Bidadari Untuk Preman

Bidadari Untuk Preman
Aku rindu part 2


__ADS_3

Setelah berlari sekitar hampir setengah jam mereka pun sampai di depan jalan raya. Nafas keduanya terengah-engah, tentu saja Aliyah dan Jack sedikit capek setelah berlari.


"huh huh huh..kamu lihat kan Aliyah, jika kita berlari kita kan cepat sampai ke tujuan, apalagi jika kita berlari bersama" ucap Jack.


"iya jack" jawab Aliyah sambil mengatur nafasnya yang masih berantakan.


"nah itu angkotnya lewat, ayo kita naik" ucap Jack.


Mereka berdua menaiki angkot putih itu.


"Jack kita mau kemana?" tanya Lia


"udah kamu liat aja nanti ya, bentar lagi kita juga sampai kok" jawab Jack sambil tersenyum manis.


Setelah beberapa menit di angkot mereka turun di depan gerbang sekolah. SMK N xx Kota Padang


"Jack ngapain kita ke sini" tanya Aliyah penasaran kenapa jack mengajak nya ke SMK.


"ini sekolah aku Aliyah, udah ayok ikut" ucap Jack


"Jack ngapain ke sini, aku malu Jack penampilan aku aja begini" jawab Aliyah


"udah gak apa apa Lia, sekarang masih jam belajar gak akan ada yang liat kok, tenang aja ya" jawab Jack meyakinkan


"ayok Aliyah..kamu gak penasaran aku mau tunjukin apa?"


Aliyah pun mengalah dan menuruti Jack.


Mereka menyusuri lorong-lorong sekolah itu hingga sampai ke bangunan paling belakang.


"Jack ngapain ke sini" tanya Aliyah yang mulai gelisah


"semoga masih ada, dan gak ada yang merusak nya" gumam Jack


"hah kamu ngomong apa Jack?" tanya Lia.


"ini Lia aku mau tunjukin ini ke kamu, semoga masih ada di sini" ucap Jack


Mereka berdua berdiri di depan tembok besar yang tertutup oleh terpal. Kemudian Jack membuka terpal itu, dan terlihat sebuah lukisan yang estetik disertai tulisan.


"yes masih ada dan gak rusak" ujar Jack


"apa ini Jack?" tanya Aliyah heran


"ini hasil karya aku Aliyah hehe" jawab Jack


"Jack kamu nyoret-nyoret tembok sekolah kamu?"


"santai aja Lia, ini juga bagian belakang kok, lagian perpus ini juga udah lama gak di pakai udah ada perpus baru di depan" ucap Jack membela diri.


"ini..kamu yang buat Jack?" tanya Aliyah sambil mengamati lukisan yang cukup indah itu, Aliyah berusaha membaca tulisannya namun terlihat sudah berdebu.


"kamu tutup mulut dan hidung biar aku bersihkan dulu debunya" ujar Jack


"Nah sekarang kamu bisa baca Aliyah?" tanya Jack


tulisan yang terlukis di dinding itu adalah sebuah puisi.


Cinta

__ADS_1


Awalnya aku tak percaya apa itu cinta


Namun semuanya berubah sejak terbayang senyum indah di bibirnya


Cinta


Bahkan aku tak mengerti bagaimana rasanya


Karena dia begitu jauh dan tak terlihat


Cinta


Apa itu cinta? Aku berharap segera menemukan cintaku


Teruntuk cintaku


Percayalah aku akan menjadi lelaki terhebat dalam hidupmu


Cinta


Datanglah padaku dan akan kuberikan seluruh hidup ku padamu.


Aliyah selesai membaca puisi tersebut "jack..ini kamu yang buat, ini puisi kan?" tanya Aliyah


Jack mengangguk.


"puisi ini aku buat saat aku kelas tiga SMK, waktu itu guru bahasa indonesia memberi tugas membuat puisi romantis, ya sudah aku buat puisi ini, sengaja aku lukis di dinding ini, dengan harapan aku bisa menunjukkan ke perempuan yang berhasil membuatku jatuh cinta, makanya aku tunjukkan ke kamu Aliyah" ucap Jack.


"tunggu..jadi ini puisi kamu buat untuk cewek yang berhasil buat kamu jatuh cinta gitu?" tanya Aliyah


"iya Aliyah.." jawab Jack dengan irama yang panjang di akhir katanya


"tapi..kenapa sajak puisinya seperti itu, Awalnya aku tak percaya apa itu cinta


Namun semuanya berubah sejak terbayang senyum indah di bibirnya" ucap Aliyah sembari mengulang sajak puisi Jack itu.


"kenapa kamu bisa buat sajak seperti itu, sedangkan kita belum bertemu saat kamu SMK, pasti sebelum aku kamu pernah jatuh cinta dengan cewek lain, maka nya kamu buat kata kata seperti itu" sarkas Aliyah dengan nada bicara agak kesal


Jack berfikir sejenak, "kenapa ya aku bikin syair kayak gitu,aku juga lupa" gumam Jack.


"jadi siapa cewek itu?" tanya Aliyah cuek


"eh Lia, aku benaran kok kamu cewek pertama yang aku cintai" jawab Jack berusaha meyakinkan.


