
Tomo dan keluarga sampai di rumah mewah mereka dengan perasaan marah dan kesal.
"udah ya! papa gak mau lagi berurusan sama mereka, dan kamu, lupain perempuan itu" ucap Tomo masih geram
"pa! gak bisa, aku cinta sama Aliyah" ucap Jack
"terserah kamu, yang jelas papa gak mau lagi berurusan dengan mereka" tegas Tomo
"mas..jangan begitu..kamu gak boleh terlalu keras" ucap Juita berusaha menenangkan suaminya.
Namun Tomo meninggalkan Juita dan Jack di tuang tamu, dan menuju kamarnya.
"ma..mama tolong bujuk papa ya" ucap Jack
"iya nak, mama akan berusaha membujuk papa kamu nak" ucap Juita.
Jack menuju kamarnya dengan hati yang sedih, Jack merebahkan tubuhnya di ranjang dan meraih ponselnya.
Jack mengirimkan pesan kepada Aliyah, namun Aliyah lama sekali membalas chat Jack, hingga jack tertidur.
Sementara itu Aliyah juga merasakan sakit dan sedih di dalam hatinya.
"umi..Aliyah mohon mi" ucap Aliyah membujuk umi.
"gak bisa, kamu harus nikah dengan Fero, kalau tidak.." ucap umi.
"kenapa kalau tidak mi? ada apa sebenarnya? tolong kasih tau Lia mi..jangan ada yang di tutupi" ucap Aliyah menangis
Umi sebenarnya tidak tega melihat Aliyah sedih dan menangis, umi akhirnya menceritakan kesulitan yang mereka alami setahun silam. Fero dan keluarga nya sudah membantu ayah dan umi dengan pinjaman uang yang sangat banyak, dengan syarat Fero harus menikah dengan putri mereka. Jika tidak maka ayah dan umi akan menerima konsekuensi yang tidak menyenangkan.
Aliyah tidak bisa lagi bereaksi, dirinya sangat hancur saat ini, mau tidak mau, ia harus menerima takdir nya. Entah rencana apa yabg telah Allah siapkan untuk nya dan Jack.
Aliyah tidak bisa tidur, ia duduk di teras samping kolam renang rumahnya, Aliyah masih tidak bisa membendung kesedihan yang ia rasakan.
Anisa menghampiri Aliyah, Nisa tadi tidak di rumah, ia tadi pergi ke rumah sakit tempat ia bekerja dulu jadi Nisa tidak tahu apa yang telah Aliyah alami.
"dek..kenapa?" tanya Nisa mengelus pundak Lia.
"kak..." Aliyah menangis dan memeluk kakaknya.
"kenapa Lia ada apa?" ucap Nisa bingung.
"kak..lia gak mau nikah sama Fero..Lia gak cinta sama dia kak" ucap Aliyah menangis.
"umi masih memaksa kamu dek?"
"iya kak. padahal tadi keluarga Jack sudah ke sini menemui ayah dan umi, tapi umi tetap menolak kak"
"ya Allah..kasihan sekali Lia..sabar ya sayang kakak juga gak tau bisa bantu apa"
"kak..aku mencintai Jack..aku hanya ingin menikah dengan dia" rengek Aliyah lagi
__ADS_1
"iya iya..kakak paham Lia..kamu jangan putus asa gini, serahkan semuanya kepada Allah..ingat. kamu masih Allah tempatmu meminta" ucap Nisa.
Nisa mengiring Aliyah ke kamarnya untuk beristirahat.
**
Keesokan paginya.
Jack seperti kehilangan semangat hidupnya, Jack letih sekali dan tidak ingin beraktivitas hari ini. Namun, ia harus kuliah, apalagi ia sekarang sudah memasuki semester akhir. jadi Jack harus rajin agar cepat lulus.
Jack mengumpulkan semua semangat dalam dirinya dan pergi ke kampus.
(di ruangan dosen killer)
"hemm bagus..akhirnya tugas kamu betul juga, saya puas, kalau begini saya bisa meluluskan kamu dengan nilai A" ucap dosen itu.
"terimakasih pak, terimakasih banyak" ucap Jack gembira.
