
Setelah bangun dari tidur lelapnya malam tadi, Aliyah kembali dengan rutinitas paginya, setelah sholat subuh dia jogging bersama uminya di sekitaran komplek elit rumahnya, kemudian jam 7 mereka sudah sampai di rumah, mandi dan sarapan sebelum kedua orang tuanya yang super sibuk itu berangkat bekerja.
Ayah Aliyah bernama Ustadz Bakhri (60 tahun) seorang pengusaha sukses dan pemilik pondok pesantren elit di kota Padang. Kemudian uminya umi Rani (55 tahun) pebisnis butik besar di salah satu mall. Butik milik uminya ada di mana-mana cabang nya banyak sekali.
Setelah selesai sarapan orang tua Aliyah pun pergi, kini Aliyah di rumah hanya ditemani oleh dua asisten rumah tangga dan pak yono.
"Sepi lagi.." gumam Aliyah dalam hati.
"Aku harus apa hari ini? Hang out dengan Windy tapi dia sama pacarnya" gumam Aliyah lagi sambil memijat kepalanya berfikir.
"apa sebaiknya aku ke pasar bertemu preman itu? si Jack? jujur aku kepikiran dengan permintaan yang dia ajukan, membuatku jadi penasaran" Aliyah berbicara sendri.
Aliyah memutuskan untuk pergi ke pasar menemui Jack, kali ini Aliyah di antar pak yono dan pak yono menunggu di tempat kemarin.
.
Aliyah sampai di bundaran air mancur dia melihat ke sekeliling namun tidak terlihat tanda-tanda keberadaan Jack. Aliyah kepanasan dan menunggu di bangku trotoar yang berada di bawah pohon rindang.
(tempat Aliyah menunggu Jack)
"mana ya dia, apa dia gak ke pasar hari ini, ah tapi itu tidak mungkin" batin Aliyah.
Sekitar 15 menit menunggu Aliyah pun mulai bosan, akhirnya ia beranjak dari tempat duduknya. Tiba tiba dari belakang seseorang memegang bahunya dan Aliyah pun terkejut.
"assalamualaikum Aliyah" sapa Jack.
"waalaikumsalam, eh maaf jangan pegang-pegang begitu saya gak suka" balas Aliyah.
"eh maaf Aliyah, aku refleks aja tadi pas lihat kamu"_ jawab Jack.
"kenapa jadi manggil aku kamu? bukannya kemaren lo gue" balas Aliyah lagi
"hehe iya biar lebih akrab aja Aliyah" jawab Jack sambil tersenyum.
"akrab? maksudnya apa?" tanya Aliyah merasa risih
"memang kenapa Aliyah? apa kita tidak boleh akrab layaknya teman?" tanya Jack heran
__ADS_1
"maaf Jack, saya hampir tidak pernah dekat dengan lawan jenis, bahkan saya tidak punya kenalan cowok, kecuali kerabat saya" balas Aliyah.
"saya menemui kamu hanya karena merasa hutang budi, dan saya hanya menganggap kamu kenalan biasa, tidak lebih" tambah Aliyah sedikit ketus.
"kenapa begitu Aliyah? memang apa salahnya punya teman lawan jenis, punya banyak teman itu asyik loh" balas Jack dengan senyuman.
Aliyah tidak menggubris celoteh Jack dia hanya menatap ke depan tanpa melihat ke arah Jack. Melihat respon Aliyah Jack tersadar mana mungkin Aliyah mau berteman dengan preman pasar sepertinya, sedangkan Aliyah terlihat jelas berasal dari keluarga kaya dan muslimah sejati dengan jilbab menutup dada dan manset tangan serta selalu gamisan.
"iya juga, mana mau orang kaya seperti kamu berteman dengan preman pasar seperti aku" jawab Jack dengan nada sedih.
"bukan begitu, saya tidak bermaksud untuk memandang orang dari status maupun pekerjaannya, tapi..." bantah Aliyah, belum selesai bicara Jack sudah memotong.
"udah udah gak perlu di jelaskan kok" sanggah Jack.
"udah cukup basa basi nya, sekarang ayo ikut aku ke suatu tempat ini adalah permintaan pertama dari aku" tambah Jack.
"kemana? saya gak mau Jack" balas Aliyah sedikit cemas.
