
Bintang mencakupkan kedua tangannya mengeluarkan jurus ampuhnya yaitu memelas, dengan mata yang terpejam dan tangan di cakupkan di atas kepalanya.
Dia mulai bicara memohon ke pria tampan itu. "Tuan mohon jangan sakiti saya, saya minta maaf karena sudah menabrak mobil anda dan tadi saya kurang sopan kepada anda, untuk ganti rugi mobil anda yang lecet maaf saya belum punya uang, beri saya waktu untuk mengumpulkan uang, lagipula anda kan orang kaya pasti tidak membutuhkan uang itu dengan segera, Tolong ampuni saya," ujar Bintang memohon dengan panik.
Leo melipat bibirnya karena menahan tawa melihat Bintang yang memohon ketakutan. "Apa aku begitu menakutkan? hingga badanya gemetaran, Tapi di mataku kamu sangat lucu."
Tangan Leo perlahan terangkat lalu mengelus pipi Bintang lembut. "Tenang lah," ujar Leo lemah lembut.
"Akhhh, Dia menyentuh pipi ku? untuk apa dia melakukannya dan suara apa itu tadi? kenapa pria ini begitu lembut membuat jantung ku berdebar saja."
"Kau takut?" tanya Leo lembut, bahkan pria itu masih setia menyentuh pipi gadis itu.
Secara perlahan Bintang berani membuka matanya lalu mengangkat kepala yang dari tadi tertunduk.
Sekarang dia dapat melihat wajah tampan Leo yang sejenak menghipnotisnya. "Tuhan kenapa tatapan matanya sangat tulus, Apa semua ini? kenapa aku tidak asing dengan perasaan ini?
Bintang sadarkan dirimu, jangan hanya karena dia tampan kamu jatuh ke jeratan pria yang suka mengambil kesempatan ini, ingat Bintang pria tampan selalu menggunakan wajahnya yang sempurna untuk memikat wanita."
"Apa aku sebegitu tampannya hingga kau menganga seperti itu saat melihat ku," Sindir Leo tersenyum miring.
"Dasar pria sombong."
"Tuan, seharusnya anda tidak menyentuh saya, ini adalah sebuah pelecehan," ujar Bintang dengan berani karena pria itu tidak menyingkirkan tangan lebar itu dari pipinya.
Entah apa yang di pikirkan gadis itu dia mampu melontarkan kata-kata untuk melawan Leo.
"Aku berusaha menenangkan mu dan kau sebut ini sebuah pelecehan? sungguh berani kau kepadaku."
Padahal sudah di peringatkan oleh Bintang, pria itu tidak mau kalah dia malah mendekatkan wajahnya sampai dahi mereka beradu.
"Anda tid...k seha...rusnya sedekat ini," ujar Bintang dengan terbata-bata karena takut, dia memejamkan mata tak berani melihat Leo.
"Kau sangat tidak sopan, buka matamu dan lihatlah aku," Leo tidak henti-hentinya menggoda Bintang yang sudah ketakutan setengah mati.
Dengan tangan yang gemetaran Bintang berusaha mendorong dada Leo dengan dua tangannya yang sudah sangat lemas. "Tolong menj...auh, sa...ya tidak bisa berna...pas." lirihnya.
__ADS_1
"Ada apa dengannya? kenapa dia terlihat sangat takut? padahal aku tidak melakukan hal yang berlebih,
Tubuhnya gemetar, keluar banyak keringat dan wajahnya juga sangat pucat, Apa aku semenakutkan itu?"
Leo bingung dengan respon Bintang yang sangat ketakutan padahal dia kira gadis itu akan memberikan respon perlawanan yang kuat seperti menendang miliknya di bawah sana mungkin.
Karena kasian Leo langsung menjauhkan tubuhnya mundur kebelakang membebaskan Bintang dari kurungan badanya yang besar.
"Jangan takut lagi, aku sudah menjauh," ujar Leo dengan datar.
Dia merasa bersalah telah membuat Bintang seperti itu.
Setelah mendengar suara Leo dia Akhirnya sadar dari ketakutannya dan berani membuka mata perlahan, dia menarik napas dalam lalu menghembuskan dengan perlahan.
"Tenangkan dirimu Bintang, dia tidak akan menyakiti mu."
Wajah gadis itu begitu pias membaut Leo khawatir.
"Maaf aku terlalu berlebih." Sesal Leo.
