
Waktu begitu cepat berlalu, tak terasa sudah 1 bulan Aliyah menetap di kota Bandung. Aliyah yang berniat pulang akhir bulan ini terpaksa membatalkan niatnya, karena ia harus mengisi acara seminar di kampus barunya itu.
"Maaf umi, Aliyah gak jadi pulang, sabtu ini ada acara di kampus umi" ucap Aliyah yang sedang VC dengan umi.
"ya sudah kalau gitu umi dan ayah saja yang ke Bandung ya, umi ayah kangen banget sama kamu sayang" ucap umi.
Aliyah tersenyum senang "boleh dong umi, Aliyah juga kangen banget sama umi dan ayah"
Aliyah merasa lega dan gembira usai video call dengan umi ayah.
Tapi masih ada yang mengganjal di hatinya, Jack kemana? kenapa akhir akhir ini sangat jarang menghubungi Aliyah?
Aliyah galau, tapi ia membiarkan dirinya untuk menikmati sejenak kesendirian ini. sambil memantapkan hatinya, karena sebentar lagi ia harus memberi jawaban dari lamaran Jack.
Sementara itu di ibu kota Jack makin sibuk mengurus wisuda. Ya si Jack telah lulus sidang komprehensif dan sudah sah menjadi S.A.B (searching di google kalau gak tau ya hehehe)
"Hebat anak Papa sudah lulus kuliahnya" puji tomo pada putra kesayangannya itu.
"Mama bangga sama kamu sayang" tambah Mama.
"makasih ma pa, ini semua berkat dukungan dan doa dari mama papa" balas Jack memeluk kedua orang tuanya.
Bulan depan Jeffry wisuda ma..pa..mama sama papa harus datang ya" ucap Jeffry.
"pasti jagoan" ucap mama papa.
Tidak lupa, Jack mengabari sang pujaan hati Aliyah.
Jack menelpon Aliyah.
"Lia, aku sudah lulus, bulan depan aku wisuda, tanggal 25, kamu harus datang. aku mau kamu di samping aku Lia" pinta Jack.
"Alhamdulillah..selamat ya Jack, perjuangan kamu akhirnya berbuah keberhasilan, insyaallah aku akan datang sesuai janjiku padamu" jawab Lia.
"Kamu di sana betah gak? asik gak Bandung, maaf aku belum bisa nemuin kamu Lia, jujur aku kangen banget sama kamu" ucap Jack.
"aku baik di sini Jack, aku betah kok, kamu baik baik di sana ya, aku juga kangen sama kamu" balas Aliyah.
.
Hari minggu siang, Jack pergi ke pusat perbelanjaan untuk membeli setelan jas wisuda, sepatu baru, dan perlengkapan lain. Jack di temani oleh Shela.
Shela membatu Jack memilih setelan jas yang cocok dan bagus untuknya.
Shela memilih 5 stel untuk Jack coba.
"ini cepat cobain satu satu" ucap Shela.
__ADS_1
"oke" jawab Jack.
Shela duduk di sofa depan ruang ganti, melihat Jack berputar memamerkan penampilannya.
"kurang kurang, cobain yang lain" pinta Shela dengan posisi duduk kaki menyilang. (udah kayak juri fashion show aja si Shela) 😂😂😂
Jack masuk lagi dan berganti pakaian. Keluar untuk kedua kalinya di harapan Shela.
"no no warna terlalu gelap gak cocok sama warna kulit kamu, cobain yang lain" ucap Shela lagi.
"huftt oke oke" balas Jack.
Shela tertawa kecil melihat wajah pasrah Jack. Padahal semuanya tampak bagus tapi Shela sengaja ngerjain si Jack.
Dan begitu terus sampai 5x percobaan.
"udah ya Shel, aku ga mau lagi cobain, capek" Jack mengomel.
"ha ha ha ha ha oke oke, yang ini udah paling bagus kok" Shela tertawa.
