Bidadari Untuk Preman

Bidadari Untuk Preman
Papa?


__ADS_3

Flashback sedikit...


Ternyata orang yang di panggil bos oleh Amir adalah Tomo Albintara. Saat menelpon dengan Amir, Tomo sedang di rumah bersama dengan mama nya Elva.


"kamu berhasil Amir, mereka adalah orang yang saya cari" ucap Tomo dengan nada yang terkejut senang, melihat ekspresi Tomo itu Elva ikut kaget dan berdebar.


"bagaimana?? mereka ketemu??!" tanya Elva.


"iya ma..!!akhirnya kita menemukan mereka" ucap Tomo memeluk Mama nya.


"syukur alhamdulillah..mama sangat senang, cepat kamu harus jemput mereka besok!" ucap Elva bersemangat.


"pasti ma..aku akan ke Padang besok pagi juga"


"mama tidak sabar bertemu cucu mama nak" ucap Elva, yang ini seakan akan sangat menyayangi cucunya itu. Entah ia lupa tentang bagaimana perlakuan dirinya dulu terhadap cucunya itu.


flashback off--


"Jeffry...dengerin mama..masuk nak" ucap Mama


Tapi Jack tetap saja tidak mendengarkan, Jack melepas tangan mama dan pergi dari rumah. Melihat Jack yang pergi Tomo langsung mengikuti Jack.


"sudah Juita..biar aku saja yang kejar dia" ucap Tomo.


Tomo bergegas menyusul Jack, Jack mempercepat langkahnya hingga setengah berlari, dan sekarang mereka sudah sampai di lorong sepi dekat pasar raya.


"Jeffry stop! papa mau bicara sama kamu" ucap Tomo.


Jack seketika menghentikan langkahnya dan berbik badan menghadap Tomo.


"APA?! PAPA?!" ucap Jack dengan nada agak keras dan raut wajah yang terlihat jelas seperti orang sedang menahan amarah.


"iya papa..ini papa nak.." ucap Tomo


"mohon maaf, ayah saya sudah meninggal, dan saya tidak punya PAPA!" ucap Jack yang sangat menekan intonasi di kata papa.


Sontak perkataan Jack membuat hati Tomo hancur dan matanya berbinar binar. Kesedihan Tomo adalah melihat anaknya yang terlihat begitu membencinya.


"Jeffry...papa minta maaf nak" ucap Tomo


"dengarkan penjelasan Papa nak"


"penjelasan apa!!?? gak ada yang perlu bapak jelaskan, karena semuanya sudah jelas bagi saya dan mama saya" ucap Jack yang emosi dan sedih, mata Jack memerah dan berbinar binar.


"Papa minta maaf, papa menyesal nak, papa menyesal..." ucap Tomo yang sudah meneteskan air mata.


Jack tidak memperdulikan ucapan Tomo dan pergi lagi.


"Tunggu nak..dengarkan papa dulu" ucap tomo, namun jack tetap meneruskan langkahnya, sementara tomo berusaha menahannya dari belakang.

__ADS_1


"PAPA HARUS APA SUPAYA KAMU MAU MEMAAFKAN PAPA" ucap Tomo keras, sehingga membuat Jack menghentikan langkahnya. Jack berbalik dan mendekati wajah Tomo.


"Pergi..dan jangan pernah kembali..karena saya tidak butuh papa seperti anda" ucap Jack berbisik ke dekat telinga papanya. Lalu ia pergi meninggalkan Tomo yang mematung setelah mendengar ucapan pedih itu, seakan ribuan pedang menusuk jantungnya, sakit sangat sakit.


Jack pergi namun tidak pulang ke rumahnya, ia pergi ke tempat Acong dan menenangkan diri di sana.


Sementara Tomo kembali ke rumah Juita dengan wajah yang saaaangat...sedih.


"Mas Tomo..mana Jeffry? kamu..kenapa mas?" tanya Juita.


