Bidadari Untuk Preman

Bidadari Untuk Preman
Kembali tersenyum


__ADS_3

Flashback back beberapa jam yang lalu.


Aliyah sudah bersiap untuk pergi ke Jakarta, ia sudah berada di basemant tempat mobilnya terparkir.


Aliyah memang membawa mobil ke Bandung, tapi ia jarang naik mobil ke kampus bahkan tidak pernah sema sekali, ia lebih memilih jalan kaki karena jaraknya cukup dekat. Aliyah memang gadis yang sangat sederhana.


Sejak semalam badan Lia seperti tak bertulang. lemas sekali rasanya Lia sudah tak tahan. Alhasil Aliyah pingsan tepat di depan pintu mobilnya.


Ponsel Lia terus berdering, namun apa boleh buat Aliyah tak sadarkan diri.


Tak berselang lama seseorang melihat Aliyah yang tergeletak di lantai. Orang itu menolong Lia dan membawa Lia ke rumah sakit. Sesampainya di rumah sakit pihak rumah sakit menelpon orang tua Aliyah.


Tanpa berlama lama Umi dan Ayah segera tancap gas ke kota Bandung. Khawatir terjadi sesuatu pada Aliyah.


Dan itulah mengapa Aliyah tidak bisa hadir ke wisuda Jack. Karena Lia sedang sakit, Aliyah bahkan pingsan berjam jam tak sadarkan diri.


Aliyah membuka matanya, dan melihat sekeliling. Aliyah heran dan bingung ia sedang berada di mana, dinding putih seperti di rumah sakit.


"Aliyah sayang, akhirnya siuman kamu nak" ucap umi


"umi...Aliyah di mana?" tanya lia masih lemas dan lesu.


"ini rumah sakit sayang..." jawab umi mengelus kepala Lia.


"Lia kenapa bisa di rumah sakit mi? Aliyah mau ke Jakarta mi, jam berapa sekarang mi?" tanya Lia panik.


"Lia sayang...sayang..tenang..kamu masih sakit nak, kamu gak bisa kemana mana dulu, tuh masih ada infus di tangan kamu" ucap umi.


"tapi mi..Aliyah harus ke Jakarta sekarang juga mi..Aliyah mohon" ucap Aliyah meneteskan air mata.


"sayang...ini sudah malam, besok saja ke Jakarta kalau kamu sudah sembuh ya nak" ucap umi.


Namun Aliyah tetap bersikeras, ia memaksa bangun dan hendak mencabut infus nya itu sambil menangis.


"Lia...sayang...jangan" ucap umi menahan Aliyah.


"Aliyah ada janji penting di Jakarta mi, Aliyah mohon..." ucap Lia menangis.


Namun, Aliyah kembali melemas dan tak sadarkan diri lagi. Umi yang panik langsung memanggil dokter untuk memeriksa keadaan Lia.


...----------------...


Sementara itu Jack sangat kecewa dan sedih.


Di kamarnya Jack terus memandangi cincin yang telah ia persiapkan untuk melamar Aliyah.


"Tega kamu Lia...tega..." ucap Jack sedih plus kecewa


"kamu udah janji sama aku Lia..tapi kamu mana? kamu gak datang bahkan kamu tidak ada kabar, apa kamu sudah tidak menginginkan aku lagi?" ucap Jack yang pikirannya sudah mulai over thinking.


Tapi Jack masih mencoba menghubungi Aliyah dan kali ini di jawab.

__ADS_1


"Halo Aliyah..." ucap Jack


"saya uminya Aliyah" jawab suara di telvon, ya ternyata umi yang angkat telvon Jack.


"maaf tante, Aliyah nya ada, saya ingin bicara dengan Lia tan" ucap Jack.


"Aliyah tidak bisa di ganggu, dia sedang berada di rumah sakit" jawab umi.


Jack kaget mendengar Aliyah sakit "Aliyah sakit tante? di rumah sakit mana tante, saya mau ke sana sekarang" ucap Jack.


"sudah sudah..kamu tidak perlu ke sini, sebaiknya kamu jauhi Aliyah" tit tit tit..telvon di matikan.


Jack mencoba menelpon lagi tapi ponsel Aliyah sudah tidak aktif, sepertinya umi menonaktifkan ponsel Aliyah.


"siapa yang menelpon mi?" tanya Aliyah yang sudah sadar.


