
Hari hari Jack dan Aliyah kini menjadi berwarna, terlebih mereka kini tinggal di kota yang sama, Jakarta. Jack sangat bersemangat untuk segera menyelesaikan kuliah nya dan segera melamar Aliyah.
Siang ini Aliyah pergi ke kampus untuk wawancara kerjanya. Setibanya di kampus Aliyah di kejutkan oleh Abdullah yang berada di kampus itu juga.
"Abdullah..kamu..kenapa di sini?" tanya Aliyah
"Aliyah ada kamu juga..aku di sini untuk interview dosen baru" jawab Abdullah.
"kamu sendiri ngapain Aliyah?"
"sama dengan kamu, aku juga interview dosen baru" ucap Aliyah.
"wah..kebetulan yang menyenangkan" ucap Abdullah tersenyum.
Setelah selesai interview Abdullah dan Aliyah memutuskan untuk makan bersama di kantin kampus.
"Aliyah..kita akan menjadi partner kerja" ucap Abdullah sambil menyendok makanannya.
"hem..iya" ucap Aliyah jutek saja
"kamu masih gak berubah ya? selalu judes sama aku" ucap Abdullah tertawa kecil
"oh iya..laki laki di bandara dua minggu lalu...apakah dia orang yang kamu maksud?" tanya Abdullah grogi.
Seketika Aliyah menghentakkan sendok nya ke meja secara tidak sengaja. Sehingga menimbulkan bunyi keras dan membuat Abdullah cemas.
"maaf..aku gak sengaja" ucap Aliyah kembali memegang sendok makannya.
Abdullah tersenyum cemas.
"tidak usah di jawab Lia..jika kamu merasa tidak enak" ucap Abdullah.
"iya. Dia orangnya" ucap Aliyah.
"aku duluan ya, assalamualaikum" ucap Aliyah pergi meninggalkan Abdullah yang masih pucat di meja.
"wa'alaikumsalam" jawab Abdullah.
Aliyah merasa pengakuan nya tadi akan membuat Abdullah menghapus rasa suka terhadap dirinya, karena Aliyah sendiri tidak ingin Abdullah terus menaruh rasa dan berharap terhadap dirinya.
"Abdullah...kamu harus segera melupakan perasaan mu terhadap ku" ucap Aliyah dalam hatinya.
Sementara itu Abdullah masih duduk termenung di meja makan kantin, makanan di piring nya masih bersisa banyak tapi selera makan Abdullah sudah hilang.
"ternyata dia laki laki yang beruntung mendapatkan hatimu" ucap Abdullah sedih
Abdullah mengingat kembali wajah Jack, wajah tampan, kulit bersih, rambut hitam, tinggi dan badan tegap itu.
"mungkin sudah saatnya aku benar benar berhenti" ucap Abdullah.
***
Sementara itu Jack mulai membantu papa di perusahaan mulai hari ini, karena papa sudah melihat potensi Jack yang cukup hebat. Walaupun belum lulus wisuda tapi Jack sudah paham dan cakap.
Jack sudah berada di kantor bersama papanya, ini adalah kali pertama Jack ke kantor papanya.
"pa..kantor sebesar ini papa yang urus?" tanya Jack dengan polosnya.
"hahaha, ya kan papa punya banyak karyawan yang membantu papa" ucap papa sedikit tertawa.
"hehe tapi kan tetap papa hebat bisa mimpin semuanya sendiri" ucap Jack lagi.
__ADS_1
"dan..sebentar lagi kamu akan bantu papa nak" ucap Tomo
Jack tersenyum malu. Tomo merangkul bahu jack dan menyuruh Jack duduk di kursi direkturnya.
"nah..kamu akan duduk di sini menggantikan papa suatu hari nanti" ucap Tomo.
"Jeffry akan berusaha untuk menjadi pemimpin yang amanah seperti papa, papa adalah row model bagi aku pa" ucap Jack lagi.
Kemudian pandangan jack terfokus pada foto yang terpajang di meja kerja Tomo.
"pa..ini kan foto kita bersama dulu" ucap Jack.
"iya Jeff, hanya ini foto lengkap kita, papa, mama kamu dan Elang, kalian sangat lucu sekali waktu kecil" ucap Tomo.
Seketika Jack teringat kakaknya Elang, Jack merindukan saudara nya itu.
"pa..sepulang dari kantor kita mampir ke makam bang Elang lagi ya" ucap Jack. Jack terakhir ke makam Elang itu sekitar dua bulan lalu, dan kini ia kembali merindukan Elang.
"iya nak..papa juga merindukan Elang, kita ke sana nanti" ucap Tomo.
Mereka pun berbincang dan Tomo menjelaskan sedikit demi sedikit tentang perusahaan dan cara mengatur perusahaan. Tidak lama setelah penjelasan Tomo seorang mengetuk pintu.
tok tok tok permisi..ucap suara dari balik pintu
"masuk" ucap Tomo
Perempuan itu masuk dan membawa cukup banyak map di tangannya, pakaiannya rapi dengan blazer hitam blouse putih dan rok hitam selutut, rambutnya hitam panjang dan bergelombang, tubuhnya ramping dan tinggi, saat ia berbalik badan terlihat lah wajah cantiknya yang familiar bagi Jack.
"permisi pak, saya bawakan laporan bulanan yang bapak minta kemarin" ucap gadis itu.
