
Kini Jack dan Shela berada di rumah sakit. Mereka berdua berdiri di depan ruangan operasi menunggu operasi selesai. Jack sangat panik dan sedih.
"Jeff, sabar, kita tunggu saja ya, kita berdoa" ucap Shela mengelus pundak Jack.
"Shel, aku takut mama sama papa kenapa kenapa Shela" ucap Jack mulai terisak.
"ssttt...gak boleh gitu, kamu harus yakin mama papa kamu bisa selamat" ucap Shela berusaha menenangkan Jack.
Setelah 3 jam di ruang operasi dokter pun keluar.
"Dokter, bagaimana keadaan orang tua saja dok?" tanya Jack.
"kondisi pasien saat ini masih kritis, luka berat di kepala pak Tomo membuatnya kehilangan banyak darah saat di bawa ke sini, sedangkan...ibu Juita.."
"Mama saya kenapa dok, dokter" tanya Jack yang sudah sangat cemas.
"Saya mohon maaf, Mama anda tidak bisa di selamatkan" ucap dokter.
"aa a apa dok? Mama saya meninggal dok?" ucap Jack yang sudah sangat terpuruk dan sedih.
"iya, anda yang sabar ya" ucap dokter.
Kemudian dokter pun pergi, dan jenazah mama jack di bawa untuk dipindahkan ke ruangan jenazah.
"Mama....ma...ma...bangun ma jangan tinggalin Jeffry ma...maa..." tangis Jack sangat pecah saat melihat jenazah mamanya.
Jack memeluk mamanya untuk terakhir kalinya. Jack sangat sedih dan hancur, di hari yang harusnya membahagiakan ini, dia malah kehilangan Mama tercintanya.
"Ma...mama...aku gak bisa hidup tanpa mama bangun ma..." Jack terus menangis dan mengguncang guncang mayat mamanya yang terbujur pucat itu.
"Jeffri, udah Jeff udah..kamu harus menerima ini dengan ikhlas" ucap Shela.
"ENGGAK!" ucap Jack.
"Jeffry udah! jangan membuat mama kamu menderita dengan kesedihan kamu ini, percaya sama aku, mama kamu sudah tenang di sisi Allah, kamu harus kuat dan sabar Jeffry" ucap Shela menyadarkan Jack.
__ADS_1
Shela memeluk Jack untuk menenangkan nya. Jack menangis di dekapan Shela, karena saat ini yang dibutuhkan oleh Jack adalah sandaran untuk menangis, mencurahkan rasa sedihnya itu.
Aliyah yang sudah tau kabar kecelakaan itu pun datang ke rumah sakit. Saat Aliyah datang, Jack dan Shela tengah berduaan dan saling berpelukan. Aliyah yang melihat itu dari kejauhan menjadi sedih dan cemburu. Aliyah sangat teriris hatinya melihat Jack berpelukan dengan wanita lain di rumah sakit itu.
Akhirnya Aliyah memutuskan untuk pergi tanpa menghampiri Jack. Aliyah menangis. Ia memutuskan untuk datang lagi nanti, saat Jack sudah tidak bersama wanita itu lagi.
Sudah tengah malam, Jack menunggu papa yang masih belum sadarkan diri setelah operasi tadi.
Jack melihat Shela yang tertidur di sofa rumah sakit merasa iba dan kasihan. Jack pun membangunkan Shela perlahan.
"Shela, bangun shel" Jack mengguncang halus badan Shela.
"hemm..iya" Shela mulai membuka matanya.
"udah malam, lebih baik kamu pulang shel, istirahat saja di rumah" ucap Jack.
Shela menggeleng "aku di sini temenin kamu" ucap Shela.
"kamu harus pulang, kamu udah kelelahan Shela" jawab Jack.
Karena ngotot Jack pun membiarkan Shela untuk tetap di rumah sakit bersamanya.
Keesokan paginya, Jack mengurus pemakaman sang Mama tercinta, sementara papa masih koma di rumah sakit. Saat sudah di pemakaman Jack merasa ada yang kurang. kemana Aliyah? kenapa dari kemarin Aliyah tidak datang melihatnya. Dalam hati Jack sangat sedih, ia mengharapkan Aliyah di sisinya saat ia sedih dan terpukul.
