
Pagi ini di awali dengan hujan gerimis.
Aliyah berjalan kaki menuju kampus dengan payung kuning miliknya. Baru hendak memasuki gerbang kampus dari arah belakang Aliyah ada mobil yang melaju kencang membuat genangan air di jalan menciprat ke baju Aliyah yang berwarna terang itu.
"Astagfirullahalazim...bajuku jadi kotor" ucap Aliyah.
Ini hari pertama bagi Aliyah tapi sudah mendapat nasib yang kurang mengenakan.
Sesampainya di kampus Aliyah bergegas pergi ke toilet untuk membersihkan gamisnya yang kotor itu.
Aliyah mencoba membersihkan dengan air namun no dan ya tidak hilang yang ada tambah basah jika disiramnya terus.
Akhirnya Aliyah mengajar di kelas dengan baju yabg kotor, karena jika pulang dulu ke apartemen untuk ganti baju tidak akan sempat karena ia ada kelas dari pagi sampai siang.
Sudah hampir jam makan siang, setelah selesai mengajar Aliyah beberes dan pergi ke mushola untuk sholat zuhur. Saat ia sedang berwudhu di kamar mandi seorang gadis menghampiri Aliyah.
"Kak, mau sholat ya" tanya gadis itu. Gadis berwajah polos seperti maba (mahasiswa baru). Aliyah merasa tidak asing dengan wajahnya, seperti baru saja bertemu.
"iya dek, kamu yang barusan masuk kelas dengan saya kan?" tanya Aliyah.
"iya kak, eh buk, eh kak, aduh jadi bingung mau panggil apa soalnya ibuk eh kakak masih muda hehe" jawab gadis itu.
"panggil saja buk Aliyah karena saya dosen kamu di kampus ini" jawab Aliyah ramah.
"ini buk, pakai baju ini saja, baju ibuk kotor nanti sholatnya kurang afdhol lagi karena pakai baju kotor" ucap gadis itu dengan ramah dan penuh senyuman sembari menyodorkan paper bag berisi baju.
Aliyah sedikit heran melihat tingkah gadis itu. Dengan ragu ragu Aliyah menolak tawaran baiknya.
"maaf dek, tidak usah saya..."
"aduh buk, niat saya baik kok sama ibuk, ayolah buk ambil, besok bisa ibuk kembalikan, saya gak tega liat ibuk cantik cantik gini tapi bajunya kotor" ucap gadis itu memelas dan memohon.
Mengingat apa yang dikatakan gadis itu ada benarnya, dan Aliyah memang merasa risih memakai baju kotor apalagi hendak sholat, dan ia juga tidak tega menolak tawaran dari mahasiswinya yang baik ini.
"baiklah akan saya terima, besok akan saya kembalikan ya, oh iya nama kamu siapa?" tanya Aliyah sembari mengambil paper bag yang dari tadi sudah disodorkan ke tangannya.
"Nur Asyifa buk, panggil saja Syifa" jawab gadis itu yang tak lain adalah adik perempuan Abdullah.
Kebetulan macam apa ini? kebetulan yang sangat sangat seperti sudah terencana ya..bisa bisanya syifa membawa baju ganti untuk Aliyah 😁🤭
Mari kita flashback agar tidak bingung dan bertanya tanya.
*flashback on
Jam 7.30 pagi Aliyah sudah berada di ruang dosen setelah selesai dari kamar mandi membersihkan bajunya namun tetap saja kotor. Abdullah melihat kondisi Aliyah.
"kok bisa kotor gitu bajunya Lia?" tanya Abdullah.
"kena cipratan mobil tadi di depan gerbang" jawab Lia.
"kelihatan banget ya kotornya? aduh mana aku sebentar lagi kelas sampai siang, aku gak bisa pulang dulu ganti baju, hari pertama gak mungkin kan gak masuk kelas" keluh Lia.
"hmm..sabar dan tetap percaya diri ya Lia" ucap Abdullah sambil tersenyum.
