Bidadari Untuk Preman

Bidadari Untuk Preman
Pikirkan dengan matang


__ADS_3

Hari demi hari berganti begitu cepat.


Aliyah akhir akhir ini tidak terlalu sering bertemu dengan Jack. Karena Jack sibuk mengurus kuliahnya dan kerjaan. Sedangkan Aliyah padat mengajar di kampus.


Jack yang sibuk mengurus kuliahnya dibantu oleh Shela, Shela lah yang kini sering bersama dengan Jack. Menjadi teman yang cukup dekat dengan Jack.


~Di kantor Jack


"ini masih kurang deh materi kamu, kalau cuma kayak gini yang ada kamu di bantai sama dosen penguji" ujar Shela.


"iya iya, bawel banget si manusia satu ini" ucap Jack.


"sebagai senior yang baik aku tu ngajarin kamu. Eh asal kamu tau ya aku ini anak kesayangan pak Nurman si dosen killer itu" ucap shela sambil tertawa.


Jack pun ikut tertawa melihat shela tertawa, tawa shela memang sangat menular membuat orang lain tertawa.


"pokoknya sidang kamu harus berjalan lancar, biar bisa wisuda tahun ini, biar jadi Sarjana Management Bisnis, asikkk" ucap Shela dengan penuh senyuman.


"siap bu bos, thanks banget kamu udah bantuin aku banyak" ucap Jack.


"kamu pikir ini semua gratis ha? ucap Shela menyeringai.


"oke okeh, malam ini aku traktir dinner lagi ya" jawab Jack.


"nah..gitu baru bener. ahahaha" Shela tertawa senang.


Begitulah keduanya yang semakin akrab.


.


Sementara di kampus tempat Aliyah mengajar, Aliyah dan Abdullah di panggil oleh ketua jurusan.


"Buk Aliyah dan Pak Abdullah, saya memanggil kalian berdua untuk memberikan ini" ucap Bapak Ketua jurusan sembari menyodorkan amplop coklat kepada keduanya.


"silahkan di buka" ucap Kajur.


Aliyah dan Abdullah membuka amplop yang berisi surat itu, ternyata isinya adalah surat tugas untuk mengajar di kampus cabang selama 1 semester ke depan.

__ADS_1


Aliyah menunjukan raut wajah kaget dan seperti kurang suka melihat isi surat itu.


Begitupun Abdullah yang tampak kaget, tapi masih bisa tersenyum dan menerima dengan ikhlas.


"Maaf pak, kami dipindahkan mengajar ke kampus Cabang di Bandung?" ucap Lia.


"iya benar, karena kampus cabang kekurangan dosen sedangkan mahasiswa di sana sudah semakin banyak. Jadi sembari menunggu OR Dosen dari kampus pusat, bu Aliyah dan pak Abdullah mohon bantuannya untuk mengajar di kampus cabang Bandung" jelas Kajur.


"baiklah pak, jika itu keputusannya maka kami akan menerima" jawab Abdullah sembari mengangguk kepala menatap Aliyah.


"iii iyaa pak. kami akan menerima" jawab Aliyah.


Di awak semester genap nanti Aliyah dan Abdullah akan mengajar di kampus cabang yang berada di Bandung. Bandung juga kampung halaman Abdullah. Abdullah tentu bahagia karena dia akan dekat dengan keluarganya di rumah. sedangkan Aliyah harus berpisah dengan keluarganya yang tinggal du Jakarta. Sekaligus berjauhan dengan Jack nantinya.


.


Hari sudah berganti malam. Aliyah sudah selesai dengan rutinitas malamnya, saatnya beranjak untuk beristirahat.


Aliyah merebahkan badannya di kasur sembari melihat ponselnya. Dia sadar ternyata sudah hampir 3 minggu ini dia tidak berkomunikasi dan bertemu dengan Jack.


Semenjak kejadian makan malam itu Aliyah menjadi bimbang dan galau. Apakah dirinya sudah siap menikah dengan Jack atau belum. Jadi Aliyah memilih untuk sendiri dan tidak aktif berkomunikasi dengan Jack.


"hmm..sudah 3 minggu yang aku terakhir komunikasi dan bertemu dengan Jack" ucap Aliyah.


"apa Jack juga sibuk ya? sampai dia tidak mencari ku?" gumam Aliyah lagi.


"Tapi aku harus mengabari Jack, bahwa sebentar lagi aku akan pindah ke bandung selama 6 bulan. Jack harus tau ini"


Aliyah pun mengirim pesan kepada Jack untuk bertemu weekend ini.


Hari minggu yang cerah...


Aliyah sudah menunggu Jack di sebuah kafe. Sudah lewat dari waktu yang mereka janjikan, tapi Jack masih belum datang. Tak berselang lama akhirnya Jack yang di tunggu terlihat batang hidungnya.


"maaf Aliyah, tadi aku mampir ke kantor ada urusan mendadak" ucap Jack yang merasa bersalah.


"iya Jack, gak apa apa kok" jawab Aliyah dengan senyuman.

__ADS_1


"sudah lama kita tidak bertemu, maaf jika akhir² ini aku sibuk Lia. Jujur aku kangen banget sama kamu" ucap Jack dengan wajah yang manis.


"iya Jack, aku paham kok" jawab Lia singkat.


"hmm kamu gak kangen sama aku" tanya Jack.


Aliyah mengangguk tanda iya.


"kamu kenapa murung Lia, kamu kurang sehat?" tanya Jack yang dari tadi melihat raut wajah Aliyah seperti kurang bersemangat dan lesu.


"Aku gak sakit kok Jack. Ada sesuatu yang mau aku bilang ke kamu" ucap Lia.


Jack memasang posisi menyimak.


"bulan depan aku pindah mengajar ke Bandung Jack, aku ditugaskan mengajar di kampus cabang selama satu semester" ucap Lia datar.


Jack menghela nafas panjang " jadi itu yang membuat kamu kurang bersemangat Lia?" balas Jack.


Aliyah hanya mengangguk.


"Jadi sebentar lagi kita akan LDR an?" ucao jack.


Aliyah menggangguk lagi.


"Aliyah..aku tau ini gak mudah, tapi aku yakin kamu bisa, Jakarta bandung gak terlalu jauh kok, weekend kamu bisa pulang, atau aku yang akan ke bandung" ucap Jack memberi Aliyah semangat.


"iya Jack, makasih kamu udah dukung aku" ucap Lia.


"Sebentar lagi kuliahku akan selesai Lia, aku harap kamu datang pas aku wisuda" ucap Jack.


"insyaallah Jack" jawab Aliyah.


"Aliyah..saat wisudaku nanti, aku mau kamu kasih aku jawaban pertanyaan ku kemarin" ucap Jack.


Aliyah menggangguk "oke aku akan kasih jawabannya ke kamu" balas Lia.


Keduanya pun menikmati makan siang. Sekaligus ini akan menjadi momen momen terakhir sebelum mereka LDRan.

__ADS_1


.


__ADS_2