
Pagi ini cerah dan hangat, membuat Aliyah sangat bersemangat. Hal ini juga di rasakan oleh Jack, Jack sangat bersemangat hari ini, terlebih lagi dia tak sabar menunggu nanti malam.
flashback on..
Sepulang dari mengantar Aliyah, Windy mampir ke rumah bang Riyan, dan bertemu Jack. Windy yang serba ceplas ceplos itu bilang ke Jack kalau tadi dia jemput Aliyah ke bandara.
"hai Jack, kok murung gitu si wajahnya, ntar gantengnya berkurang lo" rayu Windy.
"gak ah win, aku gak murung, biasa aja" jawab Jack.
"besok sibuk gak? mau ikut sama aku dan bang Riyan, kami ada acara spesial ni" tanya Windy.
"eh makasih wind, kayak aku gak.." belum siap bicara Windy memotong.
"aku ajak Aliyah juga lo, Aliyah udah balik ke Padang, ni aku baru siap ngantar dia ke rumahnya" tambah Windy dengan alis yang naik turun.
"hah serius kamu wind? Aliyah udah pulang?" tanya Jack.
"iya dong masa aku bohong si sama kamu" balas Windy.
"oke wind kalo gitu aku ikut" ucap Jack bersemangat sekali.
flashback off...
Jack masih berdiri di depan kaca memilih baju yang cocok untuk dia kenakan nanti saat bertemu Aliyah.
"Aku harus kelihatan keren ni" ucap Jack.
"Aliyah aku gak sabar mau ketemu kamu, i miss you so much Aliyah" bisik Jack sendirian.
Tepat pukul 19.00 wib.
kini mereka berempat sudah sampai di kafe yang letaknya di dekat pantai, pemandangan laut malam dan suara ombak begitu merilekskan pikiran.
Windy dan pacarnya sudah asik ngobrol berdua dan tertawa sedangkan Jack dan Aliyah malah seperti orang tidak kenal saja π
__ADS_1
"ehem ehem" ucap Windy
"ini kenapa pada diem gini si, kek lagi marahan aja" ucap Windy.
"kalian mau pesan apa, pesan aja ya hari ini aku traktir karena ini anniversary aku dan riyan yang ke 2 tahunπ₯³" ucap Windy bersemangat.
"makasih ya wind" ucap Aliyah.
"iya wind, makasih udah ngundang aku juga" ucap Jack.
Aliyah menunduk dan fokus melihat daftar menu, sementara Jack sesekali mencuri curi pandang melihat wajah Aliyah. Wajah yang telah di tunggu tunggu nya sedari kemarin.
satu jam kemudian.
Mereka telah selesai makan, entah kenapa hawa sangat panas terasa oleh Aliyah. Aliyah sepertinya gerah dan memutuskan untuk keluar ke pantai menikmati angin sepoi sepoi di pantai. Pantai sangat ramai dan pohon du tepi pantai di hiasi lampu lampu kafe yang sangat indah, alunan musik juga terdengar.
Melihat Aliyah keluar Jack pun mengikuti Aliyah.
"Aliyah, panas ya di dalam" ucap Jack.
"nih aku bawain minum segar, ambil" balas Jack sambil menyuluhkan minuman limun itu ke Aliyah.
"makasih Jack" ucap Aliyah sambil tersenyum manis.
"gimana acara kamu di jakarta? lancar?" tanya Jack mencoba menghangatkan suasana.
"alhamdulillah lancar Jack" jawab Aliyah.
"Aliyah lihat ke langit bulannya indah, tapi sayang gak ada bintang yang menemaninya di malam ini" ucap Jack sambil menunjuk ke langit.
"hem..iya bulan yang terang dan indah" jawab Aliyah.
"kamu seperti bulan itu Aliyah, indah, cantik, bersinar, tapi kesepian karena tidak ada bintang yang menemani" ucap Jack lagi.
"apaan si Jack, aku gak kayak gitu kok" jawab Aliyah.
__ADS_1
Jack hanya tertawa tipis mendengar sanggahan dari Aliyah.
"bagiku kamu seperti bulan itu Aliyah, dan aku adalah batu karang yang jauh terbenam di dasar laut, sangat ingin menggapai bulan yang indah itu" tambah Jack lagi.
Jack memulai aksi puitis nya di depan Aliyah, Jack memang pecinta sastra, Seperti puisi, sajak, lagu lagu, musik. Jack ahli membaca puisi apalagi puisi romantis. π kalau Jack udah baca puisi duh auranya keluar banget, sama seperti sore itu saat Jack mengucapkan puisi romantis di depan Aliyah yang membuat Aliyah terpanah π
"bukannya kamu kapal di lautan yang terombang abing mencari pelabuhan?" tanya Aliyah sembari tersenyum dan mendengus.
"iya Aliyah, aku sudah temukan pelabuhan, cuma aku tidak di izinkan berhenti di sana, aku yakin sebentar lagi kapalku akan berhenti dan menetap selamanya di sana" jawab Jack.
"jika ingin berlayar lagi?" tanya Aliyah
"aku akan berlayar kemanapun aku suka, namun tetap saja pelabuhan ku hanya ada satu, tidak akan ada yang lain" jawab Jack bersungguh sungguh.
"Jack. kenapa kamu begitu yakin, bukankah takdir Allah tidak ada yang tahu? dan allah maha membolak balikan hati manusia, jangan kamu mendahului nya" balas Aliyah.
"Aliyah..ini adalah keyakinan yang Allah berikan padaku, untuk saat ini hanya aku dan Rabb ku yang tahu isi hati ini, jika kamu ingin tahu, maka berikan sedikit tempat untukku di hatimu" balas Jack.
"Jack..maaf aku lebih mencintai sang pencipta daripada makhluk ciptaannya" balas Aliyah sedikit menyakitkan.
"semua orang harus begitu Aliyah, aku tidak memaksamu mencintai aku melebihi rasa cintamu pada Allah, aku hanya ingin kamu memberiku tempat di hatimu" jawab Jack lagi.
"Jack..tolong beri aku waktu" balas Aliyah.
"Aliyah..semua waktuku akan ku berikan padamu, namun percayalah takdir ini sudah di tetapkan, sang waktu akan menjawab itu, tapi ku mohon jangan membohongi hati mu ya Aliyah" jawab Jack.
"ayo kita ke dalam sudah hampir larut, windy pasti udah nunggu" ajak Jack.
"iya ayo" balas Aliyah.
.
.
next ya readers, jangan lupa like komen dan vote. love youu πππ₯°
__ADS_1