
Ternyata windy mendengar semua percakapan Anya dan Aliyah.Windy sengaja tidak masuk dan menunggu di luar sembari menguping pembicaraan mereka. Windy tidak kuasa menahan air mata bahagianya melihat Anya yang akhirnya mau menerima dirinya. Windy masuk dan ikut berpelukan dengan Anya dan Lia.
.
"Makanya Anya cari pacar dong...di kampus kan banyak tu cogan alias cowok ganteng apalagi Anya fakultas teknik kan isinya cogan semuaa..." ucap Windy merayu Anya.
"ihhh kak Windy bang Riyan itu pacar Anya dari kecil sampai kak Windy datang 2 tahun yang lalu merebutnya dari Anya" balas Anya.
"Ya ampun gak gitu Anya sayang..." jawab Windy cemas lagi.
"hehehe maksud kak Windy cari pacar sendiri Anya" tambah Lia.
"hmm Anya malas pacaran kak, eh kalau kak Lia sudah punya pacar belum? pasti udah pasti ganteng, pasti baik kayak kakak kan?" cerocos Anya.
"hahahaha Lia punya pacar? ke sambar petir nanti dek, orang kayak dia mana punya pacar, nomer cowok aja pasti gak ada tu di hp nya" jawab windy sambil tertawa.
"ih kak Windy ga boleh gitu lah, kak Lia tu cantik bangett pasti banyak cowok yang suka sama dia" balas Anya.
"kak Lia juga malas pacaran sama kayak kami Anya. Kak Lia besok maunya langsung nikah aja. hehehe" jawab Aliyah yang habis di ejek Windy.
"iya kak Anya juga maunya gitu. Tapi sayang.. cowok yang Anya suka kayaknya gak bakal nikahin Anya deh" jawab Anya sedih.
"loh kenapa gitu Anya emang kamu suka sama siapa?" tanya windy.
__ADS_1
"ada deh kepo deh, yang jelas dia ganteng, baik, perhatian, sayang orang tua, pekerja keras, pokoknya idaman Anya banget kak" jawab Anya.
"masya allah ada ya cowok seperti itu sekarang, komplit sekali" balas Lia.
"iya kak Lia Anya serius banget, dia benar-benar idaman semua wanita kak" tambah Anya lagi.
"ih jadi penasaran deh aku" ucap Windy.
.
Setelah berjam jam di rumah Anya mereka akhirnya pamitan setelah sholat zuhur dan makan siang. Keluarga Anya benar benar baik bahkan sama Aliyah yang baru kenal saja mereka ramah, ya karena Aliyah gadis yang sopan dan ramah pula.
.
"gimana hari ini Li?" Have fun?" tanya Windy.
"Anya gadis baik dan ceria, andai aku punya adek kayak Anya pasti di rumah gak kesepian kayak sekarang" tambah Lia.
"eh kamu itu beruntung punya 2 saudara lah aku anak tunggal upss" Windy keceplosan dan menutup mulutnya.
"maaf Lia...aku gak bermaksud nyinggung masalah abang dan kakak kamu maaf ya" tambah Windy.
"ehemm iya gak apa apa Windy" jawab Lia
__ADS_1
Mendengar Windy menyebut saudaranya membuat hati Lia tersentak rasa sakit dan pilu.
Sebenarnya apa yang terjadi dengan saudara Lia itu? nanti akan di bahas di episode selanjutnya ya..
"bye the way kok Jack tadi gak kelihatan ya? ini udah di pasar loh kita" tanya Windy mengalihkan pembicaraan.
"mungkin dia lagi di suatu tempat emang kenapa"? tanya Lia
"ya..mana tau kamu kangen kan sama dia" balas Windy sambil tertawa.
"apaan si ga jelas deh kamu" ketus Lia
"jadi gimana? apa kamu terima tawaran dia besok?" tanya windy mulai serius.
"huh aku belum tau win, aku masih bingung, mungkin aku butuh waktu untuk mikirin ini" jawab Lia.
.
Hari yang cukup melelahkan namun sangat menyenangkan karena pertemuan Lia dengan Anya. Gadis ceria dan lucu itu berkesan di hati Aliyah. Aliyah di rumah hanya bersama ayah umi dan beberapa asisten rumah tangga mereka. Perkataan Windy tadi tergiang di benak Aliyah, dia sangat merindukan saudara-saudaranya.
.
.
__ADS_1
.
.