
"teman kamu tadi ganteng ya, berbakat juga" ucap umi tiba tiba.
"hem..iya mi" jawab Aliyah
"carita dong ke umi kalian kenal dimana?" tanya umi.
Aliyah memberanikan diri untuk jujur ke uminya.
"Dia orang yang sudah beberapa kali menolong Aliyah di pasar raya mi, dia orang baik kok mi" jawab Aliyah
"maksud Lia dia preman yang dulu kamu ceritakan itu?"
"iya mi" jawab Aliyah polos dia tidak ingin membohongi uminya, terlebih lagi tentang Jack karena Aliyah juga suka pada Jack.
Umi menghela nafas panjang...
"oh ya? terus sekarang kenapa dia bekerja di showroom itu?" tanya umi lagi.
"Umi..roda kehidupan itu berputar, dia dulu memang seorang preman tapi bukan berarti selamanya dia jadi preman kan mi, sekarang Allah sudah mengubah nasibnya sehingga sekarang dia bekerja sebagai seorang mekanik" jawab Aliyah.
"tetap saja, sekali preman walaupun sudah kerja yang lain, dia tetap akan di cap sebagai mantan preman kan" ucap umi sangat sinis.
"umi harap Aliyah jaga jarak dengan dia, jangan dekat dekat dengan dia" ucap umi lagi.
"kenapa begitu mi, Aliyah percaya jack orang baik mi"
"patuh sama umi Aliyah, umi gak mau anak kesayangan umi salah pergaulan" bentak umi.
"astagfirullah umi, salah pergaulan apa maksud umi, Aliyah tidak mungkin berbuat yang buruk umi" jawab Aliyah mulai sedih....
"Aliyah jangan keras kepala, jika kamu dekat dekat sama dia umi yakin dia lama lama suka sama kamu, umi gak mau itu terjadi ya" jawab umi yang langsung meninggalkan Aliyah.
Aliyah sangat sedih mendengar omelan umi barusan, umi bahkan tidak sudi jika Jack suka padanya, padahal Aliyah pun juga suka pada Jack. Bagaimana jika umi tahu akan perasaan mereka, pasti umi tidak akan setuju.
"Aliyah sayang..ayo kita berangkat ke butik" seru umi sambil mengetok kamar Aliyah.
Tidak ada jawaban dari dalam..
Umi masuk dan melihat Aliyah sedang tertidur pulas, memeluk bingkai foto, wajah Aliyah terlihat seperti siap menangis, hidungnya merah dan bantalnya basah.
Umi membelai pelan kepala Aliyah.
"maafkan umi sayang, umi tahu kamu pasti menyukai pria itu, karena umi paham betul kamu nak, mana mungkin kamu mau berteman dengan lawan jenis tanpa adanya rasa suka, tapi ini semua demi kebaikan kamu nak, umi tidak ingin kamu salah memilih seperti kedua kakakmu, kali ini umi sendiri yang akan memilih pria yang tepat untukmu sayang" ucap umi pelan sehingga tidak membangunkan Aliyah.
__ADS_1
Umi perlahan mengambil bingkai foto itu, dan melihatnya, ternyata Aliyah memeluk fotonya dengan kedua saudaranya, bang Yudha dan kak Nissa. Mereka bertiga mirip, berkulit putih bersih dan hidung mancung, sangat jelas bahwa mereka saudara kandung.
"Aliyah pasti kangen sama abang dan kakaknya, maafkan umi nak, karena terlalu memanjakan saudara saudaramu, hingga umi tidak bisa menolak pilihan mereka. Tapi kali ini umi tidak akan membiarkan kesalahan itu terulang kembali, umi akan menjaga kamu dengan baik Aliyah" ucap umi yang menitikkan air mata di atas foto itu.
Umi keluar dari kamar, setelah pintu tertutup Aliyah membuka matanya, ternyata Aliyah terbangun saat umi masuk tadi namun Aliyah pura pura tidur dan mendengar semua ucapan umi.
Hati Aliyah terasa sangat sakit, air matanya bercucuran tiada henti.
"umi..maafkan Aliyah juga mi..aliyah sayang umi, Aliyah gak mau umi sedih" ucap Aliyah.
