
Dring..
notifikasi masuk ke ponsel Aliyah dan ternyata itu pesan dari Jack tadi, Aliyah kaget bukan main, jantungnya berdebar kencang, rasanya Aliyah ingin teriak karena sangat senang, tanpa sadar Aliyah yang dari tadi senyum senyum sudah merusak masker di wajah nya.
"yahh masker aku retak retak deh, hahaha gapapa deh aku seneng banget ya Allah" ucap Aliyah senang.
Aliyah langsung membalas pesan Jack.
"oh ya jack?"
"besok kita ketemu jam dua siang di butik tante aku ya, besok aku share alamatnya"
"selamat malam Jack, assalamualaikum"
isi pesan Aliyah.
Setelah membaca pesan dari Aliyah, hati Jack menjadi tenang dan gembira, besok ia akan berjumpa dengan Aliyah, dan mungkin ini benar benar akan menjadi hari terakhir mereka.
Keesokannya paginya Aliyah pergi bersama tante Mira untuk menjenguk kak Nisa di rumah sakit jiwa. Namun, ada sedikit kendala di butik sehingga mereka jadi telat berkunjung ke rumah sakit.
"iya buk Ratna saya minta maaf ya, besok saya akan ganti secepatnya pesanan ibu Ratna ya, saya janji gak akan mengecewakan bu Ratna deh" ucap Tante Mira ke salah satu langganan butiknya itu.
"iya Tante Mira, tapi tolong ya secepatnya, ini saya pesan banyak loh untuk wedding putri saya, saya percaya sama Tante Mira dan butik ini, saya pamit dulu terimakasih" ucapnya
Setelah bu Ratna yang sempat heboh di butik itu pergi, Tante mira dan Aliyah bergegas ke rumah sakit.
"sorry ya Aliyah, karena Tante ngurusin butik dulu kita jadi telat deh, udah mau jam 11 siang lagi" ucap Tante Mira.
"gak apa apa Tan, masih ada waktu kok sebelum makan siang, ayok Tan" ucap Aliyah.
Setelah 20 menit di perjalanan mereka sampai di parkiran rumah sakit, tanpa di sadari ternyata di parkiran ada Fero yang hendak masuk ke dalam mobil tampaknya Fero habis berkunjung dari rumah sakit itu. Fero melihat Aliyah dan Tante Mira tapi ia sengaja bersembunyi agar tidak terlihat oleh Aliyah. Aliyah pun juga tidak menyadari kehadiran Fero di sana.
Saat Aliyah dan Tante memasuki ruangan kak Nisa daru luar sudah terdengar suara teriakan dan amukan yang bersumber dari kak Nisa, dan ternyata kak Nisa ngamuk lagi, Nisa meraung dan menangis, dia mengamuk dan melempar barang barang yang ada di ruangan itu. Melihat kondisi Nisa yang mengamuk suster melarang Aliyah dan tante Mira untuk masuk bertemu dengan Nisa.
Aliyah terlihat panik setelah mengetahui kondisi kakaknya itu.
"sus..kakak saya kenapa sus? kenapa kak Nisa ngamuk begitu" tanya Aliyah yang panik
__ADS_1
"maaf mbak, saya juga kurang tau kenapa tiba tiba buk Nisa mengamuk, tadi ada seorang pria yang mengunjungi buk Nisa dan sempat mengobrol lama dengan buk Nisa, tidak lama setelah pria itu pergi buk Nisa sudah ngamuk seperti ini Mbak" jelas suster itu
"ya Allah kak...sus saya mau masuk saya mau ketemu kakak saya sus" pinta Aliyah yang berusaha menerobos masuk
"maaf mbak tidak bisa, pasien sedang mengamuk, dokter sedang menangani nya, Mbak dan ibu belum boleh masuk sampai kondisi pasien tenang" jelas suster itu.
Aliyah sudah tidak bisa menahan air matanya lagi, ia begitu sedih dan kasihan pada kakaknya, Tante Mira juga ikut sedih.
"Aliyah..dengarkan kata suster ya sayang, kita tunggu saya dokter selesai menangani kak Nisa ya nak, ayok kita tunggu di sana" bujuk Tante Mira
Tante Mira memeluk Aliyah yang sudah menangis itu dan mengiring Aliyah untuk duduk.
"Tante...kak Nisa Tan..hiks hiks" tangis Aliyah
"udah udah, Aliyah jangan nangis dong, kita doakan kak Nisa ya.." ucap Tante Mira yang sedang mengusap air mata Aliyah.
Sekitar hampir satu jam barulah dokter dan suster keluar ruangan, dan berhasil menenangkan Nisa.
"dok kakak saya kondisi nya bagaimana, kenapa dia bisa mengamuk?" ucap Aliyah
"ibu Nisa sudah kami beri obat penenang dan kini beliau sudah tertidur, seperti biasanya ibu Nisa mental nya masih sangat lemah dan rawan, jadi tidak boleh mendapat aura negatif maupun perlakuan buruk dari orang lain, orang orang di dekat nya haruslah bisa membangkitkan mental nya dan harus bisa memberi energi positif untuk dia" jelas dokter.
