
Berbulan bulan kemudian---
Jack dan mama Juita sudah kembali ke Padang, dan memulai kehidupan seperti biasanya. Jack yang kembali bekerja di showroom mobil dan mama yang memulai bisnis rumah makan Padang. Walaupun Mama jack bukanlah asli Padang, tapi karena sudah lama tinggal di padang ia jadi mahir memasak masakan padang, dan masakan mama juga sangat lezat.
Matahari hampir tenggelam, namun Jack masih belum pulang. Akhir akhir ini Jack memang sering lembur di bengkel. Mama terlihat sedang membereskan warung makan yang letaknya di halaman rumah Jack, karena hari sudah sore dan makanan juga sudah habis, mama langsung menutup kedai nasinya.
Saat hampir selesai menutup kedai sekelompok orang tak di kenal menghampiri Mama, 4 orang pria dewasa dengan pakaian layaknya pegawai kantoran.
"assalamualaikum uni (kakak) apa masih ada uni rendang nya?" ucap salah satu pria itu.
"aduh maaf uda (abang) sudah habis semua" jawab mama Jack.
"yah..kami lapar sekali padahal" ucap yang lain nya.
"kalau minta kopi saja boleh?" ucapnya lagi.
"baiklah uda, saya buatkan" ucap Mama.
10 menit kemudian Mama datang dengan membawa empat gelas kopi.
"sudah lama jualan di sini uni? rasanya kemarin tidak ada kedai nasi di sini" ucap pria itu
"belum lama uda, sekitar 3 bulanan" jawab Mama.
orang orang itu terlihat baik dan ramah, dan mama Jack juga ramah kepada mereka.
"oh iya nama uni siapa? mana tau besok kita bisa langganan" tanya pria itu.
"saya Juita" jawab Mama.
"uni menunggu siapa? dari tadi melihat ke jalan terus" tanya pria itu, dari tadi yang aktif bicara hanya dia, sedangkan ketiga rekan lainnya hanya diam saja.
"oh..saya menunggu anak saya pulang kerja" jawab Mama.
"oh...iya iya" ucap pria tadi.
Tidak lama kemudian Jack datang, dan langsung menyapa mamanya.
"assalamualaikum ma" ucap Jack mencium tangan mama.
"waalaikumsalam..akhirnya pulang juga" ucap Mama
"wah..gagah sekali anak uni ya.." uca pria tadi.
Jack tersenyum "terimakasih pak, bapak juga gagah kok" ucap Jack.
"ah saya biasa saja, pasti ayahnya juga gagah, makanya anaknya bisa gagah begini" gurau pria itu. Pria yang berumur sekitar 45 tahunan.
Jack terdiam mendengar ucapan orang itu begitu juga mama Jack.
"saya Amir" ucap pria itu sambil mengulurkan tangan ke Jack.
__ADS_1
"saya..jeff, eh saya Jack" ucap Jack. Entah kenapa Jack enggan menyebutkan nama aslinya. Dia lebih suka orang asing atau orang yang belum dekat dengannya memanggilnya dengan sebutan Jack.
"oh..iya iya, kerja dimana Jack?" tanya pria itu mulai soo asik.
"di showroom mobil pak" jawab Jack.
"oh ya? kebetulan sekali..saya sedang mencari tempat servis mobil yang bagus karena kemarin mobil saya rusak lagi, padahal baru di servis..ya sepertinya showroom kemarin itu tidak bagus sehingga servisnya gak bagus juga" ucap orang itu.
"saya boleh minta nomor handphone Jack tidak? saya berniat sekali untuk datang ke showroom kamu besok" ucap pria itu lagi.
Jack menunjukkan ekspresi yang tidak suka, sepertinya Jack terganggu dengan ucapan orang yang baru di kenal nya itu.
"oh maaf, saya kurang sopan ya? main minta nomor hp segala, kalau.."
"bukan begitu pak, sebaiknya bapak besok langsung saja ke showroom kami, di jalan xxx" ucap Jack.
"oh iya..baik baik, terimakasih ya.." ucapnya.
Kemudian pria itu pergi bersama ketiga rekan nya.
"orang itu sedikit aneh ya ma" ucap Jack.
"sudah biarkan saja nak, yang penting mereka tidak melakukan hal aneh ke kita" jawab Mama.
