
Kini Aliyah dan Jack duduk di bangku dekat monumen nasional ibu kota itu, sambil menikmati skuteng hangat.
"Aliyah ayo pergi, aku tau tempat yang lebih asik" ucap Jack.
"kemana Jack?"
"udah ayok, nanti juga kamu tau" jawab Jack
Jack dan Aliyah meluncur ke tempat tersebut yang tak lain adalah festival pasar malam. Lokasinya tidak jauh dari Monas sehingga tidak butuh waktu lama bagi mereka untuk sampai ke sana.
"wow pasar malam, aku udah lama banget gak ke pasar malam" ucap Aliyah
"sama aku juga Aliyah, kamu suka gak? jawab Jack
"suka, kamu kok bisa tau ada pasar malam di sini Jack"
"hehe tadi aku liat pamflet nya du dekat taman Monas tadi" jawab Jack
Aliyah tersenyum gembira.
Keduanya berkeliling pasar malam itu, sangat ramai dan banyak orang berjualan tentunya. Langkah Aliyah terhenti di depan gerai gelang, gelang yang lucu lucu menurut Aliyah. Aliyah memandangi gelang gelang yang terpampang itu.
"kamu mau Lia?" tanya Jack.
Aliyah mengangguk.
"permisi bang, ada gelang pasangan gak?" tanya jack ke penjual gelang yang masih muda itu.
"oh ada dong mas, ini banyak" ucap penjual itu.
"kamu yang pilih ya" ucap Jack melirik Aliyah.
"gelang couple?" tanya Lia tersenyum.
"iya..mau kan?" ucap Jack.
"nah ini bagus mas, mbak" ucap penjual itu sambil mengulurkan gelang cuople bermotif kunci dan hati ke Aliyah dan Jack.
"ini best seller loh, yang cowok pegang kunci, dan cewek yang hati" ucap pedagang itu lagi.
"iya bagus ini mas, jadi kunci hati kamu hanya aku yang punya dan gak ada siapapun yang bisa masuk ke hati kamu, apalagi ngambil hati kamu dari aku" ucap Jack dengan percaya diri.
penjual gelang itupun tertawa begitu juga dengan Jack.
"ya sudah, saya beli yang ini" ucap Aliyah.
"berapa mas?" tanya Jack.
"udah gak usah bayar, ambil saja untuk mas dan mbak nya, saya liat sepertinya kalian pasangan baru yang sebentar lagi akan berpisah, eh maksud saya LDR an gitu" ucap pedagang itu.
Aliyah dan Jack mengkerut kan kening mereka, seakan kebetulan yang tepat sekali, dan kok bisa pedagang itu tau?
"maaf ni mas, kok tebakan nya bisa tepat gitu ya?" tanya Jack sedikit tertawa.
Pedagang gelang itu meraih tangan Jack dan melihat telapak tangan Jack.
"Tahun demi tahun akan berlalu, kalian akan terpisah dan kembali bersatu, namun saya lihat hubungan kalian tidak akan mudah, ada banyak cabang dan titik saya lihat disini" ucap pedagang itu.
__ADS_1
Mendengar ucapan pria itu Aliyah langsung menarik tangan Jack dan mengajak Jack untuk pergi.
"tunggu dulu, saya juga melihat ada seseorang yang yang mencari cari anda, saya ragu tapi sepertinya orang itu.." ucap pedagang itu.
"udah udah, maaf mas kami gak percaya ramalan ramalan seperti ini, maaf kami pergi dulu"
"ayo cepat Jack" ucap Aliyah.
Aliyah menarik lengan Jack dan berjalan menjauh dari penjual gelang itu.
Wajah Jack seperti orang bingung, entah apa yang ia rasakan tapi ucapan pedagang itu memang ada benarnya, bahwa ia dan Aliyah akan segera berpisah alias LDR an.
"Lia..kamu mempercayai ramalan itu?" tanya Jack.
"astagfirullah Jack, kita gak boleh percaya hal hal seperti itu, jangan, cukup Allah saja yang kita yakini" jawab Lia serius.
"tapi dia hebat loh, tau kita bakalan LDR" sanggah Jack lagi.
"iya tetap saja dia itu peramal dan jangan percaya, udah jangan bahas lagi" ucap Aliyah.
"eh tunggu, kamu bawa gelang nya gak?" tanya Jack yang baru sadar bahwa mereka tadi buru buru pergi dari gerai itu.
"oh iya, aku lupa bawa, udah Jack gapapa, gak usah aja beli gelang" jawab Aliyah.
