
Aliyah berpamitan dengan mama Jack dan Jack, Mama meminta Aliyah untuk makan malam bersama namun Aliyah menolak karena takut umi dan ayah di rumah cemas menunggu nya pulang. Aliyah berjanji untuk mampir lain kali dan makan bersama.
Jack kini sudah selesai makan malam dan sedang melaksanakan sholat isya, tidak lupa di akhir sholatnya Jack berdoa dengan sangat khusuk. Setelah mendoakan orang tua, Jack juga berdoa.
"ya Allah, hamba sangat berterimakasih kepada engkau, yang telah menjawab doa hamba, hamba mohon bimbinglah hamba agar terus istiqomah di jalan-MU, ridho i lah setiap langkah hamba ya Allah, izinkan hamba menjadi hamba-Mu yang taat dan beriman, Ya Allah hamba mencintai salah satu ciptaan-MU, izinkan hamba memilikinya ya Allah, hamba tahu engkau maha pencemburu, hamba berjanji rasa cinta untuk Aliyah tidak akan membuat hamba lupa terhadap-MU, hamba mohon jangan patahkan hati hamba lagi ya Allah, izinkan Aliyah menjadi tulang rusukku, hamba sangat bersungguh-sungguh meminta salah satu makhluk ciptaan-Mu untuk menjadi bagian dari hidupku, amin..amin ya rab.." ucap Jack dalam setiap doanya.
Jack tidak pernah bosan melantunkan doa doa itu di setiap sujud nya, dan perlahan Allah mengabulkan doa Jack, Allah jatuhkan hati Aliyah kepada Jack, percayalah jika benar bersungguh-sungguh meminta Allah akan menjawabnya, cepat atau lambat allah akan mengabulkan permintaan hambanya. Allah maha penyayang, Allah sangat suka melihat hambanya berdoa dan memohon kepadaNya, Allah suka dengan orang yang mengulang-ulang doanya.
Doa itu ibarat mengayuh sepeda, harus di kayuh terus agar bisa sampai ke tempat tujuan. Begitu pula dengan doa. Harus di ulang terus menerus agar Allah mengabulkannya.
.
Sedangkan Aliyah juga sudah selesai dengan empat rakaatnya.
"Ya Allah..jika jawaban yang engkau berikan lewat mimpi adalah takdir yang engkau ridhoi maka hamba mohon bimbinglah hati ini ya Allah, hamba serahkan seluruh hati ini padamu ya Rabb maha pemberi cinta dan kasih, hamba percayakan kepada-Mu ya Rabb kepada siapa engkau akan menjatuhkan hati ini, hamba mohon semoga orang itu benar benar lelaki yang bisa membimbing hamba menuju surga mu. Amin..amin ya Rab" pinta Aliyah dalam doanya.
Aliyah tidak bisa mengabaikan hatinya lagi, ya hatinya sudah di isi oleh Jack untuk saat ini. Jack telah berhasil membuat Aliyah jatuh hati dengan cara yang sangat indah.
Aliyah berdebar debar mengingat ucapan Jack tadi sore, pipinya memerah dan bibirnya tersenyum.
"kenapa ini Aliyah, kamu jatuh cinta?" ucap aliyah sembari menampar kecil pipinya.
Aliyah tidak berbohong, dia memang jatuh cinta pada Jack. Mencintai lawan jenis adalah Fitra seorang manusia, tidak ada yang salah dengan rasa cinta, namun sebagai manusia kita harus bisa mengendalikan rasa cinta itu, jangan sampai hawa nafsu dari cinta itu yang mengendalikan kita.
Aliyah membuka laptopnya untuk mengalihkan perasaannya, ia melihat email dan berkas S2 Aliyah sudah di ACC dan sebentar lagi ia sudah harus ke luar negeri melanjutkan pendidikannya.
Esok paginya Aliyah memberi kabar bahagianya pada orang tuanya.
"umi ayah, Aliyah sudah di terima S2 di Mesir" ucap Aliyah gembira.
Impiannya untuk S2 di luar negeri terwujudkan, Aliyah memang pintar dan mampu secara finansial dan akademik untuk kuliah di luar negeri.
"alhamdulillah nak, ayah senang mendengarnya" jawab ayah dengan senyuman.
Tapi terlihat raut wajah umi tidak begitu senang dan malah sedih.
