Bidadari Untuk Preman

Bidadari Untuk Preman
masa lalu yang pahit


__ADS_3

Nissa terkulai lemas, tubuhnya seperti membeku, tatapannya kosong. Melihat kondisi kakaknya Aliyah langsung mencoba menenangkan Nissa.


"kak Nissa, kak dengar Lia kak, kak sadar kak, kak Nissa" ucap Aliyah yang mengguncang tubuh kakaknya itu.


"Lia..calon suamiku Lia.." ucap Nissa pelan dan kemudian jatuh pingsan.


Nissa segera di lari kan ke ruang rawat dan mendapatkan pertolongan, dirinya mengalami syok mendadak dam membuat kondisinya lemah.


Berselang beberapa jam Ayah dan Umi datang melihat anaknya. Pada saat itu semua keluarga besar Aliyah sudah di Jakarta karena pernikahan akan dilangsungkan di Jakarta.


Nissa masih terbaring dan tidak sadarkan diri. Umi langsung histeris dan memeluk Nissa.


"Ya Allah nak, kenapa bisa begini nak...Annisa bangun sayang" ucap Umi yang sedang menangis.


Aliyah memeluk dan mencoba menenangkan uminya.


"Umi..kak Nisa pasti sadar koo mi, kita doakan kak Nisa mi" ucap Aliyah memeluk umi.


Satu jam kemudian Annisa siuman dan segera di periksa oleh dokter. Namun saat sadar dia selalu memanggil nama Elang dan mengamuk mengacak acak tempat tidurnya, Annisa sangat kacau dia mengamuk dan menangis histeris.


"Elang...Elang..calon suami aku manaa!!!! kenapa dia belum datang...kami besok mau menikah!!!" ucap Annisa teriak teriak.


Suster dan Dokter sampai kewalahan menahan Annisa dan akhirnya memberikan suntik tidur agar Annisa tenang.


Dokter berbicara dengan Ayah.


"jadi bagaimana kondisi putri saya dokter?" tanya ayah sedih


"jadi begini pak, berdasarkan diagnosa sementara sepertinya dokter Nisa syok berat pak, kondisi mentalnya sangat rentan dan fisiknya melemah, ini bisa beresiko stress ringan" ucap dokter Hadi.


"Astagfirullah..Tapi putri saya bisa sembuh kan dok?"


"Insyaallah bisa pak, semua tergantung pada dokter Nisa sendiri, dia harus bisa mengontrol emosi dan pikirannya, jika tidak.." dokter Hadi tidak melanjutkan ucapannya.


"jika tidak kenapa dok?" tanya Ayah mulai cemas.


"kita lihat dulu perkembangannya pak, yang jelas sekarang Nisa sangat membutuhkan dukungan dari keluarga dan orang terdekatnya" jelas dokter.


Sementara itu Aliyah menunggu kak Nisa sambil melantunkan ayat suci al quran. Tidak lama Aliyah melihat tangan kak Nisa mulai bergerak gerak, Nisa pun siuman.


"kak Nisa, kak bisa dengar suara Lia"

__ADS_1


"Elang..mana Elang"


"kak..istighfar kak..bang elang sudah di panggil Allah kak" ucap Lia


"Tidak...aku gak mau hidup tampa elang..aku mau mati saja..hiks hiks hiks" Annisa menangis histeris.


Aliyah langsung memeluk kakaknya dan menenangkan kak Nisa.


Sebulan setelah kepergian Elang, kondisi Nisa tidak membaik, Nisa sangat trauma, kondisinya semakin buruk, akhirnya sekarang Nisa di rawat di RS jiwa, karena Nisa di rumah sering mengamuk, mentalnya sudah terganggu, Nisa tidak bisa menerima kepergian orang yang sangat di cintai nya itu. 😭😭😭


flashback off...


Masa lalu yang menyakitkan itu yang membuat Umi kini sangat protektif terhadap Aliyah, karena hanya Aliyah anak Umi satu satunya yang bisa umi harapkan untuk melanjutkan keturunan serta pewaris keluarganya.


Jika mengharapkan kesembuhan kak Nisa sepertinya sangat kecil kemungkinan, sudah setahun lebih Nisa di rawat dan perkembangannya hampir tidak ada. Umi dan ayah sudah ikhlas dan pasrah kepada Allah.


Karena tidak ingin nasib buruk Seperti kedua saudara Aliyah, Umi sangat mengatur hidup Aliyah, bahkan umi pernah bilang bahwa Aliyah akan menikah dengan calon pilihannya, Aliyah tidak boleh memilih, harus menurut. Demi kebaikan Aliyah.


