Bidadari Untuk Preman

Bidadari Untuk Preman
Abdullah


__ADS_3

Di rumah Abdullah.


Jam dinding sudah di angka 11 malam.


Abdullah masih duduk di atas sajadahnya dengan tasbih di tangan kanannya.


Ya Abdullah sedang zikir malam.


Sedangkan di ruang tengah ada Syifa dan ibuk yang dari tadi duduk berdua.


"Dek, Aa masih di kamar?" tanya ibuk


"masih buk, Aa belum keluar dari magrib tadi, belum makan juga, Aa gak laper apa ya?" ucap Syifa.


"Ya sudah, mungkin Aa mu lagi khusyuk dan tidak ingin di ganggu" jawab ibuk.


"buk, Syifa udah tau siapa gadis yang di sukai sama Aa" ucap Syifa.


"oh ya? siapa dek?" tanya ibuk terlihat antusias.


"ustazah Aliyah buk, dia dosen di kampus syifa, orangnya cantik banget buk, baik, sholeha, teman Aa waktu kuliah di Kairo" ucap Syifa.


"Masyaallah...bagus itu dek, akhirnya..." ucap ibuk.


"Akhirnya apa buk?" ucap Abdullah yanh ternyata sudah berdiri di depan pintu ruangan.


"eh Aa udah siap ngajinya sama zikirnya" ucap Syifa tersenyum.


"kamu bilang aneh aneh ya ke ibuk" tanya Abdullah.


"eh endak kok Aa, ya kan buk?" Syifa mulai ketar ketir.


"udah udah...jadi kapan Aa mau kenalin Aliyah ke ibuk?" tanya ibuk tiba tiba. Sekarang Abdullah yang ketar ketir.


"apasih buk, Aliyah cuma teman Aa doang kok, ga lebih" jawab Abdullah.


"teman tapi Aa suka kan hayoo ngaku" ucap Syifa.


Abdullah tersenyum, ia tak ingin berbohong karena memang ia suka pada Aliyah.


Abdullah duduk di samping Syifa dan mencubit hidung adik nya itu.


"bisa aja kamu ya" ucap Abdullah.


"sakit Aa..." rengek Syifa.


"Aa memang suka pada Aliyah, tapi kan Aliyah nya tidak" ucap Abdullah.


"Tuh buk, gimana mau nikah coba, Aa tu orangnya pesimis pisan, belum apa apa udah pesimis" ucap Syifa.


"kalau tidak percaya tanya saja sama Aliyah langsung" jawab Abdullah.


"ya sudah...sekarang ayo makan Aa, udah malam pasti Aa laper kan?" ucap ibuk.


"nah..ibuklah wanita yang paling mengerti, ayok buk, Aa laper banget apalagi denger ocehan adik usil ini" ucap Abdullah menyenggol bahu Syifa.


"ihh Aa...udah makan sana, biar ada tenaga buat meluluhkan hati ustazah Aliyah" hahahaha ucap Syifa tertawa.


...----------------...

__ADS_1


Keesokan harinya Aliyah mulai berbicara pada Umi dan Ayah, karena nanti sore Jack akan datang bersama keluarga nya.


"Ayah...umi...Aliyah mau ngomong sesuatu" ucap Lia.


"ada apa nak?" tanya ayah.


"Yah..mi..nanti Jack dan keluarga mau datang ke rumah untuk melamar Lia" ucap Aliyah.


Umi sangat kaget mendengar ucapan Aliyah.


"apa!!? malamar?" ucap umi.


Aliyah mengangguk.


"Ayah..umi..Aliyah mohon sama ayah dan umi, restui kami" ucap Aliyah.


"Nak..jika Jack adalah pilihan kamu, maka Ayah dan umi akan merestui kalian" ucap ayah.


"Ayah serius? terima kasih yah" ucap Lia senang.


"gak bisa, umi gak setuju" bantah umi.


"umi...Aliyah mohon" ucap Lia memelas sekali.


"umi ayolah apa salahnya dengan Jack, dia anak baik" ucap ayah.


"umi gak suka dari awal umi gak suka sama dia, apalagi sama keluarga nya yang sombong itu, mereka pernah membuat Nissa sakit parah, dan mereka menghina keluarga kita dulu" ucap umi penuh emosi.


"mi..itu kan sudah masa lalu, jangan di ingat ingat lagi" ucap ayah.


"liat Aliyah, dia sudah dewasa, sudah sepantasnya berumah tangga, jangan menghalangi lia lagi mi" ucap ayah.