Jack terus memandangi gadis itu, Jack merasa wajah itu sangat familiar dan suara itu juga seperti pernah ia dengar, tapi Jack lupa dimana dan kapan.
"oh iya Shela, kamu letakkan di meja saya itu ya, nanti akan saya cek dan besok bisa kamu ambil lagi untuk di periksa ulang" ucap Tomo.
Setelah Shela keluar Jack bertanya ke papanya.
"pa..dia siapa?" tanya Jack penasaran
"pegawai papa dong, siapa lagi" ucap Tomo
"iya Jeff tau pa, tapi kok aku merasa wajah itu pernah aku lihat" ucap Jack
"oh..dia Shela, dia pegawai bagian bisnis marketing kita, sekitar setahun lah dia bekerja di sini" ucap Tomo
"kenapa kamu tanyain dia, kenal?" ucap Tomo
"enggak kok pa, kayak pernah liat aja sebelumnya" ucap Jack.
"mungkin kamu pernah melihat dia di kampus? karena dia lulusan kampus kamu dengan jurusan yang sama dengan kamu nak, dia muda dan berpotensi, kerjanya nya bagus selama setahun ini" ucap Tomo.
"oh...iya pa" ucap Jack mengangguk kecil.
Beberapa jam kemudian Jack memutuskan untuk pulang duluan, karena papa akan ada meeting malam bersama klien luar negeri. Jack menuruni lift dari ruangan papanya. Kemudian lift berhenti di lantai 3 dan pintu lift terbuka, seorang perempuan masuk ke dalam lift. Perempuan yang sama yang masuk ke ruangan Tomo tadi, Shela.
Keduanya berdiri berdampingan di dalam lift hingga lift tiba di lantai satu. Keduanya secara bersamaan hendak keluar lift, dan tidak sengaja bahu Jack menyenggol bahu Shela hingga badan Shela terbentur ke pintu lift.
"aduh...sakit..bisa kan baik baik aja keluarnya gak usah nyenggol-nyenggol gitu" gerutu Shela.
"kamu juga hati hati dong, jangan main nyelonong aja" bantah Jack.
"udah salah gak minta maaf malah marahin" ucap Shela.
__ADS_1
"kamu juga salah, minta maaf juga dong" ucap Jack yang langsung melangkah mengabaikan Shela.
"mentang mentang anak direktur sombong banget" ucap Shela berbisik kecil.
Jack yang telinganya super tajam mendengar ucapan Shela dan berbalik badan menghampiri Shela.
"eh mbak, kalau gak mau minta maaf gak usah ngatain orang ya, jangan cari musuh" ucap Jack sinis
Shela yang agak grogi itu menundukkan kepala dan diam.
"ma..maaf..bukan maksud saya begitu, sekali lagi saya minta maaf" ucap Shela.
"tapi tunggu..kita pernah bertemu kan?" ucap Jack
"hah? enggak deh kayaknya, mungkin cuma mirip aja kali, muka saya emang pasaran kok, hehe" jawab Shela.
Jack pun pergi.
"iya..kita pernah ketemu dulu, setahun lalu, saat loe nambrak gue pakai sepeda loe itu" ucap Shela dalam hati yang dongkol terhadap Jack.
Malam..
Di Rumah Aliyah--
Suasana sedang ricuh di ruang keluarga.
"apa mi?! menikah dengan Fero?!" tanya Aliyah kaget sekali.
"iya sayang..kamu akan kami jodohkan dengan Fero" jawab umi.
"gak mi..Aliyah gak mau mi..Aliyah gak mau yah..!" ucap Aliyah.
"aliyah! ini semua demi kamu!" seru umi
"umi..Aliyah mohon..jangan pernikahan Aliyah umi atur juga mi..Aliyah gak cinta sama Fero.." ucap Aliyah yang mulai menangis.
"Ayah..umi yah..Aliyah gak mau di paksa yah" tangis Aliyah memeluk ayahnya.
"iya nak..tapi.." ucap ayah
"tapi apa yah? ayah sudah janji sama Lia yah.."
"ayah masih ingat janji ayah kan? ayah akan menikahkan Aliyah dengan orang yang Aliyah cintai yah" tangis Aliyah yang kini menjadi jadi.
"Aliyah!! kamu harus nurut" bentak umi lagi.
"umi..jangan terlalu memaksa Aliyah..kasihan Lia" ucap ayah
"ayah..ayah lupa ha?!! kita harus menikahkan Aliyah dengan Fero, ayah ingat kan perjanjian kita ke mereka apa" ucap umi
"umi...Aliyah gak mau.." Aliyah yang terus menangis.
"Aliyah baru mulai menata hidup Aliyah sendiri, Aliyah baru kerja, Aliyah belum siap mi" ucap Lia.
"iya umi paham. kamu gak harus menikah besok pagi atau bulan depan kok, tapi..kamu harus setuju dengan pernikahan ini, dan..pernikahan bisa di langsungkan kapan kamu siap, mau kamu tahun depan? oke.." uca umi lagi.
"umi..." ucap Aliyah yang kini bersimpuh di kaki uminya.
"Aliyah..jangan melawan kata umi nak, ini demi kamu sayang, dan kamu jangan jadi anak durhaka" ucap umi yang tentunya kasihan melihat anak kesayangan nya itu nangis.
.
__ADS_1
Bersambung dulu ya..