"gak gak, gelang itu bagus, dan bisa jadi kenang-kenangan untuk kita, biar aku ambil ya, kamu tunggu di sini sebentar" ucap Jack
"gak usah Jack. gapapa kok" jawab Lia lagi.
"Aliyah..gapapa aku mau kita punya gelang itu, udah mendingan kamu ngantri tiket buat naik biang lala itu, pasti seru" ucap Jack yang mendorong Aliyah berbaris di antrian tiket yang cukup panjang itu.
Jack berlari menuju gerai penjual gelang tadi.
"oh iya mas, silahkan, ini dia" jawab penjual
Jack yang hendak pergi membalikkan badannya ke arah penjual tadi lagi.
"bang, abang bisa meramal juga?" tanya Jack.
Penjual itu tersenyum "iya bisa di bilang begitu, saya indigo" jawab nya.
Penjual itu mengeluarkan kartu kartu dari laci mejanya dan meminta Jack untuk memilih salah satu kartu itu.
"kalau abang mau silahkan abang pilih kartu ini, saya akan membacanya" ucap pria itu.
Jack mengambil satu kartu dan memberikannya kepada pria itu.
"hem..iya iya, dari gambar kartu ini terlihat jelas ada dua orang, yang satu anak laki laki dan satu lagi pria dewasa. Pria ini terlihat seperti sedang mencari anak laki laki yang bersembunyi di balik dinding ini, anak laki laki ini terlihat ketakutan" ucapnya
"maksud abang apa ya?" Jack terlihat bingung.
"saya merasakan ada seseorang yang sedang mencari mas, sepertinya pria dewasa, jika di lihat dari kartu ini. Saya melihat pria itu sedih dan kesepian, seperti ayah kehilangan anaknya" tambah peramal itu.
"saya pergi dulu bang, terimakasih gelang dan waktunya, permisi" Jack berjalan cepat menjauh dari gerai itu.
Jack menghampiri Aliyah yang sudah membeli tiket itu.
"kenapa lama Jack?" tanya Aliyah
__ADS_1
"maaf ya Lia, tadi aku nyari kamar mandi dulu, hehe" ucap Jack sedikit berbohong.
"beneran? kamu gak ngobrol sama penjual gelang peramal itu kan?" ucap Lia.
"i..iya Lia, udah ayok kita naik" balas Jack.
Jack dan Aliyah menaiki biang lala yang cukup besar dan tinggi itu, Aliyah tampak menikmati namun Jack dari tadi hanya melamun.
"Jack! ngelamun aja"
"hah, gak kok Lia hehe" sanggah Jack
"mikirin apa sih? jangan bilang kamu mikirin omongan tukang gelang tadi"
"enggak kok enggak, udah lupain aja, ini gelangnya bagus kan aku udah pakai" jawab Jack
"ini buat kamu ya, pakai juga ya" ucap Jack memberikan gelang hati itu.
Aliyah mengambil gelang itu dan mengangguk kan kepalanya.
Setelah selesai bermain main di pasar malam keduanya pun otw pulang ke rumah Tante Mira.
Aliyah tampak lelah, tanpa sadar ia tertidur di dalam mobil.
"Lia..bangun..udah sampai ni" ucap Jack.
Tapi suaranya Jack sangat pelan sehingga tidak membangun kan Aliyah.
"Aliyah...bangun.."
"Aliyah" ucap Jack sekali lagi sambil menekan hidung mancung Aliyah.
"aduh..kamu" ucap Lia terbangun.
"aku udah bangunin dari tadi kamu gak bangun bangun, maaf ya" ucap Jack.
"Aku ketiduran ya..maaf Jack"
Jack tersenyum dan segera membuka kan pintu mobil untuk Aliyah.
"makasih Jack" ucap lia tersenyum.
"tunggu Lia, ini untuk kamu" Jack mengeluarkan kotak dari dalam mobil, kotak yang indah berbalut pita merah jambu yang manis.
"apa ini Jack?"
"udah nanti aja kamu buka di dalam ya, ini hadiah perpisahan dari aku" jawab Jack.
"tapi..aku gak nyiapin hadiah juga buat kamu, maaf ya" jawab Lia
"gapapa Aliyah, bisa menghabiskan waktu bersama dengan kamu adalah hadiah terindah bagi aku, terimakasih" ucap Jack.
"kalau gitu aku masuk ya Jack, kamu hati hati pulangnya"
"iya Aliyah, jangan lupa di buka kado nya, assalamualaikum" ucap Jack.
.
__ADS_1
.