"terus kamu terbayang senyum indah siapa" tanya Aliyah mulai jengkel. Aliyah kayaknya cemburu deh. hahahaha


Jack mengingat kembali saat ia membuat puisi itu, dan ya..Jack terbayang pada satu gadis.


"aku baru ingat, aku membayangkan anak kecil yang menolongku dan memberiku coklat waktu aku masih umur 6 tahun, dia..dia adalah cewek yang buat aku tersenyum waktu itu dan senyuman nya begitu manis" ucap Jack dalam hatinya.


"jawab Jack kenapa diam?" tanya Aliyah


"oh iya..hem..itu..itu udah lama banget Lia..waktu itu aku masih SD umur 6 tahun, ya maklumlah masih kecil, aku jujur sama kamu aku emang sempat suka sama dia karena dia nolong aku, tapi aku sama sekali enggak kenal, aku gak tau namanya, setelah pertemuan itu aku gak pernah lagi ketemu dia karena aku langsung pindah sekolah Aliyah, dan semenjak itu aku gak ada suka sama cewek manapun, setelah aku bertemu denganmu aku jatuh cinta" jelas Jack panjang lebar.


"berarti puisi ini untuk dia bukan aku" jawab Lia, mood Aliyah seketika berubah, dia cemburu.


"enggak Aliyah, aku udah mendedikasikan puisi ini untuk kamu, Teruntuk cintaku


Percayalah aku akan menjadi lelaki terhebat dalam hidupmu

__ADS_1


Cinta


Datanglah padaku dan akan kuberikan seluruh hidup ku padamu" ucap Jack mengulangi puisinya.


"Aliyah kamu sudah datang kepadaku, kamu adalah cintaku, percayalah aku akan menjadi lelaki terhebat dalam hidupmu Aliyah" imbuh Jack mencoba meyakinkan Aliyah


Bukan ini yang di harapkan oleh Jack, jauh dari ekspetasinya tadi, jack sangka Aliyah akan senang di beri puisi cinta, eh malah Aliyah cemburu dan badmood.


"bagaimana jika kamu bertemu lagi dengan dia?" tanya Aliyah.


"mana mungkin Aliyah, aku sudah pindah aku tidak tau dia dimana, aku hanya bertemu dia sekali sewaktu SD aku masih kecil, dan jika sekarang bertemu aku tidak mungkin ingat wajah dia, dia pasti juga sudah dewasa" jawab Jack.


"gak ada yang gak mungkin Jack, jika Allah sudah berkehendak semua bisa terjadi kok, gimana kalau dia cantik, pintar, dan.."


"Aliyah stop..bukan ini yang aku mau dari kamu, aku sama sekali gak ada pikiran ke situ Aliyah, aku mohon jangan bahas lagi, aku minta maaf" ucap Jack yang mulai berkaca kaca.


"gak mungkin dia lebih cantik dan pintar dari kamu, waktu kecil saja dia biasa aja, dan rambutnya juga keriting" ucap Jack.


"Jack..kamu gak boleh ngomong gitu, kalau.."


sstt telunjuk Jack melekat di bibir Aliyah tanda menyuruhnya berhenti mengomel.


"kalau kamu ngomel lagi aku cium kamu" ucap Jack.


Aliyah langsung menurunkan jari Jack dari bibirnya "apaan sih Jack, gak lucu" ucap Aliyah makin kesal.


Aliyah pun bergegas pergi keluar meninggalkan Jack.


mereka kini sudah di depan gerbang menunggu angkot pulang. Aliyah masih terlihat sangat kesal. Jack tidak berhenti memandangi wajah kesal Aliyah yabg terlihat begitu imut dan menggemaskan baginya, ya..walaupun dia tahu Aliyah sedang marah.


"Aliyah jangan marah..maafkan aku"


"ayo aku antar pulang, kita naik angkot yah" bujuk Jack


"aku bukan anak kecil Jack, aku bisa sendiri" jawab Aliyah cuek


"tapikan kamu gak bawa uang Aliyah, kamu lupa ya" ucap Jack


"astagfirullah.." Aliyah menepuk jidat nya, Jack benar tadi dia tidak jadi mampir ke rumah mengambil ponsel dan dompet.


.


Mereka pun telah sampai di jalan komplek rumah Aliyah.


"Jack aku pulang dulu, sudah hampir zuhur" ucap Aliyah


"Aliyah tunggu" jack menahan dengan sedikit memegang ujung jilbab nya.


Aliyah berhenti dan berbalik menatap Jack.


"Aliyah aku bersungguh-sungguh, hanya kamu wanita yang ada di hatiku, aku mohon jangan cuekin aku" ucap Jack sedih


Aliyah hanya diam.


"Aliyah apa kamu meragukan aku? kenapa Aliyah? apa ada pria lain di hati kamu sehingga kamu ragu untuk memberikan seluruh hatimu padaku? ucap Jack


Hati Aliyah seperti terhentak saat mendengar ucapan Jack, Aliyah langsung menatap ke arah Jack yang sudah berkaca kaca itu, butiran bening pun mulai menetes dari mata Jack.


.

__ADS_1


.


__ADS_2