Tak tega melihat Aliyah, Abdullah pun berniat ingin membantunya. Abdullah menelvon Syifa, yap syifa hari ini ada kelas jam 10 nanti, jadi sekarang Syifa masih berada di rumah. Abdullah meminta Syifa membawakan pakaian untuk Aliyah.
__ADS_1
"gimana Aa? baju untuk siapa?" tanya syifa di telvon.
"bawakan saja gamismu yang paling bagus ya, kalau bisa yang baru dan belum kamu pake ya" jawab Abdullah di telvon.
"hah untuk apa si Aa ada ada aja deh, ngapain coba?" bawel Syifa yang banyak tanya.
"bawain aja adik manis, itu untuk calon kakak iparmu, tapi kamu yang mau cepat cepat punya kakak ipar" jawab Abdullah.
"ah Aa ini aneh aneh aja deh, oke oke aku bawain" balas Syifa.
sesampainya di kampus syifa memberikan paper bag berisi baju itu pada Abdullah.
"nih baju buat kakak ipar" ucap syifa menyodorkan paper bag pada masnya yang ganteng itu.
"adek yang kasih ke orangnya, Aa malu" jawab Abdullah.
"halah Aa ini dari tadi ga jelas deh ada ada ajaa" celoteh Syifa.
"lagian mana si kakak ipar kata Aa itu? mana yang mana?" jawab syifa membelalakkan matanya ke sekitar.
"ada, nanti dek tau, nanti kamu bertemu di kelas sama dia" jawab Abdullah.
"oalah Aa pacaran sama mahasiswi seperti aku ya"? jawab Syifa.
Abdullah menggeleng.
"Dia yang paling cantik dan paling pintar di kelasmu nanti, duduk paling depan, dan bajunya kotor, kamu perhatikan saja nanti dek" ucap Abdullah.
"Aa ini ada ada saja, ya udah aku masuk kelas dulu ya, assalamualaikum" Ucap Syifa yang beranjak pergi ke kelas.
Sesampainya di kelas Syifa langsung memperhatikan seisi kelas, melihat satu persatu wajah mahasiswi di sana.
Tak lama dosenpun memasuki ruangan kelas. Ya itu Aliyah. Mata Syifa langsung berpusat pada Aliyah yang berada di depan kelas sembari memperkenalkan diri bahwa ia adalah dosen baru mereka.
"walah walah pasti ini orangnya, calon kakak iparku seperti kata mas tadi, masyaallah..." gumam Syifa.
Selesai kelas pun syifa membuntuti Aliyah hingga ke musholla, dan akhirnya mereka bertemu du tempat berwudhu.
flashback off.
Aliyah telah berganti pakaian dan sholat, lalu kembali mengajar karena masih ada satu kelas lagi siang ini.
Aliyah tampak lebih percaya diri dari tadi pagi, terlebih baju yang dipinjamkan juga bagus dan nyaman, pas sekali di badan Aliyah tidak seperti baju pinjaman.
Tak terasa hari sudah beranjak malam.
keluarga harmonis Abdullah sedang makan malam bersama. Syifa yang dari tadi sudah tidak sabar menceritakan kejadian hari ini pada ibuk dan abah tampak sangat bersemangat usai makan.
"Buk, Abah, itu si Aa udah punya calon, mana geulis pisan, pinter, dosen muda kayak Aa, masyaallah cocok pisan" ucap Syifa semringah.
"apa sih dek, bukan ah, itu teman Aa" jawab Abdullah malu malu.
"ih A gimana si tadi katanya calon kakak ipar" cetus Syifa.
"ceritain dong Aa Abah sama Ibuk juga pengen tau" ucap Abah tersenyum.
__ADS_1
Lalu Abdullah menceritakan tentang Aliyah dan kejadian yang menimpa Aliyah tadi pagi hingga bajunya kotor.
"ohhh begitu...Aa suka ya sama neng Aliyah itu?" tanya Ibuk.
Abdullah hanya tersenyum malu malu.
"ih sok sok malu malu Aa ni" ledek Syifa.