"umi kenapa kok ekspresi nya gitu?" tanya Aliyah melihat umi nya yang mulai berbinar.
"Aliyah sayang..apa harus kamu kuliah di kuar negeri? kenapa tidak di Indonesia saja nak, dan umi rasa Aliyah gak perlu S2, jika Aliyah mau kerja jadi guru Aliyah bisa kerja di pesantren ayah, atau pesantren besar di kota sana juga bisa nak" jelas umi yang sedih.
"umi..Aliyah sangat ingin mi, Aliyah merasa ilmu Aliyah belum cukup mi, Aliyah belum pantas untuk menjadi seorang guru mi, ilmu Aliyah masih kurang, Aliyah ingin S2 dan menggapai impian Aliyah mi" ucap Aliyah yang juga bersedih.
Dari awal kuliah Aliyah sudah bertekad untuk melanjutkan pendidikannya sampai S2 bahkan S3 jika perlu, Aliyah tidak ingin menjadi guru saja, ia juga ingin menjadi dosen dan penulis buku, tentunya ilmu untuk itu harus lah tinggi dan memadai. Dengan otak encer yang dimiliknya itulah yang membuatnya terdorong untuk melanjutkan pendidikannya.
"Aliyah..umi belum sanggup berpisah dengan Aliyah. hiks hiks" ucap umi sudah menangis
"umi..jangan sedih Aliyah cuma sebentar mi, dua tahun. Aliyah janji hanya dua tahun mi, setelah itu Aliyah akan pulang dan selalu bersama umi" ucap Aliyah memeluk umi.
__ADS_1
"Aliyah harus janji sama umi dan ayah, selesai S2 langsung pulang, jangan bekerja disana, umi gak sanggup kehilangan anak lagi di luar negeri" ucap umi
Seketika Umi teringat dengan kejadian yang menimpa putra sulungnya saat kuliah di luar negeri. Sehingga sangat berat untuk berpisah dengan anak bungsunya itu, terlebih lagi hanya Aliyah harapan umi saat ini, hanya dia anak umi dan ayah yang bisa di andalkan sekarang, Aliyah harapan keluarganya.
Aliyah memiliki seorang abang bernama Yudha dan kakak bernama Annisa (25 tahun). Namun nasib mereka tidak seberuntung Aliyah. Sang kakak sulung telah berpulang 3 tahun silam di usia yang sangat muda (28 tahun) sedangkan sang kakak kini di rawat di rumah sakit jiwa sejak setahun yang lalu.
(pada penasaran gak yang terjadi sama saudara Aliyah, simak terus ya nanti bakal author ceritain semuanya) 😉🥰
Hari ini Aliyah menemani uminya ke showroom mobil. umi ingin menservis mobilnya karena sudah jadwal servis bulanan, seperti biasa umi ke showroom sekaligus service mobil langganannya.
Aliyah ikut karena permintaan uminya, sebentar lagi mereka akan berpisah oleh sebab itu umi ingin menghabiskan waktu bersama Aliyah. umi sadar dirinya sangat sibuk mengurus bisnisnya sehingga sering terabaikan putri kesayangannya, bahkan weekend saja umi masih bekerja mengurus butik butiknya dan kehidupan sosialita nya. Sedangkan sang ayah juga sangat sibuk bekerja sebagai pengusaha dan pendiri ponpes terkenal, tapi ayah tidak sesibuk umi di hari minggu, jadi ayah dan Aliyah sering menghabiskan akhir minggu dengan ayahnya, olahraga bersama, terkadang mereka berkuda dan memanah juga.
"Sebentar lagi Aliyah pergi, jadi kita harus sering menghabiskan waktu bersama nak" jawab umi yang sedang menyetir mobil.
"maafin umi ya cantik, umi sekali sibuk dan jarang bersama Aliyah" umi mulai sedih.
"iya umi Lia ngerti kok umi, Lia gak apa apa umi, ayah dan umi sudah berusaha memberikan yang terbaik untuk Aliyah selama ini, mencukupi aliyah, merawat Aliyah dengan baik, memberikan pendidikan dan fasilitas yang memadai, Aliyah sangat sayang dengan ayah dan umi" ucap aliyah menatap dan memengang tangan uminya itu.
"makasih ya cantik udah ngerti, Aliyah tau kan umi sayang sekali sama kamu, hanya kamu anak umi yang berharga" ucap umi nya.