"bukan siapa siapa, udah sayang, istirahat saja ya" ucap umi.


"Apa yang nelpon itu Jack mi?" tanya Lia.


Umi sedikit keliatan bingung mau jawab apa, "bukan siapa siapa nak, udah istirahat lagi" jawab umi berbohong.


"mana ponsel Lia mi, Aliyah mau menghubungi Jack" ucap Lia.


"Lia..sudah cukup kamu berhubungan sama laki laki itu nak" ucap umi.


"umi...Aliyah mohon mi, ini penting...Aliyah mohon sama umi izinkan Aliyah menelpon Jack sebentar" ucap Lia memelas.


"jangan lama lama ya nak, umi mau keluar dulu manggil ayah" ucap umi.


Aliyah mengangguk patuh.


Aliyah menelpon Jack...setelah berdering beberapa detik telpon di jawab.


"Assalamualaikum Jack" ucap Lia dengan suara yang masih terdengar lemas.


"waalaikumussalam Lia...Lia..kamu gak papa?" tanya Jack dengan nada suara panik.


"Aku gak papa Jack, Jack aku minta maaf...aku gak hadir di saat kamu wisuda..maafin aku Jack" ucap Lia sedih.


"aku udah maafin kamu Lia, kamu sakit apa? aku mau liat kamu Lia, aku ke Bandung sekarang, kamu kirim alamat rumah sakitnya" ucap Jack.


"jangan Jack, sudah malam, aku gak papa kok, ada umi dan ayah di sini" ucap Lia.


"tapi Lia.."


"aku hanya kelelahan, besok juga sudah bisa pulang, kita bertemu di Jakarta ya" ucap Lia.


"baiklah Lia, cepat sembuh, aku merindukan kamu" ucap Jack.


Dan percakapan pun berakhir.

__ADS_1


Aliyah sedikit lega setelah meminta maaf kepada Jack, begitu pula dengan Jack yang lega setelah tau kabar Aliyah.


...----------------...


Setelah keluar dari rumah sakit Aliyah pergi ke Jakarta bersama umi dan ayah. Aliyah akan bertemu dengan Jack sesuai janjinya kemarin.


Kini Aliyah sudah berada di sebuah caffe dan menunggu Jack.


"Assalamualaikum Lia" sapa Jack.


Aliyah tersenyum bahagia melihat Jack "waalaikumussalam"


"maaf aku telat, kamu udah lama nunggu?" tanya Jack.


Aliyah menggelengkan kepalanya "aku juga baru datang Jack" jawab Lia.


Tanpa basi basi Jack langsung mengeluarkan kotak cincin yang ia persiapkan dari kemarin itu.


"Aliyah...sesuai keinginan ku untuk melamar mu kemarin yang sempat tertunda, sekarang aku ingin melamar mu Lia"ucap Jack menyodorkan cincin itu ke tangan Lia.


Aliyah refleks menarik tangannya, Jack pun sedikit kaget melihat ekspresi Lia.


"kenapa lia? kamu sudah punya jawaban untuk lamaranku kan?" tanya Jack.


Aliyah menelan ludahnya karena gugup.


"Jack...aku akan menjawab lamaran kamu di hadapan kedua orang tua kita" jawab Lia.


"maksud kamu?" tanya Jack heran


"aku mau, kamu melamar aku di depan ayah umi dan orang tuamu Jack, keluarga kita harus tau, karena lamaran adalah hal serius" jawab Lia.


Jack menarik nafas panjang...


"baiklah...aku akan bawa orang tuaku untuk menemui orang tuamu besok" ucap Jack.


Aliyah tersenyum mendengar nya.


"terima kasih Jack" jawab Lia.


"tapi sebelum itu apa kamu bisa menjamin umi mu akan menerima keluarga ku?" tanya jack.


"maksud kamu" tanya Lia.


"kamarin saat aku menelpon kamu di rumah sakit, umi kamu yang jawab, dan dia bilang agar aku menjauhi kamu Lia, sepertinya dia masih tidak menyukai aku" jawab Jack.


"aku akan bilang ke umi Jack...aku akan bilang kalau kita serius, dan ingin menikah" ucap Lia.


Kini giliran Jack yang tersenyum mendengar ucapan Lia.


"baik Lia, terima kasih" jawab Jack.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2