Bidadari Untuk Preman

Bidadari Untuk Preman
Kesembuhan Nisa


__ADS_3

Sementara itu Ayah dan Umi Aliyah kini tengah berada di Jakarta untuk menjenguk putri sulungnya Anisa. Seminggu lalu Ayah mendengar cerita dari rekan kerjanya yaitu pak Guntur bahwa ibu mertua Guntur pernah masuk rumah sakit jiwa selama 3 tahun karena gangguan mental yang di sebabkan oleh kematian suami tercintanya, dan ia berhasil sembuh dengan bantuan tenaga medis profesional dan dukungan dari orang tercinta. Kasusnya sangat mirip dengan Nisa yang gangguan mental akibat kematian Elang sang calon suami. Mengetahui kabar itu Ayah dan umi merasa bahwa masih ada peluang untuk Nisa sembuh. Oleh sebab itu mereka memutuskan untuk menetap di Jakarta sementara waktu dan fokus untuk pengobatan Nisa.


Hari ini Ayah dan Umi menjenguk Nisa di rumah sakit. Nisa tampak gembira akan kedatangan ayah dan uminya.


Umi memeluk dan mencium Nisa dengan penuh kasih sayang, lalu mencoba menceritakan sedikit demi sedikit tentang hidup Anisa saat ia masih waras dulu.


"Nisa cantik, umi sayang banget sama kamu nak" ucap umi


"Nisa juga mi" jawab Nisa.


"Ayah juga sayang sama Nisa" ucap ayah mengelus kepala Nisa.


"Nisa juga sayang ayah" ucap Nisa tersenyum.


Umi dan ayah cukup lama berada di rumah sakit, umi begitu perhatian dan menyuapi Anisa makan. Sikap Anisa juga stabil saat bersama orang tuanya. Mereka bercerita masa kecil Anisa, dan tertawa bersama.


Umi mengeluarkan ponsel dari tas mahalnya.


"Nisa sayang..ini ponsel Nisa nak" ucap umi.


"lihat ini, foto foto kamu yang sangat cantik memakai jas dokter" ucap umi menunjukkan foto di geleri Anisa.


"iya umi..Nisa cita cita nya dari kecil memang ingin jadi dokter umi" ucap Nisa


"iya sayang..kamu sudah menjadi dokter nak" ucao ayah.


Anisa tersenyum dan kembali melihat foto fotonya.


"umi ayah..kok foto Nisa semua sih? foto sama Elang mana?" tanya Nisa.


"sayang..belajarlah mengikhlaskan Elang, Elang sudah tenang di sisi Allah nak" ucap ayah yang langsung merangkul Anisa ke pelukannya.


Anisa tidak berkata apa apa, tidak seperti biasanya yang langsung mangamuk apabila mendengar ucapan Elang sudah tiada. Kali ini respon Anisa lebih lembut, dia tidak histeris tapi malah sedih dan menangis di pelukan ayah.


"Nisa sayang..ayah yakin Nisa anak yang kuat, Nisa pasti bisa mengikhlaskan Elang, Allah mungkin sedang menghukum Nisa karena rasa cinta yang teramat besar kepada Elang melebihi rasa cinta Nisa kepada Allah" ucap ayah dengan lembut dan hati hati.


Anisa menatap bola mata ayah yang berbinar binar lalu menatap bola mata umi yang sudah meneteskan air mata. Kemudian Anisa menghapus air mata umi dan ayahnya.

__ADS_1


"ayah umi jangan nangis" ucap Nisa.


"umi sayang sama Nisa, umi mau Nisa pulang menemani umi dam ayah di rumah" ucap umi menangis.


Melihat umi menangis Anisa juga terus menangis.