Flashback 3 tahun lalu..
Ini adalah hari pertama Aliyah kuliah. Aliyah mengecek ponselnya dan melihat panggilan tak terjawab dari bang Yudha. Aliyah pun langsung melakukan panggilan video ke abangnya itu.
"Assalamualaikum tuan putri cantik" ucap bang Yudha.
"waalaikumsalam putra mahkota ganteng" balas aliyah tersenyum lebar.
"bang yudha kenapa tidak jadi pulang si, aliyah kangen sekali sama bang Yudha"
"maaf ya Lia, abang gak bisa pulang sekarang, abang benar benar sibuk dek" jawab Yudha.
"Aliyah baik baik ya di sana, yang rajin kuliahnya, cepat wisuda dan lanjut S2 ke sini, abang tunggu aliyah di mesir ni" ucap bang Yudha.
"Aliyah..abang punya kabar bahagia, abang sudah melamar wanita pujaan abang, dan dia menerima lamaran abang" ucap bang Yudha tersenyum
"oh ya, berarti abang akan segera menikah dong, selamat ya abang, Aliyah gak sabar bertemu dengan calon kakak ipar, abang nikah di Indonesia kan bang?" tanya Aliyah ikut gembira.
"maaf Lia, abang akan menikah di sini dek, pernikahan akan dilaksanakan seminggu lagi, abang janji akhir tahun abang akan pulang sama istri abang nanti, oh iya namanya Zahira, dia seorang mahasiswi abang di sini" jelas Yudha.
Aliyah tentu sedih mendengar itu, sedangkan dirinya tentu tidak bisa pergi ke Mesir karena dia baru saja masuk kuliah.
Pernikahan Yudha dengan Zahira memang sangat mendadak sekali bahkan ayah dan umi tidak bisa menghadiri langsung pernikahan mereka, karena pada saat itu kondisi Ayah sedang di rawat di rumah sakit dan tidak mungkin umi pergi sendiri, Annisa anak kedua juga sibuk dengan koas dokternya. Sehingga tidak satupun keluarga yang hadir.
Umi dan ayah sempat tidak setuju yudha menikah secepat itu, umi meminta Yudha untuk meminta menunda dulu pernikahannya, namun Yudha bersikukuh untuk tetap menikah, karena tidak bisa menolak permintaan putra sulungnya itu akhirnya mereka sekeluarga menyetujui pernikahan Yudha dan Zahira.
Yudha berjanji untuk pulang menjelang akhir tahun, namu takdir Allah berkata lain, 4 bulan setelah pernikahannya dengan Zahira mereka tertimpa musibah berat. Rumah Yudha di serang oleh orang tak di kenal saat tengah malam, mereka mengeroyok Yudha dan Zahira, Yudha yang berusaha untuk menyelamatkan istrinya, namun naas sekelompok orang itu mengalahkan yudha, mereka membakar rumah Yudha.
Kejadian malang itu merenggut nyawa Yudha, seorang dosen muda, tampan, dan mapan kepergian Yudha sangat memukul keluarganya.
Semua orang sangat berat menerima kenyataan pahit ini, terlebih lagi rumor yang beredar dari kalangan mahasiswa di sana bahwa penyebab tragedi itu adalah Zahira istrinya Yudha, di duga orang orang yang menyerang rumah mereka adalah orang yang sempat bermasalah dengan Zahira, kemudian di lokasi kejadian Zahira tidak ada di dalam rumah yang terbakar itu, hanya ada jasad yudha seorang. Nampaknya zahira berhasil kabur sebelum kebakaran.
Namun sampai sekarang Zahira tidak pernah muncul lagi, bahkan keluarga Yudha juga tidak ingin mencari atau bertemu dengan Zahira, karena rumor yang beredar itu.
__ADS_1
Ayah dan umi sangat menyesal atas perbuatan mereka karena mengizinkan yudha menikah dengan gadis mesir yang sama sekali mereka tidak tahu asal usulnya. Yudha hanya mengatakan bahwa Zahira gadis yang shalihah, baik hati, cerdas dan hafiz Quran. Oleh seba itu Yudha memohon restu dari ayah dan umi untuk menikahi Zahira.
