Bidadari Untuk Preman

Bidadari Untuk Preman
Umi tidak setuju


__ADS_3

Aliyah menceritakan semua yang ia lakukan hari ini kepada umi dan ayah nya selepas makan malam, Aliyah meminta persetujuan umi dan ayah untuk mengizinkan menjadi donatur tetap untuk Bunga dan ibunya. Ayah dan umi setuju akan hal itu, mereka mendukung niat baik Aliyah, ya keluarga Aliyah sangat kaya dan mereka juga tidak pelit untuk bersedekah.


Namun, umi tidak setuju jika Aliyah bertemu lagi dengan preman itu, umi sangat tidak suka Aliyah dekat dengan Jack. Padahal Aliyah sudah cerita kalau jack itu baik dan tidak jahat. Namun tetap saja umi aliyah begitu protektif dan tidak membiarkan Aliyah bergaul dengan Jack.


"umi setuju kamu jadi donatur untuk anak kecil itu, tapi umi benar-benar tidak mau anak cantik umi bertemu apalagi jalan dengan preman pasar itu" kata umi Aliyah.


"coba Lia pikir kalau ada kenalan umi atau ayah yang melihat Lia jalan dengan preman pasar gimana? bisa malu umi dan ayah nak, bisa rusak reputasi kami, Aliyah tolong ngertiin umi dan ayah ya" tambah umi.


"tapi mi,, Lia masih ada hutang sama Jeffry mi, dan Aliyah udah janji untuk pergi dengan dia ke rumah bunga, karena yang akrab dengan bunga itu Jeffry bukan Aliyah" balas Aliyah.


"tetap saja tidak!! umi tidak suka Aliyah dekat dengan preman" bentak umi sedikit keras


"astagfirullah umi..jangan marah gitu dong, Aliyah gak salah kok mi" bela ayah Aliyah.


"mi, preman juga manusia, dia pasti punya sisi baiknya, jangan menilai orang sebelah mata begitu. Apalgi dia sudah menolong Aliyah" tambah ayah.


"ayah jangan belain preman itu yah, ayah selalu saja berbeda pendapat dengan umi" balas umi.


"ayah umi udah jangan bertengkar, Aliyah gak mau ada keributan di rumah ini" sanggah Aliyah yang mulai sedih melihat reaksi umi dan ayahnya.


"Aliyah ayah cuma berpesan hati hati dan jaga diri baik baik, setelah hutang Aliyah lunas aliyah jaga jarak dengan dia" ucap ayah.


"terserah ayah saja, umi malas berdebat" balas umi yang langsung pergi ke kamar.


.

__ADS_1


Aliyah menaiki tangga menuju kamarnya, di kamar Aliyah merebahkan badan setelah berganti pakaian dengan piyama tidur lengan pendek dan celana pendek. Aliyah memang sangat tertutup jika ke luar, tapi di sendirian di kamar dia berpakaian sangat terbuka, ya kan tidak ada yang melihatnya di kamar.


"umi sangat marah saat aku menceritakan Jeffry eh Jack, udah lah sama aja" gumam aliyah sendiri.


"dia memang preman pasar tapi aku merasa kalau dia itu orang yang baik dan tulus" tambah Aliyah.


Tidak perlu waktu lama setelah merebahkan badan ke ranjang empuknya, Aliyah langsung tertidur lelap.


.


Pagi harinya Aliyah bangun dengan kepala yang begitu berat, Aliyah sepertinya tidak enak badan, suhu tubuhnya juga panas.


"Ya Allah kepalaku sakit sekali.." gumam Aliyah.


"anak cantik umi sakit ya? umi jadi sedih" ucap umi sambil membelai rambut Lia.


"nanti umi suruh dokter untuk periksa Aliyah biat Aliyah cepat sembuh" tambah umi.


"iya mi makasii umi sayang" jawab Aliyah.


skip..


Sementara itu Jack sudah dari jam 8 pagi menunggu Aliyah, sekarang sudah pukul 9 lebih namun Aliyah tak kunjung datang. Dengan sabar Jack tetap menunggu Aliyah.


"Aliyah mana ya, sudah hampir jam 10" gumam Jack.

__ADS_1


Jack yang mulai bosan menunggu Aliyah memutuskan untuk rebahan di bangku trotoar itu, karena Jack memang sangat mengantuk dirinya se malam bergadang.


Berjam jam kemudian Jack terbangun dari tidurnya di lihat nya jam di ponsel ternyata sudah pukul 3 sore!


"astaga sudah mau sore saja, Aliyah belum juga datang, sepertinya dia tidak akan datang lagi deh" ucap Jack pelan.


Jack terlihat begitu kecewa padahal dia sangat berharap bisa bertemu Aliyah hari ini. Namun gadis yang di tunggunya dari pagi tidak muncul muncul.


Jack memutuskan untuk ke base camp melihat situasi disana.


.


Aliyah merasa kecewa karena tidak jadi berkunjung ke rumah bunga hari ini, dia hanya bisa berbaring di kamarnya.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2