Namun ternyata dari kejauhan Aliyah hadir di pemakaman itu, Aliyah melihat pemakaman Mama dari jauh. Aliyah tidak bisa menghampiri Jack karena Jack selalu bersama Shela bahkan saat di pemakaman Jack selalu di samping Shela, Shela memberikan pundaknya untuk Jack menangis. Shela terus merangkul Jack dalam dekapannya.
Aliyah hanya berdoa dan menangis dari kejauhan, ia sedih melihat Jack sedih kehilangan mamanya, dan ia sedih melihat Jack begitu dekat dengan wanita lain. Bahkan sampai kontak fisik seperti itu.
Setelah selesai pemakaman Jack kembali ke rumah sakit, sedangkan Shela pulang ke rumahnya, karena sudah dari kemarin Shela menemani Jack dan tidak pulang pulang. Aliyah dari tadi mengikuti Jack hingga ke rumah sakit.
Saat melihat Jack sendiri barulah ia menghampiri Jack. Jack duduk di bangku koridor rumah sakit, menundukkan kepalanya menatap lantai dan mulai terisak sedih.
"Assalamualaikum Jack.." ucap Aliyah.
Jack menatap Aliyah yang sudah berada di sampingnya.
__ADS_1
"Jack aku turus berduka, kamu yang kuat ya" ucap Aliyah.
"kemana saja kamu? kamu baru muncul sekarang setelah semua yang terjadi ini?" ucap Jack dengan nada yang mulai tinggi, saat ini Jack menahan tangisnya.
"Jack..aku kemarin ke rumah sakit, tapi kamu..kamu berduaan dengan wanita lain, kalian bahkan berpelukan di rumah sakit itu, aku..aku melihat nya lalu.."
"lalu apa? haa! kamu tetap tidak ada di samping ku Lia, kamu pergi, wanita yang kamu liat itu Shela, sahabat baik ku, dia yang selama ini ada buat aku di saat kamu selalu sibuk dengan urusanmu, kemarin dia yang selalu menemani aku, padahal kamu tau...aku berharap kamu yang berada di samping ku Lia" ucap Jack lagi.
Aliyah sudah mulai sedih. "aku minta maaf Jack, sekarang aku di sini bersama kamu" jawab Lia.
"Asal kamu tau, semua gara gara kamu Lia, karena keegoisan kamu Mama aku meninggal!!" bentak Jack pada Aliyah.
"Jack, kamu kenapa menyalahkan aku? ini semua sudah kehendak Allah Jack, istighfar Jack" ucap Aliyah yang sedih melihat Jack terbawa emosi dan memarahinya.
"Semua ini jelas salah kamu, andai saja kamu datang pas wisuda aku, aku bisa lamar kamu saat itu, atau andai saja kamu tidak memintaku untuk membawa kedua orang tuaku ke rumahmu, semua ini gak akan terjadi!! Mama dan papa ku gak akan kecelakaan dan mama ku gak meninggal! kamu yang salah!! dari awal kami selalu menggantungkan perasaan aku! apa susahnya kamu terima lamaran aku langsung ha! semua ini gak akan terjadi jika bukan karena kamu Lia" ucap Jack sudah sangat emosi.
Aliyah yang di marahi kini sudah berlinang air mata, sungguh sakit hati Lia mendengar ucapan yang keluar dari mulut pria yang ia cintai itu. Aliyah tidak menyangka Jack berbicara se kasar itu padanya.
"Astagfirullahalazim...Jack...aku...aku sama sekali tidak bermaksud seperti itu Jack, aku...aku minta maaf Jack" ucap Aliyah sesenggukan karena menangis.
"Aku gak mau lagi liat wajah kamu, lebih baik kami pergi, cukup sampai di sini" ucap Jack.
"apa maksud kamu Jack?" tanya Lia yang masih nangis.
"Hubungan ini selesai, pergi kamu" ucap Jack.
Aliyah pergi karena Jack sudah mengusirnya, Aliyah benar benar sedih dan kecewa. Jack memutuskan untuk mengakhiri hubungan mereka.
"Jack..." ucap Aliyah yang menangis sedih.
Jack tidak menghiraukan Aliyah dan ia masuk ke ruangan papa nya meninggalkan Aliyah sendirian menangis.
Dengan perasaan sedih dan kecewa Aliyah pergi.
"Ya Allah...kenapa jadi begini? maafkanlah hamba yan Allah...dan kuatkan lah Jack untuk menerima semua ini, berilah kami kemudahan dan petunjuk mu Ya Rabb" ucap Aliyah dalam hatinya.
__ADS_1