"Aa suka buk, tapi...dia tidak" jawab Abdullah.
"masa sih kak Aliyah gak suka sama Aa, Aa cocok banget tau sama kak Aliyah" jawab Syifa.
"hm..udah dek, Aa tadi bercanda doang kok bilang calon kakak ipar, yang jelas Aliyah gak suka sama Aa, Aa juga gak mau lagi berharap lebih" ucap Abdullah sambil tersenyum walaupun terlihat dari sinar matanya ia bersedih jika mengingat Aliyah yang tak kunjung membalas perasaannya.
Kemudian sesi curhat makan malam pun selesai. Abah Ibuk dan Syifa beranjak untuk beristirahat.
Abdullah yang semula ingin ke kamar untuk tidur terhalang oleh sejuknya udara di luar. Ia pun memilih untuk duduk di teras rumah sembari menikmati udara malam dan merdunya suara jangkrik.
"jangan lama lama di luar, dingin Aa" ucap ibuk yang tiba tiba muncul dari dalam rumah.
"loh ibuk belum tidur" tanya Abdullah.
"ibuk mau tidur, tapi liat Aa di luar sendiri jadi ibuk temenin Aa dulu" jawab ibuk dengan senyuman teduh dan hangat. Ibuk duduk di samping Abdullah dan memegang tangan putra kesayangannya itu.
"Aliyah itu gimana orangnya? kok anak ibuk bisa suka sama dia" tanya ibuk dengan sangat lembut.
Abdullah menarik nafas panjang. .
"Dia perempuan yang sangat luar biasa buk, baik, sholehah, pintar, cantik, lemah lembut seperti ibuk" jawab Abdullah.
"ibuk akan paham kalau bertemu dengan dia langsung" tambah Abdullah.
"kalau begitu ajak atuh neng Aliyah main ke rumah kita" jawab ibuk.
Abdullah menggeleng sambil tersenyum.
"hatinya sudah dimiliki oleh pria lain buk" jawab Abdullah.
"sudah bersuami maksudnya?" tanya ibuk
"belum buk, tapi...sepertinya akan" jawab Abdullah.
"jika sulit mendapatkannya maka cobalah belajar melupakan, dan buka hati untuk yang lain nak" jawab ibuk sambil mengelus bahu putranya itu.
"semuanya terasa sulit untuk Abdullah buk" jawab Abdullah yang sudah tidak tahan menahan sedih.
"sudah dari dulu buk, hanya dia yang Abdullah inginkan buk, tapi takdir Allah tidak mengizinkan Abdullah memiliki dia" jawab Abdullah.
"Takdir Allah tidak sebatas hari ini saja nak, jika sampai hari ini dia belum menjadi milikmu, bisa jadi itu akan terjadi besok, besok atau besoknya lagi, anak ibuk jangan lupa bahwa Allah maha membolak balikkan hati manusia" jawab ibuk dengan nada yang sangat lembut agar hati anaknya tidak sedih lagi.
"buk...Abdullah tidak tau dengan cara apa lagi buk, Abdullah selalu berdoa agar di dekatkan dengan Aliyah, tapi semakin Abdullah mencoba mendekat semakin Aliyah terasa jauh buk" ucap Abdullah.
"Aa...minta ke Allah agar jodoh Aa yang di dekatkan ke Aa, cukup Aa dekati Allah, dapatkan dia lewat doa dan kuasa Allah. Jika memang bukan Aliyah yang datang itu tandanya Aa tidak berjodoh dengan dia, biarkan takdir Allah yang menentukan Aa, sekarang Aa cukup beroda dan berserah, yakin yang terbaik dari Allah akan datang untuk Aa" ucap ibuk.
Abdullah menyandarkan kepalanya di bahu ibuk yang hangat, sungguh hebat kasih sangat seorang ibu untuk menenangkan anaknya.
__ADS_1
"Terimakasih buk, Abdullah mohon Doa dari ibuk selalu, ridho ibuk adalah ridho Allah juga" ucap Abdullah memeluk ibunya.
...****************...