Bidadari Untuk Preman

Bidadari Untuk Preman
Waktu berpisah semakin dekat


__ADS_3

Belakangan ini Aliyah sangat sibuk mengurus keperluan studi nya di luar negeri. Tidak ada berkunjung ke pasar atau ke rumah Jack lagi, hang out dengan Windy juga sudah tiga kali di tolaknya. Biasa nya windy dan Aliyah selalu hang out di akhir minggu, atau hanya sekedar main dan bercerita, namun akhir akhir ini Aliyah benar benar sibuk.


Aliyah berusaha keras menyibukkan dirinya agar tidak terlalu mengingat Jack, benar kata ayah dia harus fokus dulu dengan studi nya, aliyah masih muda, masa depan yang paling penting untuk sekarang. Tapi..bukankah Jack juga bagian dari masa depan Aliyah? 🤭 ya intinya Aliyah belum berfikir hingga ke sana.


Namun perasaan tidak bisa selalu di kesampingkan, hati ini memang sudah sangat rindu, apa lagi Aliyah akan pergi bulan depan ke Mesir. Ingin rasanya untuk bertemu dan berpamitan dengan Jack.


Ting..notif pesan masuk ke ponsel Aliyah.


"Assalamualaikum Lia, kita harus ketemu sekarang, aku kangen banget tau sama kamu, kamu apa apaan sih sibuk banget, pokoknya kita ketemu ada yang mau aku omongin. Penting!!" isi pesan dari Windy itu.


"Duh windy kenapa ya..kayaknya windy ngambek sama aku, oke deh aku emang harus ketemu dia, aku juga kangen sama Windy" ucap Lia setelah membaca pesan itu.


Jam dua siang windy dan Aliyah berada di kafe tempat biasa mereka nongkrong.


Windy dari tadi diam aja dan fokus dengan minuman dan ponselnya. Sesekali ia menatap Aliyah dengan pandangan sinis dan tajam.


"Windy...kamu ngambek ya sama aku? aku minta maaf ya" ucap Lia berusaha membujuk Windy.


"auk ah kamu nyebelin tauk" ucap Windy


"wind..aku minta maaf ya..jangan marah lagi ya,,kalau kamu marah aku berasa gak punya sahabat lagi, kamu tau kan cuma kamu best friend aku" ucap Lia sambil memegang tangan Windy.


"Li..kamu juga tau kan aku sayang banget sama kamu, kamu jangan cuekin aku dong kayak kemarin aku sedih banget"


"iya..aku minta maaf ya aku kemarin sibuk dengan S2 aku wind, bulan depan aku pergi" ucap Aliyah


Kedua sahabat itu kini berpegangan tangan dan saling menatap. Suasana haru mulai terasa.


"ingat janji kita kan.." ucap Windy


"best friend forever" ucap keduanya serentak.

__ADS_1


Sesi sedih dan ngambek sudah berakhir, windy dan Aliyah sudah berbaikan dan sudah kembali tertawa riang.


Sembari makan mereka terus bercerita.


"Li..aku kemarin ketemu Jack, dia sekarang udah kerja jadi mekanik ya" ucap Windy.


Lia mengangguk kan kepalanya dan tersenyum.


"Li..kamu menjauh dari Jack, kenapa Li..?" tanya Windy


"siapa yang bilang ke kamu wind?" tanya Lia sedikit kaget.


"Ya Jack lah" balas Windy


Windy bercerita kalau beberapa hari lalu ia bertemu jack di rumah Riyan, terlihat Jack pulang bekerja dengan seragam mekaniknya. Sadar akan kehadiran Windy di rumah Riyan Jack pun mampir dan ngobrol dengan Windy.


"hai windy, lama gak ketemu" sapa Jack


"iya wind, alhamdulillah aku dapet kerjaan yang lebih baik"


"wah..bagus dong, kamu jadi makin keren deh, haha" canda Windy sambil menyenggol bahu Jack


"wind, Aliyah apa kabar? aku udah lama gak ketemu dia, aku khawatir" ucap Jack


"hem, Lia sibuk sekarang Jack ngurus S2 nya di luar negeri" jawab windy


"hah..luar negeri? kamu serius wind kapan Aliyah pergi?" tanya Jack sangat kaget.


"aku juga gak tau persisnya kapan yang jelas sebentar lagi Jack" jawab windy


Jack langsung murung dan terlihat begitu sedih.

__ADS_1


"Jack..semangat dong, kalau kamu emang beneran sayang sama Aliyah buktikan ya, kamu harus setia nunggu" tambah Windy.


"Makasih windy, kalau kamu ketemu Aliyah tolong bilang ke dia, aku kangen banget, aku titip salam untuknya" balas Jack.


Jadi begitulah cerita pertemuan singkat windy dan Jack.


"Li...kamu jangan abaikan hati kamu lagi ya, mau sampai kapan hati kamu membeku gitu, udah ada Jack yang berusaha meluluhkan hati kamu"


Aliyah terdiam, di dalam hati kecilnya ia juga merindukan Jack. "iya wind, aku..aku sebenarnya juga udah jatuh hati sama Jack, aku pengen ketemu dia wind, tapi umi aku ngelarang" jawab Aliyah


"Lia..aku ngerti banget kamu anak yang patuh, tapi ini tu beda kontek Li, Jack itu orang baik kan, gak jahat sama kamu, jadi kenapa si umi kamu selalu mempermasalahkan Jack" jawab windy


"Jujur ya Li..gak ada yang salah dari kamu dan Jack, jika menjauh membuatmu merasa sakit jangan di paksain dong Li. Yang ngejalanin kamu bukan orang lain"


"tapi windy umi aku.."


Windy langsung memotong ucapan Lia


"aku gak mau berdebat sama kamu, sekarang terserah kamu, aku cuma pesan ikutin kata hati kamu Aliyah. Jangan terus menerus menyakiti diri sendiri, kapan hati kamu akan bahagia? kamu selalu sendiri dan kesepian kan sebelum Jack hadir, dan sebentar lagi kalian bakal berjauhan, jangan sampai itu membuat kalian saling menyiksa"


Widih widih si Windy tumben dewasa amat ngomong nya, entah kerasukan setan apa Windy. Tapi yang di bilang Windy itu benar. Aliyah sering mengabaikan perasaannya dan lebih memilih membiarkan hatinya sakit.


"Makasih Windy, aku akan coba lakuin yang terbaik" balas Lia.


.


Keesokan harinya Aliyah tengah menyirami bunga bunga yang ada di depan rumah mewahnya itu. Sedangkan umi dan ayah sudah berangkat kerja, hari ini Aliyah senggang, urusan studinya sudah selesai, kini ia tinggal menunggu waktu untuk berangkat ke Mesir.


Setelah selesai dengan pekerjaannya aliyah yang hendak memasuki rumah mendengar suara bel dari luar pagar, Aliyah langsung menghampiri pagar dan melihat siapa yang berkunjung pagi pagi begini ke rumahnya.


__ADS_1


style Aliyah yang santai dengan gamis dan jilbab sorong yang terjulur panjang 🥰😍


__ADS_2