Dan sekarang umi tau bahwa Aliyah menyukai seorang preman, tentu saja umi tidak setuju, umi sangat khawatir jika nasib buruk menimpa Aliyah jika bersama preman itu. Umi benar benar ingin yang terbaik untuk Aliyah, bukan pria sembarang. harus jelas Bibit Bobot dan Bebet nya.


.


Aliyah sedang makan malam bersama ayah dan umi. Aliyah masih terlihat sedih dan murung, tidak bersuara dan makan pun hanya sedikit.


"makan sedikit dan murung sekali ayah lihat"


Aliyah tersenyum tipis "aliyah gak apa apa kok yah"


"Aliyah umi tau kamu marah sama umi kan?" tanya umi.


"hah enggak mi, Aliyah gak marah sama umi"


"terus kamu kenapa? umi mohon ya sayang dengerin kata kata umi tadi" ucap umi.


"ada apa ini? kok ayah gak tau apa apa?" tanya ayah


"Ayah tolong nasehatin aliyah jangan dekat dekat lagi sama preman itu" jawab umi.


"Umi..jangan dibahas lagi Aliyah mohon" ucap Aliyah yang kemudian pergi ke luar rumah.


"kamu mau kemana malam malam gini" tanya umi

__ADS_1


"Aliyah mau cari udara segar di kolam renang kok mi gak kemana mana" jawab Aliyah.


Aliyah duduk di tepi kolam dengan kaki yang dicelupkan ke dalam kolang. Air kolam yang dingin menyejukkan hati Aliyah untuk sesaat.


"Kenapa umi sangat tidak suka sama Jack, padahal Jack itu tulus dan baik" gumam Aliyah


Dari belakang ayah menghampiri Aliyah dan duduk di sebelah Aliyah.


"anak ayah kenapa? cerita dong sama ayah" ucap ayah sambil merangkul pundak Aliyah.


Aliyah memeluk ayahnya dan menangis.


"Ayah..Aliyah bingung harus apa" ucap Aliyah sedih


"umi tidak suka Aliyah berteman dengan Jack yah, padahal Jack itu baik kok yah, dan sekarang dia udah gak jadi preman lagi, dia udah kerja di showroom mobil" jelas Aliyah


"jika Aliyah masih berteman dengan Jack apakah Aliyah jadi anak durhaka yah? karena tidak patuh pada umi" tanya Aliyah.


"Ayah setuju dengan umi, lebih baik Aliyah jangan dekat dekat dulu sama Jack ya, Aliyah sebentar lagi mau kuliah kan, lebih baik fokus dengan study Aliyah dulu" jawab ayah.


Jawaban ayah membuat aliyah tercengang, apa ayah tidak suka juga dengan Jack.


"tapi waktu itu ayah bilang ayah mau punya menantu mantan preman kan asalkan orang itu baik dan.."


"Ayah belum selesai bicara nak, iya..ayah pernah bilang begitu, dan ayah jujur dengan perkataan itu" jawab ayah


"terus kenapa ayah melarang aliyah juga?"


"hem..Aliyah..dengerin ayah, selesaikan dulu studi Aliyah, Ayah tau Aliyah suka kan sama Jack itu?"


Aliyah kaget kenapa ayah bisa tau dan bilang begitu, wajahnya pucat takut dimarahi ayah.


Ayah menyentuh pipi Aliyah "ayah gak marah jika aliyah suka sama dia, ayah yakin deh jack itu pasti laki laki istimewa, karena dia bisa membuat anak ayah yang cuek dan gak peduli sama lawan jenis jatuh cinta padanya" ucap ayah lembut.


"Terus Aliyah harus apa ayah? Aliyah harus menjauhi Jack"


"Aliyah..sebentar lagi pun kalian akan berjauhan karena Aliyah akan ke luar negeri kan, setelah Aliyah lulus dan sudah siap untuk menikah, bawa laki laki yang Aliyah cintai itu ke ayah, jika dia benar benar sayang dan bisa membimbing Aliyah dunia akhirat, ayah berjanji akan menikahkannya dengan Aliyah, mau itu Jack atau orang lain, ayah janji"


"Tapi untuk saat ini fokuslah dengan studi Aliyah dan tingkatkan ibadah kepada Allah, Aliyah masih muda fokuslah pada masa depan dulu ya nak" ucap ayah.


Aliyah tersenyum dan lega mendengar ucapan ayah, "makasih ayah, ayah selalu mengerti perasaan Lia, Aliyah sayang ayah"

__ADS_1


.


.


__ADS_2