Bidadari Untuk Preman

Bidadari Untuk Preman
Hubungan kita?


__ADS_3

Sudah seminggu usai pernikahan kak nisa dan Fero. Kini mereka berdua tengah honeymoon ke Bali. Aliyah dan orang tuanya turut bahagia atas pernikahan Nisa dsn Fero. Kini Aliyah kembali ke rutinitasnya mengajar di kampus dan selalu berjumpa dengan Abdullah.


Siang ini Aliyah sudah selesai mengajar mahasiswanya. Tampak Abdullah menghampiri Aliyah yang masih berada di depan ruang kelas.


"seru kelasnya?" tanya Abdullah basa basi.


"masyaallah mahasiswa baru sangat antusias dan bersemangat" jawab Aliyah.


"alhamdulillah, aku juga merasa seperti itu, jadi teringat saat awal kuliah dulu. hehehe" balas Abdullah.


Aliyah membalas dengan seyuman.


"malam ini ada acara Lia?" tanya Abdullah.


"hmm. ada" jawab Aliyah.


"oh baiklah Lia" ucap Abdullah sedikit murung.


"kalau gitu aku duluan pulang ya, assalamualaikum" ucap Aliyah.


"waalaikumsalam".


Abdullah terus memandangi Aliyah yang berjalan menjauhinya.


"sampai kapan aku terus berharap padamu Lia? sampai kapan kamu bersikap dingin dan kaku kepadaku? apakah tidak ada ruang lagi di hatimu?" rintih Abdullah dalam hati kecilnya.


Perasaan Abdullah tidak akan mendapat balasan indah, karena di hati Aliyah hanya ada Jack. Sampai saat ini hanya Jack yang dicintai oleh Aliyah. Walaupun Abdullah juga pria yang sempurna, baik, sholeh, ganteng, berpendidikan, pekerja keras, ya tidak ada kurangnya.


.


Malam ini Aliyah janji dinner bersama Jack di sebuah restoran enak.


Jack sudah menunggu Aliyah di meja VIP yang di pesan khusus untuk mereka dinner berdua.


"maaf Jack, tadi macet" ucap Aliyah yang telat 30 menit.

__ADS_1


"gak apa apa Lia, jangankan 30 menit, bertahun saja aku sanggup menunggu kamu" balas Jack dengan senyuman.


Hidangan lezat memenuhi meja makan, di tambah alunan musik romantis yang menambah hangatnya suasana malam ini. Sungguh ini makan malam yang romantis bagi mereka berdua.


Setelah makan, Jack memulai pembicaraan serius.


"Aliyah, aku ingin mengatakan sesuatu padamu" ucap Jack.


Aliyah menggangguk dan memfokuskan pandangan pada Jack.


"Bagaimana dengan hubungan kita ini Lia" ucap Jack serius.


Aliyah tampak bingung harus menjawab apa.


"Aku ingin kita melangkah ke tahap yang serius Lia" ucap Jack lagi.


"Pernikahan?" tanya Aliyah.


"iya aku ingin menikahi kamu" ucap Jack dengan lantang.


"Bukankah keluarga kamu tidak suka dengan aku Jack?" tanya Aliyah murung.


"pernikahan itu sakral dan suci, kita harus memikirkan ini matang-matang Jack" jawab Aliyah.


Dan begitulah percakapan serius keduanya. Jack yang sudah melamar Aliyah belum mendapatkan jawaban. Tapi Jack tetap yakin pada Aliyah, bahwa Lia juga mencintainya dan mau menjadi istrinya.


Sesampainya di rumah Aliyah merenungi ucapan Jack tadi di kamarnya. Sambil memeluk bantal guling Aliyah terus tergiang dengan ucapan Jack. Tapi kenapa seperti ada yang mengganjal di hati Aliyah?


"Aku merasa belum siap untuk menikah, tapi jika terus begini, aku hanya menimbun dosa bersama Jack. Ya Allah..berikan petunjukmu" ucap Aliyah.


Jack juga tidak bisa tidur nyenyak malam ini, bayangan Aliyah mengisi pikirannya.


Jack yang sedang merenung di balkon kamarnya, terkejut karena Papanya tiba tiba muncul tanpa mengucap salam.


"Papa bikin Jack kaget aja" ucap Jack sambil memegang dadanya.

__ADS_1


"kamu itu melamun, tadi papa udah ketuk pintu kamar kamu kok" jawab papa.


"ada apa pa? tanya Jack.


"papa yang harusnya tanya begitu, kamu kenapa? apa terjadi masalah di kantor?" balas papa.


Jack menggeleng.


"lalu kenapa?" tanya papa lagi.


"Pa..Jeffri ingin menikah" ucap Jack menatap kedua bola mata papanya berbinar.


Papa tersenyum heran.


"bagus..dengan siapa?" jawab Papa.


"yang penting bukan gadis dari keluarga Bakhri itu yang ingin kamu nikahi" ucap Tomo.


Tanpa ragu lagi Jack menjawab papa nya "iya pa, dia yang ingin aku nikahi pa, hanya dia, tidak ada yang lain, jika tidak dengan Lia, lebih baik Jeffri hidup sendiri dan tak menikah selamanya" ucap jack dengan penekanan.


Mata Tomo membelalak, Jack telah memancing naik emosinya.


"Pa..tolonglah sekali lagi kita temui keluarga Aliyah. Aku hanya ingin Lia pah" ucap Jack.


"Terakhir kita ke sana kamu sudah lihat kan bagaimana hasilnya?" jawab papa.


"itu sudah berlalu pa. saat itu Aliyah dijodohkan dengan orang lain, sekarang sudah berubah pa. Aliyah tidak jadi jodohkan. Pa...tolonglah.." Jack memelas.


"Baiklah...papa akan pikirkan dan atur semuanya. Kamu fokus dengan kuliah kamu karena sebentar lagi kamu lulus kan. Urus semuanya dengan baik, begitu juga dengan kerjaan di kantor" jawab papa.


"terimakasih pa" jack memeluk papanya.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2