"dia tidak ingin melihat ku lagi, dan dia tidak menginginkan aku menjadi papanya" ucap Tomo sangat Lesu.


Juita ikut sedih melihat kondisi Tomo. "sabar mas..dia pasti terkejut..dia butuh waktu mas..aku yakin nanti dia akan memaafkan kamu" ucap Juita.


"aku tidak tahu apa yang harus ku lakukan Juita...aku hanya ingin menebus kesalahanku pada kamu dan anak kita" ucap Tomo sedih.


"mas..sabarlah..Jeffry itu anak kamu, dia sama persis seperti kamu, apabila sudah marah dan kecewa maka tidak akan mau mendengarkan satu katapun dari orang lain" ucap Juita.


"dan Jeffry juga anak ku..aku tahu dia juga berhati lapang, dan penyanyang" ucap Juita lagi.


"Sama seperti kamu..berhati lapang dan sangat penyayang" ucap Tomo.


"Baiklah Juita, aku pamit dulu, aku sadar ini bukan waktu yang tepat, besok aku akan kembali lagi, aku tidak akan pergi ke Jakarta tanpa kalian" ucap Tomo.


Juita hanya tersenyum dan membiarkan Tomo pulang.


--Adzan magrib berkumandang


"kemana bang?" tanya Acong.


"sholat!" jawab Jack ketus


"doa im gue ya bang, supaya cepat kaya, haha" ucap Acong bergurau.


"ngomong lagi gue tonjok mulut lo" ucap Jack.


"astagfirullah..ngucap bang, katanya mau sholat udah emosi aja.." balas Acong mengelus dadanya.


Jack pun tersadar bahwa ia tersulut emosi hingga menanggapi candaan Acong dengan serius.


"maaf cong, gue lagi kacau sekarang, udah ya, assalamualaikum" ucap Jack yang mulai melangkah


"waalaikumsalam bang, setiap masalah ada solusinya bang! berdoa! gue tau lu kuat" ucap Acong setengah berteriak.


Saat kedatangan Jack ke markas tadi Acong tahu bahwa Jack sedang ada masalah. Ya..sangat terlihat dari raut wajah Jack yang marah, sedih, kecewa, semuanya. Dan semenjak sampai di markas pun Jack tidak berkata apa apa, hanya duduk termenung.


Jack telah selesai menunaikan sholat magrib berjamaah, dan kini ia masih duduk di dalam masjid dengan raut wajah sedih. Lalu pak haji menghampiri Jack.


"jangan melamun di rumah Allah..dzikir dan membaca al qur'an lebih baik loh dari melamun" ucap pak haji menepuk pundak Jack.

__ADS_1


"astagfirullah pak haji..saya gak melamun kok pak haji" sanggah Jack.


"kalau enggak kenapa kaget gitu" ucap pak haji sedikit tertawa.


"pak haji..saya mau tanya sesuatu boleh?"


"silahkan Jack..selagi bapak bisa jawab, insyaallah" ucap pak haji.


"jadi..saya liat di film kan pak haji, ada ayah kandung yang mengusir istri dan anaknya yang masih umur 6 tahun dari rumahnya, lalu ayahnya ini tidak pernah menemui anaknya selama belasan tahun, bahkan si ayah ini sudah tidak peduli sama anak dan istrinya. Lalu..sang anak hidup tanpa sosok ayah kandung nya, jauh dari kasih sayang dan lama lama anak itu mulai melupakan ayahnya, tapi tiba tiba setelah belasan tahun tidak ada kabar, sang ayah muncul dan meminta anaknya untuk memaafkan nya, ayah minta anak itu untuk menerima kembali setelah semua yang telah ia lakukan, dengan enaknya ayah meminta maaf. dan anak nya tidak mau memaafkan, karena menurut anak ini ayah nya benar benar jahat. Jadi menurut pak haji bagaimana sikap anak itu? apakah dia boleh seperti itu atau apa dia menjadi anak durhaka?" tanya Jack.


