
Aliyah masih sangat senang dengan hal yang di alaminya hari ini, mulai dari sunset yang sangat indah, jalan jalan di jembatan sinur, dan sekarang melihat indahnya kota padang dari atas sini. Semuanya begitu indah bagi Aliyah, Aliyah sangat bahagia malam ini, ya mungkin karena ini akan menjadi momen terakhir nya dengan Jack, karena sebentar lagi mereka akan berpisah jauh .
"Jack..aku seneng banget kamu ajak aku ke sini, aku bisa liat lampu kapal dan laut yang luas dari atas sini, makasih Jack"
"aku lebih seneng liat kamu bahagia Aliyah"
"kamu keren deh, tau tempat bagus kayak gini hehe" puji Aliyah, yang kemudian langsung malu karena bilang Jack keren.
"haha kamu aja yang terlambat menyadari Aliyah, aku emang keren dari dulu sih" ucap Jack mulai PD lagi.
"aku bersyukur tinggal di kota ini Lia, kota ini indah, ya walaupun ini bukan kota asal ku" ucap Jack lagi.
"maksud kamu?kamu bukan asli padang?" tanya Aliyah
"aku lahir di Jakarta, mama papa aku juga orang jakarta, cuma..setelah aku umur enam tahun aku pindah ke sini, bersama dengan mama aku dan..almarhum ayah tiri ku" jawab Jack.
Aliyah ingat cerita anya waktu dia menolak jack dulu, dan anya sempat menyebutkan ayah tiri jack, Aliyah mulai penasaran dan bertanya. "kenapa bisa pindah Jack? apa yang terjadi?" tanya Aliyah.
Jack menghela nafasnya dan menoleh ke Aliyah. "aku juga gak tau kenapa, yang aku ingat aku dan mamaku di usir oleh papa kandungku sendiri dari rumahnya, lalu mama dan aku di bawa pergi oleh ayah tiri ku itu ke kota ini, karena ini adalah kota asal dia, dan ya..aku menghabiskan masa kecil hingga dewasa di sini, dan kota ini sudah seperti kota asal ku" jelas Jack.
"maaf Jack, dulu anya bercerita kalau ayah tiri kamu.."
belum selesai bicara Jack langsung memotong.
"iya..ayah tiri aku namanya Baron, dia memang preman, tapi dia baik dan sayang sama mama aku, jadi aku juga sayang sama dia, dia yang udah menyelamatkan aku dan mama yang di buang oleh papa kandungku, dia yang udah merawat aku dan mama, dan membiayai hidup kami, dan saat dia pergi untuk selamanya aku sangat kehilangan dia" jawab Jack yang kini mulai sedih.
"Jack..aku minta maaf aku gak bermaksud buat kamu sedih"
"gak apa apa Aliyah, aku merasa aku memang haru cerita sama kamu, cepat atau lambat kamu juga bakalan tau kan" ucap Jack tersenyum.
__ADS_1
"menjadi preman bukanlah keinginanku Aliyah, saat aku lulus SMA ayah Baron meninggal di serang oleh sekelompok orang tak di kenal di pasar, awalnya aku akan kuliah bahkan ayah tiri ku yang sangat mendukung aku untuk kuliah, namun, di saat ia sekarat ia memintaku untuk meneruskan tugasnya menjaga perdamaian di pasar, melindungi pedagang kecil dan para kaum pasar dari preman preman jahat yang sukanya malak dan berbuat kasar, semua orang di pasar tau bahwa aku anak Baron seorang preman pasar yang sangat di takuti dan disegani, jadi saat aku menjadi preman di saat aku lulus sekolah, semua orang sudah segan dan takut kepadaku, ya..karena koneksi ayah ku itu yang sangat kuat"
"sekarang aku ngerti kenapa kamu bisa sebaik itu saat kita pertama bertemu dulu" ucap Aliyah tersenyum. Jack pun turut membalas senyuman Aliyah
"terus...papa kamu yang di jakarta bagaimana Jack?" tanya Aliyah.
Jack menghela nafas "huf, aku gak pernah ketemu sama dia Aliyah, sekalipun gak pernah setelah dia ngusir aku dan mamaku, dan dia juga gak peduli lagi sama kami, sekalipun dia gak pernah datang untuk menemui aku dan mama, aku sudah menganggap dia tidak pernah ada di dunia ini" jawab Jack
Aliyah terlihat hendak berbicara lagi namun Jack langsung memotong "udah Aliyah, jangan bahas papa aku ya, aku benar benar gak mau lagi bahas dia, ya..kalau kamu beranggapan aku ini anak durhaka gak apa apa silahkan, tapi aku mohon, jangan bahas dia.."
"iya Jack..aku paham Jack, tapi kamu jangan sedih ya, masa kamu sedih di tempat seindah ini" ucap Aliyah.
"iya aku gak akan sedih kok, makasih Aliyah"
"makasih untuk apa?"
"semuanya adalah takdir dari Allah Jack, kamu tau kan kepada siapa kamu pantas berterimakasih" jawab Aliyah.
Jack mengangguk paham.
.
Tepat jam sepuluh malam, kini Jack sudah sampai mengantar Aliyah ke depan pintu gerbang rumahnya.
Beruntung ayah dan umi tidak di rumah karena masih di luar kota dan besok baru kembali, jadi jack tidak perlu khawatir, begitu pun Aliyah.
"maaf ya, kamu jadi pulang malam gini" ucap Jack
"aku gak apa apa kok Jack, gak usah minta maaf, aku bahagia hari ini kamu udah ajak aku ke tempat tempat yang indah" jawab Aliyah
__ADS_1
"lusa kamu pergi Lia, kamu baik baik ya, pergi dan pulang lah dengan selamat" ucap Jack.
"insyaallah Jack pasti, aku mohon doa dari kamu juga ya" jawab Aliyah. Jack mengangguk dan tersenyum
"kalau gitu aku masuk, besok harus packing dan bersiap, kamu pulang hati hati ya" ucap Aliyah
"iya Aliyah, assalamualaikum bidadari cantik" ucap Jack
Aliyah tersenyum malu mendengar kata bidadari cantik itu. "waalaikumsalam" jawab Aliyah.
.
Aliyah membaringkan badannya di ranjang, ia memang lelah namun juga senang, lelahnya sebanding dengan apa yang ia alami hari ini.
"terimakasih ya Allah, hari yang lelah namun indah, semua berkat MU ya Rabb, dan Jack terimakasih, aku sayang kamu" ucap Aliyah dalam hatinya.
Sementara itu, sesampainya di rumah jack melihat mama yang tertidur pulas, tak lama ponsel Jack berbunyi. Ada panggilan masuk.
"assalamualaikum tante" ucap Jack
"waalaikumsalam jeff, maaf kalau tante nelpon kamu malam malam ya, tante cuma mau tau kabar kamu dan mama kamu" ucap wanita itu yang tak lain adalah tante Susan, kakak dari mama Jack.
"mama..mama..hem kemarin mama drop dan di rawat lagi tan, tapi sekarang mama udah di rumah dan kondisi mama udah mulai stabil" jawab Jack.
"astagfirullah...ya ampun Juita..Jeffry tante udah bilang kan kalau mama kamu drop kabari tante segera, tante juga berhak tau kondisi mama kamu jeff"
"iya maafin Jeff tan, kemarin Jack panik sampai lupa ngabarin tante"
Dan begitulah, terjadi percakapan panjang antara tante dan keponakan nya itu, sebuah kabar yang mengejutkan bagi Jack, yang akan di bahas di next episode.
__ADS_1