Aliyah bersimpuh di hadapan uminya sambil menangis.


"mi..Aliyah mohon mi..aliyah mohon..." ucap Lia menangis.


Lia bangun nak..sudah..ayah dan umi akan merestui kalian" ucap ayah mengangkat bahu Lia.


"Ayah.." bentak umi.


"umi...Aliyah mohon"


"Aliyah berdiri...kamu jangan kayak gini sayang" ucap umi mengusap air mata Aliyah.


"baiklah...umi akan merestui kalian" ucap umi merelakan egonya demi anai kesayangan nya itu.


Sementara itu, Jack juga sudah berhasil membujuk Papa dan Mamanya, sekarang mereka berdua sudah mendapatkan restu dari orang tua...


Dan nanti malam Jack akan ke rumah Aliyah melamarnya.


Azan zuhur telah berkumandang


setelah selesai menunaikan sholat zuhur, posel Jack berdering. Shela menelpon nya.


"Assalamualaikum shel, kenapa?"


"hallo Jack, Jack tolongin gue, gue di kantor polisi sekarang" ucap shela yang terdengar panik.


"lu kenapa shel, kok bisa di kantor polisi si?" tanya Jack.

__ADS_1


"ceritanya panjang, please lu ke sini ya, bantuin gue Jack" ucap Shela memohon.


Apa boleh buat, Jack tidak bisa menolak Shela kerena selama ini Shela sangat baik pada Jack, dan seperti sekarang shela dalam kesulitan.


"oke oke gue ke sana, tunggu bentar ya" ucap Jack menutup telepon.


"masih ada waktu, aku akan nolong shela dulu, sore nanti pulang dan bisa ke rumah Lia" ucap Jack dalam hati.


Sesampainya di kantor polisi, ternyata Shela tadi menabrak seseorang dengan motornya, alhasil orang itu ngamuk ngamuk dan menyeret shela ke kantor polisi untuk di mintai pertanggungjawaban. Padahal bukan shela yang salah tapi ibuk itu yang salah memasang lampu sein.


"thanks banget udah nolongin gue Jeff" ucap Shela.


Jack melihat jam tangannya sudah pukul 3 sore.


"oke shel, kalau gitu gue cabut duluan ya, ada janji soalnya" ucap Jack.


"acara apa lu hari minggu gini?" tanya Shela yang tadinya mau ajak Jack makan bareng.


"gue mau pergi ke rumah cewek gue buat ngelamar dia" ucap Jack penuh semangat.


Shela kaget matanya terbelalak seperti akan lomlat keluar. "hah...lu serius, sekarang? bukannya kemarin dia gak datang ke wisuda lu ya" ucap Shela.


"iya sekarang, udah lu doain semoga lancar ya.." ucap Jack.


"hem..ii..iyaa.." jawab Shela.


"Ya udah gue anter lu pulang apa ke rumah sakit ni, tangan lu luka tuh"ucap Jack menunjuk siku shela yang berdarah.


"ah ga papa kok, cuma lecet dikit, gue mau pulang aja" jawab Shela.


"Ya udah bareng gue aja, searah kok" ucap Jack.


Shela pun mengikut.


Saat di perjalanan Jack mendapat telepon dari Mamanya.


"Mama gue nelvon kayaknya dia udah otw rumah Aliyah deh" ucap Jack.


"ya udah gue turun di sini aja, lu langsung ke rumah cewek lu aja gak papa kok gue turun sini" ucap Shela.


"udah lu duduk aja tenang"


"Assalamualaikum ma, mama papa udah sampe? jeff masih di jalan ma bentar lagi sampe" ucap Jack


"hallo maaf apakah ini keluarga ibu Juita dan Bapak Tomo?" ucap seorang wanita dari ponsel Mama Jack.


"i..iyaa..betul saya anaknya, maaf ini siapa ya?" ucap Jack yang heran.


Shela menatap Jack yang terlihat kebingungan "kenapa?" ucap Shela berbisik. Jack mengangkat bahunya tanda tak tau.


"saya suster rumah sakit, orang tua anda kecelakaan dam sekarang berada di rumah sakit" ucap suster itu.


Jack langsung mengerem mendadak membuat kepala Shela kejedot.


"ada apa Jeff" Shela mulai cemas.


Jack membeku terdiam, ia seakan tak percaya dengan apa yang barusan ia dengar. jantungnya seperti di siram air panas, sakit dan menusuk sekali rasanya.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2