"Aliyah, kamu gak perlu takut aku gak akan apa apain kamu kok, kita ke rumah kenalan aku gak jauh dari sini, suasana juga ramai gak mungkin aku jahatin kamu, kalau niat aku jahat udah dari kemarin-kemarin aku jahatin kamu apalagi pas kamu pingsan berjam jam kemarin" jelas Jack tegas.
"astagfirullah..kenapa aku jadi buruk sangka begini, padahal betul yang dia bilang" batin Aliyah.
"maaf Jack. baiklah aku akan ikut kamu" balas Aliyah.
"Abang Jack datang..yee" seru anak kecil itu. Umurnya sekitar 10 tahun.
"hai Bunga apa kabar maaf ya bang Jack baru datang" balas Jack
"ibu bunga mana? udah berangkat ke pasar?" tanya Jack.
"udah bang Jack, bunga sendirian" jawab bunga.
"wah bang Jack bawa pacarnya ya..cantik banget" tambah bunga.
Jack tertawa kecil mendengar ucapan bunga.
"bukan bukan ini kenalan bang Jack, bukan pacar, kenalin namanya Aliyah" balas Jack.
"assalamualaikum adik manis nama kakak Aliyah" ucap Aliyah
__ADS_1
"waalaikumsalam kak, nama aku bunga" balas anak itu.
Aliyah heran mengapa Jack mengajaknya mengunjungi tempat ini. Setelah berkunjung hampir satu jam Jack berpamitan sebelum pergi Jack mengeluarkan dompetnya dan memberikan uang 300 ribu kepada bunga.
"maaf ya bunga, bang Jack udah lama gak kesini dan cuma bisa kasih segini, nanti kalau ibu kamu sudah pulang segera beli obat ya dan jangan lupa beli susu juga supaya kamu cepat sembuh" ucap Jack.
Bunga bukan siapa siapa Jack, dia adalah anak dari pemulung di pasar raya yang kerap Jack temui, Bunga terlihat begitu kurus dan Seperti orang sakit. Penyebab bunga seperti itu adalah kurang gizi dan hidup di tempat yang tidak layak. Bunga sudah setahun putus sekolah karena dirinya tidak sanggup sekolah otak dan fisiknya tidak memadai. Dia kerap sakit dan pingsan jika terlalu lama terkena sinar matahari dan kelelahan.
Jack yang sudah hampir 3 tahun kenal dengan bunga dan ibunya selalu berusaha untuk membatu mereka dengan memberikan uang kepada bunga. Jack begitu tulus membantu bunga.
Aliyah yang masih bingung melihat Jack pun bertanya.
"kenapa kamu bawa saya menemui bunga" tanya Aliyah di jalan pulang dari rumah bunga.
"aku cuma ingin bunga bertemu orang lain saja, karena yang di temuinya hanya aku dan ibunya, dan aku sudah hampir 3 minggu tidak berkunjung, makanya aku bawa kamu agar bunga tidak kesepian, dan lihat kan bunga tadi terlihat senang" jawab Jack.
"apa dia sakit? badannya kurus sekali" tanya Aliyah.
"iya dari lahir dia kelainan, karena kurang gizi itu yang aku dengar dari ibunya" balas Jack singkat.
"lalu kamu siapa nya kenapa kamu terlihat begitu baik padanya" tanya Aliyah lagi.
"bukan siapa siapa, aku hanya ingin membantu bunga walaupun tidak bisa banyak yang ku beri, tapi melihat dia sedikit bahagia aku merasa senang" jawab Jack.
Aliyah masih bingung, kenapa seorang preman pasar bisa berhati lembut begini? dan Jack juga sering menolongnya. Aliyah pun tersentuh mendengar cerita Jack tentang bunga. Aliyah jiga berniat membatu bunga.
"terimakasih Aliyah sudah temani aku, artinya 1 permintaan sudah lunas, besok akan aku beritahu permintaan selanjutnya, itu pun kalau kamu masih mau bertemu denganku besok" ucap Jack.
"besok aku akan kesini jam 9 pagi, aku harap kamu tepat waktu agar aku gak nunggu terlalu lama, kalau gitu aku pulang dulu assalamualaikum" jawab Aliyah.
"wa'alaikumsalam hati hati di jalan Aliyah" balas Jack
Aliyah yang sudah berjalan beberapa langkah menoleh ke belakang dan tersenyum kepada Jack.
.
.
.
__ADS_1
.
.