"Nisa juga mau pulang sama umi dan ayah, tapi Nisa takut di rumah gak ada teman, umi dan ayah kerja, kalau di sini banyak orang, ada suster dan dokter nemanin Nisa" ucap Nisa.


umi dan ayah seakan mendapat pukulan keras saat mendengar ucapan Nisa tadi. Karena memang benar omongan Nisa, mereka berdua sangat sibuk dengan bisnis dan kerjaan, bahkan dulu saat Nisa mulai di rawat umi sempat tidak mau menjenguk Anisa, terlebih lagi banyak teman dan kenalan umi yang tau bahwa Anisa di rumah sakit jiwa, membuat umi merasa malu karena tidak sedikit yang mengejek Umi. Ya..karena dulu umi sangat membangga-banggakan Anisa di depan teman teman dan rekan kerja, selalu memamerkan kehebatan anaknya, dan saat kondisi Nisa berubah 180° tentunya giliran teman umi yang menjatuhkan dan mengejek Anisa dan umi.


Sedangkan ayah, ayah tidak merasa malu atau minder seperti umi tapi ayah lebih ke pasrah dan ikhlas dengan takdir yang Allah berikan, di setiap sujud ayah tetap mendoakan kesembuhan untuk Anisa dan berharap Allah memberikan jalan terbaik untuk Nisa.


---


Kembali ke Padang (Rumah Jack)


selepas sholat isya Jack langsung pulanh ke rumah dan ternyata ia sudah tidak melihat papanya lagi di sana, sementara itu perut Jack sudah keroncongan minta makan malam.


"Assalamualaikum ma.."


"waalaikumsalam..dari mana saja nak?" tanya mama lembut


"ayo makan, sudah mama siapkan"


"makasih ma..Jack memang udah laper banget"


Mama dengan penuh perhatian mengambil kan nasi dan lauk untuk Jack. Jack beruntung memiliki mama yang jago masak 🥰😂


"makasih ma" ucap Jack menatap wajah cantik mama nya.


Sambil makan Jack mengajak mama nya ngobrol.


"ma..maafin Jack tadi udah kasar sama mama" ucap Jack penuh penyesalan.


"iya jagoan, udah mama maafkan"


"Jack gak maksud kayak gitu kok ma, jack tadi sangat kaget dan terbawa perasaan hingga emosi" tambah Jack

__ADS_1


"iya nak..mama paham..habiskan dulu makanan nya ya" ucap mama.


Setelah selesai makan mama dan Jack kembali melanjutkan obrolan.


"ma..kenapa papa bisa ke sini?" tanya Jack


"karena dia mencari kita nak"


"setelah sekian lama kenapa dia mencari kita lagi ma?" tanya Jack.


"karena dia peduli sama kita dan papa sayang sama kamu"


"hah peduli apa ma? sayang apa? dia hanya peduli dan sayang sama anak sulungnya itu" ucap Jack yang mulai naik darah lagi.


"Jeffry...Elang sudah meninggal" jawab Mama.


Sontak membuat Jack terkejut dan merasa tidak percaya bahwa abang tirinya (satu bapak beda ibu) itu meninggal.


"apa..!? bang Elang sudah meninggal? kapan ma? kenapa?" tanya Jack masih kaget.


"iya nak..Elang sudah meninggal, kejadiannya hampir 2 tahun yang lalu, saat pesawatnya jatuh" jawab Mama.


"innalillahi wa inna ilaihi rojiun" ucap Jack


"nak..mama tau kamu sedih, kecewa dan marah sama papa, tapi..cobalah untuk berbicara dan terbuka dengan papa kamu nak" ucap Mama.


Jack terdiam...Kemudian mama mengambil sebuah surat dari atas lemari dan memberikan pada Jack.


"ini titipan dari papa untuk kamu, mama harap kamu bersedia membacanya" ucap Mama.


"mama tidur duluan ya. besok mama harus bangun pagi masak untuk jualan" ucap mama mengelus kepala Jack


"iya ma..selamat malam mama sayang" ucap Jack.


Lalu Jack membawa surat itu ke kamarnya dan menaruhnya di atas meja samping kasur. Jack masih ragu apakah harus membaca surat itu atau tidak. Rasanya ia tidak sanggup menerima kenyataan yang tertulis di dalam Surat itu, tapi hati kecilnya begitu penasaran..


.

__ADS_1


.next ya...mohon sabar menunggu insyaallah akan di up setiap hari..terimakasih love youu 🥰🥰


__ADS_2