"umi jangan ngomong gitu, masih ada kak Nissa mi, kita doakan kak Nissa selalu mi, semoga Allah lekas menyembuhkan kak Nissa mi" jawab Aliyah.
"iya sayang" balas umi.
Sekarang mereka telah tiba di showroom yang cukup terkenal itu. Umi dan Aliyah menunggu di ruang tunggu sembari menunggu mobil di servis.
Jack telah selesai menservis dan menemui sang pemilik di ruang tunggu.
"permisi buk, mobilnya sudah saya servis silahkan di coba dulu buk, apakah masih ada yang mau di servis lagi" ucap Jack.
Umi dan Aliyah yang sedang membaca majalah yang di sediakan di ruang tunggu menoleh ke sumber suara itu, Aliyah terkejut melihat Jack begitu juga dengan Jack.
"A..aliyah" ucap jack yang keceplosan dan menegur Aliyah.
Aliyah hanya mengangguk kan kepalanya dan tersenyum tipis. Umi melihat keduanya.
"hem sepertinya kamu mekanik baru ya di showroom ini, biasanya si Rendi yang menservis mobil saya" ucap umi.
"iya buk saya pegawai baru, saya junior bang Rendi buk dan sekarang saya dipercayai untuk mengambil alih pekerjaan yang dulu dilakukan oleh bang Rendi" jawab Jack agak grogi.
Jack sadar bahwa ibu itu pasti mamanya Aliyah, terlihat sekali mereka sangat serasi seperti ibu dan anak.
"kamu tadi panggil nama putri saya, apa kalian saling kenal?" tanya umi menoleh ke arah Aliyah juga.
"hah, hem iya mi, dia teman Aliyah mi" jawab Aliyah pelan dan takut umi nya bereaksi berlebihan.
"seorang teman laki laki? hem jadi anak umi udah punya teman laki laki ya" ucap umi agak ketus.
__ADS_1
"Kami hanya berteman biasa saja kok buk, tidak lebih" jawab Jack. Jack memahami sikap umi Aliyah yang seperti kurang suka begitu.
"oke, kalau gitu saya mau lihat mobil saya dulu bisa kamu antar saya" ucap umi.
"mari buk" ucap Jack.
Setelah mengecek mobilnya dan mencoba menyetir mobil, umi Aliyah merasa sangat puas, mobilnya terasa lebih baik dari sebelumnya, Jack juga sangat pandai menjelaskan apa apa saja kerusakan pada mobil dan perawatan yang bagus untuk mobil pada umi Aliyah.
"wah iya iya, saya puas dengan hasil kerja kamu, kamu masih muda tapi sepertinya sudah sangat memahami mesin mobil" puji umi Aliyah.
Jack tersenyum dan menunduk malu.
"eh tapi bagaimana bisa putri saya kenal dengan kamu?"
Jack terkejut mendengar pertanyaan itu, apa yang harus ia katakan.
"oh itu, saya...saya.." jawab Jack gagap dia bingung mau jawab apa, jujur atau tidak?
"umi..bagian administrasi ingin bertemu umi, ayo kita selesaikan pembayaran dan pulang mi, nanti sore kita kan mau ke butik umi lebih baik cepat pulang" ucap Aliyah menarik tangan uminya.
"Jack..aku pamit terimakasih ya" ucap Aliyah.
Jack hanya diam dan menghembuskan nafas lega.
"haaah...selamat..untung Aliyah cepat datang" ucap Jack sambil mengelus dadanya yang tadi deg degan.
.
Setibanya di rumah Aliyah merebahkan badannya di kursi ruang tamu di susul dengan umi yang duduk di depannya.
"Aliyah capek ya?" tanya umi
"Siti..buatkan minuman ya, buah segar dan cemilan juga" jerit umi dari depan ke arah pembantunya yang sedang membereskan ruang makan.
"iya buk nyonya, siap" jawab Siti
Sebenarnya Aliyah tidak lelah, namun karena pertemuan dengan Jack tadi membuat Aliyah cemas, cemas umi mengungkit Jack.
"enggak mi, Aliyah gak capek kok, hehe" jawab Aliyah.
"teman kamu tadi ganteng ya, berbakat juga" ucap umi tiba tiba.
.
(kira kira uminya Aliyah kayak gini ya guys, fashionable, terlihat awet muda dan emak emak sosialita begitu deh) hehe 😂🥰
__ADS_1