Bidadari Untuk Preman

Bidadari Untuk Preman
Hari pernikahan


__ADS_3

Semua persiapan sudah selesai, tamu tamu sudah berdatangan. Penghulu, saksi, dan mempelai pria sudah berada di depan meja ijab kabul.


Setelah kata "SAH.." terucap dari mulut saksi, semua tamu undangan bertepuk tangan bahagia. kini Fero dan Nisa resmi menjadi suami istri.


Pengantin perempuan yang di dampingi oleh Aliyah dan Umi memasuki ruangan dan duduk di samping pengantin pria. Fero dan Nisa kini telah duduk bersebelahan, mulai menandatangani buku nikah mereka.


Fero tampak sangat bahagia, senyumnya segar dan ceria, Nissa juga tersenyum bahagia. Melihat kakaknya tersenyum membuat hati Aliyah tenang dan ikut gembira.


"Alhamdulillah..semoga Kak Nisa dan kak Fero jadi keluarga yang sakinah mawaddah warohmah until jannah" ucap Lia memeluk kakaknya.


"makasih lia sayang" ucap nisa.


"kamu juga buruan nyusul ya sama lelaki pilihan kamu itu" ucap Fero.


Aliyah tersenyum "insyaallah" jawab Aliyah.


Anehnya Jack sama sekali tidak hadir ke pernikahan kak Nisa dan Fero. Belakangan ini Aliyah dan Jack memang jarang berkomunikasi. Tapi tentu saja Jack tahu bahwa pernikahan Lia batal.


Aliyah mengecek ponsel nya, ia memastikan kembali pesannya sudah terkirim pada Jack.


"padahal sudah di read, tapi kenapa belum ada balasan" ucap Lia sedih.


Aliyah duduk termenung sendirian. Tiba tiba seseorang menghampiri Aliyah dari belakang.


"Assalamualaikum Aliyah"


"Waalaikumsalam, Jack" ucap Lia lalu menoleh ke belakang.


Abdullah tersenyum.


"eh Abdullah, maaf aku kira.."


"makanya jangan melamun, aku liat dari tadi kamu melamun gitu" ucap Abdullah.


"kalau yang ditunggu tak kunjung datang, mending sama yang udah ada di depan mata aja" ucap Abdullah bercanda.


"apa sih kamu bisa aja, gak ada yang melamun kok" sanggah Aliyah.


"sudah makan?" tanya Lia.

__ADS_1


"sudah, aku sudah sampai dari tadi, sudah ketemu mempelai dan orang tua kamu juga, aku cari kamu. ternyata kamu sendirian di sini" ucap Abdullah.


Aliyah hanya membalas dengan senyuman.


.


Sementara Jack sedang sibuk di kantornya, hingga lupa akan pesta pernikahan kak Nisa.


Jack mengecek ponselnya yang dari tadi ia letakkan di laci meja.


"astagfirullah..aku sampai lupa" ucap Jack kaget sendiri.


"hari ini pernikahan kak Nisa dan Fero, aku harus segera ke sana" ucap Jack yang buru buru merapikan file di atas mejanya.


Tok tok tok


Ada yang mengetuk pintu ruangan Jack.


"permisi pak, saya mau memberitahu kalau jadwal meeting bapak dengan klien dari Singapur di reschedule jadi jam 5 sore ini ya pak" ucap sekretaris Jack.


"Loh meeting nya kan besok pagi, kenapa di percepat begini?" tanya Jack terkejut.


"stop...saya gak bisa sore ini saya sudah ada janji, kamu atur ulang saja meeting dengan mereka itu" ucap Jack menyela pembicaraan sekretarisnya.


"tapi pak...bagaimana jika mereka ti.."


"saya tidak bisa sekarang! saya mau pergi" ucap Jack menyela lagi, lalu Jack keluar dari ruangannya sementara sekretaris itu masih berdiri terheran melihat sikap jack barusan.


Sore ini sangat macet, Jack terkepung di jalan. sudah sejam lebih namun belum juga sampai di hotel tempat pernikahan kak Nisa.


"hahhh kalau gini aku bisa telat, acaranya sudah selesai kalau masih begini saja" ucap Jack sangat kesal.


Sudah pukul 19.00 WIB, dan Jack baru sampai di lokasi pernikahan.


sudah sepi dan sepertinya acara sudah selesai. Jack masih berharap bertemu dengan Aliyah.


Tampaknya Jack tidak memiliki kesempatan lagi berjumpa dengan Aliyah karena ruangan itu benar benar kosong, hanya ada OB dan WO yang mulai bersih bersih ruangan.


"maaf mas, acaranya sudah selesai, mas cari siapa?" ucap salah satu staff

__ADS_1


"oh iya mbak, saya mau bertemu keluarga mempelai" jawab Jack.


"mereka masih di hotel ini mas, rooftop mas" jawab staff.


"makasih mbak" Jack langsung bergegas.


Sesampainya di rooftop, Jack tidak di izinkan masuk oleh penjaga Pinto rooftop.


"maaf mas, hanya keluarga dan tamu tertentu yang boleh masik, karena ini pesta pribadi" ucap penjaga itu.


"iya mas, saya tamu di sini, tolong saya mau masuk, saya kenal sama keluarga di dalam" ucap Jack.


"maaf mas, tidak bisa, nama mas tidak ada di daftar tamu ini" bantah penjaga.


Jack benar benar tidak bisa masuk, akhirnya Jack memutuskan untuk menunggu di luar. Berharap Aliyah keluar dan melihat dirinya.


Tidak lama kemudian, Aliyah kebawah dan bertemu dengan Jack di depan lift. Namun, di belakang Aliyah ada Abdullah.


"Jack, kamu di sini?" ucap Aliyah yang kaget melihat Jack.


"sudah dari tadi aku menunggu kamu Aliyah" jawab Jack dengan wajah memelas.


"Aku telvon kamu berkali kali tapi handphone kamu tidak aktif" tambah Jack yang sudah hampir frustasi.


"maaf Jack, handphone aku habis baterai, dan aku gak nyangka kamu bakal datang, karena kamu gak balas chat aku" ucap Aliyah.


Sementara itu Abdullah hanya diam dan mendengar keluh kesah mereka.


"Terimakasih Aliyah, terimakasih banyak, aku sangat senang dan bersyukur kamu tidak jadi menikah dengan Fero" ucap Jack dengan mata berbinar.


Aliyah pun ikut terbawa suasana.


.


Next sabarr yaaa~~~


pernikahan Anisa dan Fero yang berlangsung mewah


__ADS_1



__ADS_2