
Aliyah bertemu dengan Jack di restoran. Aliyah menceritakan masalah perjodohan itu kepada Jack.
"Jack ada yang ingin aku sampaikan, penting sekali" ucap Aliyah setelah makan.
"iya Lia? ada apa?" tanya Jack
"tidak di sini Jack" ucap Lia
"hem..ayo kita cari tempat duduk yang nyaman" ucap Jack
Keduanya pergi dari restoran itu menuju taman kota. Aliyah dan Jack jalan jalan malam menikmati angin sejuk di taman itu.
Aliyah akhirnya menceritakan masalah perjodohan itu kepada Jack. Reaksi Jack sangat kaget.
"apa!!? gak boleh Aliyah, jangan" ucap Jack
"aku juga gak mau perjodohan ini terjadi Jack" ucap Aliyah
"Aliyah..aku..apa yang harus aku lakukan Aliyah?" tanya Jack panik
"Jack..kamu harus temui ayah aku, dan minta restu ke ayah" ucap Lia
"aku akan lakukan demi kamu apapun Aliyah" ucap Jack.
Jack terdiam dan memikirkan sudah saatnya ia memberi tahu Aliyah siapa dirinya sebenarnya.
"Aliyah..aku juga ingin mengatakan sesuatu" ucap Jack
Aliyah menatap Jack dan menyimak perkataan Jack.
"seperti yang aku bilang sekarang aku sudah tinggal bersama papa kandung ku Lia, dia adalah Tomo Albintara" ucap Jack
Aliyah seperti tidak asing dengan nama itu, ya Aliyah kan lama tinggal di Jakarta dan yang paling penting bahwa calon kakak iparnya dulu adalah Elang Albintara
"tunggu..seperti nya aku kenal nama itu Jack..Albintara?
"Keluarga Albintara? itu kan keluarga nya Mas Elang" ucap Aliyah mengingatnya
"Aliyah..kamu tau bang Elang? dia kakak aku Aliyah" ucap Jack yang juga kaget.
"aku tau Jack..karena Elang itu adalah calon suami kak Nisa dulu Jack, dan keluarga aku juga mengenal Om Tomo dan Oma Elva" ucap Aliyah masih terkejut
"kamu..kamu anak om Tomo?" tanya Aliyah
"iya Lia..aku anak terakhir Tomo dari istri keduanya, istri pertama papa adalah ibu Elang, namun mereka kini sudah tiada" ucap Jack.
"kenapa dari awal kamu tidak bilang?" tanya Aliyah
"aku minta maaf Aliyah..jujur ini awal nya sangat sulit bagiku" ucap Jack merasa menyesal
__ADS_1
"ya sudah Jack, yang penting sekarang kamu udah jujur sama aku" ucap Aliyah.
"aku akan bilang ke mama dan papa ku Aliyah, aku benar benar serius sama kamu, aku gak mau kehilangan kamu" ucap Jack.
"aku juga akan bicara ke orang tua ku Jack" uca Aliyah
***
Keesokan harinya Jack membicarakan masalah ini ke papa dan mama, bahwa ia ingin serius dan melamar Aliyah. Jack memberi tahu siapa Aliyah, keluarga dan semuanya.
Jack, mama dan papa duduk di Maja makan, ketiganya selesai sarapan.
"melamar gadis? siapa?" ucap Tomo kaget
"Aliyah?" ucap mama menebak
"iya ma, pa..Aliyah" ucap Jack
setelah Jack memberi tahu keluarga Aliyah papa sangat terkejut.
"apa?!! anak Ustad Bakhri dan Rani itu? Anisa? jadi keluarga itu lagi?" ucap Tomo kaget dan seperti jengkel begitu
"kenapa pa? kenapa reaksi papa begitu" tanya Jack
"Jeffry..Abang kamu Elang, dulu hampir menjadi menantu keluarga itu, tapi..karena takdir berkata lain pernikahan itu batal, dan yang membuat papa marah dan kesal pada mereka adalah, mereka menyalahkan Elang atas segala kejadian yang menimpa Anisa itu, Rani itu mengatakan bahwa anak mereka masuk rumah sakit jiwa karena Elang, gimana papa gak marah pada mereka" ucap Tomo.
"pa...itu kan masa lalu, dan itu gak ada hubungan nya dengan aku dan Aliyah pa,, pa aku mohon temui mereka demi aku pa...maa.." Jack mulai merengek.
"pa...papa sudah janji!!" ucap Jack
"papa haru penuhi janji papa, atau aku juga tidak akan memenuhi janjiku ke papa" Jack mengancam.
"oke oke..papa akan temui mereka, tapi jika mereka menolak, papa tidak akan mau lagi" ucap Tomo tegas.
