Bidadari Untuk Preman

Bidadari Untuk Preman
Bertemu di Cafe


__ADS_3

Aliyah menunggu Jack di cafe, tidak lama menunggu Jack datang dan duduk di harapan Aliyah.


"assalamualaikum Aliyah" sapa Jack dengan senyuman yang begitu manis.


"waalaikumsalam Jack" jawab Aliyah mencoba tersenyum tapi tetap terlihat jelas dari wajahnya bahwa ia sedang sedih.


"Aliyah, kamu kenapa? kok sedih? kamu gak suka aku datang?" ucap Jack.


"ah enggak Jack, bukan gitu, aku senang ketemu kamu di sini Jack"


"terus ada apa dengan mata sembab dan wajah murung itu Aliyah?" tanya Jack.


"maaf Jack" ucap Aliyah sambil mengelap wajahnya dengan tisu dan segera tersenyum.


"Aliyah kamu cerita sama aku dong, aku mau dengar Aliyah, apapun masalah kamu apapun kesedihan kamu, aku mau kamu membaginya dengan aku, walaupun aku mungkin gak bisa membantu tapi setidaknya dengan kamu cerita, itu bisa membuat kamu sedikit lega" ucap Jack.


"aku..aku tadi ke rumah sakit jenguk kak Nisa, tapi tadi kondisi kak Nisa lagi gak baik Jack, kak Nisa ngamuk lagi" ucap Aliyah.


"terus sekarang kak Nisa gimana kondisinya" tanya Jack.


"tadi dokter bilang aku boleh jenguk kak Nisa besok pagi" ucap Aliyah.


"oke...kalau gitu besok kita ke rumah sakit ya, aku temani kamu jenguk kak Nisa, aku juga pengen ketemu sama kak Nisa, apa boleh Aliyah?" tanya Jack.


"hem..maaf Jack seperti nya nanti dulu, aku takut kak nisa tidak terbiasa dengan orang baru dan nanti kak Nisa..."


"oke oke..aku paham, kalau gitu kamu jangan sedih lagi ya, aku yakin kak Nisa pasti bisa dan baik baik aja, kamu jangan sedih, kalau kamu sedih kak Nisa juga pasti ikut sedih" bujuk Jack


Aliyah mengangguk kan kepalanya. Aliyah menatap Jack sesaat.


"Jack..aku sampai lupa tanya kabar kamu, kamu kenapa bisa ke Jakarta juga Jack?" ucap Aliyah. karena sedih tadi ia sampai lupa menanyai Jack.


"oh iya Aliyah, aku ke sini untuk menemani mama operasi, insyaallah minggu depan mama aku akan operasi Lia"


"oh ya? tapi.." tanya Aliyah yang masih kelihatan bingung.


"oh maaf, kamu pasti bingung ya kenapa bisa, oke..aku akan ceritakan" ucap Jack.


Jack pun menceritakan semua yang ia alami hingga bisa ke Jakarta. Tentunya dengan bantuan Tante susan.


"oh..jadi begitu...alhamdulillah Jack, mama kamu bisa di operasi, semoga mama cepat sembuh" ucap Aliyah.


"terimakasih Aliyah, kamu mau aku kenalin ke Tante Susan, dia baik dan aku yakin dia bakalan suka sama kamu" ucap Jack.


"hem..mungkin belum sekarang Jack. tapi besok aku pasti mau banget ketemu tante kamu itu" jawab Aliyah.

__ADS_1


"apa ini benar benar hari terakhir kita Lia? ucap Jack


Aliyah menghela nafasnya "iya Jack, besok setelah menjenguk kak Nisa aku akan langsung berangkat ke bandara Jack" ucap Aliyah.


"dan aku besok di rumah sakit mengurus keperluan operasi mama" balas Jack.


"kamu mau kan malam ini kita menghabiskan waktu bersama, ya..kita Keliling kota jakarta, makan dan ngapain aja asal kamu senang" ucap Jack


"hem..aku mau, tapi emang kamu tau..tempat main di jakarta?" ucap Aliyah dengan nada agak meledek.


"oh..nyindir ceritanya? iya aku tau aku bukan anak Jakarta dan aku gak tau tempat bagus di jakarta, ya..gak kayak di Padang yang tau semuanya" jawab Jack


"hahahaha 😅 aku bercanda Jack, iya iya kita keluar malam ini ya" ucap Aliyah.


Jack tersenyum dan senang melihat Aliyah tertawa.


.


Jack menjemput Aliyah ke rumah Tante Mira dengan mobil mewah milik tante Susan. Jack kelihatan sangat keren dan gantengnya plus plus plus. Aliyah sudah menunggu di depan rumah, dan langsung bergegas ke mobil Jack, Aliyah sudah izin dengan Tante Mira tadi.


