah" jawab Aliyah.


"jangan lupa di cek nanti isi kitabnya ya, saya pamit dulu, hati hati di jalan, assalamualaikum" ucap Abdullah.


"waalaikumsalam" jawab Aliyah.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2