"jadi begini, tadi ada seseorang yang mengunjungi buk Nisa dan mengaku bahwa dia adalah kerabat buk Nisa, saya curiga orang tersebut membawa pengaruh negatif yang menyebabkan buk Nisa mengamuk dan histeris, karena sebelum itu kondisi buk Nisa stabil dan baik" tambah dokter.
"siapa orang itu dok? dokter tau namanya?" tanya Aliyah.
"maaf kami tidak tahu Mbak, orang itu mengatakan dia kerabat pasien dan saat pasien melihatnya pasien juga mengenali orang itu, dan kami memperbolehkan nya masuk untuk menjenguk buk Nisa" ucap suster.
"Mbak Aliyah dan Tante, kamu minta maaf, ini kelalaian dari kami juga membiarkan sembarang orang masuk, padahal pasien sangat rentan dengan orang lain, kami akan lebih berhati hati kedepannya" ucap dokter muda itu. Dokter Fahmi namanya, beliau adalah dokter spesialis yang khusus merawat Anisa sejak setahun lalu.
"baiklah dokter Fahmi, saya paham, terimakasih dok" ucap Aliyah.
"kalau begitu kapan saya bisa bertemu kak Nisa?"
"saya sarankan besok saya Mbak Aliyah, biarkan buk Nisa tenang dan istirahat untuk hari ini dulu" jawab dokter Fahmi.
"baik dok, kami akan kembali besok, kalau begitu kami pamit" ucap Tante Mira.
__ADS_1
Aliyah dan Tante Mira kembali dengan rasa sedih dan kecewa ke butik Tante Mira. Waktu berjalan begitu cepat tanpa di sadari sudah pukul 2 siang. Aliyah ada janji dengan Jack jam dua ini.
Aliyah mengecek pesan di instagram, dan Jack ternyata sudah mengirim pesan dari tadi meminta alamat Aliyah. Aliyah segera mengirim alamat cafe yang berada di depan butik Tante Mira. Aliyah sengaja tidak mengajak Jack ke butik karena segan dengan Tante Mira, apalagi butik sangat ramai siang siang begini.
.
Sekarang kita beralih ke Fero tadi, setelah pergi dari rumah sakit ia terburu buru menyetir mobilnya dan menuju ke vila pribadinya di jakarta itu. Fero nampak panik saat melihat Aliyah tadi bahkan sampai di vila ia masih terlihat pucat dan panik.
"haduh, semoga Aliyah gak liat gue tadi, dan semoga cewek stres itu gak bilang apa apa ke Aliyah, hah..gila emang ngapain gue jenguk cewek stres kayak dia, mana tadi dia ngamuk segala lagi" ucap Fero.
Benar saja ternyata Fero adalah orang yang mengunjungi Anisa sebelum Aliyah datang, dan Fero lah yang membuat Anisa mengamuk. Fero mengingat kembali kejadian tadi saat ia bertemu dengan Nisa.
#Flashback on
Fero memasuki ruangan Nisa.
"hai Nis, apa kabar?" tanya Fero
saat itu Nisa masih baik baik saja dan kondisi nya stabil.
"Fero, kamu datang" ucap Nisa
"kamu mau sampai kapan sih di sini terus? apa sih yang kamu pikirin, udah lah Nis, hidup kamu belum berakhir kok, kamu bisa sembuh kok aku yakin, kalau kamu move on kamu pasti bisa" ucap Fero.
"kamu ngomong apa si Fero, aku baik kok, aku sehat, aku suka di sini, aku mau tunggu elang di sini Fero, kamu tau kan kami sebentar lagi akan menikah" ucap Nisa.
"ya ampun Nisa...kamu sadar dong Nis, cowok kamu Elang itu meninggal, dia udah di kubur, kamu harus bisa terima kenyataan itu Nisa, udah setahun kamu di sini kayak orang gilah, eh bahkan emang udah gila. Kamu gak capek Nisa, ayolah sadar!!!" ucap Fero lantang.
Mendengar kata kata Fero dengan nada yang cukup tinggi itu membuat Nisa marah dan histeris.
"apa!!? kamu bilang Elang meninggal, kamu bilang aku gila!! hahahaa!! kamu yang gila! kamu jahat pergi kamu sana!!!" teriak Nisa.
Nisa yang sudah mengamuk itu melempari Fero dengan bantal dan berbagai barang di sekitarnya.
"woii cewek stress apaan lo, sadar nis sadar, gue masih mau nerima lo, asalkan lo waras lagi nis!!!" pekik Fero sambil memegang kedua bahu Nisa.
"lepasin haaaa...!!! kamu jahat, pergii!!!" ucap Nisa yang sudah sangat marah dan kehilangan kendali.
__ADS_1
Melihat Nisa yang sudah lose control, Fero bergegas pergi.
#flash back off