"Jack ini beneran kamu?" tanya Aliyah


"iya dong Aliyah, siapa lagi, kenapa? aku keren ya baik mobil ini? ganteng ya? kayak artis ibukota?" jawab Jack dengan percaya diri.


"hahaha kamu emang percaya diri banget ya Jack" balas Aliyah.


"kita mau kemana Jack?"


"hem..kamu tau jalan ke Monas kan Lia?" tanya Jack


Aliyah refleks mencibir dan sedikit tertawa. "ya taulah Jack, emang kita mau ke Monas?"


"hem..iya..kenapa Lia? kamu gak suka ya?"


"aku belum pernah ke Monas Lia, saat aku di Jakarta aku jarang main ke luar rumah, dan ini adalah kali pertama aku menginjakkan kaki lagi di jakarta setelah 15 tahun" ucap Jack.


"iya Jack, aku mau kok ke Monas, kita bisa makan kerak telor kesukaan aku di sana, ayo kita ke sana" jawab Aliyah.


Kini keduanya sudah sampai di Monas, mereka berjalan kaki menikmati indahnya taman Monas berhias lampu lampu indah itu, dan Aliyah mengiring Jack ke tempat penjual kerak telor.


"kamu harus coba ini Jack enak loh" ucap Aliyah


"oke Lia" jawab Jack


Setelah membeli dua kerak telor mereka pun kembali berjalan kaki, Monas malam ini cukup ramai banyak pengunjung. Jack seakan menjadi pusat perhatian, setiap orang yang berpapasan dengannya melirik panjang ke arah Jack terutama Kaun hawa, bahkan cewek cewek itu berbisik bisik dengan temannya saat berpapasan dengan Jack. Ya..gak aneh sih mereka hanya kagum dan terpesona dengan Jack malam ini, karena Jack sangat berbeda, memakai kaos hitam polos dan jaket army berbahan kulit mulus serta celana jeans yang senada dengan warna kaosnya. Memang simpel tapi sangat cocok dengan Jack sehingga membuat penampilan nya menawan.

__ADS_1


"Aliyah..ada yang aneh sama aku? kok orang orang liatin nya begitu amat" ucap Jack.


"hem mungkin mereka ngira kamu artis Jack" ucap Aliyah


"hahaha kamu ini bisa aja bercanda" ucap Jack.


"aku serius, kamu sih dandan ganteng ganteng, jadi bikin cewek cewek itu melirik kamu" ucap Aliyah.


"oh...kamu cemburu ya..haha"


"apaan sih, enggak kok" sanggah Aliyah.


"ngaku aja gapapa kok, aku seneng kalau kamu cemburu" jawab Jack.


Aliyah tidak menjawabnya dan hanya tersenyum tipis.


"Ayok kita naik ke atas Aliyah, aku ingin melihat kota Jakarta dari atas puncak Monas" ucap Jack.


"ayo" jawab Lia


keduanya naik ke atas dan menikmati pemandangan kota Jakarta dari atas Monas, indah dan cantik, lampu lampu itu seperti bintang yang bertebaran di bumi, ya sama seperti saat di sitinjau dulu.


"pemandangan nya bagus, kota Jakarta sangat indah dari atas sini, gedung gedung tinggi, jalanan, dan semua kendaraan itu begitu kecil dari atas sini" ucap Jack.


"iya Jack x hampir sama dengan sitinjau dulu" jawab Aliyah.


"iya Lia..Jakarta..kamu kecil tapi sangat banyak orang di atas mu" ucap Jack.


"dan akhirnya kita bertemu juga di kota ini" ucap Aliyah melirik ke arah Jack.


Jack tersenyum melihat Aliyah yang menatapnya dengan senyuman yang sangat cantik.


"kamu jangan senyum secantik itu Aliyah, aku takut hatiku melompat dari atas Monas ini" ucap Jack.


Aliyah tertawa, "gak usah gombal deh"


"aku serius Aliyah, kamu lihat ke langit, kosong tidak ada bulan dan bintang, kamu tau kenapa?" tanya Jack


"kenapa memangnya?" jawab Lia.


"karena mereka malu menampakkan dirinya di depan kamu Aliyah, mereka takut kalah saing dengan kamu" gombal Jack lagi.


Aliyah kembali tersenyum. "udah ya..simpan gombalan kamu untuk besok besok" jawab Aliyah.


.

__ADS_1


next ya...jangan lupa like, komen dan vote..terimakasih banyak readers..semoga suka dengan kisah Aliyah dan Jack..😆😆


__ADS_2