Pak Haji dari tadi menyimak dengan seksama dan begitu memperhatikan. "apa judul filmnya?" ucap pak haji. Sontak membuat Jack kaget dan menganga.


"loh kenapa pak haji malah tanya judul film nya sih?"


"iya habisnya cerita kamu asik sekali jadi saya mau coba nonton film nya, haha" ucap pak haji bercanda.


"ya Jack lupa judulnya pak, ya pak haji jawab dong pertanyaan Jack tadi"


"iya iya Jack...tapi sebelum itu saya mau tau dulu nih, kenapa si ayah ini ninggalin atau mengusir anak dan istrinya ini? masalah nya apa gitu? karena tadi Jack gak bilang kan sebab musabab nya apa" ucap pak haji.


Jack diam dan bingung, ia sendiri pun tidak tau masalah yang membuat papa mengusir nya dari rumah apa, karena waktu itu dia masih kecil dan tidak mengerti apa apa, dan kejadian pengusiran itu sangat tiba tiba, bahkan sebelum nya mama dan papa Jack tidak pernah ada masalah atau bertengkar.


"hei kok malah bengong" ucap pak haji.


"saya juga gak tau apa masalah nya pak aji, tiba tiba udah main usir aja gitu pas saya nonton filmnya"


"hem..begitu ya..tapi di film itu si ayah ini ada kan menjelaskan kenapa dia berbuat seperti itu di masa lalu? barulah dia meminta maaf" tanya pak aji.


"hem..ayah ini sih mau menjelaskan..tapi anak nya gak mau dengar pak aji, masalahnya anak ini udah sangat kecewa dan sakit hati" ucap Jack.


"nah itu masalahnya Jack, pak haji gak tau mau menyimpulkan seperti apa, karena film yang kamu ceritakan nampaknya masih rancu, ada baiknya kamu tonton lagi film.."


"udah udah pak aji..ini bukan film..Jack bohong tadi maaf..tapi ini kisah nyata" ucap Jack.


"hem.." pak haji terdiam. Dari awal pak haji sudah firasat bahwa ini tidak mungkin film. haha


"begini Jack..si ayah memang salah, namun si anak juga salah. Ayah sudah ingin menjelaskan dan meminta maaf pada anaknya, tindakan nya sudah betul, tapi..si anak yang tidak mau mendengarkan penjelasan ayahnya, si anak juga tidak mau memaafkan ayahnya, padahal si anak tidak tahu apa penyebab masalahnya. Jadi...saran pak haji, bilang ke anak itu, biar bagaimana pun juga itu ayah mu! orang tua mu! pintu surga mu! jangan sampai terbesit dalam hatimu untuk menjadi anak durhaka, jika Allah maha pemaaf kenapa kita sebagai manusia tidak bisa menjadi pemaaf? memangnya kita siapa sehingga lebih sombong dari pada Allah? dosa manusia seluas lautan saja Allah mau memaafkan, ini ayah kandung sendiri..jack..bilang ke anak itu, cobalah berbicara dari hati ke hati, dengarkan penjelasan, cari tahu masalahnya. Insyaallah jika sudah begitu pasti ada jalan keluarnya" jelas pak haji.


Penjelasan pak haji yang panjang itu telah meresap di otak dan hati Jack, dan kini Jack sudah tersadar dan mulai mengerti apa yang harus ia lakukan.


"terimakasih pak haji..makasih banyak.." ucao Jack mencium tangan pak haji.


"jack..jack..kamu anak yang baik, bapak yakin sekali" ucap pak aji mengusap punggung Jack.


"tidak terasa sudah masuk waktu isya, kamu mau coba adzan?" tanya pak haji.


Jack pun mengangguk "mau pak aji"


Kemudian Jack adzan dan menunaikan sholat berjamaah.

__ADS_1


.


.


__ADS_2