Bidadari Untuk Preman

Bidadari Untuk Preman
Siapa ayah kandung Jack?


__ADS_3

Jack memasuki kamar dan merebahkan badannya di ranjang empuk dan luas itu, ya sangat berbeda dengan ranjang di rumahnya, jauh lebih mewah dan empuk. Namun Jack tetap merindukan rumah dan kamar sederhana nya di Padang. Jack menatap langit langit kamar itu dan ucapan peramal tadi terlintas di benaknya.


"seseorang mencari anda" itulah ucapan yang terngiang-ngiang di otak Jack.


"apa maksud peramal itu? apa benar ada orang yang mencari aku? dan apakah itu papa?" tanya Jack dalam hatinya.


"rasanya aku agak dekat dengan dia, karena sekarang aku di Jakarta" batin Jack.


Jika alamat rumah papa Jack masih sama seperti 15 tahun lalu, maka Jack masih ingat betul alamat rumah nya, dan Jack juga masih ingat seperti apa rumah yang ia tinggali dulu sebelum ia di usir oleh papanya itu. Namun, Jack tidak ada niat untuk berkunjung ke rumah itu, Jack tidak ingin melihat papanya, walaupun ada si titik rindu di hatinya.


"udah Jack, jangan ingat orang itu, fokus ke mama" ucap Jack.


Sementara itu Aliyah duduk di ranjangnya dan bersiap membuka kotak hadiah yang tadi Jack berikan. Isi dari kotak itu adalah sebuah buku diary dan sepucuk surat dalam amplop merah jambu. Aliyah membuka surat itu.


#isi surat


Assalamualaikum Aliyah, aku sengaja memberikan buku diary ini untuk kamu, semoga kamu bisa menulis setiap momen yang kamu lewati di Mesir nanti, aku berharap hari harimu di sana menyenangkan, dan aku ingin hal hal hebat yang kamu alami, dan hal yang membuat mu senang dan sedih, susah senang mu kamu tulis di buku ini. Aliyah buku ini akan menjadi pengganti ku sebagai teman curhatmu.


Aliyah, entah apa yang akan terjadi dengan hari hariku tanpamu nanti, yang aku pikirkan sekarang adalah bagaimana cara aku menahan rindu untukmu nanti?


Aliyah, akan ku ceritakan satu hal yang tidak mampu aku ceritakan langsung padamu. Aku sangat bersyukur mengenalmu Aliyah.


Sehari sebelum aku menolong kamu di pasar waktu itu, hidupku begitu kosong dan tidak berarti, aku bahkan merasa bahwa aku selamanya akan terjebak sebagai seorang preman pasar, sebelum kamu hadir di hidupku, aku sama sekali tidak memiliki niat untuk berubah dan menjadi hamba Allah yang lebih taat.


Tapi hari itu Allah berkehendak lain, Allah kirimkan kamu hari itu untuk aku tolong. Dan setelah mengenalmu aku sungguh lebih dekat dengan pencipta ku. Untuk itu aku berterimakasih padamu Aliyah. Bagiku kamu adalah bidadari yang Allah berikan kepadaku.


Itulah isi surat Jack. Tanpa sadar air mata menetes di pipi Aliyah, ia terharu, senang dan sedih setelah membaca surat itu.


Aliyah menempel kan surat itu di dadanya dan merebahkan tubuhnya.


"terimakasih Jack, aku juga akan sangat merindukan kamu, ya Allah bimbing aku terus.." ucap Aliyah

__ADS_1


Keesokan paginya Aliyah sudah siap untuk berangkat ke bandara, tapi sebelum itu ia mampir ke rumah sakit melihat kondisi kak Nisa. Setelah berpamitan dengan kakaknya Aliyah langsung ke bandara di antar oleh Haryo dan tante Mira tentunya.


"Aliyah...hati hati ya sayang, semoga kamu selamat sampai Mesir, dan baik baik di sana ya sayang, Tante bakalan kangen banget sama kamu" ucap tante Mira memeluk Aliyah di bandara.


"makasih Tan, Aliyah juga bakalan kangen banget sama Tante" ucap Aliyah.


Dan tante Mira melepas kepergian Aliyah, Aliyah memasuki pesawat dan melambaikan tangan ke Tante Mira. Tante Mira bercucuran air mata, rasanya ia baru mendapatkan teman hidup tapi harus segera berpisah. Dan kini Tante Mira kembali kesepian.


Pesawat Aliyah sudah terbang di atas awan, namun Aliyah masih bisa melihat kota Jakarta dari atas pesawat.


"selamat tinggal Jakarta, selamat tinggal Jack" ucap Lia menatap ke bawah melihat kota Jakarta yang kini sudah hampir tertutup awan putih.


Aliyah memejamkan matanya dan menghapus air mata di pipinya.


.


Sementara itu Jack berada di rumah sakit. Jack keluar dan berdiri di halaman rumah sakit menatap langit di atas nya.


Jack memegang gelang kunci yang berada di tangan kirinya itu.


"Aliyah..aku akan menunggu kamu kembali" ucap Jack lagi.


Tentu saja Jack begitu sedih, dirinya berpisah dengan Aliyah untuk waktu yang cukup lama.


Beralih ke butik Tante Mira, seorang pria datang dan memasuki toko itu. Orang itu adalah Fero, ia datang ingin bertemu dengan Aliyah. Ya Fero juga kenal dengan tante Mira itu.


"pagi Tan..masih ingat aku kan?" sapa Fero pada Tante Mira.


"hem..tunggu tunggu..Tante lupa lupa ingat, hehe" ucap Tante.


"Aku Fero Tan, teman Anisa dan Aliyah, masa lupa sih" ucap Fero.

__ADS_1


"oh iya..Fero ya..iya iya Tante ingat sekarang" ucap Tante Mira.


"Tante..Aliyah mana?"


"loh kamu gak tau? Aliyah baru aja naik pesawat pagi ini, dia kan berangkat S2 ke Mesir" jawab Tante


"oh ya? jadi Aliyah sudah berangkat pagi tadi?" tanya Fero


Tante Mira mengangguk dan tersenyum.


Fero menghela nafas dan menopang dagu nya dengan tangan kanannya. Fero kecewa tidak sempat bertemu dan Aliyah dan ternyata Aliyah sudah keburu pergi.


"kamu kenapa gak janji ketemu sama Lia? padahal kemarin dia pergi main loh sama temannya" ucap Tante Mira.


"siapa Tan? teman yang mana?" tanya Fero.


"Tante juga gak tau ya siapa, cowok si kelihatannya, ganteng lagi" ucap Tante Mira yang semalam sempat melihat wajah Jack sekilas.


"oh..ya sudah Tante, kalau gitu Fero pamit dulu Tan" ucap Fero.


Fero berjalan menuju mobilnya.


"pasti cowok itu lagi" geram Fero.


Fero sangat yakin Aliyah pergi bersama Jack.


"kenapa cowok pasar itu bisa ke Jakarta juga ya?" ucap Fero sendiri.


"apa sih yang Aliyah liat dari cowok miskin itu, ganteng? gantengan juga gue, gue kaya, berasal dari keluarga konglomerat, awas aja gue gak bakalan kalah sama cowok miskin kayak dia, liat aja nanti siapa yang bakal dapetin Aliyah, haha" ucap Fero yang di akhiri dengan tertawa licik.


.

__ADS_1


__ADS_2