Ujian cinta yang berat untuk Aliyah dan Jack, ya..perihal jodoh siapa yang bisa mengatur, ada yang datang dengan mudah dan ada pula dengan rintangan. Ada yang cepat datang ada yang lambat datang. Seperti itulah tidak ada yang tau.
--Bandung, Jawa Barat
Sekarang kita berkenalan lebih dekat dengan abdullah, Abdullah kini sedang di laundry milik ibunya. Abdullah sangat rajin membantu ibu.
"mas, ibu bilang gak perlu di bantu, kamu istirahat saja di rumah, kan baru pulang" ucap ibunya Abdullah
"mas pengen bantu ibu loh" ucap Abdullah
"kamu itu ya..memang susah di bilangin ih" ucap ibu menyentil telinga anak laki lakinya itu.
Abdullah weekend selalu menyempatkan diri untuk pulang jika tidak ada kegiatan penting di Jakarta. Bukannya bersantai dan istirahat di rumah, Abdullah malah membantu ibu di laundry.
"gimana kerjanya mas? lancar toh?" tanya ibu
__ADS_1
"alhamdulillah bu..lancar" jawab Abdullah senyum
"kerjaan udah, nikahnya kapan mas?" tanya ibu
"loh kok bawa bawa nikah si bu" ucap Abdullah
"ya kamu loh, lama banget kenalin calon ke ibu, kamu tu mas udah pantas menikah, pekerjaan udah bagus, dosen muda, ustadz, ganteng, sholeh, berbakti sama orang tua, kurang apa toh anak ibu ini..." ucap ibu Dewi, ibunya Abdullah
"ya kan belum nemu calonnya ibu.."
"ya kamu mau nya kayak apa toh mas, mbok yo jangan pilih pilih gitu" ucap ibu.
"mas gak pilih pilih buk, cuma belum ada yang cocok" ucap Abdullah
"belum ada yang cocok teru jawaban ne" ucap ibu yang sepertinya sudah tidak sabar ingin mempunyai menantu.
"sama anaknya haji Somad saja...itu ya si pak haji sering loh tanya in mas, ibu yakin haji somad mau kamu jadi mantunya" ucap ibu.
"siapa bu? anak haji somad? Sintia maksud ibu"
"ya iya siapa lagi, anaknya yang belum nikah kan cuma Sintia, Sintia itu apik loh mas, ayu, baik, pinter, cocok sama kamu" ucap ibu lagi.
"ah enggak lah bu, Abdullah bisa kok cari sendiri, udah ya..ibu tenang aja" ucap Abdullah yang kembali menyetrika baju.
***
Malam ini keluarga Jack mendatangi rumah Aliyah. Umi benar benar kaget di buatnya, umi sangat tidak menyangka bahwa Jack ternyata bukan preman pasar biasa. Kedua keluarga itu duduk di ruangan tamu, dan memulai pembicaraan.
"kebetulan yang cukup lucu, si preman pasar ternyata anak orang kaya yang dulu hampir menjadi besanku" ucap umi pelan dengan nada meledek, beruntung keluarga jack tidak dengar.
"jadi kedatangan kami kemari untuk melamar anak pak Bakhri dan bu Rani, yaitu Aliyah untuk anak kami Jeffry" ucap Tomo
Ayah tidak tau ingin mengatakan apa. Namun umi langsung bicara.
"maaf, tapi Aliyah sudah di pinang oleh orang lain, jadi sia sia saja pak Tomo dan keluarga datang kemari" ucap umi
"mi..Aliyah gak mau menikah dengan Fero mi" ucap Aliyah.
"tante...saya janji akan menjadi suami yang baik untuk Aliyah, om..tante..saya mohon, demi kebahagiaan Aliyah" Ucap jack
"kamu tidak akan mengerti seperti apa calon suami Aliyah itu, dia jauh lebih baik 100x lipat di banding kamu, dan Aliyah tidak bisa menikah dengan orang lain selain Fero" ucap umi
"umi..ini bisa di bicara kan lagi, kasihan Aliyah dia tidak ingin menikah dengan Fero, jangan di paksa" ucap ayah
"ayah diam. Maaf pak Tomo dan bu Juita, sudah cukup saya mengorbankan Anisa, saya sangat menyesal dengan keputusan saya dulu, dan sekarang saya tidak akan memenuhi permintaan Aliyah untuk menikah dengan putra bapak" ucap umi
Mendengar itu semua tomo jadi tidak tahan dan muak, tomo memutuskan untuk pergi dengan perasaan kesal
"baik, kami akan pergi, dan jujur saya bersyukur tidak jadi berbesan dengan keluarga ini, permisi" ucap Tomo membawa Jack dan Juita keluar.
__ADS_1
***