Yang lebih menyakitkan keluarga Yudha sama sekali tidak tahu wajah Zahira karena dirinya bercadar, saat di minta foto menantunya Yudha selalu bilang "nanti saja bertemu saat kami ke Indonesia"
Namun apa yang terjadi, tidak ada yang tahu gadis seperti apa yang telah di nikahi oleh Yudha, teman se kampus Zahira juga tidak ada yang tahu wajah persis Zahira, tidak ada foto wajahnya sama sekali, hanya foto fotonya berbalut gamis dalam hitam dan cadar.
Umi merasa sangat menyesal karena telah membiarkan anaknya menikah seperti itu, yang berkunjung ke rumah saat tahun baru bukanlah anak dan menantunya melainkan mayat Yudha. ðŸ˜ðŸ˜
Kemudian 2 tahun setelah kepergian Yudha, Annisa kini yang meminta restu ayah dan umi untuk menikah dengan pria pilihannya seorang pilot muda dari keluarga kaya raya pula, namanya Elang Albintara. Awalnya ayah dan umi berniat untuk menjodohkan Annisa dengan Fero, namun Nissa menolak karena dirinya sama sekali tidak cinta dengan Fero, Nissa memohon untuk mengizinkannya menikah dengan Elang, jika di bandingkan dengan Fero, Elang jauh lebih baik dari pada Fero dan keluarga Elang pun keluarga yang terpandang di Jakarta.
Namun umi sempat tidak setuju karena pekerjaan Elang sebagai pilot. memang pilot pekerjaan yang sangat bagus dan idaman semua orang, namun pilot juga pekerjaan yang sangat berbahaya dan taruhannya nyawa. Pilot juga sangat sibuk bepergian ke sana kemari, ke berbagai negara dan tentunya akan jarang di rumah. Oleh sebab itu umi kurang setuju.
Namun karena Annisa tetap teguh dengan pilihannya apa boleh buat, ayah dan umi setuju.
Dua minggu menjelang pernikahan Nissa dengan Elang.
Nissa masih di rumah sakit melaksanakan tugas terakhirnya sebagai seorang dokter muda yang berbakat.
"cie buk dokter yang bentar lagi mau nikah" ucap Aliyah yang saat itu tengah di rumah sakit menunggu kakaknya, mereka berdua sudah janji akan pergi bersama ke tempat WO nissa untuk mengecek persiapan pernikahan Nissa.
"iya dong, bentar lagi jadi nyonya Elang nih" balas Nissa.
Hari ini Nissa akan melaksanakan operasi pertamanya, dirinya sangat yakin dengan kemampuan yang ia miliki, Nissa sudah mempersiapkan operasi ini dari berbulan bulan lalu, ia sudah paham betul kondisi pasien nya dan ia juga yakin operasi ini akan berjalan lancar.
"Lia. ini operasi perdana kakak, doakan lancar ya, dan Elang juga sedang melakukan penerbangan terakhirnya sekarang, setelah ini kakak cuti satu bulan, begitu juga dengan Elang, kami akan menikah" ucap Nissa tersenyum bahagia.
"Amin ya rab..iya pasti Lia doakan kak" .
Mereka berdua kini duduk di ruangan Nissa sambil menunggu jadwal operasi satu jam lagi, nissa sibuk dengan ponselnya dan Aliyah menonton tv.
Aliyah menyetel saluran berita dan muncullah berita yabg tidak mengenakan.
"Pesawat xxx dengan rute penerbangan kuala lumpur – Jakarta dinyatakan hilang kontak di atas perairan laut xxx dan di duga telah jatuh ke laut, tim sar dan polisi sedang melakukan pencarian puing puing pesawat dan para penumpang pesawat" ucap penyiar berita di tv itu.
Nissa terbelalak mendengar siaran tv itu seketika darahnya mengalir menusuk jantung sangat sakit, tidak lama ponselnya berdering.
"Hallo Nissa.. Elang, elang Nissa...pesawat Elang jatuh Nissa" ucap seseorang dari telpon itu.
Aliyah tidak bisa berkata apa apa, dirinya serasa di hantam kayu besar tubuhnya melemas mendengar kabar tentang calon kakak iparnya.
.
.
__ADS_1