Pria keras kepala itu mau mengalah dan meminta Maaf, jika Assisten Erik melihat ini pastilah dia akan sangat iri dengan Bintang karena selama 16 tahun bekerja dengan Leo dia tidak pernah mendengar permintaan maaf dari bosnya itu, selalu dia yang salah di mata Tuan muda yang sangat angkuh tersebut.
"Hmmm," jawab Bintang.
"Untuk membahas tentang ganti rugi kita lanjutkan besok, sekarang kita pulang, aku akan mengantar mu pulang."
"Kita pulang? apa maksud pria aneh ini, pulang saja sendiri aku mau cari makan dulu, laper nggak makan dari tadi tau."
"Makasih Tuan atas tawarannya, tapi saya akan pulang sendiri karena saya mau mampir cari makanan."
"Aku akan mengantarmu mencari makanan."
"Tidak usah Tuan, saya bisa sendiri lebih baik anda pulang."
"Kau harus ikut dengan ku, ini sudah larut malam, bahaya untuk wanita jalan sendirian."
__ADS_1
"Emang Siapa dia sok peduli dengan ku, masak aku harus percaya dengan orang asing yang baru bertemu sekali, nanti kalau dia jahat atau ngapa-ngapain aku bagaimana? dia kan orang kaya pasti dengan mudah memperdaya ku seenaknya."
"Anda tidak bisa memaksa saya Tuan." Tegas Bintang berulang kali menolak ajakan Leo.
Tidak kehabisan akal Leo terus mencoba membujuk Bintang. "Ya sudah kalau begitu, hati-hati saja, aku dengar kemarin ada kasus pembunuhan dekat sini, pelakunya belum di tangkap, katanya dia adalah pembunuh berantai, bahkan dia melakukan hal itu kepada orang yang tidak dia kenal, sudah ada dua wanita yang harus merenggang nyawa akibat pelaku misterius itu."
Bulu kuduk Bintang sampai berdiri mendengar cerita Leo yang sungguh menyeramkan tapi dia masih berusaha menolak. "Aku tidak takut, aku sering jalan sendiri tapi tak pernah aku bertemu dengan nya, aku tahu kau sedang menipuku." ujar Bintang sok berani.
"Lihat saja berita kalau nggak percaya, biasanya memang kau tak bertemu tapi malam ini tidak ada yang tahu, Kan? Siapa tahu kau orang selanjutnya yang jadi mangsa orang asing itu," ujar Leo dengan suara pelan menakut-nakuti.
"Benar juga kata Tuan Leo, aku jadi takut dehhhh, tapi masak aku harus menerima tawarannya, aku kan belum tahu dia orang baik atau tidak."
Leo tersenyum miring karena dapat menangkap sinyal ketakutan yang di rasakan Bintang, walaupun gadis itu menolak, dia tahu dalam hati gadis itu pasti sedang ketakutan setengah mati. "Jangan keras kepala Bintang kecilku, aku tahu kau itu takut."
"Jadi bagaimana kau mau ikut atau tidak, semua pilihan ada di tangan mu."
"Oke, saya ikut anda." ujar Bintang dengan terpaksa.
Di luar ruangan Assisten Erik sedang mondar-mandir tak karuan karena bosnya tak kunjung keluar. "Apa sih yang Tuan muda lakukan di dalam? lama banget.
Apa jangan-jangan Tuan melakukan hal itu kepada Nona Bintang?
Aduhhh, Kenapa dia tidak menyewa wanita malam seperti biasanya sihhh," Tiba-tiba pikiran Assisten Erik jadi kemana-mana karena tadi dia bisa melihat ada ketertarikan di mata Bosnya saat melihat Bintang.
"Mudah-mudahan Tuan muda tidak melakukan itu, Kasian juga Nona Bintang, dia terlihat gadis yang baik, walaupun dia pernah memanggil ku bapak,"
Hahaha, Assisten Erik masih ingat aja di panggil bapak.
Ceklek, Assisten Erik dapat mendengar pintu terbuka.
Dia menyipitkan matanya memerhatikan kedua orang yang baru keluar dari ruangan itu. "Aman, sepertinya mereka tidak melakukan apapun, Tuan masih terlihat sangat rapi, dan Nona Bintang berjalan dengan biasa saja." Assisten Erik lega Tuannya masih memiliki akal sehat.
Happy Reading ♥️😘😘🥰🥰🥰
I LOVE YOU 3000🥰♥️😘😘😘🥰
__ADS_1