Jack meninggalkan ruangan pak Nurman dengan perasaan gembira, untuk sesaat ia memiliki semangat lagi.
"alhamdulillah..akhirnya.."
"hm..gak sia sia juga gw minta tugas tugas Shela kemarin" ucap Jack senyum.
Jack menyusul papa ke kantor setelah pulang dari kampus.
(di kantor papa)
"oke mbak terimakasih" ucap Jack
Jack menunggu papa di depan ruang kerjanya sambil memainkan ponselnya. Jack teringat lagi akan Aliyah, sampai sekarang Aliyah masih belum membalas pesan Jack.
Tiba tiba Shela datang dan menyapa Jack.
"hai" ucap Shela senyum.
"hai juga" ucap Jack lesu
"gimana tugas kamu? aman" tanya Shela.
"aman. makasi ya berkat kamu juga" ucap Jack.
"iya sama sama" ucap Shela tersenyum. Senyuman shela masih sama seperti dulu saat mereka masih kecil.
Jack masih belum memberitahu Shela bahwa mereka teman kecil, bahkan Jack sempat suka dengan Shela saat masih kecil.
"aku ke dalam dulu ya, nanti kita ngobrol lagi" ucap Shela.
Jack mengangguk dan shela masuk ke ruangan.
Sementara itu Aliyah terlihat murung di mejanya, Lia dosen muda yang cukup populer di kalangan mahasiswa, karena ia masih muda, cantik, pintar dan anak orang kaya. Beberapa mahasiswa kerap menggoda Aliyah.
__ADS_1
"maaf buk, saya ingin bertanya" ucap seorang mahasiswa.
"ah iya silahkan" ucap Aliyah.
kemudian Aliyah berdiskusi dan menjelaskan kembali pelajaran kepada mahasiswa"nya.
Sementara itu Abdullah juga menjadi dosen populer di kampus, sama seperti Aliyah, muda, pintar, sholeh, dan tampan, seperti tidak ada celah di diri Abdullah.
Abdullah selalu memperlihatkan perhatiannya kepada Aliyah sehingga banyak yang mengira Abdullah menyukai Aliyah, ya walaupun kenyataan nya memang begitu.
Abdullah menghampiri Aliyah yang hendak pulang.
"Aliyah" ucap Abdullah.
Aliyah berhenti dan berbalik badan.
"boleh aku antar pulang" ucap Abdullah.
"tidak usah terimakasih" ucap Aliyah lesu dan cuek
"kamu sakit?" tanya Abdullah.
"tidak"
"terus kenapa kamu pucat dan murung?"
"aku mau pulang dulu" ucap Lia.
"Aliyah tunggu, bisa gak sedikit ramah dan membalas perhatian ku?" ucap Abdullah.
"kamu sangat cuek dan dingin kepada ku" ucap Abdullah
"Abdullah..dengar tidak ada yang bisa kamu harapkan dari aku" ucap Aliyah.
"kenapa kamu selalu tertutup dan dingin kepadaku, kamu.." ucap Abdullah.
"Abdullah. Kamu harus berhenti, jangan membuang buang waktumu" ucap Aliyah.
"justru aku semakin tidak bisa berhenti jika kamu selalu membuat aku penasaran begini"
"huft..aku di jodohkan! bahkan untuk menikahi pria yang aku cintai saja aku tidak bisa, apalagi membuka hati lagi untuk kamu, jadi aku mohon berhentilah!" ucap Aliyah bergegas meninggalkan abdullah di koridor kelas itu.
Aliyah terlihat sangat sedih dan hancur, Abdullah merasa bersalah dan kasihan kepada Aliyah.
"Aliyah..seperti itu lah takdir allah, tidak ada yang tahu apa isinya" ucap Abdullah dalam hatinya.
"aku tidak akan berhenti, hingga kamu benar benar menjadi istri orang lain" ucap Abdullah lagi.
***
Bersambung...
__ADS_1
(mohon maaf readers,, akhir akhir ini jarang up karena author agak sibuk sama drama perkuliahan. maaf ya..insyaallah besok di up banyak banyak..tunggu terus yaa..love youu)