Mereka pun melanjutkan perburuan menyusuri mall.
Selanjutnya toko sepatu. Setelah berputar putar akhirnya Shela menemukan sepatu yang cocok untuk Jack.
"ini bagus, coba pakai" ucap Shela menyodorkan sepatu.
Jack memakainya dan pas.
Kemudian Jack melirik ke rak high heels dan mengambil sepasang heels.
"coba kamu pakai ini" Jack menyodorkan heels hitam cantik kepada Shela.
Shela hanya menatap heels itu.
Akhirnya Jack menunduk dan memakainya ke kaki Shela.
"pas gak?" tanya Jack.
"pas" jawab Shela yang tampak bingung dengan perlakuan Jack.
"kamu suka?" tanya Jack lagi.
Shela menggangguk.
"oke ini buat kamu, hadiah dari aku karena kamu udah banyak bantuin aku" ucap Jack.
Shela tersenyum "thank's jeff".
__ADS_1
Saat hendak keluar mall mereka berdua melewati toko perhiasan. Jack melirik etalase yang di penuhi perhiasan cantik itu, dan berhenti.
"boleh liat cincin ini" tanya Jack pada pegawai toko.
"boleh mas" pegawai itu mengambil cincin berlian itu.
"kamu suka cincin ini Shel?" tanya Jack.
"hah..gak usah Jeff kan udah tadi sepatu" jawab Shela.
"idih pede banget siapa juga yang mau beliin kamu, aku cuma minta pendapat kamu" ucap Jack sambil ngeledek shela.
"ohh kirain..iya bagus kok, bagus banget" jawab Shela.
"oke mbak, saya ambil yang ini ya" ucap Jack.
"emang buat siapa? cewek lu?" tanya Shela.
"iya..gue mau lamar dia besok di hari wisuda" jawab Jack dengan senyuman percaya diri.
Shela membalas dengan senyuman datar.
.
Ke si bukan setiap hari nya membuat kita tak sadar bahwa waktu terasa sangat cepat berlalu.
Besok pagi adalah hari wisuda yang di tunggu tunggu oleh Jack.
Aliyah sudah janji akan datang besok pagi, dan Jack sudah tidak sabar bertemu Lia dan melamarnya sekali lagi dengan cincin yang telah ia persiapkan..
Sementara itu Aliyah gelisah malam ini, tubuhnya terasa sangat lelah tapi sulit tidur.
Keesokan harinya. Jam 11 siang para wisudawan/ti telah keluar dari auditorium kampus dengan wajah penuh senyuman. Jack sudah di nanti oleh Mama dan Papa di depan audit. Ada Shela dan beberapa orang rekan Jack yang lain datang memberi selamat kepada Jack. Namun wajah Jack nampak gelisah karena yang di nanti belum jua datang.
Sejak di dalam audit Jack terus menghubungi Aliyah. Tapi handphone nya sibuk, WA hanya ceklis 2, di telvon tak kunjung di jawab.
Sudah hampir jam 4 sore. Jack masih setia menunggu di kampus, sementara mama papa sudah pulang duluan, begitu juga dengan teman temannya yang lain.
"Aliyah...kamu kemana si..." ucap Jack dalam hati.
Berjam jam kemudian....
Matahari sudah terbenam langit mulai gelap, dan Aliyah tak kunjung datang. Tak ada kabar sedikitpun. Sungguh hati Jack kecewa.
Jack benar benar kecewa...ia sangat sedih Aliyah tidak menepati janji.
Akhirnya Jack memutuskan untuk pulang ke rumah dengan wajah sedih. Kebahagiaan yang ia rasakan hanya sesaat, begitu cepat Allah menukar kebahagiaan dengan kesedihan.
__ADS_1
Sungguh takdirNYA tiada yang tau...
...Dialah Allah yang menjadikan seseorang tertawa dan menangis (An Najm:43)...