Bidadari Untuk Preman

Bidadari Untuk Preman
Shela


__ADS_3

Hari ini dikantor Jack.


pekerjaan hari ini sudah hampir selesai, Jack bersiap siap untuk pulang dan beristirahat. Saat keluar ruangan Jack melihat Shela yang tertidur di mejanya. Jack berjalan menghampiri Shela berniat mengejutkannya agar shela bangun.


Namun, saat sudah dekat Jack malah tidak jadi dan beralih menatap wajah Shela.


"wajar saja aku tidak mengenali kamu, kamu sudah jauh berubah shel. Hanya sifat berani dan ceriamu saja yang tidak berubah" gumam Jack.


Shela yang tampaknya sangat pulas sama sekali tidak mendengar omongan Jack.


Jack masih belum mengatakan kepada Shela bahwa mereka adalah teman masa kecil, karena sudah lama berpisah dan bertemu saat sudah dewasa wajar saja keduanya lupa. Terlebih lagi Shela sangat banyak berubah, wajahnya fisiknya sudah jauh berubah tidak mirip saat ia masih kecil.


"kamana perginya rambut keriting dan


kulit hitam itu? hahaha" ucap Jack sedikit tertawa sembari menatap Shela.


"sekarang kamu cantik" bisik Jack lagi.


Perlahan Shela membuka matanya dan kaget melihat Jack di hadapannya.


"kamu ngapain?" ucap Shela sembari menguap.


"kamu itu yang ngapain tidur di kantor, udah ayok pulang" ajak Jack.


"huaaaah aku masih mau tidur" ucap Shela yang kembali merebahkan kepalanya ke meja.


Dengan cepat Jack menampung kepala shela dengan tangannya.


"jangan tidur ayok pulang" seru Jack.


"iiihh..Jeffry apaan sih" Shela membuang tangan Jack.


"iya iya aku pulang" ucap Shela yang sudah beranjak berdiri dan mengambil tasnya.


"pulang sama aku aja, ini udah malam" ucap Jack.


Kedua kini berada dalam mobil mewah Jack.


Shela yang masih mengantuk melanjutkan tidurnya di mobil.


"dasar tukang tidur" ucap Jack.

__ADS_1


"aku capek banget" jawab Shela sambil memejamkan matanya.


"Shel kamu gak ingat sama aku?" tanya Jack.


"ya ingatlah, aku cuma ngantuk bukan amnesia" jawab Shela.


"maksud aku bukan aku yang sekarang tapi aku yang dulu" balas Jack.


"kamu yang dulu kapan? emang kita pernah ketemu sebelumnya?" tanya Shela.


"pernah" jawab Jack.


"hah serius kamu? kapan? bukannya kamu lama di Padang ya? sedangkan aku ga pernah ke padang, kapan kita ketemunya" ucap Shela.


"waktu masih kecil aku pernah tinggal di Jakarta sebelum pindah ke padang" jawab Jack.


"oh ya? jadi kapan kita ketemunya?" tanya Shela lagi.


"hmm..waktu kita umur 6 tahun, SD xx di kantin, aku anak yang kamu bela saat diledekin, kamu ingat?" jawab Jack.


"hah!? kamu!" ucap Shela kaget sembari menunjuk wajah Jack.


"oh jadi kamu si cengeng itu ya, hahaha" ucap Shela yang sudah mulai ingat.


"eh waktu itu aku masih kecil ya, ya wajar aja agak cengeng" balas Jack.


Shela hanya tertawa.


"kok kamu bisa ingat aku sih? aku aja gak ingat sama sekali loh, apalagi waktu itu kita masih kecil" ucap Shela.


"iya..awalnya aku juga gak ngenalin kamu, aku ingat pas aku lihat foto kecil kamu yang ada di flashdisk yang aku pinjem itu" jawab Jack.


"ohhh iya aku simpen foto foto di flashdisk itu" jawab Shela.


"dunia emang sempit banget ya? gak nyangka ketemu kita lagi, dan malah jadi bos dan bawahan. hahaha" ucap Shela sambil terbahak.


"iya, makasih ya udah nolong aku dulu, dan sekarang pun kamu masih sering nolong aku" jawab Jack.


"udah tugas aku, sekarang kamu atasan aku" jawab Shela.


Shela memang orang yang santai dan ceria.Tapi saat jam kerja ia sangat profesional, walaupun dia dan Jack seumuran tapi saat jam kerja dia menghormati Jack sebagai atasan. Jika sudah diluar seperti ini dia menganggap Jack sebagai temannya.

__ADS_1


.


Beralih ke Bandung.


Malam ini adalah hari pertama Aliyah di Bandung, ia akan mulai mengajar besok di kampus cabang. Aliyah tinggal di apartemen dekat dari kampus.


Aliyah melihat pemandangan kota bandung dari atas apartemennya yang berada di lantai 5. Sangat indah kota Bandung di malam hari..


"Bandung, semoga aku betah disini" ucap Aliyah.


Sementara itu di kediaman Abdullah di Bandung. Abdullah sedang berkumpul dengan Abah dan Ibu nya.


"Ibu senang sekarang mas tinggal di rumah" ucap Bu Maryam (ibu Abdullah)


"iya bu, mas juga seneng bisa makan masakan ibu yang enak tiap hari" jawab Abdullah.


"mas..kapan atuh nikahnya" ucap adik perempuan Abdullah yang berumur 18 tahun yang juga sedang berkuliah di kampus tempat Abdullah mengajar.


"sabar atuh neng, mas belum ada calonnya gimana mau nikah"


"mas aku ganteng gini masa gak punya calon. aduh aduh" ucap Syifa adik Abdullah.


"mas mu itu banyak maunya, dijodohkan sama neng ini gak mau, neng itu gak mau" ucap bu Maryam.


"bukan gitu buk..yang namanya hati ga bisa di paksa, yang namanya jodoh udah di atur, ibu sama adek doain aja ya" ucap Abdullah.


Begitulah keluarga kecil Abdullah, harmonis dan selalu rukun. Abdullah besar di keluarga yang bisa disebut ahli ibadah, keluarga yang taat dan menjunjung tinggi ajaran islam.


Abdullah masuk ke kamarnya dan mulai menulis bahan ajar untuk besok. Setelah selesai dengan buku bukunya Abdullah kembali menaruh buku buku tersebut di rak, dan melihat sebuah kitab yang tidak asing.


"ini kitab milik Aliyah, ya Allah aku lupa pulangkan saat masih di kuliah dulu" ucap Abdullah.


Melihat kitab milik Aliyah membuatnya jadi teringat pada sosok gadis pujaan hati tersebut. Abdullah mengenang memori saat kuliah di Mesir bersama Aliyah. Abdullah yang dari awal sudah jatuh cinta pada Aliyah namun kini harus berlapang dada karena Aliyah tak kunjung membalas cintanya.


"Dan aku masih berharap kepada Allah agar menjadikan kamu milik ku Lia" ucap Abdullah sembari mengelus kitab itu.


Merubah siang ke malam saja hal yang mudah bagi Allah, begitu juga dengan berubah hati manusia, karena sesungguhnya Allah maha membolak balikkan hati manusia.


.


sampai disini dulu ya..gimana seru gak? lanut gak nih? like dan komen dulu donk biar Author semangat hehehe 🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2