Lalu Mama dan Jack memasuki rumah mereka.
.
"halo pak bos, saya sudah memastikan kedua orang itu bos, dan fotonya barusan saya kirim ke bos" ucap Amir tadi.
Ternyata di kedai tadi seorang teman Amir memotret Jack dan mama nya.
"tunggu sebentar saya cek" ucap orang yang di panggil bos itu.
"dan nama wanita itu Juita bos, anaknya bernama Jack" jelas Amir.
"kamu berhasil Amir, mereka memang orang yang selama ini saya cari. Cepat kirim alamat lengkapnya, karena besok saya akan langsung ke sana! terimakasih" ucap si bos.
"baik bos"
---Keesokan harinya
Jack tidak masuk kerja hari ini karena harus menjenguk Anya yang sedang di rawat di rumah sakit. Anya sudah lima hari di rawat, dan tadi pagi ia merengek untuk meminta Jack menjaganya seharian di rumah sakit, Anya bersikukuh Jack harus datang dan menemaninya seharian, untuk hari ini saja.
Jack duduk di teras rumah Anya menunggu tante Ria (mama Anya).
"aduh..Jeff..Tante minta maaf ya..karena Anya kamu gak masuk kerja hari ini" ucap Tante yang baru keluar membawa rantang yang tentunya berisi makanan.
"gak apa apa Tan, aku gak merasa di repotkan, dan Anya kan sudah Jeff anggap seperti adik sendiri" jawab Jack.
"kamu baik sekali nak..terimakasih ya.." ucap Tante
__ADS_1
"kalau gitu aku pamit Tan, assalamualaikum"
Jack mengendarai mobil sedan milik almarhum ayah tirinya yang kemarin sudah ia servis. Mobil tua itu memang sudah ada sejak Jack masih kecil, jadi wajar sekali sering rusak dan harus di servis rutin. Dengan uang hasil tabungannya Jack berhasil memperbaiki mobil itu sehingga bisa di gunakan kembali.
Setelah 30 menit di perjalanan, Jack pun tiba di rumah sakit.
"hai jelek..lama banget lu sakit" ucap Jack menyapa Anya yang terbaring dengan infus itu.
"ih..apaan sih" jawab Anya membuang muka
"kenapa? kalau judes abang pulang ni" ucap Jack.
"jangan...!!" rengek Anya.
Jack mendekati Anya "cepat sembuh dong, biar kita bisa main bareng, nongkrong bareng" uca Jack
A nya mendengus. "abang sibuk, sampai gak sempat jenguk aku, harus tunggu aku menangis merengek dulu" ucap Anya judes
"ya maaf..abang kemarin sering lembur..maaf ya sekarang kan abang di sini sama kamu"
"abang..jangan terlalu sering lembur nanti abang kelelahan dan sakit tipus lagi kayak aku"
"ya jangan sampai dong, insyaallah abang kuat kok" ucap Jack.
Dan kemudian mereka berdua mengobrol dan makan bersama, dan tidak terasa sudah sore saja. Tante Ria sudah datang untuk menggantikan Jack menjaga Anya.
"Makasih ya bang..udah nemenin Anya hari ini"
"iya adik ku..abang pulang dulu ya udah sore, mau bantu mama tutup kedai" ucap Jack
"assalamualaikum Tante, Anya"
"waalaikumsalam"
Setibanya di rumah Jack melihat mobil mewah terparkir di depan kedai Mama. Saat Jack hendak memasuki rumah, ia begitu kaget melihat seorang pria yang duduk di ruang tamu bersama mama nya itu. Melihat pria itu Jack tidak jadi masuk dan hendak pergi lagi.
"Jeffry..mau kemana nak? masuk..!" ucap mama nya.
Tapi Jack tidak mendengarkan ucapan mama, dan terus melangkah. Mama pun menyusul keluar di ikuti oleh pria itu, yang tidak lain adalah Tomo Albintara.
"masuk nak.." ucap mama memegang tangan Jack.
"enggak!!" jawab Jack agak keras.
"Jeffry..." ucap Tomo dengan lembut dan suara yang sedikit bergetar.
"lepas ma..aku mau pergi, dan sebelum orang ini pagi dari rumah ini, Jack gak akan pulang ma!" tegas Jack..
.
Bersambung..tunggu terus ya kelanjutan nya...
__ADS_1